• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Keluarga dalam Lingkup Sistem Pendidikan Luar Sekolah a. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah

E. Hakekat Keluarga 1. Pengertian Keluarga

4. Pendidikan Keluarga dalam Lingkup Sistem Pendidikan Luar Sekolah a. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan Luar Sekolah merupakan salah satu sub sistem dari sistem Pendidikan Nasional yang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003, termasuk dalam jalur pendidikan nonformal dan informal. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah menurut Sudjana (2004: 15) adalah:

Setiap usaha yang dilakukan dengan sadar, sengaja, teratur dan berencana yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan dirinya sehingga terwujud manusia yang gemar belajar membelajarkan, mampu meningkatkan taraf hidup dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau pembangunan masyarakat.

Selanjutnya Coombs (1973) dalam Sudjana (2004:22), mengemukakan pengertian Pendidikan Luar Sekolah :

Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, diluar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya.

Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa kegiatan PLS dilakukan secara terprogram, terencana, dilakukan secara mandiri ataupun merupakan bagian pendidikan yang lebih luas untuk melayani peserta didik dengan tujuan mengembangkan kemampuan-kemampuan seoptimal mungkin serta untuk mencapai kebutuhan hidupnya.

Pendidikan luar sekolah yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, pada proses pelaksanaanya berbeda dengan pendidikan persekolahan yang apabila diidentifikasi dapat terlihat beberapa ciri-ciri pendidikan luar sekolah itu sendiri sebagaimana diungkapkan olah Djuju Sudjana (2004 : 30-33) yaitu : 1) Tujuan pendidikan luar sekolah bersifat jangka pendek dan khusus, serta kurang menekankan pentingnya ijazah; 2) Waktu pelaksanaan pendidikan luar sekolah relatif singkat, menekankan pada masa sekarang, serta menggunakan waktu tidak terus menerus; 3) Kurikulum pendidikan luar sekolah berpusat pada kepentingan-kepentingan peserta didik, mengutamakan aplikasi serta persyaratan masuk ditetapkan bersama peserta didik; 4) Proses pembelajaran pendidikan luar sekolah di pusatkan di lingkungan masyarakat dan lembaga, berkaitan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat, Struktur program yang luwes, berpusat pada peserta didik, serta penghematan sumber-sumber yang tersedia; 5) Pengendalian pendidikan luar sekolah dilakukan oleh pelaksana program dan peserta didik serta pendekatan demokratis hubungan anatara pendidik.

Pendidikan luar sekolah, sebagai kegiatan terorganisir dan sistematis di luar sub sistem pendidikan sekolah, bertujuan untuk membantu peserta didik dan masyarakat sehingga mereka selalu belajar tentang nilai-nilai, sikap, pengetahuan

dan keterampilan fungsional yang diperlukan untuk mengaktualisasikan diri dan untuk membangun masyarakat dan bangsa dengan selalu berorientasi pada kemajuan kehidupan di masa depan.

b. Pengertian Pendidikan Keluarga

Pendidikan keluarga merupakan bagian integral dari sistem Pendidikan Nasional Indonesia. Oleh karena itu norma-norma hukum yang berlaku bagi pendidikan di Indonesia juga berlaku bagi pendidikan dalam keluarga. Dasar hukum pendidikan di Indonesia dibagi menjadi tiga dasar yaitu dasar hukum Ideal, dasar hukum struktural dan dasar hukum operasional. Dasar hukum ideal adalah Pancasila sebagai sumber dari segala sumber tertib hukum. Oleh karena itu landasan ideal pendidikan keluarga di Indonesia adalah Pancasila. Tiap-tiap orang tua mempunyai kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila pada anak anaknya.

Keluarga merupakan suatu lembaga pendidikan luar sekolah. Pendidikan yang diselenggarakan dalam keluarga dapat digolongkan ke dalam jenis pendidikan yang bersifat informal. Hal ini berarti kedudukan keluarga sebagai lembaga pendidikan yang penting, karena pendidikan pertama dan utama yang diperoleh manusia adalah pendidikan dalam keluarga.

Pada kebanyakan situasi, pendidikan keluarga seringkali dimaknai sebagai pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, pendidikan keluarga seringkali lebih digambarkan sebagai iklim atau suasana kehidupan dalam keluarga. Dalam hal iklim keluarga, Soelaeman (1994: 48-50) serta (Ruth Smith, Svetlana Speight and Ivana La Valle:2010) menjelaskan bahwa istilah

iklim lebih merupakan kias untuk melukiskan apa yang dirasakan dan hayati atau dipersepsi oleh kelompok orang. Suasana ini berkaitan dengan perilaku orang tua, khususnya ibu dalam melakukan pola asuh, dalam arti menjadi teladan dan perilaku mendidik bagi anak-anaknya.

Dalam keluarga pendidikan yang diberikan pada anak-anaknya tidak bersifat terbatas. Pendidikan tidak hanya bertujuan agar anak cakap berbicara, dan berjalan yang berguna bagi diri anak itu sendiri, tetapi orang tua senantiasa memberikan masukan terhadap anak mengenai berbagai hal yang menyangkut kehidupan sosial, seperti tata cara pergaulan, sikap saling mencintai sesama manusia dan hubungannya dengan kholik serta berbagai perbuatan yang menjurus pada kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat.

Keluarga merupakan bagian dari sub sistem pendidikan luar sekolah. Keluarga juga termasuk kedalam tri pusat pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantoro yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, mengungkapkan sistem “Tri Centra” dengan mengatakan “Didalam hidupnya anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya, yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat.”

Sudjana (1991:43) mengungkapkan trikondisi/pusat pendidikan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keterkaitan antara kedua sub sistem pendidikan sekolah dan sub sistem pendidikan luar sekolah. Dan bagan berikut ini, akan terlihat ketiga pusat pendidikan tersebut menggambarkan rentetan keterkaitan antara sub sistem pendidikan luar sekolah dan sistem pendidikan sekolah.

Bagan 2.3 Tri Pusat Pendidikan Sumber : Djudju Sudjana (2004:46)

Dari uraian bagan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga memang merupakan bagian dari trisentra/tripusat/trikondisi pendidikan yang keberadaannya sangat utama bagi pelaksanaan pendidikan itu sendiri. Terlebih lagi dengan adanya lingkungan masyarakat dan sekolah sebagai penopang bagi terlaksananya kegiatan pendidikan.

Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pun masih menempatkan keluarga menjadi salah satu jalur dalam sistem pendidikan, yaitu jalur pendidikan informal yang memiliki peran sangat besar dalam pendidikan di Indonesia. Untuk selanjutnya, kaitan antara keluarga dengan Pendidikan Luar Sekolah, tentunya dapat dipahami bahwa jalur pendidikan non

Dokumen terkait