• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAPATAN Pendapatan segmen

Dalam dokumen PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk (Halaman 48-55)

Pendapatan segmen

Pendapatan pembiayaan konsumen 77,503,869 81,257,671 158,761,540

Investasi neto sewa pembiayaan 8,794,690 9,903,665 18,698,355

Pendapatan administrasi 8,552,160 7,786,346 16,338,506

Jumlah pendapatan segmen 94,850,719 98,947,682 193,798,401

Beban segmen

Beban bunga dan pembiayaan lainnya 53,400,222 61,195,698 114,595,920

Rugi penjualan jaminan yang dikuasakan kembali 2,594,917 7,754,229 10,349,146

Beban cadangan kerugian penurunan nilai 4,686,572 7,630,029 12,316,601

Jumlah beban segmen 60,681,711 76,579,956 137,261,667

Hasil segmen 34,169,009 22,367,726 56,536,735

Pendapatan tidak dapat dialokasikan 39,794,612

Beban tidak dapat dialokasikan (65,378,890)

Laba sebelum pajak 30,952,457

Beban pajak (8,110,824)

Laba bersih 22,841,633

ASET

Aset segmen 768,644,786 868,670,392 1,637,315,178

Aset tidak dapat dialokasikan 119,010,578

Jumlah aset 1,756,325,756

LIABILITAS

Liabilitas segmen 285,514,333 304,199,682 589,714,015

Liabilitas tidak dapat dialokasikan 958,262,474

Jumlah liabilitas 1,547,976,489

Luar

Jabotabek Jabotabek Jumlah

Rp'000 Rp'000 Rp'000

PENDAPATAN Pendapatan segmen

Pendapatan pembiayaan konsumen 58,540,198 73,746,600 132,286,798

Investasi neto sewa pembiayaan 13,218 - 13,218

Pendapatan administrasi 5,525,495 4,687,155 10,212,650

Jumlah pendapatan segmen 64,078,911 78,433,755 142,512,666

Beban segmen

Beban bunga dan pembiayaan lainnya 34,115,728 51,764,342 85,880,070

Rugi penjualan jaminan yang dikuasakan kembali 1,070,160 4,786,982 5,857,142

Beban cadangan kerugian penurunan nilai 2,163,219 993,954 3,157,173

Jumlah beban segmen 37,349,107 57,545,278 94,894,385

Hasil segmen 26,729,806 20,888,475 47,618,281

Pendapatan tidak dapat dialokasikan 31,203,720

Beban tidak dapat dialokasikan (53,032,342)

Laba sebelum pajak 25,789,659

Beban pajak (6,784,780)

Laba bersih 19,004,879

ASET

Aset segmen 540,279,291 662,860,357 1,203,139,648

Aset tidak dapat dialokasikan 317,889,079

Jumlah aset 1,521,028,727

LIABILITAS

Liabilitas segmen 339,923,560 271,698,827 611,622,387

Liabilitas tidak dapat dialokasikan 723,898,706

Jumlah liabilitas 1,335,521,093

30 September 2011

32. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN

Analisa jatuh tempo aset dan liabilitas menurut kelompok jatuh temponya berdasarkan periode yang tersisa, terhitung sejak tanggal 30 September 2012 sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:

Sampai dengan > 1 bulan s.d > 3 bulan s.d > 1 tahun s.d

Lainnya 1 bulan 3 bulan 12 bulan 5 tahun > 5 tahun Jumlah Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

Aset

Tanpa suku bunga:

Kas dan setara kas - 2,470,773 - - - - 2,470,773 Investasi pada

entitas asosiasi - - - - - 20,046,273 20,046,273 Piutang lain-lain kepada

pihak ketiga - - 296,837 - - - 296,837 Biaya dibayar dimuka - 13,920 259,894 1,625,290 3,512,716 - 5,411,820 Aset pajak tangguhan 4,453,646 - - - - - 4,453,646 Aset tetap - bersih 32,933,801 - - - - - 32,933,801 Aset lain-lain - bersih - 89,297 1,852,519 16,955,558 20,329,778 - 39,227,152 Suku bunga variabel

Kas dan setara kas - 15,747,285 - - - - 15,747,285 Kas yang Dibatasi

Penggunaannya - 1,050,533 - - - - 1,050,533 Suku bunga tetap

Piutang pembiayaan

konsumen - 84,303,718 114,945,227 458,948,130 667,308,642 - 1,325,505,717 Dikurangi: cadangan

kerugian penurunan

nilai (24,004,852) - - - - - (24,004,852)

Investasi neto sewa

pembiayaan - 13,426,633 21,716,655 90,965,926 132,061,368 - 258,170,582 Dikurangi: cadangan

kerugian penurunan

nilai (1,403,069) - - - - - (1,403,069) Piutang lain-lain kepada

pihak berelasi - 3,924 1,427 130,082 2,359,857 - 2,495,290 Aset lain-lain - pembiayaan

refinancing - bersih - 4,941,249 6,373,598 25,514,407 37,094,714 73,923,968 Jumlah 11,979,526 122,047,332 145,446,157 594,139,393 862,667,075 20,046,273 1,756,325,756

Liabilitas

Tanpa suku bunga:

Utang usaha - 14,470,793 - - - - 14,470,793 Utang lain-lain - 2,877,780 11,042,564 4,301,536 15,905,369 - 34,127,249 Biaya masih harus

dibayar - 2,674,161 2,708,403 3,757,481 - - 9,140,045 Utang pajak - 1,065,098 - 2,080,181 - - 3,145,279 Liabilitas imbalan

pasca kerja - - - - - 6,349,199 6,349,199 Suku bunga variabel:

Utang bank - 25,462,282 11,589,922 44,526,184 52,194,086 - 133,772,474 Suku bunga tetap:

Utang bank - 29,761,658 58,944,551 244,939,205 379,900,518 - 713,545,932 Surat berharga yang

diterbitkan - bersih - - - 135,000,000 498,425,518 - 633,425,518 Jumlah - 76,311,772 84,285,440 434,604,587 946,425,491 - 1,547,976,489 Selisih 11,979,526 45,735,560 61,160,717 159,534,806 (83,758,416) 20,046,273 208,349,267

30 September 2012

Analisa jatuh tempo aset dan liabilitas menurut kelompok jatuh temponya berdasarkan periode yang tersisa, terhitung sejak tanggal 31 Desember 2011 sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:

Sampai dengan > 1 bulan s.d > 3 bulan s.d > 1 tahun s.d

Lainnya 1 bulan 3 bulan 12 bulan 5 tahun > 5 tahun Jumlah Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

Aset

Tanpa suku bunga:

Kas dan setara kas - 2,292,817 - - - - 2,292,817 Investasi pada

entitas asosiasi - - - - - 20,046,274 20,046,274 Piutang lain-lain kepada

pihak ketiga - - 34,153 - - - 34,153 Biaya dibayar dimuka - - 197,346 3,620,850 - - 3,818,196 Aset pajak tangguhan 4,694,817 - - - - - 4,694,817 Aset tetap - bersih 26,496,888 - - - - - 26,496,888 Aset lain-lain - bersih - 19,223 - 24,246,039 13,456,480 - 37,721,742 Suku bunga variabel

Kas dan setara kas - 33,048,507 - - - - 33,048,507 Kas yang Dibatasi

Penggunaannya 3,657,519 - - - - - 3,657,519 Suku bunga tetap

Kas dan setara kas - 125,000,000 - - - - 125,000,000 Piutang pembiayaan

konsumen - 78,071,323 112,837,385 447,799,233 522,626,856 - 1,161,334,797 Dikurangi: cadangan

kerugian penurunan

nilai (24,419,888) - - - - - (24,419,888)

Investasi neto sewa

pembiayaan - 1,306,549 3,506,532 16,976,418 24,691,128 - 46,480,627 Piutang lain-lain kepada

pihak berelasi - 18,997 29,259 281,894 920,783 - 1,250,933 Aset lain-lain - pembiayaan

refinancing - bersih - 5,000,490 7,227,266 28,681,668 38,661,921 - 79,571,345 Jumlah 10,429,336 244,757,906 123,831,941 521,606,102 600,357,168 20,046,274 1,521,028,727

Liabilitas

Tanpa suku bunga:

Utang usaha - 23,079,957 - - - - 23,079,957 Utang lain-lain - 179,977 12,162,169 3,772,494 8,855,844 - 24,970,484 Biaya masih harus

dibayar - 8,767,661 3,778,108 - - - 12,545,769 Utang pajak - 1,856,295 - - - - 1,856,295 Liabilitas imbalan

pasca kerja 5,110,115 - - - - - 5,110,115 Suku bunga variabel:

Utang bank - - - 6,944,887 82,577,079 - 89,521,966 Suku bunga tetap:

Utang bank - 21,012,197 41,653,164 172,094,974 247,041,954 - 481,802,289 Surat berharga yang

diterbitkan - bersih - - 64,951,971 - 631,682,247 - 696,634,218 Jumlah 5,110,115 54,896,087 122,545,412 182,812,355 970,157,124 - 1,335,521,093 Selisih 5,319,221 189,861,819 1,286,529 338,793,747 (369,799,956) 20,046,274 185,507,634

31 Desember 2011

33. KLASIFIKASI DAN NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN

Tabel di bawah ini menunjukkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 :

Pinjaman yang Biaya perolehan diberikan dan diamortisasi

piutang lainnya Nilai tercatat Nilai wajar

Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

Aset Keuangan

Kas dan setara kas 18,218,058 - 18,218,058 18,218,058 Kas yang dibatasi penggunaannya 1,050,533 - 1,050,533 1,050,533 Piutang pembiayaan konsumen - bersih 1,301,500,864 - 1,301,500,864 1,839,331,540 Piutang lain-lain 2,792,128 - 2,792,128 2,792,128 Pembiayaan refinancing - bersih 73,923,968 - 73,923,968 77,341,231 Jumlah 1,397,485,551 - 1,397,485,551 1,938,733,490

Liabilitas Keuangan

Utang usaha - 14,470,793 14,470,793 14,470,793 Utang bank - 847,318,406 847,318,406 851,552,600 Utang lain-lain - 15,344,101 15,344,101 15,344,101 Biaya masih harus dibayar - 5,089,897 5,089,897 5,089,897 Surat berharga yang

diterbitkan - bersih - 633,425,518 633,425,518 635,000,000 Jumlah - 1,515,648,715 1,515,648,715 1,521,457,391

30 September 2012

Pinjaman yang Biaya perolehan diberikan dan diamortisasi

piutang lainnya Nilai tercatat Nilai wajar

Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

Aset Keuangan

Kas dan setara kas 160,341,324 - 160,341,324 160,341,324 Kas yang dibatasi penggunaannya 3,657,519 - 3,657,519 3,657,519 Piutang pembiayaan konsumen - bersih 1,136,914,909 - 1,136,914,909 1,138,508,641 Piutang lain-lain 1,285,086 - 1,285,086 1,285,086 Pembiayaan refinancing - bersih 79,571,345 - 79,571,345 79,684,454 Jumlah 1,381,770,183 - 1,381,770,183 1,383,477,024

Liabilitas Keuangan

Utang usaha - 23,079,957 23,079,957 23,079,957 Utang bank - 571,324,255 571,324,255 569,232,314 Utang lain-lain - 14,724,083 14,724,083 14,724,083 Biaya masih harus dibayar - 4,860,442 4,860,442 4,860,442 Surat berharga yang

diterbitkan - bersih - 696,634,218 696,634,218 693,715,397 Jumlah - 1,310,622,955 1,310,622,955 1,305,612,193

31 Desember 2011

34. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN

a. Pada tanggal 28 Oktober 2003, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pembiayaan dengan Bank Pan Indonesia (Panin) dengan jumlah maksimum fasilitas sejumlah Rp 25 miliar. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Sebagai imbalannya, Perusahaan diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada Panin. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Jumlah maksimum fasilitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan perjanjian dimana jumlah maksimum fasilitas menjadi Rp 1 triliun, jangka waktu perjanjian kredit sampai dengan 28 Oktober 2020. Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas adalah masing-masing sebesar Rp 464.405.678 ribu dan Rp 180.414.037 ribu.

Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada Panin dengan saldo sebesar Rp 952.005 ribu dan Rp 1.961.766 ribu masing-masing pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 serta disajikan sebagai kas yang dibatasi penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain (Catatan 12).

Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai oleh Panin. b. Pada tanggal 10 Desember 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan

pola channeling dari Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI) dengan jumlah maksimum fasilitas sejumlah Rp 100 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan.

Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Sebagai imbalannya, Perusahaan diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI, dengan saldo sejumlah Rp 5.356 ribu, dan Rp 1.373.726 ribu pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 dan disajikan sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain (Catatan 12).

Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai oleh BNI. c. Pada tanggal 21 Agustus 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan

pola channeling dari Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI) dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 50 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan. Jangka waktu perjanjian kredit adalah 12 bulan sejak penandatanganan amandemen perjanjian kredit.

Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Sebagai imbalannya, Perusahaan diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BRI. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Pada tanggal 28 Oktober 2010, Perusahaan melakukan perpanjangan perjanjian kerjasama dengan Bank BRI dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak berakhirnya perjanjian awal dan penambahan plafond menjadi sebesar Rp 145 miliar yang terdiri dari Rp 45 miliar sisa fasilitas channeling lama dan Rp 100 miliar fasilitas channeling baru. Fasilitas channeling sebesar Rp 45 miliar akan jatuh tempo pada tanggal 21 Agustus 2012, sementara fasilitas channeling sebesar Rp 100 miliar akan jatuh tempo pada tanggal 28 Oktober 2012. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BRI, dengan saldo sejumlah Rp 85.183 ribu dan Rp 148.804 ribu pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 dan disajikan sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain (Catatan 12). Saldo fasilitas yang telah disalurkan sebesar Rp 36.582.118 ribu dan Rp 75.637.533 ribu masing-masing pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011.

Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai oleh BRI. d. Pada tanggal 4 Nopember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman revolving dari Bank

CIMB Niaga sebesar Rp 50 miliar. Jangka waktu pinjaman adalah selama 24 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian kredit. Suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 12,75% per

tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 111% dan 125%, masing-masing untuk objek pembiayaan dalam kondisi baru dan untuk objek pembiayaan dalam kondisi bekas, dari saldo fasilitas pinjaman.

Hingga 30 September 2012, Perusahaan belum menggunakan fasilitas pinjaman ini.

e. Pada tanggal 29 Nopember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan murabahah dari Bank Panin Syariah sebesar Rp 50 miliar. Nisbah yang dikenakan adalah sebesar 11,5% per tahun. Pinjaman ini dijamin oleh Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai dari konsumen dan akan berlaku selama 39 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian kredit termasuk didalamnya masa kelonggaran tarik selama 3 bulan.

Hingga 30 September 2012, Perusahaan belum menggunakan fasilitas pinjaman ini.

f. Pada tanggal 30 Nopember 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian jual beli piutang dengan Bank Victoria International (Victoria) dengan jumlah maksimum harga jual beli piutang senilai Rp 100 miliar. Jangka waktu penyediaan plafond jual beli piutang adalah 12 bulan terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian ini. Jangka waktu jual beli piutang sesuai dengan jangka waktu perjanjan masing-masing debitur atau maksimal sisa jangka waktu kredit adalah 3 tahun. Pada berbagai tanggal pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011, Perusahaan menjual sebagian piutang pembiayaan konsumen sebesar nilai pokok piutang kepada Victoria masing-masing sejumlah Rp 3.443.771 ribu dan Rp 34.756.765 ribu.

g. Pada tanggal 8 Desember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kerjasama penyaluran pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dari Bank DKI dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 100 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan konsumen dengan Perusahaan. Jangka waktu perjanjian kerjasama ini adalah 42 (empat puluh dua) bulan sejak penandatanganan perjanjian ini. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai oleh Bank DKI.

Pada tanggal 8 Agustus 2012, pinjaman tersebut telah dilunasi seluruhnya oleh Perusahaan. Saldo fasilitas yang telah disalurkan Rp 19.559.273 ribu pada tanggal 31 Desember 2011. h. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk

melindungi kendaraan bermotor, mesin dan alat berat yang dibiayai oleh Perusahaan, antara lain dari risiko kehilangan, kerusakan dan kebakaran.

35. TRANSAKSI NON KAS

Perusahaan melakukan transaksi investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas dan tidak termasuk dalam laporan arus kas dengan rincian sebagai berikut:

2012 2011

(Sembilan bulan) (Satu tahun)

Rp'000 Rp'000

Penambahan aset tetap dari:

aset tetap yang belum digunakan -

36. MANAJEMEN RISIKO

Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko atas instrumen keuangan sebagai berikut : Risiko modal

Risiko pasar Risiko kredit Risiko likuiditas Risiko operasional

Kerangka Manajemen Risiko

Kebijakan manajemen risiko Perusahaan adalah kebijakan yang disusun untuk memenuhi perkembangan yang pesat dalam industri jasa pembiayaan termasuk dalam kaitan pengembangan manajemen risiko secara terkonsolidasi dengan Bank Panin sebagai entitas induk perusahaan (parent company) yang bergerak dalam bidang jasa perbankan.

Perusahaan menyadari bahwa pengelolaan kegiatan pembiayaan yang sehat dan berlandaskan tata kelola yang baik membutuhkan penerapan manajemen risiko meliputi proses identifikasi, pengukuran, monitoring dan pengendalian risiko. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut Perusahaan menyadari bahwa peran aktif Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Senior Manajemen sangat menentukan efektivitas manajemen risiko.

Kebijakan manajemen risiko merupakan salah satu upaya Manajemen Perusahaan untuk menjamin adanya landasan yang kuat bagi pelaksanaan kegiatan operasional Perusahaan sehingga kegiatan operasional dapat berjalan dalam limit risiko yang terukur untuk mencapai target peningkatan shareholder value.

Tujuan penerapan kebijakan manajemen risiko adalah:

Untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan bisnis dan kegiatan pendukung dalam operasional Perusahaan telah memperhitungkan seluruh potensi risiko yang mungkin timbul, baik dalam bentuk risiko modal, risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas maupun risiko operasional. Untuk melakukan fungsi kontrol dan pengelolaan terhadap seluruh risiko yang melekat pada

aktivitas bisnis dalam batas-batas toleransi risiko Perusahaan yang telah ditetapkan. Untuk mengoptimalkan penggunaan modal Perusahaan.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang relevan, antara lain peraturan Bank Indonesia, Departemen Keuangan dan otoritas lain.

Untuk meningkatkan shareholder value dalam jangka panjang.

Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan menyadari pentingnya untuk memiliki sebuah mekanisme yang memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang dihadapi oleh Perusahaan. Perusahaan memiliki mekanisme yang bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Dalam dokumen PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk (Halaman 48-55)

Dokumen terkait