HASIL PENELITIAN
4.2. Hasil Wawancara
4.2.1. Wawancara dengan Pengelola Program PJKMU Madani (Walikota, DPRD Kota Tanjung Balai, Dinas Kesehatan, PT Askes, RSUD Tengku
Mansyur dan Kepala Puskesmas)
1. Jawaban Wawancara berdasarkan variabel penelitian Tentang Aspek Kebijakan No Peran Pemerintah Kota
1. Walikota Kota Tanjung Balai
Dalam masalah kebijakan di bidang kesehatan sudah tentu melibatkan pemerintah, artinya bahwa pemerintah berperan penuh dalam perumusan kebijakan ini. Karena memang yang merumuskan kebijakan ya pemerintah bukan sektor swasta. Tentunya dalam merumuskan kebijakan program ini kita memiliki latar belakang yang jelas, yaitu karena ternyata program layanan kesehatan yang ditawarkan pemerintah tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang terjangkau. Artinya program nasional tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang ada di daerah. Jadi, kami memandang perlu ada program layanan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah daerah.
Peran lain?peran mengawasilah…sebagaimana lazimnya, kalau kita sudah merumuskan kebijakan, maka kita harus memantau dalam arti mengawasi berjalannya program tersebut. Jangan sampai ada penyimpangan-penyimpangan. Dalam hal ini kita bekerjasama dengan Dinas kesehatan. Dalam hal pendataan siapa yang berhak untuk mendapatkan layanan ini, kita bekerjasama dengan Badan Pusat statistic Kota Tanjung Balai. Jadi siapa-siapa masyarakat yang termasuk dalam keluarga miskin ya berhak mendapatkan layanan program ini.
DPRD Kota Tanjung Balai
Sebagaimana amanat yang kita emban dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat adalah menciptakan suasana yang tenang, nyaman bagi masyarakat. Terpenuhi kebutuhan dasarnya, misalnya layanan kesehatan. Termasuk PJKMU Madani ini merupakan program yang kita rumuskan dengan tujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat. Kita membicarakan hal ini dengan Walikota dan pihak-pihak terkait lainnya, sehingga terumus program ini. Jadi, sejauh ini peranan kita masih sebatas merumuskan dan mengawasi. Masalah pengawasan kita serahkan pada Dinas Kesehatan yang memberikan laporan kepada Bapak Walikota
Kalau masalah peran pemerintah dalam menentukan keluarga miskisn, kita serahkan sepenuhnya pada BPS Tanjung Balai. Mereka telah memiliki standar mana keluarga yang masuk kategori miskin, mana yang tidak.
Badan Pusat Statistik Kota Tanjung Balai
Kita memang mendapat mandat dari pemerintah Kota Tanjung Balai untuk melakukan pendataan masyarakat yang berhak mendapatkan layanan ini. Namun harus kami akui bahwa kami tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan dari pihak kelurahan dan lingkungan masyarakat yang terdekat. Karena yang paling tau kondisi masyarakat di daerah yang bersangkutan adalah pemerintahnya, dalam hal ini kalau bukan Lurah ya RT atau RW atau keplingnya. Cara kerjanya adalah kita memberikan form isian yang harus diisi masyarakat yang mana isian tersebut akan membawa kita pada kesimpulan keluarga ini miskian atau tidak. BPS kan sudah memiliki 14 kriteria tentang keluarga miskin. Kita gunakan itu.
Dari hasil wawancara dapat dilihat bahwa pemerintah memiliki peran utama dalam merumuskan kebijakan tentang Program Jaminan Kesehatan Umum Madani (PJKU) Madani. Namun dalam hal penentuan keluarga yang berhak mendapatkan layanan kesehatan ini, masih dinilai kurang tepat. Karena yang berperan mutlak adalah BPS yang memiliki kriteria miskin. Di samping itu, masyarakat juga dapat memperoleh kartu untuk menggunakan program ini dari lurah setempat. Karena yang dianggap paling mengetahui kondisi masyarakat secara umum adalah lurah dan pemerintahan yang ada di bawahnya (RT/RW/Kepala Lingkungan ). Teknik pendataan masyarakat miskin untuk PJKMU Madani dilakukan oleh masing-masing kelurahan. Tim yang diikutsertakan dalam pendataan tersebut adalah Kepala Lingkungan di kelurahan dan Badan Pusat Statistik. Kriteria yang digunakan sebagai dasar pendataan masyarakat miskin adalah kriteria yang dipakai dari Badan Pusat Statistik. Dalam melakukan pendataan, seluruh aparat dijajaran kecamatan dan kelurahan serta kepala lingkungan ikut terlibat. Disamping dari instansi terkait, antara lain dari pihak Dinas Kesehatan dan pihak BPS.
Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap masyarakat penerima PJKU umum diketahui bahwa sasaran layanan ini masih kurang maksimal. Karena masih ada keluarga yang sebenarnya tidak layak/tidak pantas mendapatkan layanan ini karena sebenarnya dinilai mampu dari segi ekonomi. Kesulitan dan masalah ini muncul karena dalam melakukan pendataan masyarakat miskin masih ditemukan laporan yang tidak benar. Artinya masih ada masyarakat yang mengaku keluarga miskin padahal sebenarnya masuk dalam keluarga kategori mampu.
Usulan untuk memperbaiki masalah yang dihadapi dalam melakukan pendataan, yaitu supaya data sasarannya di update paling tidak satu tahun sekali. Verifikasi data masyarakat miskin dilakukan, apabila ditemukan ketidaktepatan sasaran. Sistem data base masyarakat miskin sudah menggunakan komputerisasi, dan juga sudah terintergrasi dengan data peserta askes komersial dan sosial. Dalam hal ini dituntut kerja keras, kejujuran dan ketelatenan dari pemerinath setempat untuk selalu melakukan pengawasan agar program ini tepat sasaran.
No Sosialisasi
2. Walikota Kota Tanjung Balai
Masalah sosialisasi program ini?wah, kita sangat gencar mensosialisasikan nya. Melalui media cetak, media elektronik, brosur, pengumuman di Puskesmas dan juga melalui lurah-lurah kita itu.
DPRD Kota Tanjung Balai
Sosialisasi terhadap program ini sudah cukup bagus. Masyarakat juga bisa mendapatkan informasinya ke kantor lurah atau bahkan ke Dinas kesehatan. Karena memang kita ada buat program sosialisasi. Sosialisasi dilakukan lewat berbagai kesempatan, seperti: Minlok di puskesmas, ceramah kesehatan, penyuluhan, selebaran, sepanduk, ceramah di rumah ibadah dan sekolah, maupun saat rapat-rapat. Tidak ada kendala dalam sosialisasi program PJKMU Madani ini.
Dinas Kesehatan Kota Tanjung Balai
Sosialisasi PJKMU Madani dilakukan bersama, antara pihak PT. Askes, Pemerintah Kota, dan Dinas Kesehatan ke masing-masing kecamatan, yang dihadiri oleh seluruh Kepala lurah, kepala lingkungan, dan masyarakat peserta PJKMU Madani. Pada sosialisasi, masalah yang muncul adalah perbedaan jenis pelayanan yang didapatkan peserta Jamkesmas dan peserta PJKMU Madani. Untuk mengantisipasi masalah tersebut sangat tergantung kepada kemampuan keuangan daerah.
Sampai saat ini masalah perbedaan itu tetap ada. Oleh karena kemampuan keuangan daerah, Pemerintah Kota belum dapat mencakup seluruh pelayanan, seperti terdapat dalam Jamkesmas, terutama yang kami sampaikan sebelumnya terhadap penyakit-penyakit keganasan. Monitoring dan evaluasi dilakukan atau disampaikan secara tertulis oleh peserta ke lurah, ke camat, ataupun ke PT. Askes sediri, maupun ke Pemerintah Kota. Pelaporan dilakukan satu bulan sekali.
Sosialisasi yang dilakukan pemerintah hanya seputar masalah keberadaan program tersebut. Namun, sosialisasi prosedur dan tata cara pendataan, bagaimana cara mendapatkan layanan dari program ini dan persyaratan yang harus dipenuhi masih kurang maksimal. Hal ini terbukti dari masih adanya pasien yang berobat ke rumah sakit rujukan yang belum melengkapi berkas administrasi. Masyarakat mengira bahwa pemerintah sudah mensubsidi biaya pengobatan, maka segala urusan administrasi sudah tidak perlu lagi. Ketika hal ini dikonfirmasikan dengan masyarakat pengguna program ini dijawab bahwa mereka mengetahui adanya program ini, tapi bagaimana prosedurnya, rumah sakit mana saja yang bisa memberikan layanan ini, pasien dengan jenis penyakit yang dapat dilayani, mereka tidak tahu. Mereka bertanya setelah tiba di rumah sakit dan hendak berobat.
Oleh karena itu, kiranya perlu bagi pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak terkait ( media, lurah, RT/RW) untuk selalu mensosialisasikan secara berkelanjutan
prosedur dan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat yang menyatakan bahwa pelayanannya panjang dan berbelit-belit.
No Proses Pembuatan Kebijakan 3. Walikota Kota Tanjung Balai
Proses pembuatan kebijakannya dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Awalnya kita melihat ada permasalahan yang muncul sehubungan dengan kuota Jamkesmas yang tidak sampai ke daerah. Yang merumuskan kebijakan ini kan dari Bapak/Ibu kita yang ada di dewan perwakilan. Tentunya dengan melihat berbagai permasalahan, melihat berbagai kekuatan yang kita miliki.
DPRD Kota Tanjung Balai
Kebijakan kan merupakan produk pemerintah. Kebijakan biasanya dikeluarkan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Kemarin pemerintah pusat ada mencanangkan program Jaskesmas, ternyata program itu gak sampai ke daerah, tapi daerahkan perlu juga meningkatkan kualitas kesehatan, makanya pemerintah daerah Kota Tanjung Balai juga membuat program jaminan kesehatan .
4. Walikota Kota Tanjung Balai
Kita tetap melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Laporan kita terima dari Dinas Kesehatan, yang mana Dinas kesehatan ini akan meminta data secara langsung kepada PT Askes, sedangkan PR askes mendapat informasi ini dari Rumah Sakit.
Pertanggungjawaban dilakukan secara transparan dan laporan yang dilaporkan berupa jumlah kunjungan rawat jalan, rawat inap, operasi, pemakaian obat-obatan, bahan habis pakai, jasa petugas, jasa sarana, ATK, transportasi rujukan, biaya operasional, biaya sosialisasi dan sebagainya. Laporan ditujukan kepada Pemerintah Kota Tanjung Balai yang direkap oleh PT. Askes dari laporan-laporan sarana fasilitas pelayanan kesehatan.
DPRD Kota Tanjung Balai
Selain pemantauan secara tertulis yang dilaporkan pada komisi kami, juga berdasarkan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat baik secara langsung ataupun melalui media. Tentunya program ini masih memiliki kekurangan di sana sini. Misalnya dari segi ketersediaan fasilitas, jumlah layanan kesehatan dan sebagainya. Dan kita berupa semaksimal mungkin untuk terus memperbaikinya.
Dinas Kesehatan
pemantauan dan evaluasi kita lakukan juga. Kita sudah berkomitmen dengan pihak Askes untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu kami tetap meminta laporan tentang berapa jumlah pasien, obat yang habis terpakai, berapa kali operasi dilaksanakan dan sebagainya. Pertanggungjawaban dan transparansi penggunaan dana akan disampaikan oleh PT. Askes dengan pihak yang berkepentingan setiap enam bulan sekali pada saat dilakukan pertemuan.
Laporan keuangan dibuat oleh PT. Askes, dan ditujukan kepada Pemerintah Kota Tanjung Balai. Selain untuk klaim biaya, juga untuk mengukur kualitas pelayanan para meedis kita.
Dari hasil wawancara dapat diketahui bahwa pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan evaluasi dan pemantauan hanya berdasarkan laporan tertulis. Sedangkan pemantauan dan evaluasi dengan melihat langsung di lapangan masih belum dilaksanakan. Misalnya bagaimana kualitas obat, kualitas pelayanan dan sebagainya, masih kurang mendapat perhatian. Hal ini berdasarkan pengakuan dari salah seorang pengguna program ini. Dikatakan bahwa pelayanan di rumah sakit memang sudah cepat, namun kualitas obat yang diberikan belum bagus. Masyarakat tidak mempermasalahakan kualitas obat karena mereka menganggap bahwa resiko berobat gratis adalah tidak dapat memilih obat kualitas terbaik. Masyarakat sudah merasa nyaman bila dokter sudah menangani mereka dan mengetahui jenis penyakit mereka. 2. Jawaban Wawancara Berdasarkan Variabel Penelitian Tentang Aspek
Kepesertaan
No Penentuan Masyarakat Miskin 1. Walikota Kota Tanjung Balai
Kita serahkan pada lurah dan perangkat desa lainnya. Kita percaya mereka akan bekerja dengan jujur dan objektif. Tapi terkadang masalah yang muncul bukan karena masalah jujur atau tidak, tapi karena memang sulit mendata masayarakat karena tidak lengkap berkas kependudukannya.
Misalnya gak punya alamat tetap, KTP atau KK gak punya. Jadi petugas kewalahan. Terkadang masyarakat ni pindah ke kota lain tapi gak lapor. DPRD Kota Tanjung Balai
Pendataan masayarakat miskin kita serahkan pada pemerintahan lurah, RT, RW dan Kepling. Karena mereka yang paling tau tentang kondisi warga kita. Oleh karena itu sangat dituntut kejujuran, ketelitian dan objektivitas dari para petugas kita dalam pendataan masyarakat miskin kita. Ini penting karena menyangkat masalah hak dasar manusia. Jangan sampai yang berhak tapi tidak dapat, tapi yang tidak berhak malah dapat menikmati fasilitas ini.
Dinas Kesehatan
Dalam penentuan sasaran maskin, kriteria yang dipakai berdasarkan kantor badan statistik dalam menentukan kriteria maskin yang menerima pelayanan PJKMU Madani. Yang melakukan pendataan sasaran adalah tenaga dari kepegawaian statistik dan tenaga dari kelurahan
PT Askes
Dalam menentukan sasaran masyarakat miskin biasanya berdasarkan ketentuan dari DPR, dan Badan Pusat Statistik. Hanya saja sifatnya PT. Askes disini tidak ada turut ambil bagian dalam pendataan, yang langsung adalah pihak Pemko. Pemko dan Pemkab dalam hal ini bekerja sama, mungkin leading sektornya adalah asisten 2 selaku kestras. Turunannya kepada seluruh camat, dan sektor kesehatan mungkin langsung kepada kepala puskesmas dan bidan desa.
Dari jawaban di atas dapat disimpulkan bahwa masih ditemukan kendala dalam penentuan target sasaran dari program ini. PT Askes mengeluarkan kartu keanggotaan berdasarkan data yang diperoleh dari lurah, RT atau RW. Seringnya terjadi kesalahan pendataan karena pihak kelurahan tidak memiliki data kependudukan yang lengkap. Misalnya karena warga tidak memiliki KTP, KK atau karena bukan warga tetap. Sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan terhadap seorang warga yang tidak termasuk dalam peserta program ini :
Nama : Budi Umur : 31 Tahun Pendidikan : SMA
“Kalau untuk orang seperti kami keknya sulit lah mendapatkannya. Kesulitannya karena kita tidak tahu prosedurnya kek mana. Apa tidak disosialisasikan sama Kepling ? kalau bagi saya sendiri, susahnya karena sering pindah rumah, artinya belum ada rumah yang tetap. Sehingga untuk jumpa Kepling pun susah.Waktu pindah kan bapak melapor sama Kepling, apakah bapak tidak terdaftar dalah jumlah penduduk di wilayah itu ? melapor, kadang kepling yang mau kita jumpai itu tidak tahu kita keplingnya siapa. Terus misalnya nanti kalo ada sesuatu, orang itu tidak (kepling) ada konsultasi sama kita.Saya memang asli penduduk Kota Tanjungbalai, jadi perpindahannya itu hanya beda kampung atau gang saja. Kami jarang konsultasi sama kepling karena keplingnya ada yang gampang dijumpai dan terkadang juga keplingnya mau keluar kota. Sehingga setiap kami pindah, ada yang melapor ke kepling dan ada yang tidak. Jadi susahnya mendapatkan kartu PJKMU Madani itu karena sering pindah-pindah, atau karena bukan penduduk tetap di daerah tersebut, meskipun kami merupakan penduduk Tanjungbalai.”
Sedangkan menurut masyarakat lain, pendataan peserta PJKMU ini masih belum akurat karena ada masyarakat yang sebenarnya tidak layak mendapatkan fasilitas ini: Nama : Fatmawati
Umur : 23 Tahun Pendidikan : SMA
Persyaratan yang diperlukan untuk menjadi peserta PJKMU Madani adalah KTP, kartu keluarga, dan persyaratannya itu langsung dibawa kelurah. Tetapi apabila kita ingin berobat ke puskesmas kita ada dikasih kartu puskesmas, tanpa harus menggunakan kartu Madani, dimana untuk mendapatkan kartu puskesmas tersebut tidak ada pemungutan biaya (gratis). Apabila kita ingin berobat ke rumah sakit, maka persyaratan yang harus dipenuhi hanya kartu saja sama surat rujukan dari puskesmas. Selama mendapatkan pelayanan kesehatan tidak ada biaya tambahan yang harus ditanggung oleh peserta PJKMU Madani. Dalam mendapatkan kepersertaan PJKMU Madani ini tidak ada sosialisasi yang kami dapat dari lurah atau kepling. Jadi informasi tentang PJKMU Madani ini kami dapatkan dari keluarga yang lainnya. Saran saya untuk PJKMU Madani adalah agar kepesertaan PJKMU Madani sesuai sasarannya. Karena ada juga saya lihat keluarga yang mampu, tapi mendapat kartu PJKMU Madani. Sehingga dari situ terlihat pendatannya masih kurang akurat.
Dari berbagai jawaban di atas dapat disimpulkan bahwa pemerintah Kota Tanjungbalai masih kesulitan dalam pendataan masyarakatnya. Misalnya masih ada masyarakat yang belum memiliki KTP maupun Kartu Keluarga (KK). Di samping
itu, perlu juga ditumbuhkan loyalitas dan kredibilitas petugas pendata tentang siapa yang berhak mendapatkan kartu layanan kesehatan ini. Bila kartu diberikan secara objektif, tidak akan ditemukan adanya masyarakat mampu yang ikut menggunakan program ini sedangkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi secara terus menerus sehingga masyarakat yang belum memiliki KTP atau KK segera mengurus perolehannya dan juga memberikan informasi kepada masyarakat yang baru pindah bagaimana prosedur melaporkan diri pada kepling setempat. Singkatnya, dalam pendataan ini diperleukan itikad baik dari petugas dan dari masyarakat itu sendiri. Jika warga merasa belum terdaftar sebagai anggota program ini segera menjumpai petugas terkait. Dan sebaliknya jika petugas mengetahui adanya warga yang belum terdaftar, untuk segera mendaftarkannya. 3. Jawaban Wawancara Berdasarkan Variabel Penelitian Tentang aspek Manajemen
Pelayanan
No Penempatan SDM yang Tepat dalam PJKUM Madani 2. DPRD Kota Tanjung Balai
Kendala berkaitan dengan kemampuan SDM dipenyelenggaraan, ada. Untuk mengurangi kendala tersebut dilakukan sosialisasi, pelatihan, bimbingan serta evaluasi bertahap dan pertemuan-pertemuan berkaitan dengan pemecahan masalah yang dihadapi. Untuk Rumah Sakit Umum Tanjung Balai, rawat jalan sekitar 800-900 orang dalam waktu sebulan, sementara rawat inap sekitar 90-100 orang perbulannya.
Dinas kesehatan
Masalah kualitas SDM mungkin paling tepat ditanyakan pada masyarakat pengguna jasa layanan kesehatan ini ya.
Apakah ada keluhan masayarat miskin terkait dengan pelayanan kesehatan ? pasti ada, hampir semua institusi pelayanan terutama pelayanan kesehatan selalu dinilai tidak puas oleh masyarakat. Ketidapuasan itu
berkaitan dengan pelayanan, ruangan, maupun beberapa sikap dari para petugas di lapangan. Untuk mengantisipasi itu kita berusaha seoptimal mungkin, mengoptimalkan pelayanan secara terus menerus dan pembinaan terhadap petugas di lapangan.
RSUD Tengku Mansyur Tanjung Balai
Sejauh pengamatan dan pantauan kita, masyarakat masih belum puas ya dengan pelayanan yang diberikan. Tapi mungkin bukan karena tenaga medis kita yang tidak berkualitas. Tapi karena kita memang bekerja berdasarkan prosedur yang ada. Penyakit apa yang dapat kita tangani melalui program ini, kapan bisa dilaksanakan operasi, jenis obat yang diberikan, fasilitas pengainapan dan sebagai. Pada dasarnya kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik, tapi kembali pada petunjuk procedural yang sudah ditetapkan ya kita bergerak berdasarkan itu.
Puskesmas
Keluhan masyarakat tentang SDM?pasti ada, masyarakat kan gak mau tau tentang aturan yang kami terima. Terkadang masyarakat ini ingin segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, padahal sebenarnya masih bisa ditangani di sini. Atau mereka minta untuk rawat inap, padahal sebebarnya masih bisa rawat jalan. Jadi sering sekali pelayanan kita ini dianggap lambana dan berbelit-belit. Oleh karena itu, kami minta kepada pihak terkait untuk selalu mensosialisasikan tentang program ini. Bukan hanya masalah bagaimana cara mendapatkan kartu, tapi juga bagaimana mekanisme pelayanan yang akan diberikan. Dengan demikian masyarakat
tahu mana batas-batas dalam program ini. Selama ini, di penyelenggaran
pelayanan tingkat pertama belum ada kendala dalam menjalankan program yang besar seperti PJKMU ini, tetapi pelayanan di tingkat kedua ada, karena SDM dan peralatan Rumah Sakit Kota Tanjung Balai masih terbatas. Sehingga rujukannnya sampai ke pada tingkat provinsi, yaitu Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan, dan Rumah Sakit Umum Kisaran. PT Askes
Kalau masalah SDM kami tidak mengalami kesulitan yang berarti. Kami bekerja berdasarkan data yang dikirimkan kepada kami, lalu kami cetak kartunya. Kalau untuk kartu, kadang-kadang kendala kami adalah pemberian data itu tidak tepat waktu, sehingga seolah-olah PT. Askes yang dituduh lama membuat kartu, tapi itu tidak masalah karena kami sudah memberikan kemudahan setiap tidak mendapatkan kartu itu, sudah ada datanya karena semua data sudah terintegrasi dalam master file Askes. Dalam master file Askes peserta ter up date secara nasional, itu kita bisa mengeluarkan surat keterangan. Jadi sampe dengan saat ini, tanpa kartu pun dengan surat keterangan yang sudah tercover dalam kepesertaan dia
kita keluarkan, dia tidak ada masalah, hanya mungkin di sini kami perlu untuk berikutnya mungkin mudah-mudahan jangan terlambat, kalau bisa misalnya sebelum tahun berjalan diakhir tahun atau sebelumnya sudah diserahkan data kepesertaan supaya tidak seperti ini.
Masalah ketersediaan SDM baik sebagai tenaga medis maupun tenaga administrasi mengatakan bahwa kualitas kerja yang mereka miliki sudah sangat memadai untuk menjalankan tugas. Ketika hal ini dikonfirmasi kepada masyarakat masih ditemukan adanya keluhan terhadap kualitas SDM di puskesmas maupu petugas pendataan masyarakat miskin.
“Kami jarang konsultasi sama kepling karena keplingnya ada yang gampang dijumpai dan terkadang juga keplingnya mau keluar kota”
Atau ada juga yang berpendapat:
“ pelayanannya lamban, obat yang diberikan juga obat yang murahan.”
Tentunya berbagai keluhan ini perlu disikapi, dalam hal ini pemerintah Kota Tanjungbalai perlu melakukan survey ke lapangan untuk meilhat kondisi yang sebenarnya, mengingat bahwa pemantauan dan evaluasi yang dilakukan terhadap program ini mayoritas secara tertulis (berbentuk laporan dari PT Askes dan Dinas kesehatan)
No Paket Manfaat Yang Dirasakan oleh Masyarakat 3. PT Askes
Kalau saya rasa tujuan pelaksanaan PJKMU Madani ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan visi misi kepada daerah. Saya rasa itu sudah jalan melihat dari penyerapannya. Karena PJKMU Madani tidak sama dengan asuransi yang lain, PJKMU Madani ini sifatnya uang yang disetor ke kita itu kalau kurang kita minta, kalau lebih kita kembalikan. Dari komposisi 100%, 85% merupakan biaya cash langsung, 5% biaya cash tidak langsung untuk kebutuhan sosialisasi lain sebagainya, dan 10% untuk