SITUASI UPAYA KESEHATAN
D. Keadaan Lingkungan
2. Penduduk yang memiliki Akses Air Minum yang Layak
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 menyatakan bahwa persyaratan kualitas air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air yang layak diminum mempunyai standar tertentu yakni telah memenuhi persyaratan fisik, kimiawi, bakteriologis dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Berdasarkan data Riskesdas
75.7 62 56 50 41.5 42 56.7 85.26 64.29 61.87 66.8 39.24 38.57 62.68 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Kota Gtlo Kab. Gtlo Kab.
Boalemo
Kab. Pohuwato
Kab. Bonbol Kab. Gorut Prov
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 80 tahun 2013 proporsi Rumah tangga yang mengolah air minum sebelum diminum Provinsi Gorontalo mencapai 82,5%, sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pekerjaan Umum 2013, akses air minum di Indonesia saat ini baru melayani 58,05% dengan kelayakan sanitasi mencapai 57,35%.Persentase akses air minum yang memenuhi syarat kesehatan Nasional Tahun 2013 ditarget sebesar 63,5%.Dari target ini dapat dilihat terlebih dahulu capaian rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum hasil Riskesdas tahun 2013 sebagai berikut :
Gambar : 4.14
Proporsi Rumah Tangga Yang Memiliki Akses Terhadap Sumber Air Minum Improved Menurut Provinsi Tahun 2007, 2010 dan 2013
Sumber : Riskesdas Tahun 2013
Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, 2010 dan 2013 kecenderungan proporsi Rumah Tangga yang memiliki akses sumber air minum nasional mengalami peningkatan yakni tahun 2007 : 62,0%, tahun 2010 : 62,9%, tahun 2013 : 66,8% dengan capaian Provinsi Gorontalo berdasarkan Riskesdas yakni 70,4% rumah tangga yang memiliki akses sumber air minum
Improved.Target capaian Provinsi Gorontalo tahun 2014 tentang persentase
penduduk yang memiliki akses terhadap air minum berkualitas yakni 68,87%, dari capaian Riskesdas capaian ini sudah melebihi target provinsi, tetapi masih perlu peningkatan terus menerus terhadap akses air minum yang layak ini. Data capaian indikator akses air minum memenuhi syarat Provinsi Gorontalo Tahun 2014 yang bersumber dari Profil Kesehatan Kabupaten / Kota mengalami
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 81 persentaase penduduk dengan akses air minum memenuhi syarat sebesar 58% naik di tahun 2014 sebesar 66,32%. Selengkapnya dapat dilihat dari gambar berikut :
Gambar :4.15
Persentase Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Minum Layak Kabupaten / Kota se Provinsi Gorotalo Tahun 2013 - 2014
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 - 2014`
Gambar diatas menunjukkan capaian kabupaten / Kota menurut laporan rutin dari program Kesehatan Lingkungan tahun 2014 tentang proporsi penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air minum yang layak sebesar 66,3%. Capaian ini masih lebih rendah dari target daerah yang menargetkan sebesar 67% penduduk dengan akses air minum yang layak. Tertinggi akses air minum adalah di Kota Gorontalo dari tahun 2013 sebesar 78% meningkat di tahun 2014 menjadi 86,6%. Kemudian tertinggi berikutnya di Kabupaten Boalemo tahun 2013 dengan capaian 75% meningkat menjadi 74,8% ditahun 2014. Hasil terendah tahun 2013 di Kabupaten Boalemo yang hanya mencapai 15% penduduk dan ditahun 2014 terendah di Kabupaten Pohuwato dengan capaian 39,4%. Dari pencapaian ini rata – rata seluruh kabupaten / Kota mengalami peningkatan dan upaya ini bukan tanpa kendala melainkan masih terdapat beberapa kendala dan upaya penyelesaian masalah pada masyarakat.
Kota Gtlo Kab. Gtlo Kab. Boalemo Kab. Pohuwato Kab. Bonbol Kab. Gorut Prov 78 75 15 56 48 51 58 86.6 74.8 63.4 39.4 52.2 60.1 66.3 2014 2013
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 82 3. Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi yang Layak
Upaya untuk dapat meningkatkan akses sanitasi yang layak terus dilakukan karena merupakan faktor fundamental dalam mencapai kesehatan masyarakat.Sanitasi yang buruk berdampak negatif pula kualitas kehidupan masyarakat.Target RPJMD Provinsi Gorontalo terhadap Akses Sanitasi yang Layak adalah 61% tahun 2014. Dari tahun 2013 akses sanitasi belum mencapai optimal, hal ini antara lain dikarenakan kesadaran masyarakat untuk menggunakan sarana sanitasi (jamban) belum secara merata dilakukan. Berikut data penduduk dengan akses sanitasi yang layak Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo tahun 2014yakni :
Gambar :4.16
Persentase Penduduk dengan Akses Sanitasi Layak (Jamban Sehat) Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo Tahun 2013– 2014
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2014
Gambar diatas menunjukkan persentasependuduk dengan akses sanitasi layak (Jamban Sehat) yang memenuhi syarat kesehatan masih rendah dan belum mencapai target (61%). Akses sanitasi layakyang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalahjenis leher angsa sebanyak 538.996 penduduk dan yang memenuhi syarat sebanyak 510.616 penduduk atau 94,73%. Sarana jamban sehat berikutnya yakni jenis Komunal sebanyak134.601 penduduk pengguna dengan jumlah yang memenuhi syarat sebanyak 120.184 atau sebanyak 89,29%. Sarana jenis komunal yakni sarana yang digunakan secara bersama termasuk MCK.Untuk jenis sarana plengsengan masuk pada kategori tidak memenuhi
77 55 57 50 38 29 53 85.6 62 61.6 49 39.1 32.3 58.3 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Kota Gtlo Kab. Gtlo Kab. Boalemo Kab. Pohuwato Kab. Bonbol Kab. Gorut Prov 2014 2013 Target RPJMD 61%
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 83 dimasukkan pada kelompok yang tidak mendapatkan akses sanitasi yang layak yaitu sebesar 17.232 penduduk pengguna.
Dalam upaya penyehatan lingkungan juga terdapat program yang dilaksanakan di desa yakni melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). STBM merupakan Desa yang sudah melakukan upaya penerapan sanitasi berbasis masyarakat minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja masyarakat/ Natural Leader dan telah mempunyai rencana tindak lanjut untuk menuju Sanitasi Total. Untuk Tahun 2014 Persentase Desa yang melaksanakan STBM diProvinsi Gorontalo sebesar 60,4%, capaian ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 yakni sebesar 35,8%. Tertinggi persentase STBM adalah di Kota Gorontalo (100%), kemudian disusul kabupaten Gorontalo Utara (100%) Pohuwato (99%) KabupatenBoalemo (60,7%), Kabupaten Gorontalo sebanyak 46,3% dan terendah Desa yang melaksanakan STBM yakni Kabupaten Pohuwato (11,43%). Permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penyehatan lingkungan adalah sebagai berikut :
- Kebijakan pemerintah daerah yang belum berkomitmen terhadap program menyangkut akses air minum yang layak dengan dibuktikan alokasi anggaran dari APBD untuk program tersebut mulai dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten masih rendah.
- Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk mendukung program pemerintah (program pemberdayaan sering gagal) karena masyarakat lebih bergantung pada bantuan secara fisik dari pemerintah. - Kesiapan sumber Daya Manusia (SDM) yang ada diwilayah Kabupaten /
Kota masih kurang
- Adanya tupoksi ganda terhadap petugas sanitarian sehingga tidak fokus pada pencapaian program penyehatan lingkungan.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 84