LANDASAN TEORI
D. Siswa meliputi :
a. Pertumbuhan dan perkembangan siswa
Siswa merupakan peserta didik yang memiliki sumber daya manusia. Sumber daya manusia (SDM) siswa tersebut perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Untuk mengembangkannya siswa mesti mengikuti pendidikan, melalui pendidikan siswa akan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi (Iptek), serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT (Imtaq). Penguasaan Iptek dan Imtaq ini diperlukan untuk bekal hidup di dunia dan untuk akhirat nanti.
Pada kehidupan manusia terdapat dua proses alamiah yang beroperasi secara terus-menerus, yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan. Maka dari itu dua hal tersebut itu saling bergantung satu sama yang lain.
Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progesif dan berkesinambungan. Yang dimaksud dengan sistematis adalah perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling
ketergantungan atau saling memengaruhi antara bagian-bagian organisme (fisik dan psikis)dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Sedangkan progesif adalah perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, mendalam atau meluas, baik secara kuantitatif (fisik) maupun (psikis).Dan yang terakhir berkesinambungan adalah perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan, tidak terjadi secara kebetulan atau loncat-loncat (Syamsu Yusuf L.N dan Nani M. Sugandhi, 2014:2).
Istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan”, menurut Boring, Langfeld, dan Weld, dicakup dalam satu kata yaitu “kematangan” alasannya, manusia itu disebut “matang” jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat tertentu (Andi Mappiare: 43). Dalam penejelasan itu mengacu pada pertumbuhan dan perkembangan utuk perubahan-perubahan sebagai akibat adanya pengaruh mengenai organisme dan pertumbuhan lebih berkenaan pada aspek fisik.
Sedangkan menurut W.S Winkel, perkembangan dapat diartikan sebagai proses berlangsungnya perubahan-perubahan dalam diri seseorang yang membawa penyempurnaan dalam kepribadiannya. Sedangkan pertumbuhan yaitu proses berlangsungnya perubahan-perubahan jasmani pada diri seseorang dengan meningkatnya umur, sampai kejasmaninya tidak terbentuk sepenuhnya (W.S Winkel, 1987: 14-15).
Pendapat para ahli biologi tentang arti pertumbuhan dan perkembangan pernah dirangkumkan oleh Drs. H. M. Arifin, M. Ed. bahwa pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya.Sedangakn perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi pelbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung.Intinya bahwa pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya.Perkembangan dipersyarati adanya pertumbuhan (http://teras-
fisika.blogspot.co.id/2012/12/pertumbuhan-dan-perkembangan-peserta.html).
Dari pendapat yang sudah di paparkan diatas yang mengenai pertumbuhan dan perkembangan, maka dapat disimpulkan bahwa:
- Pertumbuhan maupun perkembangan, keduanya bekerja dalam suatu proses perubahan yang berkenaan dengan aspek-aspek fisik dan psikis individu.
- Antara keduanya isilah tersebut saling bertumpang tindih sama yang lain.
- Pertumbuhan lebih condong pemakaiannya bagi perubahan fisik individu, sedangkan perkembangan lebih condong berkenaan dengan perubahan psikis yang tidak pernah terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar.
Dalam prinsip-prinsip perkembangan, ada beberapa indikator, yaitu :
1. Perkembangan merupakan proses yang yang tidak berhenti (never ending process)
Individu secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya.Perkembangan, baik fisik maupun psikis berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.
2. Semua aspek perkembangan saling memengaruhi
Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, innteltual, emosi, social, maupun moral-spiritual, satu sama lainnya saling memengaruhi. Pada umumnya terdapat hubungan atau korelasi yang positif antara aspek-aspek tersebut.
3. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu
Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu.Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan tahap sebelumnya, dan merupakan syarat bagi perkembangan selanjutnya.
Pola perkembangan individu ini dapat berlangsung dari keaadaan atau kondisi yang lemah (seperti masa bayi) kemudian berkembang menjadi kuat (masa remaja dan dewasa awal), dan selanjutnya kembali menjadi lemah (masa pikun atau usia lanjut).
4. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan
Perkembangan fisik dan psikis mencapai kematangannya terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).
5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
6. Setiap individu yang normal akan megalami tahapan atau fase perkembangan
Fase ini berarti bahwa dalam menjalani kehidupannya yang normal dan berusia panjang(Syamsu Yusuf L.Ndan Nani M. Sugandhi 2014:4-8).
b. Keberadaan siswa
Dalam pemikiran Hurlock (1990:184) menggunakan masa puber, namun ia menjelaskan bahwa puber adalah periode tumpang tindih, karena mencakup tahun-tahun akhir kanak-kanak dan tahun-tahun awal remaja. Pembagiannya sebagai berikut :
1. Tahap prapuber : wanita 11-13 tahun, pria 14-16 tahun
2. Tahap puber : wanita 13-17 tahun, pria 14-17 tahun 6 bulan 3. Tahap pasca puber : wanita 17-21 tahun, pria 17 tahun 6 bulan- 21
Jadi Hurlock membedakan antara wanita dan pria, namun kedua jenis memerlukan kurun usia peber selama 4 tahun. Disimpulkan bahwa, masa puber adalah masa terjadinya perubahan tertentu yang tidak terjadi pada periode lainnya.Dikatakan periode tumpang tindik karena dua tahun
akhir dan dua tahun awal masa remaja awal sehingga disebut pula periode unik (Prof. Dra.Sri Rumini dan Dra. Siti Sundari H.S, M.Pd, 2004:54-55).
Dengan melihat penjelasan diatas, keberadaan siswa dalam SMP termasuk dalam tahap prapuber. Dimana mulai timbul perubahan fisik, psikis, maupun intelegensimya yang menuju kedewasaan.
Dalam hubungan antara guru dan siswa hendaknya dekat seperti kakak adik, yang bersifat membimbing dan penuh pengertian karena para siswa di SMP sedang berada pada umutr goncang, akibat pertumbuhan jasmani yang sedang dialami, baik perubahan jasmani dari luar maupun dalam.
Tingkah laku atau moral guru pada umumnya merupakan penampilan lain dari kepribadian. Bagi anak didik guru adalah contoh teladan yang sangat penting dalam pertumbuhannya, guru adalah orang pertama sesudah orang tua, yang mempengaruhi pembinaan kepribadian anak didik, kalau tingkah laku atau akhlak guru tidak baik, pada umumnya akhlak anak didik akan rusak olehnya, karena masa tahap prapuber ini mudah untuk terpengaruh oleh orang yang dikaguminya.
Siswa pada umur ini tidak memerlukan pemimpin yang suka memerintah, tapi mereka memerlukan pembibingan yang mengerti, mau dan dapat memahami gejolak jiwa dan kegoncangan emosi yang sedang melanda, hanya guru yang yang bijak dan mengertilah yang mereka perlukan, bukan guru yang pandai memberi nasehat dan mengeritik.
Dalam hal ini guru selalu berusaha dengan sebaik-baiknya mengadakan interaksi dengan murid-muridnya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, karena pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses yang tidak lepas dari masalah guru dan murid melalui interaksi.
Dengan demikian, maka siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila merasa senang dengan pelajarannya sendiri. Untuk menimbulkan rasa senang, terhadap mata pelajaran, diperlukan kepribadian guru yang tercermin dalam penampilannya, sehingga menjadi contoh anak yang mempunyai hubungan yang menyenangkan dengan para guru, biasanya akan mengembangkan sikap positif terhadap sekolah, karena pengalaman sekolahnya menyenangkan. Sebaliknya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan para guru dapat mengarah pada sikap yang tidak positif yang kelak akan memperlemahkan minat anak untuk sekolah. Maka hal ini harus bisa membangun pendidikan nasional menjadi lebih baik dari sebelumnya.