VIII. PENDAPATAN USAHATANI PADI
8.2. Pendapatan Usahatani Padi Berdasarkan Keanggotaan dalam
Pendapatan usahatani padi berdasarkan status keanggotaan dalam KKT- LK bertujuan untuk membandingkan besarnya pendapatan yang diterima pada usahatani padi anggota dan non anggota KKT-LK. Rata-rata pendapatan usahatani padi anggota dan non anggota KKT-LK pada Lampiran 13 dan Tabel 31.
Tabel 31. Rata-rata Pendapatan Usahatani Padi Berdasarkan Keanggotaan dalam KKT-LK
(Rp/Ha/MT)
No. Uraian Usahatani padi
Anggota Non Anggota
1. Penerimaan 11 937 243.15 12 063 086.75
2. Total biaya tunai 9 613 580.40 9 444 351.62
3. Total biaya diperhitungkan 1 793 431.67 1 883 808.69
4. Biaya total (2+3) 11 407 012.07 11 328 160.31
5. Pendapatan atas biaya tunai (1-2) 2 323 662.75 2 618 735.13 6. Pendapatan atas biaya total (1-4) 530 231.08 734 926.44
7. R/C ratio atas biaya tunai (1/2) 1.24 1.28
8. R/C ratio atas biaya total (1/4) 1.05 1.06
Berdasarkan Tabel 31, pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi anggota KKT-LK menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi anggota KKT-LK menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi non anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi non anggota KKT-LK menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi non anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi non anggota KKT-LK menguntungkan.
Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai dan biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi non anggota KKT-LK lebih menguntungkan dibandingkan anggota KKT-LK. Hal ini dikarenakan responden usahatani padi anggota KKT-LK didominasi oleh petani bagi hasil, sehingga pendapatan yang diterima oleh petani lebih rendah. Besarnya pendapatan usahatani padi non anggota KKT-LK juga ditunjukkan dari besarnya penerimaan usahatani, meskipun biaya total usahatani lebih besar.
8.3. Pendapatan Usahatani Padi Berdasarkan Status Penguasaan Lahan Pendapatan usahatani padi berdasarkan status penguasaan lahan bertujuan untuk membandingkan besarnya pendapatan yang diperoleh pada masing-masing strata usahatani padi berdasarkan status penguasaan lahan. Status penguasaan lahan di lokasi penelitian pada usahatani padi dibedakan menjadi penggarap pemilik, penyewa, dan bagi hasil. Rata-rata pendapatan usahatani padi berdasarkan status penguasaan lahan dapat dilihat pada Lampiran 14 dan Tabel 32.
Tabel 32. Rata-rata Pendapatan Usahatani Padi Berdasarkan Status Penguasaan Lahan
(Rp/Ha/MT)
No. Uraian Usahatani Padi
Pemilik Sewa Bagi Hasil
1. Penerimaan 14 609 341.40 15 617 869.63 7 361 464.99
2. Total biaya tunai 8 390 426.63 10 070 671.48 6 047 893.62 3. Total biaya diperhitungkan 3 956 247.82 1 566 716.17 3 815 578.77 4. Biaya total (2+3) 12 346 674.45 11 637 387.65 9 863 472.39 5. Pendapatan atas biaya tunai (1-2) 6 218 914.77 5 547 198.15 1 313 571.37 6. Pendapatan atas biaya total (1-4) 2 262 666.95 3 980 481.98 -2 502 007.40
7. R/C ratio atas biaya tunai (1/2) 1.74 1.55 1.22
8. R/C ratio atas biaya total (1/4) 1.18 1.34 0.75
Sumber: Data Diolah (2012)
Berdasarkan Tabel 32, pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi penggarap pemilik menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi penggarap pemilik menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi penggarap pemilik menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi penggarap pemilik menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi penggarap penyewa menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai,
sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi penggarap penyewa menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi penggarap penyewa menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi penggarap penyewa menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi penggarap bagi hasil menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi penggarap bagi hasil menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi penggarap bagi hasil menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih kecil dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang kurang dari satu atau secara ekonomi usahatani padi penggarap bagi hasil tidak menguntungkan.
Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa usahatani padi penggarap pemilik lebih menguntungkan dibandingkan usahatani padi penggarap penyewa dan bagi hasil, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa pendapatan usahatani padi penggarap penyewa lebih menguntungkan dibandingkan strata lainnya. Hal ini dikarenakan penerimaan usahatani padi penggarap penyewa lebih besar. Biaya total usahatani padi penggarap pemilik lebih besar dikarenakan adanya biaya diperhitungkan atas sumberdaya yang dimiliki petani, sehingga usahatani padi penggarap pemilik hanya menguntungkan secara finansial saja. Pendapatan usahatani padi penggarap
bagi hasil lebih rendah dibandingkan strata lainnya, karena adanya bagi hasil pendapatan antara panggarap dan pemilik lahan.
8.4 Pendapatan Usahatani Padi Semiorganik dan Anorganik Berdasarkan Keanggotaan dalam KKT-LK dan Status Penguasaan Lahan
Pendapatan usahatani padi semiorganik dan anorganik dibedakan menjadi pendapatan usahatani padi semiorganik dan anorganik berdasarkan keanggotaan dalam KKT-LK, pendapatan usahatani padi semiorganik dan anorganik berdasarkan status penguasaan lahan, dan pendapatan usahatani padi semiorganik dan anorganik berdasarkan keanggotaan dalam KKT-LK dan status penguasaan lahan. Pendapatan pada masing-masing usahatani padi dapat dilihat pada Lampiran 13, 14, dan 15.
Tabel 33. Rata-rata Pendapatan Usahatani Padi Semiorganik dan Anorganik serta Berdasarkan Keanggotaan dalam KKT-LK
(Rp/Ha/MT)
No. Uraian Semiorganik Anorganik
Anggota Non Anggota Anggota Non Anggota
1. Penerimaan 13 578 824.20 12 536 032.28 7 012 500.00 11 590 141.21 2. Total biaya tunai 9 915 605.63 8 982 724.89 5 802 003.80 9 598 336.89 3. Total biaya diperhitungkan 2 009 892.01 1 761 506.22 3 493 950.44 2 006 111.17 4. Biaya total (2+3) 11 925 497.63 10 744 231.11 9 295 954.24 11 604 448.06 5. Pendapatan atas biaya tunai (1-2) 3 663 218.57 3 553 307.39 1 210 496.20 1 991 804.32 6. Pendapatan atas biaya total (1-4) 1 653 326.56 1 791 801.17 -2 283 454.24 -14 306.85 7. R/C ratio atas biaya tunai (1/2) 1.37 1.40 1.21 1.21 8. R/C ratio atas biaya total (1/4) 1.14 1.17 0.75 1.00
Sumber: Data Diolah (2012)
Berdasarkan Tabel 33, pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi semiorganik anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi semiorganik anggota KKT-LK menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi semiorganik anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total
menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi semiorganik anggota KKT-LK menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi anorganik anggota KKT- LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi anorganik anggota KKT-LK menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih kecil dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang kurang dari satu atau secara ekonomi usahatani padi anorganik anggota KKT-LK tidak menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi anorganik non anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi anorganik non anggota KKT-
LK menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik non anggota KKT-LK menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih kecil dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai sama dengan satu atau usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK berada pada keuntungan normal.
Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai dan biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi non anggota KKT-LK lebih menguntungkan dibandingkan anggota KKT-LK. Hal ini dikarenakan responden usahatani padi anggota KKT-LK didominasi oleh petani bagi hasil, sehingga pendapatan yang diterima oleh petani lebih rendah. Besarnya pendapatan usahatani padi non anggota KKT-LK juga ditunjukkan dari besarnya penerimaan usahatani, meskipun biaya total usahatani lebih besar.
Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai dan biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK memiliki pendapatan yang lebih besar dibandingkan strata lainnya. Hal ini dikarenakan responden usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK mayoritas adalah petani padi penggarap pemilik dan bagi hasil, sedangkan pada usahatani padi semiorganik anggota KKT-LK didominasi oleh petani penggarap bagi hasil. Pendapatan usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK atas total biaya tunai dan biaya total lebih tinggi karena meskipun penerimaan usahatani padi semiorganik lebih besar tetapi biaya total lebih rendah. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk organik dan tenaga kerja yang lebih banyak, sehingga biaya pupuk organik dan biaya tenaga kerja besar.
Tabel 34. Rata-rata Pendapatan Usahatani Padi Semiorganik dan Anorganik serta Berdasarkan Status Penguasaan Lahan
(Rp/Ha/MT)
No. Uraian Semiorganik Anorganik
Pemilik Sewa Bagi hasil Pemilik Sewa Bagi hasil
1. Penerimaan 14 946 710.92 16 372 116.95 7 853 456.84 13 934 602.36 14 109 375.00 6 869 473.14 2. Total biaya tunai 8 593 144.48 9 406 705.30 6 133 739.39 7 415 383.84 10 888 378.47 5 937 551.58 3. Total biaya diperhitungkan 3 666 253.86 1 648 319.05 3 928 754.67 4 595 059.26 1 403 510.42 3 702 402.87 4. Biaya total (2+3) 12 259 398.34 11 055 024.34 10 062 494.07 12 010 443.10 12 291 888.89 9 639 954.45 5. Pendapatan atas biaya tunai (1-2) 6 353 566.44 6 965 411.66 1 719 717.45 6 519 218.51 3 220 996.53 931 921.56 6. Pendapatan atas biaya total (1-4) 2 687 312.58 5 317 092.61 -2 209 037.22 1 924 159.26 1 817 486.11 -2770 481.31 7. R/C ratio atas biaya tunai (1/2) 1.74 1.74 1.28 1.88 1.30 1.16 8. R/C ratio atas biaya total (1/4) 1.22 1.48 0.78 1.16 1.15 0.71
Sumber: Data Diolah (2012)
Berdasarkan Tabel 34, pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi semiorganik penggarap pemilik menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi semiorganik penggarap pemilik menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi semiorganik penggarap pemilik menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi semiorganik penggarap pemilik menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi semiorganik penggarap penyewa menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi semiorganik penggarap penyewa menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi semiorganik penggarap penyewa menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari
biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi semiorganik penggarap penyewa menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi semiorganik penggarap bagi hasil menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi semiorganik penggarap bagi hasil menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi semiorganik penggarap bagi hasil menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih kecil dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang kurang dari satu atau secara ekonomi usahatani padi semiorganik penggarap bagi hasil tidak menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi anorganik penggarap pemilik menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi anorganik penggarap pemilik menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik penggarap pemilik menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi anorganik penggarap pemilik menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi anorganik penggarap penyewa menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih
besar dari satu atau secara finansial usahatani padi anorganik penggarap penyewa menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik penggarap penyewa menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara ekonomi usahatani padi anorganik penggarap penyewa menguntungkan.
Pendapatan atas total biaya tunai usahatani padi anorganik penggarap bagi hasil menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih besar dari total biaya tunai, sedangkan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan nilai yang lebih besar dari satu atau secara finansial usahatani padi anorganik penggarap bagi hasil menguntungkan. Pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik penggarap bagi hasil menunjukkan bahwa penerimaan usahatani lebih kecil dari biaya total, sedangkan R/C ratio atas biaya total menunjukkan nilai yang kurang dari satu atau secara ekonomi usahatani padi anorganik penggarap bagi hasil tidak menguntungkan.
Pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik penggarap penyewa lebih menguntungkan dibandingkan strata lainnya. Hal ini dikarenakan usahatani padi semiorganik penggarap penyewa memiliki pendapatan yang lebih besar dibandingkan strata lainnya, sedangkan pendapatan usahatani padi semiorganik penggarap pemilik atas biaya total lebih rendah karena adanya biaya diperhitungkan atas sumberdaya yang dimiliki petani, sehingga usahatani padi semiorganik penggarap pemilik hanya menguntungkan secara finansial saja.
Tabel 35. Rata-rata Pendapatan Usahatani Padi Semiorganik Berdasarkan Keanggotaan dalam KKT-LK dan Status Penguasaan Lahan
(Rp/Ha/MT) No
Uraian
Anggota Non Anggota
Pemilik Sewa Bagi hasil Pemilik Sewa Bagi hasil
1. Penerimaan 15 697 500.00 16 774 900.57 8 264 072.02 14 195 921.84 15 969 333.33 7 442 841.67 2. Total Biaya Tunai 8 957 166.67 9 883 791.90 6 328 722.74 8 229 122.29 8 123 944.44 5 690 660.68 3. Total Biaya Diperhitungkan 3 788 944.44 1 224 654.76 3 902 784.02 3 225 916.22 2 071 983.33 3 954 725.33 4. Biaya Total (2+3) 12 746 111.11 11 108 446.67 10 231 506.76 11 455 038.51 10 195 927.78 9 645 386.00 5. Pendapatan atas biaya tunai (1-2) 6 740 333.33 6 891 108.66 1 935 349.28 5 966 799.55 7 845 388.89 1 752 180.99 6. Pendapatan atas biaya total (1-4) 2 951 388.89 5 666 453.90 -1 967 434.74 2 740 883.33 5 773 405.56 -2 202 544.34 7. R/C ratio atas biaya tunai (1/2) 1.75 1.70 1.31 1.73 1.97 1.31 8. R/C ratio atas biaya total (1/4) 1.23 1.51 0.81 1.24 1.57 0.77
Sumber: Data Diolah (2012)
Berdasarkan Tabel 35, Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik anggota dan non anggota KKT- LK penggarap pemilik menguntungkan secara finansial, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik anggota dan non anggota KKT-LK penggarap pemilik menguntungkan secara ekonomi. Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik anggota dan non anggota KKT-LK penggarap penyewa menguntungkan secara finansial, sedangkan pendapatan dan R/C ratio
atas biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik anggota dan non anggota KKT-LK penggarap penyewa menguntungkan secara ekonomi. Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik anggota dan non anggota KKT-LK penggarap bagi hasil menguntungkan secara finansial, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa usahatani tersebut tidak menguntungkan secara ekonomi.
Tabel 36. Rata-rata Pendapatan Usahatani Padi Anorganik Berdasarkan Keanggotaan dalam KKT-LK dan Status Penguasaan Lahan
(Rp/Ha/MT)
No Uraian
Anggota Non Anggota
Bagi hasil Pemilik Sewa Bagi hasil
1. Penerimaan 7 012 500.00 13 934 602.36 14 109 375.00 6 726 446.28
2. Total biaya tunai 5 802 003.80 7 415 383.84 10 888 378.47 6 073 099.37 3. Total biaya diperhitungkan 3 493 950.44 4 595 059.26 1 403 510.42 3 910 855.30 4. Biaya total (2+3) 9 295 954.24 12 010 443.10 12 291 888.89 9 983 954.67 5. Pendapatan atas biaya
tunai (1-2)
1 210 496.20 6 519 218.51 3 220 996.53 653 346.92 6. Pendapatan atas biaya total
(1-4)
-2 283 454.24 1 924 159.26 1 817 486.11 -3 257 508.39 7. R/C ratio atas biaya tunai
(1/2)
1.21 1.88 1.30 1.11
8. R/C ratio atas biaya total (1/4)
0.75 1.16 1.15 0.67
Sumber: Data Diolah (2012)
Berdasarka Tabel 36, pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa usahatani padi anorganik anggota KKT-LK penggarap bagi hasil menguntungkan secara finansial, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani tersebut tidak menguntungkan. Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa usahatani padi anorganik non anggota KKT-LK penggarap pemilik menguntungkan secara finansial, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani tersebut menguntungkan. Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa secara finansial usahatani padi anorganik non anggota KKT-LK penggarap penyewa menguntungkan, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani tersebut menguntungkan. Pendapatan dan R/C ratio atas total biaya tunai menunjukkan bahwa secara finansial usahatani padi anorganik non anggota KKT-LK penggarap bagi hasil menguntungkan, sedangkan pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani tersebut tidak menguntungkan.
Pendapatan dan R/C ratio atas biaya total menunjukkan bahwa usahatani padi semiorganik non aggota KKT-LK penggarap penyewa lebih menguntungkan dibandingkan strata lainnya. Hal ini dikarenakan total biaya tunai dan biaya total usahatani padi semiorganik non anggota KKT-LK penggarap penyewa lebih rendah karena penggunaan pupuk organik dan jumlah tenaga kerja yang sedikit dibandingkan usahatani padi semiorganik anggota KKT-LK.
IX. SIMPULAN DAN SARAN