Bab II KONDISI KETENAGAKERJAAN
2.2. Penduduk Usia Kerja
Penduduk usia kerja (PUK) tahun 2009-2011 mengalami pertumbuhan sebesar 0,71 persen, yakni dari 169,33 juta orang pada tahun 2009 menjadi sebanyak 171.76 juta orang pada tahun 2011. Sedangkan pada tahun 2010 pertumbuhan PUK sebesar 1,62 persen sehingga menjadi sebanyak 172.07 juta orang. Pada tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami pertumbuhan sebesar -0,18 persen, yakni dari sebanyak 172,07 juta orang pada tahun 2010 turun menjadi 171,76 juta orang, hal tersebut terjadi karena adanya perubahan faktor-faktor demografis seperti tingkat kelahiran, kematian dan migrasi penduduk. Pertambahan penduduk
18
Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.Iusia kerja dengan berbagai karakteristik seperti pada jenis kelamin, golongan umur, tingkat pendidikan diuraikan sebagai berikut :
2.2.1 Penduduk Usia Kerja Menurut Golongan Umur
Penduduk usia kerja pada tahun 2009-2011 dilihat dari golongan umur terlihat mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Pada tahun 2010 sebagian besar masing-masing kelompok umur mengalami peningkatan, sedangkan pada tahun 2011 mayoritas kelompok umur mengalami penurunan.
Tabel 2.2
Penduduk Usia Kerja Menurut Golongan Umur Tahun 2009-2011 (Juta Orang)
Golongan Umur 2009 2010 2011 15-19 23.67 22.77 22.44 20-24 19.49 18.29 19.02 25-29 20.76 20.97 20.78 30-34 19.99 20.75 21.06 35-39 17.92 18.56 18.56 40-44 16.30 17.12 17.04 45-49 13.67 14.17 14.00 50-54 11.38 12.05 11.99 55-59 8.19 8.72 8.57 60+ 17.95 18.68 18.29 Jumlah 169.33 172.07 171.76
Sumber : BPS, Sakernas Tahun 2009,2010,2011
Pada tahun 2010 PUK yang paling besar pertumbuhannya pada golongan umur 55-59 tahun yaitu mencapai 6,41 persen, disusul golongan umur 50-54 tahun yaitu sebesar 5,90 persen, sedangkan yang mengalami pertumbuhan paling minus pada golongan umur 20-24 tahun mencapai -6,20 persen dan disusul golongan umur 15-19 tahun mencapai sebesar -3,78 persen. Sedangkan untuk proporsi PUK yang terbesar pada golongan umur 15-19 tahun yaitu mencapai sebesar 13,23 persen, disusul golongan umur 25-29 tahun yaitu mencapai sebesar 12.19 persen. Sedangkan pada tahun 2011 pertumbuhan PUK rata-rata mengalami penurunan, kecuali golongan umur 20-24 tahun
Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.I
19
mengalami pertumbuhan sebesar 4.01 persen dan golongan umur 30-34 tahun sebesar 1.52 persen. Adapun golongan umur lainnya mengalami pertumbuhan negatif antara -0.02 s.d -2,06 persen. Sedangkan proporsi yang terbesar pada golongan umur 15-19 tahun sebesar 22.44 juta orang atau 13,06 persen dan disusul umur 30-34 tahun sebesar 21.06 juta orang atau 12,26 persen, sedangkan yang terkecil proporsinya adalah usia 55-59 tahun sebesar 8.57 juta orang atau 4.99 persen.
2.2.2 Penduduk Usia Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
Penduduk usia kerja menurut tingkat pendidikan pada tahun 2009-2011 secara nasional sebagian besar masih didominasi yang berpendidikan Sekolah Dasar. Proporsi penduduk yang berpendidikan maksimum SD sebesar 50,09 persen pada tahun 2009, menurun menjadi sebesar 48,82 persen pada tahun 2010, dan menurun lagi menjadi 47,75 persen pada tahun 2011. Penurunan proporsi PUK yang berpendidikan maksimum SD ini mendorong peningkatan proporsi PUK yang berpendidikan di atasnya (SMTP s/d Universitas). Dengan masih besarnya proporsi PUK yang berpendidikan maksimum SD ini menunjukkan tingkat kualitas penduduk usia kerja masih sangat rendah.
Untuk tahun 2010 maupun 2011 PUK yang berpendidikan SMTP ke atas semuanya mengalami kenaikan, kecuali pada tahun 2011 untuk PUK yang berpendidikan SMTA Kejuruan mengalami sedikit penurunan sebanyak 0,11 juta menjadi 12.63 juta orang, yang pada tahun sebelumnya sebesar 12.74 juta orang. Sedangkan untuk Maksimum SD mengalami penurunan sebesar -1,99 persen. Adapun PUK yang mengalami pertumbuhan terbesar pada tahun 2011 adalah yang berpendidikan SMTA Umum sebesar 4,28 persen sehingga jumlahnya mencapai 27,38 juta orang, sedangkan yang berpendidikan universitas tumbuh sebesar 3,94 persen menjadi 6,93 juta orang.
20
Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.ITabel 2.3
Penduduk Usia Kerja Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2009-2011 (Juta Orang)
Tingkat Pendidikan 2009 2010 2011 SD 84.82 84.00 82.01 SMTP 37.08 38.30 38.67 SMTA Umum 25.13 26.26 27.38 SMTA Kejuruan 12.38 12.74 12.63 Diploma 3.88 4.11 4.14 Universitas 6.04 6.66 6.93 Jumlah 169.33 172.07 171.76
Sumber : BPS, Sakernas Tahun 2009,2010,2011
2.2.3 Penduduk Usia Kerja Menurut Jenis Kelamin
Pertumbuhan penduduk usia kerja menurut jenis kelamin pada tahun 2009-2011 terlihat fluktuatif dan jumlahnya lebih didominasi oleh perempuan. Pada tahun 2009 penduduk usia kerja laki-laki sebanyak 84.17 juta orang dan perempuan sebanyak 85,15 juta orang, tahun 2010 penduduk usia kerja laki-laki meningkat menjadi sebanyak 85,82 juta orang atau naik sebesar 1.96 persen dan kelompok perempuan menjadi sebanyak 86,25 juta orang atau naik sebesar 1,29%. Sedangkan tahun 2011 penduduk usia kerja yang berjenis kelamin laki-laki menurun menjadi sebanyak 85,71 juta orangatau berkurang sebesar 0,11 juta orang, begitu pula yang berjenis kelamin perempuan menurun menjadi sebanyak 86,05 juta orang atau turun 0,20 juta orang.
Tabel 2.4
Penduduk Usia Kerja Menurut Jenis Kelamin Tahun 2009-2011 (Juta Orang)
Jenis Kelamin 2009 2010 2011
Laki-Laki 84.17 85.82 85.71
Perempuan 85.15 86.25 86.05
Jumlah 169.33 172.07 171.76
Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.I
21
2.2.4 Penduduk Usia Kerja Menurut Provinsi
Penduduk usia kerja menurut provinsi pada tahun 2009-2011 secara nasional sebagian besar terdapat pada provinsi Jawa Barat. Proporsi penduduk usia kerja di provinsi Jawa Barat sebesar 17,82 persen pada tahun 2009, menurun menjadi sebesar 17,60 persen pada tahun 2010, dan mengalami peningkatan menjadi sebesar 18,10 persen pada tahun 2011. Disusul oleh provinsi Jawa Timur yang mempunyai proporsi penduduk usia kerja terbesar kedua yakni sebesar 17,35 persen pada tahun 2009, menurun menjadi sebesar 16,43 persen pada tahun 2010, dan pada tahun 2011 mengalami peningkatan sehingga menjadi sebesar 16,56 persen.
Penduduk usia kerja yang terendah selama tahun 2009-2011 terdapat pada provinsi Papua Barat yakni sebanyak 0,51 juta orang pada tahun 2009, menurun menjadi 0,49 juta orang pada tahun 2010, dan pada tahun 2011 mengalami peningkatan sehingga menjadi sebanyak 0,52 juta orang. Provinsi Maluku Utara merupakan provinsi yang mempunyai penduduk usia kerja terendah kedua setelah provinsi Papua Barat yakni sebanyak 0,66 juta orang pada tahun 2009, meningkat menjadi 0,67 juta orang pada tahun 2010 dan terus meningkat lagi sehingga menjadi sebanyak 0,69 juta orang pada tahun 2011.
22
Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.ITabel 2.5
Penduduk Usia Kerja Menurut Provinsi Tahun 2009-2011 (Juta Orang)
Provinsi 2009 2010 2011 NAD 3.04 3.07 3.14 Sumatera Utara 9.11 9.52 8.76 Sumatera Barat 3.38 3.31 3.34 R I A U 3.64 3.73 3.86 J A M B I 2.00 2.35 2.21 Sumatera Selatan 5.07 5.22 5.30 Bengkulu 1.18 1.19 1.21 Lampung 5.35 5.82 5.44 Bangka Belitung 0.83 0.93 0.89 Kepulauan Riau 1.06 1.20 1.26 DKI Jakarta 7.04 7.77 7.42 Jawa Barat 30.18 30.29 31.08 Jawa Tengah 24.67 23.87 23.91 D.I. Yogyakarta 2.87 2.70 2.72 Jawa Timur 29.37 28.27 28.44 B A N T E N 6.84 8.13 7.69 B A L I 2.73 2.90 2.95
Nusa Tenggara Barat 3.06 3.38 3.13 Nusa Tenggara Timur 3.12 2.93 3.00
Kalimantan Barat 3.00 3.00 3.02 Kalimantan Tengah 1.47 1.53 1.56 Kalimantan Selatan 2.54 2.58 2.63 Kalimantan Timur 2.27 2.48 2.58 Sulawesi Utara 1.69 1.64 1.66 Sulawesi Tengah 1.75 1.76 1.80 Sulawesi Selatan 5.66 5.57 5.62 Sulawesi Tenggara 1.42 1.46 1.48 GORONTALO 0.70 0.71 0.73 Sulawesi Barat 0.75 0.74 0.76 Maluku 0.91 0.98 1.01 Maluku Utara 0.66 0.67 0.69 Papua Barat 0.51 0.49 0.52 Papua 1.45 1.86 1.96 Jumlah 169.33 172.07 171.76
Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.I