BAB II LANDASAN TEORI
D. Penelitian Desain
1. Pengertian dan Karakteristik Penelitian Desain
Ketika sebuah penelitian menempatkan proses desain sebagai bagian yang terpenting, maka penelitian tersebut dapat dikatakan sebagai penelitian desain.
Setiap model penelitian memilili beberapa karakteristik masing-masing termasuk design research. Walaupun memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan model penelitian lain, desaign research memiliki karakteristik sebagai berikut : (Cobb et al.2003; Kelly 2003; Desain Based Research Collective 2003; Reeves et al.2005; van den Akker 1999, dalam van den Akker at al, 2006:5);
a. Interventionist: bertujuan untuk merancang suatu intervensi dalam dunia nyata.
b. Iterative: penelitian menggabungkan pendekatan Siklikal (daur) yang meliputu perancanagan, evaluasi dan revisi.
c. Proses oriented: model kotak hitam pada pengukuran inpur-output diabaikan,tetapi difokuskan padan pemahaman dan pengembangan model intervensi.
d. Utility oriented: keunggulan dari rancanag diukur untuk bisa digunakan secara praktis oleh pengguna.
e. Theory oriented: rancangan dibangun berdasarkan pada preposisi teoritis kemudian dilakukan pengujian lapangan untk memberikan kontribusi pada teori.
Berdasarkan karakteristik tersebut, berikut ini adalah salah satu definisi education design research yang diberikan oleh Barab dan Squire (2004, van den Akker at al., 2006:5), yaitu: serangkaian pendekatan, dengan maksud untuk menghasilkan teori-teori baru, artefak dan model praktis yang menjelaskan dan berpotensi berdampak pada pembelajaran dengan pengatuaran yang alamai (naturalistic).
Menurut Plomp (2007: 13), design research adalah suatu kajian sistimatis tentang merancang, mengembangkan dan mengevaluasi intervensi pendidikan (seperti program, strategi dan bahan pembelajaran, produk dan sistem) sebagi solusi untuk memecahkan masalah yang kompleks dalam praktik pendidikan, yang juga bertujuan untuk memajukan pengetahuan kita tentang karakteristik dan intervensi-intervensi tersebut serta proses perancangan dan pengembanannya.
2. Fungsi Penelitian Desain
Fungsi penelitian desain adalah merancang/mengembangkan suatu intervensi pendidikan (seperti program, strategi dan bahan pembelajaran, produk dan sistem) dengan tujuan untuk memecahkam masalah pendidikan yang kompleks dan untuk mengembangkan pengetahuan (teori) tentang suatu karakteristik dari
intervensi serta proses perancangan dari intervensi serta proses perancangan dan pengembangan tersebut (Plomp, 2007:12).
3. Hasil dari Penelitian Desain
Menurut Plomp (2007:20-22), ada tiga hasil yang diperoleh dari penelitian desain, yaitu:
1. Prinsip desain teori dan teori intervensi
Penelitian desain bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan tentang apakah dan kenapa suatu intervensi bekerja dalam konteks tertentu.
Dalam penelitian desain, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi dari sampel ke populasi.
2. Model intervensi
Penelitian desain akan menghasilkan rancangan-rancangan program, strategi pembelajaran, bahan ajar, produk dan sistem yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran atau pendidikan secara empiris.
3. Pengembangan Profesi
Penelitian desain dilakukan secara kolaboratif dan kolegaliatif oleh para peneliti dan praktisi pendidikan dilapangan. Kolaborasi praktis yang dilakukan dapat bermanfaat untuk mengatasi berbagai permasalahan pembelajaran dan pendidikan dengan cepat dan tepat.
4. Langkah – Langkah Penelitian Desain
Langkah-langkah pelaksanaan penelitian desain menurut Model Gravemeijer dan Cobb (2006), diantaranya yaitu:
1. Preparing for the experiment/preparation and design phase (Bakker, 2004). Tujuan utama tahap ini adalah memfokuskan teori pembelajaran lokal (local instructional theory) yang dielaborasi dan diperbaiki selama pelaksanaan eksperimen. Hal-hal dilakukan dalam tahap ini adalah : a. Menganalisis tujuan yang ingin dicapai misalnya tujuan
pembelajaran.
b. Menentukan dan menetapkan kondisi awal penelitian.
c. Mendiskusikan konjektur dari local intructional theory yang akan dikembangkan.
d. Menentukan karakteristik kelas dan peran guru.
e. Menepatkan tujuan teoritis yang akan dicapai melalui penelitian.
2. Design Experiment
Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan desain eksperimen yang dilakukan setelah semua persiapan dilakukan. Pada tahap ini dikumpulkan data yang diperlukan meliputi proses pembelajaran yang terjadi dikelas serta proses berpikir siswa baik dari perspektif sosial yang mencakup norma sosial kelas, sosio-matematik dan praktik matematik dikelas maupun perspektif psikologi mencakup pandangan (beliefs) tentang peran sendiri di kelas serta tentang aktivitas matematika, pandangan dan nilai matematika secara khusus, serta konsepsi dan aktivitas matematika.
3. Restrospective Analysis
Tujuan tahap ini adalah menganalisis data yang telah diperoleh untuk mengetahui apakah menukung atau sesuai tidak dengan konjektur yang sudah dirancang. Data yang dianalisis meliputi rekaman vidio proses pembelajaran dan hasil interview terhadap siswa dan guru, lembar hasil pekerjaan siswa, catatan lapangan serta rekaman vidio dan audio yang memuat proses penelitian dari awal.
Proses pelaksanaan penelitian dipandu oleh suatu instrumen yang disebut Hypothetical Learning Trajectory (HLT) sebagai perluasan dari percobaan pikiran (tougt experiment) yang dikembangkan oleh Freudenthal. Simon (1995) mendefinisikan HLT sebagai berikut: The Hypothetical learning trajectory is made up of three components: the learning goal that defines the derection, the learning activities and the hypothetical learning process a prediction of how the students’thinking and understanding will evole in the context of learning activities (p.136). (HLT terdiri dari tiga komponen: tujuan pembelajaran yang mendefinisikan arah (tujuan pembelajaran), kegiatan belajar dan hipotesis proses belajar untuk memprediksi bagaimana pikiran dan pemahaman siswa akan berkembang dalam konteks kegiatan belajar).
Dalam proses belajar-mengajar digunakan HLT sebagai bagian dari apa yang disebut siklus mengajar matematika (mathematical learning cycle) untuk satu atau dua pembelajaran, atau untuk lebih dari dua pembelajaran. HLT dapat menghubungkan antara teori pembelajaran (instructional theory) dan percobaan pembelajaran secara kongkrit. Berikut ini peran HLT dalam setiap tahap penelitian desain (Bakker, 2014):
1. Tahap Preparation and Design
Pada tahap ini HLT dirancang untuk membimbing proses perancangan bahan pembelajaran yang akan dikembangkan dan diadaptasi.
2. Tahap Design Experiment
Perubahan dalam HLT biasanya dipengaruhi oleh kejadian yang terjadi dalam kelas dan alternatif jawaban yang belum dapat diantisipasi strategi yang belum terlaksana serta kegiatan yang terlalu sulit untuk dilaksanakan.
3. Tahap Restrospective Analysis
Pada tahap ini, HLT berperan sebagai petunjuk dalam menentukan fokus analisis bagi peneliti. Karena prediksi dibuat berkaitan proses belajar siswa, maka peneliti dapat membandingkan antisipasi dari prediksi melalui observasi selama percobaan pembelajaran (teaching experiment).
E. Operasi Pada Himpunan