BAB III. PENDIDIKAN KESADARAN SOSIAL
A. Pengertian Pendidikan
2. Pendidikan Kristiani menurut Ajaran dan Pedoman Gereja
Pendidikan dilaksanakan di keluarga, di sekolah maupun di masyarakat. Pendidikan Kristiani bisa terselenggara di keluarga ataupun di sekolah. Pendidikan Kristiani di keluarga merupakan salah satu tujuan perkawinan Katolik, yang berarti bahwa setiap orang tua berkewajiban untuk mendidik anak-anaknya secara Kristiani seperti yang disebutkan dalam Kitab Hukum Kanonik (1055-§1). Dalam Gravissimum Educationis yaitu Deklarasi tentang Pendidikan Kristiani, pendidik
yang pertama dan utama dilakukan oleh orang tua dalam keluarga ”yang dijiwai oleh cinta kasih terhadap Allah dan manusia, sehingga membantu pendidikan pribadi dan sosial anak-anak yang utuh” (art.3). Melalui keluarga, pendidikan Kristiani dapat membantu anak untuk mencintai Allah dan sesamanya, untuk mendapat pengalaman pertama tentang masyarakat disekitarnya dan tentang Gereja, yang kemudian secara perlahan anak-anak diajak masuk dalam lingkup pergaulan Gereja ( GE, art.3)
Pendidikan Kristiani selain dilaksanakan dalam keluarga yaitu orang tua sebagai pendidik pertama dan utama untuk membina iman anaknya, juga dilaksanakan di sekolah yaitu berupa pengajaran agama melalui Kurikulum Pendidikan Agama. Selain Pendidikan Kristiani berarti pembinaan iman anak, pendidikan Kristiani juga berarti pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga Kristiani yaitu sekolah-sekolah Katolik. Kesimpulannya Pendidikan Kristiani wajib diberikan kepada setiap orang Kristiani yang telah dibabtis dan telah menjadi anak-anak Allah seperti dituliskan dalam Gravissimum Educationis yaitu Deklarasi tentang Pendidikan Kristiani artikel 2, dalam artikel tersebut juga tujuan Pendidikan Kristiani, yaitu :
...agar seseorang secara bertahap diantar untuk semakin mengenal rahasia rencana penyelamatan Allah, setiap hari tumbuh menjadi semakin sadar akan kurnia iman yang telah diterimanya; agar dia dapat belajar berbakti kepada Allah, khususnya melalui ibadat; agar dibina untuk menghayati hidup pribadinya dengan jujur dan dalam kesucian dan kebenaran, selaras dengan ukuran baru hidupnya. (GE, art.2)
Menurut Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes artikel 3, tujuan pendidikan adalah ”dapatlah dihasilkan bukan hanya wanita dan pria yang berbakat tinggi, melainkan juga pribadi-pribadi yang berjiwa besar.” Pendidikan dimaksudkan bukan
hanya membantu seseorang untuk memiliki kecerdasan di bidang intelektual saja, tapi juga bertumbuh pribadi yang berjiwa besar; berjiwa besar berarti mampu mengatasi hambatan-hambatan dalam hidupnya dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan hidup.
Pendidikan merupakan usaha untuk pembangunan manusia seutuhnya. Melalui pendidikan Kristiani, perlu ditambahkan pembangunan manusia seutuhnya dari sudut pandang Kristiani (Kongregasi Suci, 1988. art. 98). Pendidikan Kristiani merupakan sebuah proses, mengingat pribadi manusia selalu berkembang dinamis sesuai dengan jamannya, di mana pendidikan Kristiani berusaha untuk memadukan perkembangan pribadi dengan pertumbuhan dirinya sebagai ciptaan baru seperti yang tertulis dalam Lukas 2:40 ”Kanak-kanak itu bertumbuh dan menjadi kuat, penuh dengan kearifan;
dan kasih Allah ada pada-Nya.”
a. Tugas pendidikan Kristiani
Pendidikan Kristiani merupakan usaha Gereja dalam mengemban tugasnya untuk ikut serta membangun pribadi manusia menuju kedewasaan manusia. Yang dimaksud dengan manusia dewasa menurut Mardiatmadja (1986:53) adalah:
orang yang melampaui kedewasaan fisiknya mememiliki kemampuan-kemampuan intelektual dasar dan mempunyai keterampilan-keterampilan yang cukup berguna untuk berperan secara aktif dalam hidup kemasyarakatan serta siaga berwawan-sabda dengan sesama dan bersedia bekerja bagi kesejahteraan bersama. Lebih jauh, dewasa berarti bisa secara bebas memikul tanggung jawab bagi perkembangan hidupnya sendiri: yaitu berusaha terus menerus dan berani teguh serta memiliki kemampuan untuk memilih langkah hidup. Seseorang yang dewasa dapat menilai situasi secara sehat berdasarkan prinsip kebenaran dan cinta kasih.
”Makna Pendidikan yang mahapenting di dalam kehidupan manusia dan pengaruhnya yang makin besar terhadap kemajuan sosial dewasa ini, dipertimbangkan dengan cermat oleh Konsili Suci.” seperti ditulis dalam pembukaan Deklarasi Tentang Pendidikan Kristiani (Gravissimum Educationis). Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia yang menjadi perhatian bagi keluarga, Gereja dan masyarakat, karena tugasnya untuk memperkembangkan diri manusia. Pendidikan merupakan hak setiap orang baik itu wanita, pria, dan dari semua lapisan manapun untuk mendapatkan pendidikan berdasarkan martabat pribadi yang sama (GE, art.1). Pendidikan merupakan hak setiap orang tanpa memandang seseorang dari golongan manapun dalam mengembangkan dirinya, sehingga setiap anak atau pribadi berhak untuk mendapatkan pendidikan sebagaimanan mestinya. Situasi anak dari latar belakang manapun lebih-lebih bagi anak dari keluarga yang kurang mampu perlu mendapatkan perhatian secara khusus agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang memadai. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin maju perlu adanya usaha-usaha agar setiap pribadi mendapatkan pendidikan dengan baik. Secara khusus pendidikan Kristiani menjadi harapan bagi setiap pribadi untuk merasakan manfaat dari pendidikan tersebut dalam hidupnya. Sebagaimana dijelaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan merupakan aspek penting dalam hidup manusia maka Gereja pun memiliki tugas untuk mendidik, seperti dalam GE, artikel 3 :
...karena ia wajib mewartakan jalan keselamatan kepada semua orang dan menyalurkan hidup Kristus kepada orang-orang beriman, serta membantu mereka dengan keprihatinan yang terus menerus agar mereka dapat mencapai kepenuhan hidup ini. Maka sebagai Ibu, Gereja harus memberikan kepada putera-puterinya ini pendidikan yang meresapi seluruh kehidupan mereka dengan semangat Kristus. Serentak pula Ia membantu semua bangsa untuk
memajukan penyempurnaan pribadi manusia sepenuhnya dan untuk membina kepentingan masyarakat sejagat serta membangun dunia yang lebih manusiawi.
Tugas Gereja secara khusus dan berhak mendidik guna menolong orang-orang agar dapat mencapai kepenuhan hidup Kristiani juga dipertegas dalam KHK, 794 §1: ”Secara khusus tugas dan hak mendidik itu mengena pada Gereja yang diserahi perutusan ilahi untuk menolong orang-orang agar dapat mencapai kepenuhan hidup Kristiani.” Dengan demikian tugas mendidik merupakan tanggung jawab Gereja dalam mengusahakan perkembangan manusia seutuhnya. Kesimpulan tugas pendidikan Kristiani terangkum dalam KHK 795 yang berbunyi :
Pendidikan yang sejati harus meliputi pembentukan pribadi manusia seutuhnya, yang memperhatikan tujuan akhir dari manusia dan sekaligus pula kesejahteraan umum dari masyarakat, maka anak-anak dan kaum muda hendaknya dibina sedemikian sehingga dapat mengembangkan bakat-bakat fisik, moral, dan intelektual mereka secara harmonis, agar mereka memperoleh rasa tanggungjawab yang lebih sempurna dan dapat menggunakan kebebasan mereka dengan benar, dan terbina pula untuk berperan secara aktif dalam kehidupan sosial.
b. Sekolah sebagai pusat mendidik
Sekolah merupakan pusat untuk mendidik, untuk mengetahui tentang sekolah Katolik sebagai tempat mendidik terlebih dahulu akan diterangkan mengenai kekhasan sekolah Katolik, baru kemudian tentang sekolah Katolik sebagai pusat mendidik.