• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

C. Pendidikan Agama Islam

2. Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam

Manusia sebagai makhluk yang dititipkan tuhan, dengan kejadian yang amat bagus menerima berbagai nikmat dan karunia sebagai potensi hidup serta segala keperluan hidupnya,maka kalau ia mampu menjalankan hal-hal tersebut dengan sendirinya tertanamlah rasa cinta kepada-Nya. Hal ini kemudian akan membawa kepada keyakinan yang teguh dan taat menunaikan kewajiban agama(Drs. ABD Rachmad Shaleh 1969:33).

Dalam kontek ini, ada beberapa nilai dasar-dasar Pendididkan Islam yang dapat dimunculkan, antara lain :

a) Keimanan dan ketaqwaan

Menurut konsep islam harus didedikasikan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Sebab, itulah ultimate purpose kehidupan manusia (Q.S AL-Imran :102). Oleh karena itu, nilai dasar Pendidikan Agama Islam adalah keimanan dan ketaqwaan. Artinya, Pendidikan Islam harus dapat menjadi wahana bagi peningkatan iman dan taqwa anak didiknya.

Berdasarkan nilai dasar ini, proses Pendidikan Islam dijalankan berdasarkan semanagat ibadah kepada Allah SWT (Q.S Adz-Dzariyat :56). Ibadah dalam ajaran islam memiliki toleransi positif bagi pemeliharaan dan peningkatan imam dan taqwa. Setiap penganut Islam diwajibkan mencari ilmu pengetahuan untuk dipahami secara mendalam yang dalam taraf selanjutnya dikembangkan dalam kerangka ibadah guna kemaslahatan umat

manusia. Dalam bahasa Al-Jamaly, nilai dasar ini bertujuan mengantarkan anak didik pada kesadaran akan eksistensinya di hadapan Allah seta menyadari kewajiban-kewajiban (Muhammad Fadhil Al-Jamaly, 1977:17). Dalam praktiknya, nilai ini juga mesti dijadikan landasan oleh para pendidik dalam menjalankan tugasnya. Implikasi positifnya, sekalipun para guru memiliki hak-hak tertentu sebagai konsekuensi langsung dari posisinya guru, pada yang sama harus tetap diingat bahwa tugas mengajar adalah suatu kewajiban agama yang harus tetap dilakukan dalam rangka ibadah.

b) Penghargaan terhadap eksetensi manusia dengan segala potensinya Manusia adalah makhluk tuhan yang diciptakan dengan sebaik-baiknya (Q.S Tin :4) dan rupa yang seindah-indahnya (Q.S At-Taghabun :3) dilengkapi dengan berbagai organ psiko dan fisik yang istemewa seperti panca indera dan hati, agar manusia bersyukur kepada Allah yang telah memberikan anugerah keistimewaan-keistimewaan tersebut.

Para ahli pendidikan muslim umumnya sependapat bahwa teori dan praktek Pendidikan Islam harus diasarkan pada konsepsi dasar tentang manusia. Pembicaraan seputar eksistensi manusia sangat vital dalam Pendidikan Islam. Tanpa kejelasan tentang konsep manusia, Pendidikan akan dijalankan dengan cara meraba-raba. Bahkan, menurut Ali Ashraf, Pendidikan Islam tidak akan difahami secara jelas

tanpa telebih dahulu memahami penafsiran Islam tentang pengembangan individu seutuhnya ( Ali Ashraf, 1989:1).

Agar Pendidikan Islam berhasil dalam prosesnya, maka konsep manusia dan fungsi penciptaanya dalam alam semesta harus diakomodasikan secara integral dalam konsep maupun teori Pendidikan melalui pendekatan kewahyuan, empirik keilmuan dan rasional filosofis. Dalam hal ini, harus pula dipahami bahwa pendekatan keilmuan dan filosofis hanya merupakan media untuk menalar pesan-pesan tuhan yang absolut, baik melalui ayat-ayatnya yang bersifat tekstual (qur’aniyyah) maupun melalui ayat-ayatNya secara kontekstual (kauniyyah).

c) Mengedepankan prinsip kebebasan dan kemerdekaan.

Pendidikan secara umum dapat difahamkan sebagai proses pendewasaan sosial manusia menuju pada tataran ideal. Dengan kata lain, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Makna terkadang didalamnya menyangkut tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi atau sumber daya insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya (Achmadi, 1992:25).

Praktek Pendidikan pun harus senantiasa mengacu pada eksistensi manusia sendiri. Dari situ akan terbentuk suatu mekanisme Pendidikan akan demokratis dan berorientasi pada memanusiakan manusia. Dengan demikian, pendidikan bukanlah merupakan pengalihan pengetahuan (transfer of kenowledge) semata, melainkan

membantu peserta didik agar mampu mengembangkan potensinya (Dick Hartoko, 1985:36).

d) Tanggung jawab sosial

Sejalan dengan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, maka islam diturunkan untuk memberikan norma-norma dalam kehidupan sosial tersebut. Sebagai proses memanusiakan manusia, Pendidikan Islam menjadi tanggung jawab sosila menjadi salah satu nilai dasar yang harus diajarkan kepada peserta didik.

2) Tujuan Pendidikan Agama Islam

Islam adalah suatu agama yang berisi ajaran tentang tata hidup yang diturunkan Allah kepada umat manusia melalui para rasul-Nya sejak dari nabi Adam sampai kepada nabi Muhammad SAW. Dengan demikian bahwa Pengajaran itu luas sekali meliputi seluruh aspek kehidupan. ( Direktoriat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1984/1985:46).

Segala usaha manusia dalam bentuk apapun tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai. Begitu juga dalam aktivitas Pendidikan Agama Islam mesti harus mempunyai tujuan yang jelas. Sedang tujuan sendiri berfungsi untuk memberi arah, mengontrol dan mengevaluasi suatu kegiatan.

Tujuan Pendidikan Islam identik dengan tujuan hidup seorang muslim, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta mengabdi diri sepenuhnya kepda Allah SWT.

Firman Allah SWT Q.S Adz Dzariyat ayat 56 :

ِنوُدُبْعَيِل لاِإ َسْنلإاَو َّنِجْلا ُتْقَلَخ اَمَو

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (Departemen Agama RI Al-Quran Terjemah per-kata, 2007:523)”

Ditegaskan pula dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13:

َكِئَلوُأ ِ َّاللَّ ِلوُسَر َدْنِع ْمُهَتاَوْصَأ َنوُّضُغَي َنيِذَّلا َّنِإ

ٌميِظَع ٌرْجَأَو ٌةَرِفْغَم ْمُهَل ىَوْقَّتلِل ْمُهَبوُلُق ُ َّاللَّ َنَحَتْما َنيِذَّلا

“ Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya disisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji oleh Allah untuk bertaqwa. Mereka akan memeperoleh ampunan dan pahala yang besar (Departemen Agama RI Al-Quran Terjemah per-kata, 2007:515)”

Dengan demikian ketaqwaan mengandung arti menghayati dan mengamalkan ajaran Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi dirinya sendiri maupun social kemasyarakatan serta mempunyai tanggung jawab yang tertanam dalam kepribadiannya, ataupun sikap mental ketaqwaan.

Tujuan pendidikan adalah merupakan factor yang sangat penting, karena merupakan arah yang hendak ditiju oleh pendidikan itu.Demikian dengan Pendidikan Agama Islam, maka tujuan Pendidikan Agama itulah yang hendak dicapai dalam kegiatan atau pelaksanaan Agama.

Maka akan dirumuskan untuk tujuan Pendidikan Agama Islam : 1. Agama islam juga selalu mengajarkan untuk beriman dan bertaqwa,

sedangkan pendidikan islam berupaya menumbuhkan ketaqwaan dan ketaqwaan selalu bertambah dikarenakan ilmu.

2. Pendidikan Islam juga berdasarkan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan merupakan materi yang paling dalam dan dipergunakan sebagai pondasi dalam pengembangan ilmu, ketrampilan dan pandangan manusia.

3. Pendidikan Islam selalu mengajarkan belajar dengan selalu mengapilkasikannya dalam tindakan, tidak hanya semata-mata menghafal teori-teori dan pengetahuan yang tidak mampu membawa pada amal saleh dalam kehidupan nyata.

4. Pendidikan Islam juga didentikkan dengan pendidikan akhlak yang menekankan perubahan sikap menuju yang utama (Muhammad Hafidz dan Kastolani, 2009:28-32)

Dari tujuan utama ini mengandung tujuan-tujuan yang bersifat aplikatif berkenaan dengan ketaqwaan kepada Allah yaitu :

1. Mendidik individu dengan segala perkembangannya baik perkembangan spiritual, emosi, sosial kemasyarakatan, akal dan fisik.

2. Mendidik warga Negara yang saleh di temgah keluarga dan masyarakat yang muslim.

3. Mendidik manusia saleh ditengah masyarakat luas (Muhammad Hafidz dan Kastolani, 2009:37).

Dokumen terkait