• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prospek dan Persaingan Usaha

Dalam dokumen PT Sillo Maritime Perdana Tbk DAFTAR ISI (Halaman 117-121)

BAB IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN

F. Prospek dan Persaingan Usaha

Industri jasa pelayaran angkutan penunjang kegiatan lepas pantai saat ini memang sedang mengalami penurunan, hal ini diakibatkan oleh berkurangnya permintaan jasa dari pelanggan yang berasal dari produsen minyak, seiring dengan anjloknya harga minyak, akibat penurunan permintaan dan imbas pelemahan ekonomi global. Namun Perseroan memiliki keyakinan bahwa kegiatan usaha pelayaran Perseroan masih memiliki prospek berdasarkan hal-hal berikut ini:

PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT SillO MARiTiME PERDANA TbK TAHUN 2016

102

PT Sillo Maritime Perdana Tbk

1. Peraturan Pemerintah yang mendorong pertumbuhan pelayaran nasional

Pemerintah Indonesia telah memberlakukan asas cabotage, dimana pengangkutan barang melalui laut wajib menggunakan kapal berbendera Indonesia yang dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 1 Januari 2011. Khusus untuk sektor penunjang kegiatan usaha hulu dan hilir minyak dan gas bumi Pemerintah Melalui Peraturan Menteri ESDM (Permen ESDM) No.15 Tahun 2013 mengatur tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. Dalam beleid itu ditetapkan target TKDN sebesar 75 persen bagi jasa perkapalan dalam jangka tahun 2013 hingga 2016 mendatang. Selain itu Kementerian Perhubungan juga mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 48 Tahun 2011 yang memberlakukan asas cabotage dengan memberikan jangka waktu kepada industri migas untuk segera melengkapi kapalnya dengan bendera Indonesia sampai dengan tahun 2015.

Berikut adalah tabel yang menjelaskan penerapan implementasi asas cabotage pada industri migas:

No. Aktivitas Tipe Kapal 2012 2013 2014 2015

1 Penunjang lepas pantai Anchor Handling Tug Supply Vessel ≥ 5000 BHP dengan Dynamic Position (DP2/DP3), platform supply vessels dan Diving Support Vessel (DSV)

Konstruksi lepas pantai derrick/crane, pipe/ cable/ Subsea Umbilical Riser Flexible ((SURF) laying barge/ vessel; dan Diving Support Vessel (DSV)

2 Pengerukan drag-head suction hopper dredger; trailing suction

hopper dredger

3 Pekerjaan konstruksi bawah laut

dan penyelamatan lepas pantai heavy floating crane, heavy crane barge dan survey

salvage

4 Survei minyak dan gas survei seismik, survei geofisika, dan survei geoteknik

5 pengeboran jack up rig; semi submersible rig; deep water drill ship;tender assist rig; dan swamp barge rig

Pada tabel terlihat sejak 2013, asas cabotage telah membatasi perusahaan asing pada aktivitas penunjang lepas pantai dari konstruksi lepas pantai. Dengan berlakunya kedua peraturan tersebut, diharap dapat mendorong pertumbuhan industri pelayaran nasional dan melindungi Perseroan selaku perusahaan pelayaran domestik dari persaingan dengan perusahaan pelayaran asing.

2. Perkembangan Industri Migas Nasional di masa depan

Minyak dan gas merupakan komoditas utama dalam kebutuhan sumber daya energi nasional. Melihat perkembangan industri migas nasional, terlihat kecenderungan bahwa telah terjadi shifting atau peralihan era, dimana sejak tahun 2002 gas lebih dominan dalam hal BOEPD (Barrel Oil Equivalent Per Day) yang merupakan acuan atas jumlah produksi dan distribusi minyak/gas. Berdasarkan data SKK Migas, saat ini produksi gas lebih tinggi dibandingkan minyak, yaitu 8.000 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) atau equivalen 1.598 MBOPD (ribu barel per hari) berbanding produksi minyak yang berada pada angka 835 MBOPD.

Data Produksi Minyak dan Gas Indonesia

Sumber: ”Industri Hulu Migas Untuk Kepentingan Nasional”, 17 Februari 2016, SKK Migas

Selain itu cadangan gas bumi Indonesia juga saat ini lebih besar dibandingkan cadangan minyak, dimana berdasarkan data SKK Migas, total cadangan terbukti dan potensial gas bumi Indonesia adalah sebesar 149 TSCF (triliun standar kaki kubik), dibandingkan cadangan terbukti dan potensial minyak bumi Indonesia sebesar 7.375 MMSTB (juta tank barel).

Peta Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia

Sumber: ”Industri Hulu Migas Untuk Kepentingan Nasional”, 17 Februari 2016, SKK Migas

Berdasarkan data SKK Migas per 31 Desember 2015, 8 dari 11 proyek hulu migas utama yang sedang berlangsung sampai dengan 2025 adalah proyek pertambangan gas bumi, menunjukkan bahwa pertambangan gas ke depannya akan diprioritaskan guna memenuhi permintaan stakeholder domestik yang semakin meningkat. Sejak tahun 2003 sampai dengan 2015 terjadi peningkatan rata-rata permintaan sebesar 9% per tahun dan diprediksi pada tahun 2016 kebutuhan domestik akan lebih besar dibandingkan dengan ekspor, dimana porsi alokasi gas untuk domestik pada tahun 2015 adalah 53%, dan pada tahun 2016 menjadi 61%.

Kebutuhan Gas Domestik

Sumber: ”Industri Hulu Migas Untuk Kepentingan Nasional”, 17 Februari 2016, SKK Migas

Perseroan berkeyakinan bahwa tren pergeseran dominasi produksi dan permintaan dari minyak menjadi gas bumi dalam industri migas di Indonesia akan memberikan prospek usaha yang baik, dimana Perseroan ke depannya akan berusaha untuk menangkap peluang dari permintaan jasa penunjang untuk eksplorasi dan produksi gas di lepas pantai atau laut.

PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT SillO MARiTiME PERDANA TbK TAHUN 2016

104

PT Sillo Maritime Perdana Tbk

3. Perkiraan Harga Minyak Bumi dan Gas Alam Internasional di masa depan Perkiraan harga minyak mentah dan gas alam dunia

Berdasarkan perkiraan harga komoditas yang diterbitkan oleh World Bank dan International Monetary Fund, tahun 2016 merupakan tahun dimana harga komoditas minyak mentah dan gas alam dunia mencapai titik terendahnya.

Setelah tahun 2016, diperkirakan harga kedua komoditas tersebut akan kembali pulih dan merangkak naik seiring perbaikan ekonomi global dan permintaan atas kedua komoditas tersebut. Dengan pulihnya harga minyak dan gas, Perseroan berharap hal tersebut dapat memberikan kontribusi positif pada aktifitas produksi hulu migas yang membutuhkan jasa penunjang dari Perseroan, yang pada akhirnya akan memberikan potensi peningkatan kinerja pendapatan dan operasional Perseroan.

4. Persaingan Usaha

Perseroan mengidentifikasi Pesaingnya berdasarkan jenis armada kapal laut yang dimiliki. Hal ini dikarenakan beberapa jenis kapal dapat hanya dapat digunakan untuk medan atau jenis pelayaran tertentu. Sebagai gambaran, AHTS dan FPSO/ FSO adalah kapal yang telah disesuaikan dan memiliki spesifikasi khusus untuk kegiatan usaha penunjang industri minyak dan gas lepas pantai.

Berikut adalah beberapa Perusahaan Pelayaran yang Perseroan identifikasi sebagai pesaing terdekat berdasarkan jenis armada kapal laut yang ditawarkan: PT Logindo Samudra Makmur Tbk PT Pan Maritime Wira Pawitra, PT Pelayaran Salam Bahagia, PT Pelayaran Sumatra Wahana Perkasa, PT Limin Marine & Offshore, PT Bayu Maritim Berkah, PT Jawa Tirtamarine, PT Sea Horse, PT Baruna Raya Logistics, PT Wintermar Offshore Marine Tbk, PT Armada Gema Nusantara, PT Pelayaran Trans Parau Sorat, PT Duta Marine

Dalam menghadapi persaingan usaha, strategi Perseroan adalah sebagai berikut:

- Perseroan selalu berusaha untuk memberikan harga sewa yang paling ekonomis bagi pelanggan sehingga Perseroan dapat memenangkan kontrak sewa kapal dalam setiap tender.

- Memberikan jasa pelayanan yang berkualitas dan dapat diandalkan, dengan mengutamakan unsur keselamatan sehingga dapat memberikan kepuasan bagi penyewa.

Diharapkan dengan menerapkan kedua strategi tersebut perseroan dapat menghadapi pesaing sejenis, dan tetap menjaga hubungan baik pelanggan.

IMF Commodity Forecast Price, 20 January 2016 Sumber: World Bank Commodity Forecast

Price, 26 January 2016

5. Prospek usaha Perseroan terkait dengan rencana akusisi 50,84% saham SBS

Dengan dilakukannya akuisisi 50,84% saham SBS, hal tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja usaha Perseroan, dikarenakan SBS saat ini memiliki kontrak sewa LPG FSO jangka panjang hingga tahun 2020 dan kontrak sewa 2 (dua) tugboat hingga tahun 2017.

Selain itu SBS juga memberikan ekstensifikasi usaha Perseroan pada industri migas karena pada saat ini SBS memiliki kontrak dengan pelanggan dari produsen gas bumi sehingga akan melengkapi sumber pendapatan Perseroan yang saat ini masih berfokus pada produsen minyak bumi.

Dalam dokumen PT Sillo Maritime Perdana Tbk DAFTAR ISI (Halaman 117-121)