• Tidak ada hasil yang ditemukan

penelitian dimensi 1-3 (strategi, kultur, dan teknologi)

Sebagai alat penilaian tahap kematangan digital organisasi yang menjadi subjek penelitian, kami mengadopsi model kematangan big data milik Nott (2014), dalam Zang dan Hobman (....). Dari tujuh dimensi yang digunakan oleh Nott, kami mengadopsi tiga dimensi yang sesuai dengan kebutuhan untuk menilai tahap kematangan digital organisasi yang menjadi subjek penelitian, yaitu: (1) Dimensi Strategi, (2) Dimensi Kultur, dan (3) Dimensi Teknologi.

Tabel 1

DIMENSI DESKRIPSI

Strategi Dimensi ini berfokus pada prioritas dan perencanaan NGO menuju transformasi digital dan optimalisasi advokasi berbasis media sosial.

Kultur Dimensi ini berfokus pada lingkungan yang mendukung inovasi dan kolaborasi teknologi serta pengembangan media sosial.

Teknologi Dimensi ini berfokus pada (1) Infrastruktur komunikasi yang mendukung kebutuhan data dan teknologi digital, (2) Pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam bekerja dengan data dan teknologi digital.

Seperti yang dipaparkan di Tabel 1, ketiga dimensi ini berhubungan dengan modal internal yang dimiliki oleh masing-masing organisasi untuk melakukan advokasi digital. Baik itu modal dari segi penempatan prioritas dan rencana strategis, modal budaya yang mendukung inovasi, ataupun modal penyediaan teknologi dan ketersediaan sumber daya yang mendukung pemanfaatan teknologi digital.

Cara penilaian dari ketiga dimensi ini adalah dengan penilaian mandiri (self-assessment) dari pegiat atau pekerja organisasi yang

LAMPIRAN

74

menangani advokasi digital, termasuk pengelolaan sosial media. Cara penilaian mandiri ini diadopsi dari metode yang digunakan oleh Bach, Shaffer, dan Todd (2013) untuk mengukur efikasi diri atau kepercayaan terhadap kemampuan diri dan organisasi, dari modal manusia (human capital) yang menangani komunikasi digital dari organisasi.

Tabel 2 Strategi NGO menempatkan

proyek digitalisasi dalam prioritas yang rendah. Ia tidak memiliki rencana atau niat yang jelas untuk memanfaatkan digitalisasi dalam kerja-kerja ad-vokasi.

NGO mulai mempertimbang-kan penerapan teknologi digital pada kerja-kerja advokasi yang mereka jalankan.

Namun belum ada rencana dan tin-dakan yang jelas untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi tersebut.

NGO telah menganggap digitalisasi sebagai hal yang penting. NGO telah mengembangkan dan menerapkan rencana strategis untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital.

NGO menganggap proyek digitalisasi sebagai hal yang sangat penting serta menem-patkannya dalam prioritas yang tinggi. NGO memi-liki perencanaan yang jelas untuk menghadapi masa depan teknologi di-mana pemanfaatan teknologi digital merupakan kunci untuk pertumbuhan dan transofrmasi organisasi mas-yarakat sipil.

Kultur NGO memiliki

kultur teknologis yang konservatif sehingga inovasi teknologi dan kolaborasi menjadi terhambat.

NGO memiliki kultur yang kon-servatif dimana inovasi teknologi dan kolaborasi tidak didorong secara aktif.

NGO telah memulai untuk mencip-takani kultur yang mendorong per-tumbuhan inovasi dan kolaborasi.

NGO memiliki kultur yang mendorong pertumbuhan ino-vasi teknologi dan kolaborasi.

Teknologi Infrastruktur ko-munikasi yang di-miliki tidak dapat menunjang kebu-tuhan data dan teknologis NGO dalam kera-kerja advokasi. NGO juga belum mengambil tindakan atau kebijakan untuk memperbaiki infrastruktur ko-munikasi tersebut.

NGO juga masih menggunakan teknologi digital secara terbatas dan memiliki dukungan teknis yang buruk. NGO memiliki kekuran-gan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk menggunakan te-knologi digital dan mengelola data.

Infrastruktur ko-munikasi yang di-miliki hampir tidak dapat menunjang kebutuhan data dan teknolo-gis. NGO telah mulai menerapkan teknologi digital dalam rangka ad-vokasi. NGO memi-liki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang terbatas untuk menggunakan te-knologi digital dan mengelola data.

Infrastruktur komunikasi yang dimiliki telah cukup mendukung kebutuhan data dan teknologi digital. NGO juga telah menggu-nakan teknologi digital dengan dukungan teknis yang memuaskan.

NGO memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang baik untuk meman-faatkan data dan teknologi digital.

Infrastruktur komu-nikasi yang dimiliki telah mendukung penuh kebutuhan data dan teknologi digital NGO dalam menjalank-an advokasi.

Teknologi digital telah dimanfaat-kan sepenuhnya dengan dukungan teknis yang kuat.

Pegawai NGO memi-liki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang komprehensif untuk memanfaat-kan sepenuhnya data dan teknologi digital.

Seperti yang dapat dilihat di tabel 2, hasil penilaian dari ketiga dimensi ini akan menempatkan setiap organisasi ke dalam salah satu dari empat fase dalam Tahap Kematangan Digital Organisasi. Adapun keempat fase tersebut adalah: 1. Fase Berkembang, 2. Fase Transisi, 3.

Fase Kompetitif, dan 4. Fase Transformatif. Artinya, dimensi-dimensi tersebut merefleksikan ‘tahap’ dari kematangan digital setiap organisasi.

LAMPIRAN

76

Instrumen Penelitian Dimensi 1: Strategi

Subdimensi: Strategi digitalisasi

1. Organisasi kami memiliki perencanaan yang jelas terkait penggunaan teknologi digital untuk keperluan advokasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

2. Pemanfaatan teknologi digital merupakan bagian inti dari strategi organisasi kami untuk meningkatkan kemampuan advokasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

3. Organisasi kami senantiasa memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja organisasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

4. Dalam 12-18 bulan ke depan, kira-kira berapa persen dari total belanja anggaran organisasi anda yang akan dipakai untuk pemanfaatan teknologi digital?

• 1 (0-20%)

• 2 (21-40%)

• 3 (41-60%)

• 4 (61-80%)

• 5 (>80%)

5. Organisasi kami memiliki rencana jangka panjang untuk memanfaatkan teknologi digital terbaru, merekrut pegawai yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan teknologi digital, atau meningkatkan kemampuan digital pegawai.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

6. Organisasi kami memiliki perencanaan yang jelas terkait frekuensi penggunaan media sosial untuk mengadvokasi atau kampanye isu-isu lingkungan hidup.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

LAMPIRAN

78

7. Organisasi kami memiliki perencanaan yang jelas terkait target audiens yang ingin disasar dalam advokasi berbasis media sosial.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

8. Organisasi kami memiliki perencanaan yang jelas terkait pemilihan jenis konten yang ingin diunggah dalam platform media sosial.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

Subdimensi: Organization Size

9. Berapa jumlah pegawai dan relawan yang bekerja di sektor komunikasi digital (online outreach workers) dalam organisasi anda?

• 1-5 (1)

• 6-10 (2)

• 11-15 (3)

• 16-20 (4)

• > 21 (5)

10. Berapa jumlah pegawai yang bertugas untuk melakukan pengembangan dan pemeliharaan website dalam organisasi anda?

11. Berapa jumlah pegawai yang bertugas untuk mengurus sosial media dalam organisasi anda?

• 1 (Tidak ada)

• 2 (1 orang)

• 3 (2-3 orang)

• 4 (4-9 orang)

• 5 (>10 orang)

12. Berapa jumlah relawan yang bertugas untuk melakukan pengembangan dan pemeliharaan website dalam organisasi anda?

13. Berapa jumlah relawan yang bertugas untuk mengurus sosial media dalam organisasi anda?

• 1 (Tidak ada)

• 2 (1 orang)

• 3 (2-3 orang)

• 4 (4-9 orang)

• 5 (>10 orang)

LAMPIRAN

80

14. Pegawai organisasi kami didorong untuk menggunakan dan bereksperimen dengan teknologi digital terbaru.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju) Dimensi 2: Kultur

15. Pegawai organisasi kami didorong untuk menggunakan data dalam pengambilan keputusan.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

16. Pegawai organisasi kami didorong untuk bertukar pengalaman dan berbagi wawasan terkait penggunaan teknologi digital dengan NGO (Non-Government Organization) lainnya.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

17. Pegawai organisasi kami didorong untuk menggunakan dan bereksperimen dengan platform media sosial terbaru.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

18. Pegawai organisasi kami didorong untuk menggunakan data social media analytics dalam rangka meninjau performa media sosial.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

19. Pegawai organisasi kami didorong untuk bertukar pengalaman dan berbagi wawasan terkait penggunaan media sosial dengan NGO (Non-Government Organization) lainnya.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

LAMPIRAN

82

Dimensi 3: Teknologi

Subdimensi: Infrastruktur Komunikasi

20. Kantor kami telah menyediakan koneksi Wi-Fi yang memadai untuk menunjang pekerjaan.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

21. Kantor kami menyediakan laptop/komputer yang memadai untuk memproduksi seperti konten audio visual untuk keperluan produksi konten komunikasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

22. Kantor sudah menyediakan perangkat keras (misal: laptop, ponsel, tablet, dsb) dengan kapasitas memori yang cukup untuk menyimpan data yang dibutuhkan.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

23. Kantor sudah memanfaatkan layanan komputasi awan (cloud computing) untuk meningkatkan kapasitas memori dalam menyimpan data (misal: Google Drive, Dropbox, Microsoft Office Live, dsb.)

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

24. Infrastruktur komunikasi kami saat ini sudah memenuhi kebutuhan kami dalam kaitannya dengan kegiatan advokasi yang sedang dijalankan.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

25. Organisasi kami secara aktif berusaha untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur komunikasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

LAMPIRAN

84

Subdimensi: Kapabilitas

26. Kami memiliki staf yang mampu melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan proses perekaman dan editing video.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

27. Kami memiliki staf yang memiliki kemampuan strategis untuk meningkatkan pengikut di media sosial.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

28. Kami memiliki staf yang memiliki kemampuan strategis untuk membuat konten sosial media yang dapat menjangkau khalayak secara luas.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

29. Kami memiliki staf yang memiliki kemampuan strategis untuk membuat konten media sosial yang dapat menciptakan interaksi dengan khalayak.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

30. Kami memiliki staf yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan platform online untuk membangun jejaring sosial.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

31. Kami memiliki staf yang mampu memanfaatkan social media analytics untuk meninjau performa media sosial.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

32. Kami memiliki staf yang mampu melakukan pekerjaan di bidang fotografi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

LAMPIRAN

86

33. Kami memiliki staf yang mampu mengunggah konten teks melalui website.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

34. Kami memiliki staf yang mampu mengunggah konten audio visual melalui website.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

35. Kami memiliki staf yang mampu memanfaatkan search engine optimization (SEO) untuk meningkatkan keterbacaan website.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

36. Kami memiliki staf yang mampu memanfaatkan perangkat analytics untuk menganalisis performa website.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

37. Kami memiliki staf yang mampu menjalankan promosi konten antar-platform dalam media sosial dan laman website.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

38. Kami memiliki staf yang mampu memanfaatkan petisi online dalam rangka advokasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

39. Kami memiliki staf yang memiliki kemampuan strategis untuk menyampaikan tuntutan kepada pengambil kebijakan lewat media sosial milik organisasi anda.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

40. Kami memiliki staf yang mampu memproduksi dan menyajikan konten dengan tujuan advokasi lewat media sosial milik organisasi.

• 1 (Sangat tidak setuju)

• 2

• 3

• 4

• 5 (Sangat setuju)

LAMPIRAN

88

Lampiran 3:

Kajian teori & instrumen

penelitian dimensi 4 ( monitoring

Dokumen terkait