BAB V ANALISIS DATA
5.3 Pendapatan
5.3.1 Pekerjaan Utama Setelah Peralihan TPA Namo Bintang Tabel 5.10
Pekerjaan Utama Setelah Peralihan TPA Namo Bintang
No Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)
1. Ibu Rumah Tangga 5 31,25 %
2. Pekerja rumah tangga 1 6, 25 %
3. Tukang cuci 1 6, 25 % 4. Buruh pabrik 1 6, 25 % 5. Tukang bangunan 1 6, 25 % 6. Pemulung 6 37,5 % 7. Supir 1 6, 25 % Total 16 100 %
Sumber : Kuesioner, Mei 2014
Dari data yang telah diuraikan pekerjaan yang dominan adalah pemulung dan ibu rumah tangga. Responden yang bekerja sebagai pemulung adalah responden yang memulung di TPA Terjun, Medan Marelan dan TPA Berastagi. Sementara yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, tukang cuci, pekerja rumah tangga merupakan istri dari responden yang bekerja sebagai pemulung, supir, tukang bangunan dan buruh pabrik. Tedapat sebagaian pasangan suami istri yang bekerja untuk mencari nafkah, selebihnya hanya suami saja, sementara istrinya sebagai ibu rumah tangga. Hal ini disebabkan karena tidak ada pekerjaan lain, sementara jika ikut memulung bersama suami di TPA lain, pengeluaran mereka akan sangat banyak, sehingga hanya suami yang memulung di TPA lain.
5.3.2 Pekerjaan Sampingan Sebelum Peralihan TPA Namo Bintang
Sebelum Peralihan TPA, seluruh responden hanya bekerja sebagai pemulung. Tidak ada responden yang memiliki pekerjaan sampingan. Responden mengatakan waktu TPA masih beroperasi, pendapatan yang diperoleh sudah sangat cukup bahkan ada yang mengatakan lebih dari cukup, sehingga tidak perlu lagi pekerjaan sampingan
5.3.3 Pekerjaan Sampingan Pemulung Tabel 5.11
Pekerjaan Sampingan Pemulung
No Jenis pekerjaan Frekuensi Persentase (%)
1. Tidak ada 15 93,75 %
2. Pemilik usaha 1 6, 25 %
Total 16 100 %
Sumber : Kuesioner, Mei 2014
Setelah Peralihan TPA hanya satu responden yang mampu mempunyai pekerjaan sampingan. Responden tersebut bisa mempunyai usaha dikarenakan sudah pernah mengikuti pelatihan dari suatu yayasan, sehingga responden bisa mengembangkan keterampilannya dan mempunyai usaha. Selebihnya tidak ada yang berubah, responden tidak ada yang mampu mempunyai pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan kebutuhan hidup keluarga. Hal ini disebabkan tidak adanya keterampilan setiap responden.
5.3.4 Jam Kerja Pemulung
Tabel 5.12 Jam Kerja Pemulung
Sebelum Peralihan TPA Setelah Peralihan TPA No Jam Kerja F Persentase
(%)
Jam Kerja F Persentase (%) 1. 8-10 jam 8 50 % 2-5 jam 7 43,75 % 2. 10-12 jam 5 31,25 % 8-10 jam 2 12,5 % 3. >12 jam 3 18,75 % 10-12 jam 1 6.25 % 4. >12 jam 6 37,5 % Total 16 100% Total 16 100 %
Sumber : Kuesioner, Mei 2014
Sebelum Peralihan TPA, seluruh responden memulung disatu tempat saja. Dapat dilihat jam kerja yang bervariasi. Seperti yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya selama pekerjaan mereka sebagai pemulung, jam kerja mereka sangat bebas, tergantung kepada keinginan mereka, ada yang sebentar saja bahkan ada yang sampai malam.
Sesudah Peralihan TPA, jam kerja responden tetap bervariasi. Ada yang berkurang bahkan ada yang bertambah jam kerjanya. Jam kerja responden yang berkurang ini adalah responden yang bekerja sebagai tukang cuci, pekerja rumah tangga dan ibu rumah tangga. Pekerjaan yang digeluti mereka tidaklah membutuhkan waktu yang banyak. Sementara responden yang jam kerjanya bertambah karena mereka memulung didaerah yang lain dan jarak yang jauh.
Selama bekerja mereka juga membutuhkan pengluaran yang cukup banyak sehingga mereka bekerja lebih lama lagi untuk menutupi pengeluaran tersebut.
5.3.5 Pencari Nafkah Dalam Rumah Tangga Pemulung Tabel 5.13
Pencari Nafkah Dalam Rumah Tangga Pemulung
Sebelum Peralihan TPA Sesudah Peralihan TPA No Pencari Nafkah F Persentase (%) Pencari Nafkah F Persentase (%) 1. Ayah,Ibu 14 87,5 % Ayah 5 31,25 2. Ayah,Ibu, Anak 2 12,5 % Ayah, Ibu 9 56,25 % 3. Ayah, Ibu, Anak 2 12,5 % Total 16 100 % Total 16 100 %
Sumber : Kuesioner, Mei 2014
Sebelum Peralihan TPA mayoritas yang mencari nafkah dalam satu rumah tangga adalah suami istri dan yang lainnya dibantu oleh anak-anaknya. Banyaknya yang mencari nafkah sebelum Peralihan TPA adalah suami istri karena dulunya jarak ke TPA dekat dan masih banyaknya pendapatan yang bisa di raup oleh pasangan suami istri. Sementara rumah tangga yang dibantu oleh anaknya adalah anak yang sudah tidak bersekolah lagi sehingga anak tersebut berpartisipasi dalam mencari nafkah.
Sesudah Peralihan TPA, mayoritas yang bekerja adalah Ayah dan Ibu, namun berkurang sebelum Peralihan TPA. Hal ini disebabkan karena istrinya yang dulunya ikut memulung kini bekerja sebagi ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan. Berbeda dengan responden yang yang mencari nafkah adalah suami istri, istri tetap ikut mencari nafkah sebagai pekerja rumah tangga dan tukang cuci. Rumah tangga responden yang melibatkan anak dalam mencari nafkah juga tetap ada dan tidak berubah dari sebelum Peralihan TPA.
5.3.6 Penghasilan Pemulung
Tabel 5.14 Penghasilan Pemulung
Sebelum Peralihan TPA Sesudah Peralihan TPA No Penghasilan F Persentase (%) Penghasilan F Persentase (%) 1 Rp 1.500.000-Rp.2.000.000 9 56,25 % Rp.0-Rp.500.000 5 31,25 % 2 Rp.2.000.000-Rp.2.500.000 7 43,75 % Rp.500.000-Rp.1.000.000 2 12,5 % 3 Rp.1.000.000-Rp.1.500.000 7 43,75 % 4 Rp.1.500.000-Rp.2.000.000 2 12,5 % Total 16 100% Total 16 100 %
Dapat dilihat sebelum Peralihan TPA, penghasilan responden memang sangat mencukupi. Sehingga pemulung bergantung terhadap TPA, karena TPA memberikan mereka penghasilan yang mencukupi untuk kebutuhan hidup keluarga. Apabila ditambah dengan penghasilan dari barang-barang antic yang dapat dijual, pendapatan mereka akan bertambah dan data tersebut merupakan penghasilan dari satu responden, jika penghasilan antara Ayah dan Ibu digabungkan penghasilan mereka cukup besar.
Sesudah Peralihan TPA penghasilan responden menjadi sangat bervariasi. Bahkan dibawah satu juta pun ada. Responden yang memperoleh penghasilan dibawah satu juta adalah penghasilan Ibu yang menjadi responden. Pekerjaan yang berubah mengakibatkan penurunan penghasilan. Sementara responden yang memperoleh penghasilan diatas satu juta adalah penghasilan Ayah yang menjadi responden. Penghasilan mereka masih tetap dari yang sebelumnya karena pekerjaan masih pemulung.
5.3.7 Pengeluaran Pemulung
Tabel 5.15 Pengeluaran Pemulung
Sebelum Peralihan TPA Sesudah Peralihan TPA No Pengeluaran F Persentase (%) Pengeluaran F Persentase (%) 1 Rp.1.000.000-Rp.1.500.000 8 50 % Rp.500.000-Rp.1.000.000 6 37,5 % 2 Rp.1.500.000-Rp.2.000.000 8 50 % Rp.1.000.000-Rp.1.500.000 7 43,75 % 3 Rp.1.500.000-Rp.2.000.000 3 18,75 % Total 16 100% Total 16 100 %
Sumber : Kuesioner, Mei 2014
Pengeluaran sebelum Peralihan TPA berada di dua perkiraan dan jumlah respondennya juga berbanding sama. Menurut responden pengeluaran mereka dulu tergolong cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena tanggungan yang masih banyak dan adanya tagihan yang harus dibayarkan seperti tagihan sepeda motor dan alat elektronik.
Sesudah Peralihan TPA, pengeluaran lebih dari Rp.1.500.000 mengalami penurunan dan terdapat kategori pengeluaran yang baru yaitu pengeluaran diantara Rp.500.000 sampai dengan Rp. 1.000.000 dan kategori Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 hanya mengalami penururnan satu responden. Pengeluaran yang berkurang disebabkan karena pendapatan yang sedikit, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari responden membatasi keperluan yang dibutuhkan
5.3.8 Kepunyaan Tabungan Pemulung Tabel 5.16
Kepunyaan Tabungan Pemulung
Sebelum Peralihan TPA Sebelum Peralihan TPA No Tabungan F Persentase (%) Tabungan F Persentase (%) 1 Ya 4 25 % Ya 4 25 % 2 Tidak 12 75 % Tidak 12 75 % Total 16 100 % Total 16 100 %
Sumber : Kuesioner, Mei 2014
Tabungan adalah investasi untuk masa depan keluarga. Namun dari data yang diperoleh hanya empat responden memahami tujuan tabungan dan yang mempunyai tabungan. Tabungan yang dimiliki responden ada yang bersifat tabungan pribadi yang disimpan dirumah maupun di bank dan ada juga yang menabung di kelompok masyarakat yang diikuti seperti arisan dan perwiridan.
Sesudah Peralihan TPA, kondisi kepunyaan terhadap tabungan tidak ada yang berubah. Kondisi sebelum dan sesudahnya tetap, sementara tabungan sangatlah penting terkhusus bagi pendidikan anak-anak. Responden yang tidak mempunyai tabungan mengatakan bahwa uang yang didapatkan dulu dan sekarang langsung habis digunakan pada waktu itu juga sehingga tidak ada yang disimpan.