30 September 2012 31 Desember 2011
Rp'000 Rp'000
Pihak berelasi
Bank Pan Indonesia 129,257,002 5,416,667
Pihak ketiga
Bank Negara Indonesia (Persero) 470,304,307 476,385,622
Bank Resona Perdania 81,826,827 67,202,522
Bank ICBC 13,819,444 21,319,444
Bank Sinarmas 18,869,201 1,000,000
Bank Permata 133,241,625
-Jumlah 847,318,406 571,324,255
Utang bank diklasifikasikan dalam kelompok liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Utang bank memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Perusahaan terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Suku bunga utang bank untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 masing-masing sebesar 9,50%-12,00% per tahun dan 10,75% - 9,50%-12,00% per tahun.
Nilai wajar utang bank dengan bunga mengambang ditentukan berdasarkan kuotasi harga di pasar. Estimasi nilai wajar dari utang bank dengan bunga tetap tanpa kuotasi harga di pasar didasarkan pada diskonto arus kas menggunakan suku bunga untuk utang baru dengan jangka waktu yang serupa. Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember, nilai wajar dari utang bank masing-masing sebesar Rp 851.552.600 ribu dan Rp 569.232.314 (Catatan 33).
Bank Pan Indonesia
Pada tanggal 30 Nopember 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian fasilitas pinjaman tetap dan fasilitas pinjaman cerukan dengan Bank Pan Indonesia (Panin) masing-masing sebesar Rp 75 miliar dan Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga masing-masing sebesar 9,00% - 10,50% dan 11,00% untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing sebesar Rp 110.000.000 ribu dan Rp 5.416.667 ribu, sementara saldo fasilitas pinjaman cerukan pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 adalah 19.257.002 dan nihil. Fasilitas pinjaman tetap akan jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2013. Sedangkan fasilitas pinjaman cerukan yang jatuh tempo pada tanggal 30 Nopember 2011 telah diperpanjang sampai dengan 30 Nopember 2012.
Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI)
Pada tanggal 22 Maret 2005 dan 12 Juni 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit channeling with recourse masing-masing sebesar Rp 50 miliar dan Rp 500 miliar, di luar kredit konsumen kemitraan pola channeling without recourse sebesar Rp 100 miliar (Catatan 34). Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 9,50% - 12,75% dan 12,00% - 17,00% masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6).
Perjanjian kerjasama ini telah diubah beberapa kali sehubungan dengan perpanjangan atas fasilitas pinjaman tersebut, yaitu pada tanggal 23 Desember 2010 fasilitas kredit yang diperoleh berubah menjadi fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 530 miliar dan jangka waktu penarikan pinjaman sampai dengan tanggal 15 Januari 2012. Kemudian jangka waktu penarikan pinjaman ini terakhir diperpanjang sampai dengan tanggal 15 Juli 2012 dan sedang dalam proses perpanjangan. Fasilitas ini akan jatuh tempo dalam 48 bulan sejak pencairan kredit.
Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI, dengan saldo sejumlah Rp 5.356 ribu dan Rp 1.373.726 ribu masing-masing pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 dan disajikan sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain (Catatan 12).
Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan, Perusahaan bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Sebagai imbalannya, Perusahaan diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan akan menanggung seluruh risiko kerugian yang terkait dengan pembiayaan yang diberikan sesuai dengan perjanjian tersebut dan membukukan piutang pembiayaan konsumen tersebut pada laporan keuangan Perusahaan.
Bank Permata
Pada tanggal 21 Desember 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kemitraan konsumen channeling sebesar Rp 100 miliar. Suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 10,50% per tahun. Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas kredit konsumen kemitraan channeling masing-masing sebesar Rp 90.965.372 ribu dan nihil. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan investasi neto sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7), dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2012.
Pada tanggal 21 Desember 2011, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Permata sebesar Rp 50 miliar suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 10,00% - 10,05% per tahun. Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011, fasilitas pinjaman tetap masing-masing adalah sebesar Rp 42.276.253 ribu dan nihil. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7) dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2012.
Perjanjian pinjaman di atas mencakup persyaratan tertentu yang harus dipenuhi Perusahaan. Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian-perjanjian di atas.
Bank Resona Perdania
Pada tanggal 4 Februari 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit dengan Bank Resona Perdania dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3,75% di atas suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada saat penandatanganan perjanjian, dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2011. Pada tahun 2011 fasilitas ini telah dilunasi oleh Perusahaan.
Pada tanggal 27 Oktober 2009, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Oktober 2012.
Pada tanggal 27 Januari 2010, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2013.
Kemudian pada tanggal 24 Juni 2010 dan 26 Agustus 2010, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman masing-masing sejumlah Rp 25 miliar dan Rp 18,5 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 23 Juni 2013 dan 27 Agustus 2013.
Pada tanggal 22 Desember 2010, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Pebruari 2014. Bank Sinarmas (Sinarmas)
Pada tanggal 20 Maret 2010 Perusahaan menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman (demand loan – revolving) sejumlah Rp 70 miliar dengan tingkat suku bunga tahunan sebesar 13,00% dan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2011. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar 110% dari saldo pinjaman (Catatan 6). Pada tahun 2011, pinjaman ini telah dilunasi oleh Perusahaan.
Pada tanggal 8 Maret 2011, Perusahaan dan Sinarmas merubah perjanjian fasilitas demand loan tersebut menjadi fasilitas term loan dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dengan tingkat suku bunga tahunan sebesar 13,00% dan akan jatuh tempo dalam 36 bulan sejak pencairan kredit. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 110% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).
Bank ICBC Indonesia
Pada tanggal 10 Januari 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit dengan Bank ICBC dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Pinjaman ini dikenakan suku bunga mengambang sebesar 11,50% per tahun dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 36 bulan sejak tanggal pencairan dana. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Bank Victoria International (Victoria)
Cerukan
Perusahaan mengadakan beberapa kali perubahan perjanjian pinjaman untuk meningkatkan jumlah maksimum fasilitas pinjaman cerukan sampai menjadi Rp 7,5 miliar. Berdasarkan perubahan perjanjian pinjaman tanggal 10 Maret 2009, jangka waktu pinjaman diperpanjang sampai dengan tanggal 9 Mei 2010 dan penurunan jumlah fasilitas pinjaman cerukan dari Rp 7,5 miliar menjadi Rp 5 miliar. Pada tanggal 13 April 2010, jangka waktu kembali diperpanjang sampai dengan tanggal 9 Mei 2012 dan tidak diperpanjang lagi. Pada tanggal 31 Desember 2011 saldo fasilitas cerukan nihil.
Berdasarkan perjanjian pinjaman, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) di Victoria. Pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011, saldo rekening amanat masing-masing sebesar Rp 7.988 ribu dan Rp 173.223 ribu sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya pada Akun Aset Lain-lain (Catatan 12).
Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 13,00% dan 13,50% untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2012 dan 13,50% untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011, dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar 120% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6).