Berikut ini merupakan salinan pendapat dari segi hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, yang disusun oleh Konsultan Hukum Budiarto Law & Partnership.
2 Untuk Membeli Saham dalam PT Suasa Benua Sukses No. 24A tanggal 10 Maret 2016, yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta Selatan. Perseroan selanjutnya wajib mengikuti dan memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berkaitan dengan pengambilalihan saham SBS tersebut.
Perseroan wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum kepada OJK serta mempertanggungjawabkan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan menyampaikan hasil penggunaan dana tersebut kepada OJK sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran Umum tersebut telah terpakai seluruhnya sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Apabila dikemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum, maka Perseroan wajib mengemukakan rencana dan alasan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana bersamaan dengan pemberitahuan mata acara Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) kepada OJK dan memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.
Dalam hal Perseroan akan melakukan transaksi yang menggunakan dana hasil Penawaran Umum selain yang telah disebutkan dalam Rencana Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dan transaksi tersebut merupakan transaksi material dan atau transaksi afiliasi atau benturan kepentingan, maka Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam No. IX.E.2.
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama dan atau Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1. tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan, Perseroan sebagai Emiten dan PT Lautandhana Securindo sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek telah membuat Perjanjian Penjaminan Emisi Efek sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek PT Sillomaritime Perdana Tbk No. 531 yang dibuat pada tanggal 7 Maret 2016 yang telah diubah dengan Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum PT Sillomaritime Perdana Tbk No. 634 yang dibuat tanggal 12 Mei 2016 yang keduanya dibuat di hadapan Rudy Siswanto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta Utara (“Perjanjian Penjaminan Emisi Efek”). Sesuai dengan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, PT Lautandhana Securindo sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek sekaligus sebagai Penjamin Emisi, berjanji dan mengikatkan diri atas dasar kesanggupan penuh (full commitment) atas terjualnya seluruh saham sesuai dengan ketentuan di dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
Dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan telah memperoleh persetujuan RUPS sebagaimana telah dituangkan pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Sillomaritime Perdana No. 1 (”Akta Perseroan No. 1/2016”) yang dibuat pada tanggal 1 Maret 2016 di hadapan Rudy Siswanto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta Utara, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (berikut pendahulunya, “Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusannya No.
0004213.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 2 Maret 2016 dengan Daftar Perseroan No. AHU-0027800.AH.01.11.Tahun2016 tanggal 2 Maret 2016 dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0028256 tanggal 2 Maret 2016 dengan Daftar Perseroan No. AHU-0027800.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 2 Maret 2016.
Perseroan tidak memiliki kewajiban untuk mendapatkan perizinan/persetujuan atau melakukan pemberitahuan tertentu dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan dari/kepada instansi pemerintah yang berwenang. Hal tersebut juga telah didukung dengan adanya surat pernyataan Direksi Perseroan tanggal 10 Mei 2016.
Sehubungan dengan maksud tersebut diatas, serta untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh OJK, kami, Widjojo Budiarto, S.H., dari kantor Konsultan Hukum BUDIARTO LAW Pasrtnership, beralamat di AXA Tower – Kuningan City, Lantai 28, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Kuningan – Setiabudi, Jakarta 12940, yang terdaftar sebagai Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal (Konsultan Hukum Pasar Modal) pada kepada OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT SillO MARiTiME PERDANA TbK TAHUN 2016
124
2 Untuk Membeli Saham dalam PT Suasa Benua Sukses No. 24A tanggal 10 Maret 2016, yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta Selatan. Perseroan selanjutnya wajib mengikuti dan memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berkaitan dengan pengambilalihan saham SBS tersebut.
Perseroan wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum kepada OJK serta mempertanggungjawabkan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan menyampaikan hasil penggunaan dana tersebut kepada OJK sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran Umum tersebut telah terpakai seluruhnya sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Apabila dikemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum, maka Perseroan wajib mengemukakan rencana dan alasan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana bersamaan dengan pemberitahuan mata acara Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) kepada OJK dan memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPS.
Dalam hal Perseroan akan melakukan transaksi yang menggunakan dana hasil Penawaran Umum selain yang telah disebutkan dalam Rencana Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dan transaksi tersebut merupakan transaksi material dan atau transaksi afiliasi atau benturan kepentingan, maka Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam No. IX.E.2.
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama dan atau Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1. tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan, Perseroan sebagai Emiten dan PT Lautandhana Securindo sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek telah membuat Perjanjian Penjaminan Emisi Efek sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek PT Sillomaritime Perdana Tbk No. 531 yang dibuat pada tanggal 7 Maret 2016 yang telah diubah dengan Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum PT Sillomaritime Perdana Tbk No. 634 yang dibuat tanggal 12 Mei 2016 yang keduanya dibuat di hadapan Rudy Siswanto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta Utara (“Perjanjian Penjaminan Emisi Efek”). Sesuai dengan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, PT Lautandhana Securindo sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek sekaligus sebagai Penjamin Emisi, berjanji dan mengikatkan diri atas dasar kesanggupan penuh (full commitment) atas terjualnya seluruh saham sesuai dengan ketentuan di dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
Dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan telah memperoleh persetujuan RUPS sebagaimana telah dituangkan pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Sillomaritime Perdana No. 1 (”Akta Perseroan No. 1/2016”) yang dibuat pada tanggal 1 Maret 2016 di hadapan Rudy Siswanto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta Utara, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (berikut pendahulunya, “Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusannya No.
0004213.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 2 Maret 2016 dengan Daftar Perseroan No. AHU-0027800.AH.01.11.Tahun2016 tanggal 2 Maret 2016 dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0028256 tanggal 2 Maret 2016 dengan Daftar Perseroan No. AHU-0027800.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 2 Maret 2016.
Perseroan tidak memiliki kewajiban untuk mendapatkan perizinan/persetujuan atau melakukan pemberitahuan tertentu dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan dari/kepada instansi pemerintah yang berwenang. Hal tersebut juga telah didukung dengan adanya surat pernyataan Direksi Perseroan tanggal 10 Mei 2016.
Sehubungan dengan maksud tersebut diatas, serta untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh OJK, kami, Widjojo Budiarto, S.H., dari kantor Konsultan Hukum BUDIARTO LAW Pasrtnership, beralamat di AXA Tower – Kuningan City, Lantai 28, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Kuningan – Setiabudi, Jakarta 12940, yang terdaftar sebagai Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal (Konsultan Hukum Pasar Modal) pada kepada OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
3 510/PM/STTD-KH/2003 tanggal 31 Juli 2003, dan yang telah terdaftar sebagai anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (“HKHPM”) dengan No. 200408, telah ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan Direksi Perseroan No. 002/DIR/III/2016 tanggal 8 Maret 2016, untuk memberikan Pendapat Segi Hukum (“Pendapat Segi Hukum”) yang didasarkan pada pemeriksaan dari segi hukum (“Pemeriksaan Hukum”) yang tercantum dalam laporan atas Pemeriksaan Hukum (selanjutnya disebut “Laporan Pemeriksaan Segi Hukum“) No. 3337/WB/BLP/V/2016 tanggal 20 Mei 2016, yang dilakukan terhadap Perseroan sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada UUPM dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”).
Sebagai konsultan hukum independen dalam rangka Penawaran Umum ini, kami bertugas memeriksa aspek hukum Perseroan serta menerbitkan Pendapat Segi Hukum atas Perseroan dengan berpedoman pada Standar Profesi HKHPM, sebagaimana yang termaktub dalam Keputusan Ketua HKHPM No.
KEP.01/HKHPM/2005 tanggal 18 Pebruari 2005 sebagaimana yang telah diubah berdasarkan Keputusan Ketua HKHPM No. KEP.04/HKHPM/XI/2012 tanggal 06 Desember 2012 dan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 66 UUPM.
Pendapat Segi Hukum ini menggantikan seluruh pendapat segi hukum yang telah kami berikan sebelumnya sebagaimana tercantum dalam surat kami No. 3333/WB/BLP/V/2016 tanggal 12 Mei 2016.
Setelah memeriksa dan meneliti dokumen-dokumen sebagaimana dirinci lebih lanjut dalam Laporan Pemeriksaan Segi Hukum, serta dengan tunduk pada asumsi dan kualifikasi di bawah ini, Pendapat Segi Hukum kami adalah sebagai berikut:
1. Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dengan nama “PT SILLOMARITIME PERDANA” berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan Akta Perseroan Terbatas PT Sillomaritime Perdana No. 9 tanggal 1 Juni 1989 (“Akta Pendirian”), yang dibuat di hadapan Linda Ibrahim, S.H., pada waktu itu Notaris di Bogor.
Akta Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menkumham melalui Surat Keputusannya No. C02-1748 HT.01.01.Th.90 tanggal 26 Maret 1990, telah didaftarkan dalam register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 1025/1993 tanggal 14 April 1993 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (selanjutnya disebut “BNRI”) No.
31 tanggal 15 April 2008, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (selanjutnya disebut
“TBNRI”) No. 4381. Perseroan berkedudukan di Jakarta.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah beberapa kali dan terakhir kali diubah dengan Akta Perseroan No. 1/2016. Akta Perseroan No. 1/2016 secara sah memuat seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dalam UUPT dan semua ketentuan yang dipersyaratkan oleh Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. IX.J.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Publik dan Perusahaan (”Peraturan No. IX.J.1”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana yang tercantum dalam Akta Perseroan No. 1/2016, maksud dan tujuan Perseroan adalah bergerak dalam bidang pelayaran.
Untuk mencapai maksud .dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
i) menjalankan usaha penyewaan kapal laut (chartering) dengan menggunakan berbagai jenis kapal, termasuk untuk menunjang kegiatan perusahaan minyak
4 dan gas maupun pertambangan lainnya antara lain Kapal Tunda (Tug Boats), Kapal Penumpang (Crew Boats), AHT dan AHTS, SPOB, Floating Storage Offloading (SFO), Floating roduction Storage and Offloading (FPSO), Accomodation dan Work Barge, dan sebagainya;
ii) menjalankan kegiatan usaha pengangkutan laut untuk barang dan penumpang antar pelabuhan di Indonesia yang dilakukan secara tetap dan teratur dan/atau pelayaran tidak tetap dan tidak teratur;
iii) menjalankan usaha sebagai perwakilan (owner’s representative) dari perusahaan pelayaran angkutan laut, baik pelayaran tetap maupun tidak tetap untuk pelayaran di dalam dan di luar negeri;
iv) menjalankan usaha pengangkutan barang-barang minyak/gas menggunakan tanker;
v) menjalankan usaha pengangkutan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun);
vi) menjalankan usaha pengelolaan kapal (ship management) yaitu meliputi namun tidak terbatas pada perawatan, persiapan docking, penyewaan suku cadang, perbekalan awak kapal, perlengkapan dan peralatan awak kapal, logistik, pengawakan, asuransi dan sertifikasi kelaiklautan kapal.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
i) menyediakan menara pengeboran (rig) lepas pantai;
ii) melakukan kegiatan geophysical survey seperti survey seismik dan survey bawah laut;
iii) melakukan kegiatan inspeksi dan perbaikan bawah air seperti kegiatan inspeksi pipa atau perbaikan pipa serta instalasi pipa dengan menggunakan kapal laut;
iv) melakukan kegiatan integrated shorebase services;
v) menjalankan jasa pengoperasian alur pelayaran berikut pemeliharaan dan pengerukan awal.
Maksud and tujuan Perseroan telah sesuai dengan angka 4 Peraturan No. IX.J.1.
3. Peraturan Presiden No. 39 tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka (“Perpres No. 39/2014”) dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal membatasi kepemilikan modal asing pada bidang usaha angkutan laut dalam negeri dan luar negeri sampai dengan 49%. Meskipun demikian, berdasarkan pasal 5 Perpres 39/2014, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi penanaman modal tidak langsung atau portofolio yang transaksinya dilakukan melalui pasar modal dalam negeri. Dengan demikian, rencana penawaran umum perdana Perseroan tidak bertentangan dengan ketentuan penanaman modal terkait pembatasan kepemilikan modal asing.
4. Setiap perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian sampai dengan tanggal Pendapat Segi Hukum ini, kami tidak menerima:
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT SillO MARiTiME PERDANA TbK TAHUN 2016
126
4 dan gas maupun pertambangan lainnya antara lain Kapal Tunda (Tug Boats), Kapal Penumpang (Crew Boats), AHT dan AHTS, SPOB, Floating Storage Offloading (SFO), Floating roduction Storage and Offloading (FPSO), Accomodation dan Work Barge, dan sebagainya;
ii) menjalankan kegiatan usaha pengangkutan laut untuk barang dan penumpang antar pelabuhan di Indonesia yang dilakukan secara tetap dan teratur dan/atau pelayaran tidak tetap dan tidak teratur;
iii) menjalankan usaha sebagai perwakilan (owner’s representative) dari perusahaan pelayaran angkutan laut, baik pelayaran tetap maupun tidak tetap untuk pelayaran di dalam dan di luar negeri;
iv) menjalankan usaha pengangkutan barang-barang minyak/gas menggunakan tanker;
v) menjalankan usaha pengangkutan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun);
vi) menjalankan usaha pengelolaan kapal (ship management) yaitu meliputi namun tidak terbatas pada perawatan, persiapan docking, penyewaan suku cadang, perbekalan awak kapal, perlengkapan dan peralatan awak kapal, logistik, pengawakan, asuransi dan sertifikasi kelaiklautan kapal.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
i) menyediakan menara pengeboran (rig) lepas pantai;
ii) melakukan kegiatan geophysical survey seperti survey seismik dan survey bawah laut;
iii) melakukan kegiatan inspeksi dan perbaikan bawah air seperti kegiatan inspeksi pipa atau perbaikan pipa serta instalasi pipa dengan menggunakan kapal laut;
iv) melakukan kegiatan integrated shorebase services;
v) menjalankan jasa pengoperasian alur pelayaran berikut pemeliharaan dan pengerukan awal.
Maksud and tujuan Perseroan telah sesuai dengan angka 4 Peraturan No. IX.J.1.
3. Peraturan Presiden No. 39 tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka (“Perpres No. 39/2014”) dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal membatasi kepemilikan modal asing pada bidang usaha angkutan laut dalam negeri dan luar negeri sampai dengan 49%. Meskipun demikian, berdasarkan pasal 5 Perpres 39/2014, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi penanaman modal tidak langsung atau portofolio yang transaksinya dilakukan melalui pasar modal dalam negeri. Dengan demikian, rencana penawaran umum perdana Perseroan tidak bertentangan dengan ketentuan penanaman modal terkait pembatasan kepemilikan modal asing.
4. Setiap perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian sampai dengan tanggal Pendapat Segi Hukum ini, kami tidak menerima:
5 a. bukti persetujuan dari Menkumham dan pendaftaran dalam register Kantor Pengadilan Negeri untuk Akta Berita Acara PT Sillomaritime Perdana No. 3 tanggal 4 Oktober 1993, yang dibuat di hadapan Linda Ibrahim, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta (“Akta Perseroan No. 3/1993”);
Catatan: Berdasarkan Pasal 36 jo. Pasal 38 jo. Pasal 39 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (“KUHD”), setiap perubahan-perubahan akta pendirian atau anggaran dasar diwajibkan untuk disetujui oleh Menteri dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri tempat domisili perusahaan dan diumumkan pada BNRI dan TBNRI. Kelalaian dalam melaksanakan ketentuan diatas maka Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas segala perbuatan hukum yang dilakukan perseroan. Meskipun demikian, kami menemukan bahwa perubahan Anggaran Dasar Perseroan setelah Akta Perseroan No.
3/1993 tersebut selalu mendapatkan persetujuan dari Menkumham dan kemudian diumumkan pada BNRI dan TBNRI.
b. bukti pengumuman akta-akta sebagai berikut pada BNRI dan TBNRI:
(i) Akta Perseroan No. 3/1993;
Catatan: Berdasarkan Pasal 36 jo. Pasal 38 jo. Pasal 39 KUHD, setiap perubahan-perubahan akta pendirian atau anggaran dasar diwajibkan untuk disetujui oleh Menkumham dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri tempat domisili perusahaan dan diumumkan pada BNRI dan TBNRI. Kelalaian dalam melaksanakan ketentuan diatas maka Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas segala perbuatan hukum yang dilakukan perseroan.
Meskipun demikian, kami menemukan bahwa perubahan Anggaran Dasar Perseroan setelah Akta Perseroan No. 3/1993 tersebut selalu mendapatkan persetujuan dari Menkumham dan kemudian diumumkan pada BNRI dan TBNRI.
(ii) Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Sillomaritime Perdana No. 1 tanggal 1 Agustus 2008, yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, S.H, pada waktu itu Notaris di Jakarta (“Akta Perseroan No. 1/2008”);
(iii) Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Sillomaritime Perdana No. 15 tanggal 22 Oktober 2008,yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, S.H, pada waktu itu Notaris di Jakarta (“Akta Perseroan No. 15/2008”);
(iv) Akta Perseroan No. 1/2016;
Catatan: berdasarkan Pasal 30 ayat (1) dan (2) UUPT, pengumuman akta perubahan anggaran dasar perseroan beserta keputusan Menkumham (dalam hal ini akta-akta yang dijelaskan pada huruf (ii) sampai dengan (iii di atas) dilakukan oleh Menkumham dalam TBNRI dalam waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Menkumham. Dalam hal Menkumham terlambat melakukan pengumuman, tidak ada sanksi hukum yang dapat dibebankan kepada Perseroan.
5. Berdasarkan Akta Perseroan No. 1/2016, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
6
KETERANGAN NILAI NOMINAL
Rp100,- per saham PERSENTASE (%) Rupiah Jumlah Saham
Modal Dasar 500.000.000.000 5.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor 200.000.000.000 2.000.000.000 100
Pemegang Saham:
1. PT Maxima Prima
Sejahtera 100.000.000.000 1.000.000.000 50
2. PT Karya Sinergy
Gemilang 100.000.000.000 1.000.000.000 50
Jumlah Saham Dalam
Portepel 3.000.000.000
Struktur modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan di atas adalah benar dan telah sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan, susunan pemegang saham Perseroan dengan struktur permodalan diatas pada tanggal Pendapat Segi Hukum adalah sebagai berikut:
No Nama dan Alamat Saham Penyetoran
Modal The City Tower Lantai 6, Jl.
MH. Thamrin No. 81, Kel.
Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
01-03-2016 1 1.000.00 0.000
- Akta Perseroan No. 16/2015
2. PT Karya Sinergy Gemilang The City Tower Lantai 6, Jl.
MH. Thamrin No. 81, Kel.
Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
01-03-2016 2 1.000.00 0.000
- Akta Perseroan No. 16/2015
Sebagai pemenuhan ketentuan angka 1 Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.6 tentang Pembatasan atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum, PT Maxima Prima Sejahtera dan PT Karya Sinergi Gemilang, selaku pihak yang memperoleh saham dengan harga di bawah harga Penawaran Umum dalam jangka waktu 6 bulan sebelum pernyataan pendaftaran
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT SillO MARiTiME PERDANA TbK TAHUN 2016
128
6
KETERANGAN NILAI NOMINAL
Rp100,- per saham PERSENTASE (%) Rupiah Jumlah Saham
Modal Dasar 500.000.000.000 5.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor 200.000.000.000 2.000.000.000 100
Pemegang Saham:
1. PT Maxima Prima
Sejahtera 100.000.000.000 1.000.000.000 50
2. PT Karya Sinergy
Gemilang 100.000.000.000 1.000.000.000 50
Jumlah Saham Dalam
Portepel 3.000.000.000
Struktur modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan di atas adalah benar dan telah sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan, susunan pemegang saham Perseroan dengan struktur permodalan diatas pada tanggal Pendapat Segi Hukum adalah sebagai berikut:
No Nama dan Alamat Saham Penyetoran
Modal The City Tower Lantai 6, Jl.
MH. Thamrin No. 81, Kel.
Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
01-03-2016 1 1.000.00 0.000
- Akta Perseroan No. 16/2015
2. PT Karya Sinergy Gemilang The City Tower Lantai 6, Jl.
MH. Thamrin No. 81, Kel.
Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
01-03-2016 2 1.000.00 0.000
- Akta Perseroan No. 16/2015
Sebagai pemenuhan ketentuan angka 1 Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.6 tentang Pembatasan atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum, PT Maxima Prima Sejahtera dan PT Karya Sinergi Gemilang, selaku pihak yang memperoleh saham dengan harga di bawah harga Penawaran Umum dalam jangka waktu 6 bulan sebelum pernyataan pendaftaran
7 kepada Otoritas Jasa Keuangan, maka mereka tidak boleh menjual saham-saham Perseroan yang dimilikinya dalam jangka waktu 8 bulan terhitung setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.
Masing-masing Paulus Hans Ekajaya dan Bartolomeus Christopher Ekajaya memiliki 50% (lima puluh persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh dalam masing-masing PT Maxima Prima Sejahtera (“MPS”), PT Karya Sinergi Gemilang (“KSG”) dan dengan surat pernyataan tanggal 20 Mei 2016, menyatakan bahwa (i) mereka sepakat untuk mengendalikan MPS, KSG dan Perseroan secara bersama-sama dengan cara (antara lain) (a) selalu hadir dalam RUPS MPS, KSG atau Perseroan; (b) memberikan suara yang sama atas agenda-agenda dalam RUPS MPS, KSG atau Perseroan; (c) secara bersama menetapkan cara pengoperasian dan pengambilan kebijaksanaan untuk MPS, KSG dan/atau Perseroan; dan (ii) kami berkomitmen untuk menjaga total kepemilikan saham MPS dan KSG pada Perseroan minimal sebanyak 51% (lima puluh satu persen) dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor pada Perseroan.
6. Susunan pemegang saham Perseroan dan permodalan Perseroan diatas diatas adalah benar, sah dan sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan
6. Susunan pemegang saham Perseroan dan permodalan Perseroan diatas diatas adalah benar, sah dan sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan