Berarti(kel) catatan pendidikan
PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI MANIFESTASI PENGUATAN PENDIDIKAN
KARAKTER Encep Nurkholis, M.Pd
Guru Matematika SMAN 1 Karangnunggal
endidikan Kepramukaan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 pasal 4 menyatakan bahwa Pendidikan Kepramukaan berisi perpaduan proses pengembangan nilai sikap dan keterampilan.
Proses pengembangan nilai sikap dan keterampilan ini tentunya harus mengacu pada kompetensi dasar masing masing pelajaran pada tiap tingkat. Pengembangan nilai sikap ini sejalan dengan peraturan presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Pendidikan Penguatan Karakter.
Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) tidak hanya menekankan pada oleh pikir, namun mendorong siswa untuk terampil dalam olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik). Pendidikan kepramukaan yang bersumber pada Dasa Dharma Pramuka sangat relevan dalam mewujudkan Pendidikan Penguatan Karakter.
Peran besar gerakan pramuka dalam pembentukan
P
hendaknya dapat diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ditinjau dari segi sosial budaya dari pembangunan bangsa maka pendidikan kepramukaan sesuai untuk mempersiapkan peserta didik untuk menanggulangi merosotnya karakter bangsa.
Model aktualisasi sebagai salah satu bentuk pendidikan kepramukaan akan membantu dalam memperbaiki dan meningkatkan penguatan karakter peserta didik. Karena dalam amanat kurikulum 2013 peserta didik bukan hanya dibekali dengan pengetahuan, tetapi dalam keterampilan dan sikap pun menjadi prioritas dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik.
Penyusunan materi dalam mempersiapkan model aktualisasi perlu pengkajian yang mendalam, agar materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan penilaian keterampilan dan sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pengintegrasian materi pembelajaran dalam kegiatan aktualisasi akan mempermudah penyerapan dan praktik materi yang terdapat dalam kompetensi dasar mata pelajaran. Budaya mutu yang diharapkan dari kegiatan aktualisasi adalah peserta didik membiasakan diri melaksanakan atau mempraktikan materi-materi aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pada saat di sekolah.
Dalam kegiatan aktualisasi ini ada pelajaran yang diperoleh diantaranya adalah 1) pendidikan kepramukaan ini menjadi alat dalam Penguatan Pendidikan Karakter; 2) perlu adanya proses dan pelaksanaan yang kontinu dalam menjadikan aktualisasi ini menjadi budaya mutu; 3) pendidik dan tenaga kependidikan harus terus melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga semua peserta didik memahami dan merasakan langsung pentingnya setiap mata pelajaran; 4)
mengajarkan bahwa semua warga harus terus belajar dan mempraktikkan setiap hal yang kita tahu dari hal-hal kecil dan dimulai pada saat mengetahuinya.
EKPEKTASI MERAIH MIMPI DI PERGURUAN TINGGI
Encep Nurkholis, M.Pd
Guru Matematika SMAN 1 Karangnunggal
ita lupakan sejenak urusan pilpres dan segala kepentingannya. Kini, saatnya kita mencermati perjuangan anak-anak bangsa yang tengah berjuang masuk ke perguruan tinggi. Sebagaimana diketahui bersama setidaknya ada tiga pintu masuk menuju PTN. Yakni, SNMPTN, SBMPTN, dan jalur Mandiri. Masuk UIN se-Indonesia menggunakan istilah SPANPTKIN. Sedangkan untuk masuk ke politeknik sekarang dikenal dengan PMDKPN dan jalur tulis, untuk masuk poltekes dikenal dengan istilah PMDP dan jalur tulis. Selain perguruan tinggi negeri, kedinasan, politeknik, poltekes, siswa pun mempunyai kesempatan di perguruan tinggi swasta.
Kuota perguruan tinggi yang belum mampu menampung banyaknya siswa pendaftar menjadi masalah yang menjadikan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Jawa barat masih dibawah APK nasional. Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah provinsi untuk meningkatkan APK, diantaranya dengan menjadikan perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri.
Kesadaran masyarakat terutama di daerah, masih sangat kurang dalam menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Jarak yang jauh, biaya kuliah yang tinggi menjadi alasan yang digunakan orang tua. Apalagi masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dan ekonomi yang lemah. Program bidik misi yang telah digulirkan oleh pemerintah belum dapat dipahami oleh masyarakat secara utuh.
Sosialisasi dari pemerintah di tingkat desa, kecamatan menjadi sangat penting dalam memberitahukan program-program pendidikan. Sekolah sebagai orang tua kedua mempunyai peranan yang sangat besar dalam memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Rapat orang tua melalui komite sekolah menjadi salah satu sarana untuk mensosialisasikan mengenai perguruan tinggi.
Peranan guru, terutama guru BK menjadi sangat dibutuhkan dalam mendata siswa yang mempunyai kesempatan dan memberikan peluang bagi siswa di sekolahnya. Sekolah dalam hal ini guru, seharusnya mampu mengarahkan dan memetakan siswa untuk masuk ke perguruan tinggi, baik siswa reguler atau bidik misi.
Untuk lolos SNMPTN, siswa harus memperhatikan rekam jejak alumni di universitas tersebut dengan memilih jurusan dengan peluang terbesar berdasarkan nilai rapor yang dimilikinya. SNMPTN hendaknya tidak dijadikan satu-satunya pintu masuk perguruan tinggi, siswa harus mempersipkan rencana sebanyak-banyaknya dari kesempatan yang ada. Apalagi jatah yang bisa ikut SNMPTN dari sekolah yang terakreditasi A saja hanya 40%, ini artinya semua siswa tetap harus mempersiapkan SBMPTN atau ujian mandiri dengan belajar maksimal. Selain itu, siswa mendaftarkan diri
ke politeknik, poltekes atau sekolah kedinasan yang sesuai dengan minatnya.
Jika siswa terlalu yakin dengan mengandalkan 1 pilihan, misalkan SNMPTN saja, maka apabila tidak lolos, persiapan untuk daftar jalur lain (jalur tulis) akan kurang dalam persiapannya. Dengan persiapan tes yang relatif singkat, dikhawatirkan hasilnya tidak akan maksimal.
Harapan untuk lolos perguruan tinggi merupakan harapan setiap siswa yang akan melanjutkan pendidikan sesuai dengan minatnya, namun kenyataannya masuk perguruan tinggi tidak semudah seperti yang diinginkan. Usaha siswa untuk menggapai harapan, harus didukung komponen lain yang ikut menjembatani ekspektasi mereka. Ketersediaan kuota perguruan tinggi, arahan guru di sekolah, kualitas sekolah, biaya dan dorongan dari orang tua serta peran aktif pemerintah agar ekspektasi mereka menjadi realita.
PUBLIKASI REGULASI PENERBITAN KIP KULIAH Encep Nurkholis, M.Pd
Guru Matematika SMAN 1 Karangnunggal1
emerintah telah mengintegrasikan dan mengubah program beasiswa Bidikmisi (BM) dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menteri keuangan mengatakan bahwa “Program KIP ini sebagai perluasan dan penyempurnaan Program Bidik Misi yang menyasar masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi”. Pada tahun ini pemerintah menitik beratkan pada mahasiswa yang memilih kuliah di perguruan tinggi vokasi atau politeknik, atau program studi sains dan teknologi dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi A ataupun B dengan kuota 420 ribu mahasiswa.
Namun pemahaman terkait pergantian BM menjadi KIP masih rendah. Beberapa survei mengatakan bahwa masyarakat menganggap BM akan di hapus dan di gantikan KIP, sehingga menimbulkan ketakutan bagi calon mahasiswa baru yang tidak mempunyai KIP.
Perbedaan yang signifikan mengenai BM dan KIP kuliah, BM direkomendasikan oleh pihak sekolah dibantu dengan data-data yang dibutuhkan di aplikasi, sedangkan KIP
P
merekomendasi, sebab KIP kuliah hanya dikeluarkan oleh Kementrian Sosial. Karena KIP kuliah ini terintegrasi langsung dengan KIP yang terkoneksi langsung dengan kementrian sosial, maka bagi peseta didik yang belum mempunyai KIP, harus segera mengusulkan agar menjadi bagian Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sedangkan peserta didik jenjang menengah yang merupakan penerima KIP pada jenjang sekolah bakal langsung terdata pada KIP Kuliah.
Sampai dengan saat ini, kementrian pendidikan dan kebudayaan belum menerbitkan regulasi yang pasti mengenai penerbitan KIP kuliah. Link http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ merupakan link resmi dari kemendikbud, namun masih proses perbaikan sehubungan dengan penyusunan dan pembahasan regulasi KIP kuliah yang belum selesai. Semoga link dapat segera diakses agar motivasi peserta didik calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi bangkit kembali, terutama perubahan mekanisme yang menekankan bahwa peserta didik dari golongan berpenghasilan rendah tetapi tidak mempunyai KIP dapat dengan mudah melanjutkan dan adanya kejelasan mengenai KIP kuliah yang diperolehnya nanti.
Program ini sangat baik apalagi ditambah dengan kuota yang bertambah banyak untuk tahun ini, namun rendahnya pemahaman masyarakat, sekolah dan peserta didik khususnya terkait hal tersebut dan lambatnya regulasi dari pemerintah bisa menjadi penghambat terealisasinya program tersebut. Untuk mengurangi perbedaan persepsi di masyarakat, peranan pemerintah melalui pemerintah daerah desa dan kecamatan, sekolah, mahasiswa alumni sekolah menengah dalam rangka penyebaran informasi dan publikasi
untuk meningkatkan pemahaman KIP kuliah ini dirasa penting. Hal ini dilakukan agar kesepahaman dapat terjadi untuk mewujudkan program sesuai dengan yang diinginkan. Semoga regulasi penerbitan KIP Kuliah ini dapat segera dirilis pemerintah dengan mekanisme yang memudahkan masyarakat pengguna KIP kuliah tanpa mengurangi esensi dari program tersebut.
LITERASI DAN NUMERASI DALAM MENGHADAPI