• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan bertujuan :

Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih.

Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.

Meletakan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis.

Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

22 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

c. Muatan lokal

Bahasa Sunda merupakan bahasa ibu bagi masyarakat Jawa Barat di wilayah tertentu. Bahasa daerah juga menjadi bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI. Melalui pembelajaran bahasa daerah diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis. Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Daerah dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya sastra daerah.

d. Pengembangan diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan,bakat,dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran. Tahapan Kegiatan Pengembangan Diri dilakukan dengan cara :

a. Identifikasi yang meliputi daya dukung, potensi bakat dan minat siswa.

b. Pemetaan untuk :

1) Jenis layanan pengembangan diri 2) Petugas yang melayani

3) Siswa yang dilayani

c. Pelaksanaan program

1) Pelaksanaan ( Orentasi, pemantapan, pengembangan ) 2) Monitoring Pelaksanan

3) Penilaian ( terjadwal, terstruktur, kualitatif )

23 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

4) Analisis hasil penilaian (berbasis data, propesional, realistis, valid, transparan dan akuntable)

5) Pelaporan berupa Umum dalam format raport Rinci dalam buku laporan pengembangan diri.

Pilihan Pengembangan Diri

1. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. Pembelajaran Bahasa Inggris merupakan program unggulan SDN 1 Tarogong bertujuan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalu berbicara, menulis dan mendengarkan. Materi lebih mengedepankan kepada hal-hal yang sederhana yang dapat ditemukan dalan kehidupan sehari-hari seperti perkenalan, diri, rumah, skelas sekolah dan lingkungan sekitar

2. TIK. Pembelajaran TIK merupakan program unggulan SDN 1 Tarogongyang betujuan mempersiapkan siswa dalam menyongsong abad milenial, revolusi Industri 4.0 yang dilakukan serba komputerisasi dan serba digital. Materi pembelajaran Komputer diawali dari pengenalan komputer, tool-tool yang yang ada di computer.

3. Pencak Silat, merupakan salah satu kearifan lokal di kabupaten Garut yang dikenalkan di sekolah untuk meningkatkan rasa cinta terhadap budaya lokal sebagai salah satu seni bela diri tradisional.

e. Ko-Kurikuler

Kegiatan intrakurikuler dibantu juga dengan kegiatan ko-kurikuler. Diantara kegiatan ko-kurikuler yaitu kegiatan outdoor learning yang terdiri dari :

NO Kegiatan Indikator keberhasilan Sasaran

1 Kegiatan Renang Terwujudnya siswa yang sehat jasmani dan sikap jujur, disiplin, tanggungjawab dan mandiri melalui kegiatan renang

Kelas 4,5 dan 6:

Siswa mempunyai keberanian untuk beraktivitas di air dan menguasai gerakan kaki gaya bebas

Kelas 2: Siswa memiliki kemampuan melakukan gerakan kaki dan tangan gaya bebas

Kelas 3: Siswa terampil melakukan gerakan kaki dan tangan gaya bebas dan gaya dada

2 Kegiatan Atletik Terwujudnya siswa yang sehat Kelas 1:

24 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

NO Kegiatan Indikator keberhasilan Sasaran

jasmani dan sikap jujur, disiplin, tanggungjawab dan mandiri melalui kegiatan atletik

Siswa memiliki kemampuan gerakan dasar lokomotor berjalan, berlari dan melompat dengan benar

Kelas 2:

Siswa memiliki kemampuan gerakan lanjutan lokomotor berjalan, berlari dan melompat dengan benar

Kelas 3:

Siswa terampil melakukan berbagai macam gerakan lokomotor berlari dan melompat

3 Kecakapan dan Kreativitas Lokal

Terwujudnya kreativitas dan inovasi dalam kemandirian, kepedulian dan kebersamaan siswa dan membuat suatu produk ekonomi kreatif

Kelas 4: Kriya Anyam

Siswa terampil membuat inovasi karya seni rupa yang memiliki nilai estetis dan nilai guna dengan memanfaatkan sumber daya alam atau pengolahan sampah.

Kelas 5: Membatik

Siswa terampil membuat batik sebagai kain khas Indonesia

4 Kegiatan Guru Tamu / Sit in day

Terwujudnya sikap rasa ingin tahu dan menjadi pendengar yang baik

Kelas 1:

Pendongeng atau dari orang tua yang memiliki kemampuan bercerita.

Kolaborasi sekolah bersama orang tua.

Memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan gigi

Kelas 2:

Dokter Gigi dari Puskesmas Pembina UKS atau dari orang tua yang memiliki profesi sebagai dokter gigi.

Memiliki pengalaman mengenal tentang jenis olahraga

Kelas 3,4, 5 dan 6 :

Cabang Olahraga Karate, Pencak Silat

5 Belajar di Luar Kelas

Terwujudnya sikap

kemandirian, gotong royong, kebersamaan dan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan belajar di luar kelas

Kelas 4, 5, 6:

Kunjungan ke desa wisata atau fasilitas umum yang mengembangkan sumber daya daerah yang bermanfaat bagi masyarakat.

6 Aku Indonesia Tumbuhnya semangat

nasionalisme dan cinta tanah air serta toleransi

Kelas 4-6:

Berupa kegiatan yang dapat memupuk rasa cinta tanah air seperti pada peringatan hari kemerdekaan dan lainnya.

7 Simulasi idain Tumbuhnya semangat religious melalui sholat dhuha dan kebersamaan

Kelas 4-6:

Kegiatan rutin mingguan untuk memupuk nilai religiusitas dan kebersamaan di lingkungan sekolah.

8 Hasil Karyaku Terwujudnya rasa inging tahu, percaya dari dan keberanian siswa

Kelas 1-3:

Menumbuhkan rasa percaya diri untuk menampilkan hasil karya dan rasa saling menghargai hasil karya orang lain.

9 Entrepreneurship Day

Terbangunnya semangat enterpreuneurship, inovasi, rasa ingin tahu dan percaya diri

Kelas 1-3:

Menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghasilkan karya

25 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

NO Kegiatan Indikator keberhasilan Sasaran

dalam melatih kecakapan hidup Kelas 4,5,6:

Menjadi enterpreuneur produksi sendiri 10 Literasi Terwujudnya pembiasaan

untuk menjadi pembudayaan peserta didik literat dengan tantangan membaca.

Kelas 1-3:

Mengenal Unsur Intrinsik dalam cerita Kelas 4:

Membuat Sinopsis Kelas 5 dan 6

Membangun keterampilan berbahasa anak melalui bercerita

11 Kegiatan THQ Adanya sikap religius, bacaan yang tartil dan hapalan surat dalam juz ke 30

Kelas 1dan 2

An-Naba – At-Takwir Kelas 3 dan 4:

Al-Infithar- Al-A’la Kelas 5 dan 6:

Al-Ghasyiyyah-Al-Lail

f. Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang di SDN 1 Tarogong sebagai suplemen dalam pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan peserta didik sesuai dengan bakat dan minat serta kompetensi lainnya. Kegiatan ekstrakurikuler meliputi :

NO Jenis Kegiatan Tujuan/ indikator

Sasaran

A Study Club 1. Science Club

Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi kompetisi atau kejuaraan untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya masing-masing

Kelas 4 dan 5

2. Math Club Kelas 4 dan 5

3. Hifdzil Quran Kelas 1, 2, 3

4. Speech and Debate Kelas 4 & 5

B Olahraga 5. Karate

Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan olah raga karate, catur, silat dan futsal

Kelas 4

6. Catur Kelas 5

7. Silat Kelas 4,5,6

8. Futsal Kelas 5

C Seni dan Budaya 9. Seni lukis

Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan seni lukis dan musik.

Kelas 1, Kelas 2-3 10. Seni musik

Kelas 4,5 (pianika) Kelas

26 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

NO Jenis Kegiatan Tujuan/ indikator

Sasaran 6(angklung)

11. Kriya

Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembuatan kriya dari bahan dasar alam dan pengelolaan sampah.

Kelas 1, 2, 3 pengelolaan sampah plastik.

Kelas 4, 5, 6 pembuatan kriya dari pelepah pisang dan bambu D Keorganisasian

12. Pramuka

Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, tanggungjawab dan semangat nasionalisme.

Kelas 1 sampai dengan kelas 6

g. Kegiatan Pembiasaan

Kegiatan pembiasaan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari sebagai upaya pendidikan pembentukkan karakter siswa. Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan spontan atau berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan membimbing siswa bersikap dan berperilaku dengan menananmkan nilai-nilai keislaman atau karakter baik sehingga menjadi habbituasi yang terinternalisasi dalam hati dan jiwa siswa.

Berikut adalah kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan di SDN 1 Tarogong:

1) Kegiatan Harian terdiri dari kegiatan:

a) Penyambutan siswa, b) Salam pagi/embun pagi, c) Surat Pendek Al-Qur’an,

d) Menyanyikan lagu daerah dan kebangsaan, e) Infaq shodaqoh,

f) Sholat dhuha, g) Piket harian,

h) Gerakan Pungut Sampah (GPS), i) Membaca pagi/ literasi,

j) Menabung,

27 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

2) Kegiatan mingguan yaitu:

a) Upacara b) Pramuka

3) Kegiatan bulanan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan pada hari Sabtu ke-4 bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kompettitif, sportif dan keberanian, yaitu dengan melaksanakan student’s performances yaitu

a) Readaton

b) Experiences days c) Tantangan Mendongeng d) Pidato dan pildacil

4) Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan menanamkan dan meningkatkan kesadaran siswa untuk menjalankan perintah Alloh seperti a) Bakti sosial di bulan Ramadhan.

b) Peringatan hari kemerdekaan Indonesia c) Pameran kelas

d) Unjuk Kabisa

e) Entrepreneurship day f) Class’ Competition

5) Kegiatan insidentil yaitu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu disesuaikan dan kondisi riil dan situasi nyata seperti aksi donasi gempa bumi, menengok teman yang sakit, aksi donasi buku dan lain sebagainya.

6) Kegiatan life skill merupakan kegiatan yang dilaksankan baik di sekolah maupun di rumah yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada siswa untuk berinteraksi dalam sosial kemasyarakatan dan keterampilan dirinya. Diantara materi life skill antara lain:

a) keterampilan memakai baju,

b) memakai sepatu dan mengikat tali sepatu c) mengambil dan menyimpan buku, d) cara mengucapkan salam

e) cara bersalaman

f) cara mengucapkan salam

g) cara melewati orang yang lebih tua

28 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

h) cara berbicara yang santun

h. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

1. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.

2. Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

3. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.

4. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal.

i. Pengaturan Beban Belajar

Dalam implementasinya, Struktur kurikulum di atas, disajikan melalui pendekatan tematik. Sehingga dalam implementasinya terdiri dari muatan mata pelajaran yang menjadi payung dalam tema, muatan mata pelajaran untuk kelas 1 anatara lain PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, SBDP dan PJOK. Sementara muatan mata pelajaran adalan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta muatan mata pelajaran mulok yang terdiri dari Bahasa Sunda. Ada beberapa pilihan pengembangan diri yaitu Bahasa Inggris, Silat dan TIK untuk mengakomodir minat bakat siswa yang beragam. Untuk kegiatan pembiasaan bertujuan untuk menanamkan karakter atau akhlak mulia, kegiatan ini antara lain upacara, sholat berjamaah, pagi ceria sebagai dasar penenaman cinta agama dan tanah air atau semangat kebangsaan.

SDN 1 Tarogong menggunakan sistem paket. Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar dengan menggunakan sistem paket. Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan

29 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada SDN 1 Tarogong selama 35 menit. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu maksimal adalah 36 jam pelajaran.

Kegiatan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik 0 – 40%.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik dan guru tetapi maksimum 40% dari jam tatap muka dalam satu semester.

Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel. Penambahan jam pembelajaran tambahan dari alokasi minimal didasarkan pada pertimbangan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, tingkat kesulitan, dan atas dasar pencapaian prestasi akademik siswa.

Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket di SDN 1 Tarogong adalah. 0% - 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

30 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

j. Sistem Informasi Penilaian dan Ketuntasan Belajar

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan di satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2013, teridentifikasi bahwa permasalahan utama dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah pada penilaian hasil belajar peserta didik.

Pendidik merasa kesulitan merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan penilaian sikap spiritual dan sikap sosial pada setiap kompetensi dasar setiap mata pelajaran.

Selain itu, pendidik kesulitan dalam penilaian menggunakan angka dengan skala 1-4 dan masyarakat kurang memahami makna nilai hasil belajar jika menggunakan skala 1-4. Agar Kurikulum 2013 lebih mudah diimpelementasikan pada masa kondisi khusus, pemerintah melakukan beberapa penyempurnaan dan penyederhanaan; salah satunya berkaitan dengan penilaian hasil belajar peserta didik pada aspek penilaian sikap dan pengggunaan kembali ke skala 0-100 pada pemberian angka penilaian hasil belajar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, penilaian hasil belajar peserta didik terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar. Penilaian hasil belajar oleh pendidik memiliki tujuan untuk: mengetahui tingkat penguasaan kompetensi; menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi; menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan informasi dan data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian akhir adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester dan/atau akhir tahun. Sementara itu, Ujian Sekolah adalah kegiatan

31 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu aatuan pendidikan.

Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: a) sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur; b) objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai; c) adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender; d) terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran; e) terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan; f) menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik; g) sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku; h) beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan; dan i) akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Sedangkan lingkup Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai instrumen penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk penilaian akhir dan/atau Ujian Sekolah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa serta memiliki bukti validitas empirik.

Mekanisme Penilaian hasil belajar oleh pendidik meliputi: a) perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus; b) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar

32 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

melalui penugasan dan pengukuran pencapaian satu atau lebih Kompetensi Dasar; c) penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan sebagai sumber informasi utama dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas atau guru kelas;

d) hasil penilaian pencapaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk predikat atau deskripsi; e) penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai; f) penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai; g) hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan oleh pendidik disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi; dan h) peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus mengikuti pembelajaran remedi. KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi Satuan Pendidikan.

Mekanisme penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan meliputi: a) menyusun perencanaan penilaian tingkat Satuan Pendidikan; b) KKM yang harus dicapai oleh peserta didik ditetapkan oleh Satuan Pendidikan, yakni KKM terendah dari semua muatan pelajaran dari semua kelas; c) penilaian dilakukan dalam bentuk Penilaian Akhir dan Ujian Sekolah; d) Penilaian Akhir meliputi Penilaian Akhir Semester dan Penilaian Akhir Tahun; e) hasil penilaian sikap dilaporkan dalam bentuk predikat dan/atau deskripsi; f) hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai, predikat dan deskripsi pencapaian kompetensi mata pelajaran; g) laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan guru berdasar hasil penilaian oleh pendidik dan hasil penilaian oleh Satuan Pendidikan; dan h) kenaikan kelas dan/atau kelulusan peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru. Hasil belajar yang diperoleh dari penilaian oleh pendidik digunakan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik selain peserta didik SDN 1 Tarogong.

Kriteria kenaikan kelas setidak-tidaknya harus memenuhi kriteria: pertama, keikutsertaan peserta didik dalam pembelajaran, kedua, ketuntasan mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan, dan ketiga, penilaian baik pada kompetensi sikap.

33 Dokumen 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus SDN 1 Tarogong

1. Penilaian hasil belajar peserta didik terdiri dari tiga tahap penting yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Perencanaan penilaian hasil belajar peserta didik harus disusun sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian. Pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik harus dilakukan secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya. Pelaporan hasil penilaian peserta didik harus disajikan secara objektif, akuntabel, dan informatif.

2. Perencanaan penilaian sikap dilakukan berdasarkan kompetensi inti sikap. Dalam perencanaan penilaian sikap, pendidik dapat mengikuti langkah-langkah: 1) merencanakan dan menetapkan sikap yang akan dinilai dalam pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran, pada penilaian sikap di luar pembelajaran guru

2. Perencanaan penilaian sikap dilakukan berdasarkan kompetensi inti sikap. Dalam perencanaan penilaian sikap, pendidik dapat mengikuti langkah-langkah: 1) merencanakan dan menetapkan sikap yang akan dinilai dalam pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran, pada penilaian sikap di luar pembelajaran guru