• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA PEMIKIRAN

PENELITIAN LANJUTAN Porsi energi ditentukan

oleh ahli gizi

Penyusunan Menu Porsi Kecil

 Standar Energi Sehari

 Siklus Menu  Jenis Makanan

20

Gambar 3 Pengambilan responden penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan

Jenis dan Cara Pengambilan Data

Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer didapat melalui pengamatan dan wawancara menggunakan kuesioner. Data primer yang dikumpulkan meliputi jumlah ketersediaan energi, konsumsi energi sisa makanan, dan tanggapan menu.

Data Kebutuhan energi responden dihitung oleh ahli gizi yang disesuaikan dengan penyakit, aktivitas dan masalah gizi pasien.

Data ketersediaan energi yang diberikan kepada pasien didapat dengan menimbang makanan (food weighing method) sebelum disajikan kepada pasien selama satu hari yaitu makan pagi, snack pagi, makan siang, snack siang, dan makan sore.

Data konsumsi energi subyek meliputi data konsumsi makanan rumah sakit dan data konsumsi luar rumah sakit.

Data konsumsi makanan rumah sakit didapat dengan mengamati dan menimbang sisa makanan pada piring responden. Konsumsi diperoleh dengan menghitung berat awal yang disediakan (ketersediaan) dikurangi dengan berat sisa makanan jika ada. Jika tidak ada makanan yang tersisa maka nilai data konsumsi sama dengan nilai data ketersediaan. Data tersebut akan diklarifikasi kembali ke pasien dengan cara Recall 24 jam (mengingat kembali).

Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam

Kriteria:  Pasien baru  Asupan gizi rendah  Malnutrisi

 Dapat diwawancara

Pasien dengan data lengkap dan tidak memiliki kriteria eksklusi

Calon Responden

Data konsumsi makanan luar rumah sakit didapat dengan cara recall 24 jam (mengingat kembali) kepada responden.

Data sisa makanan didapat dengan menimbang makanan yang tidak dimakan pada piring responden.

Tanggapan menu meliputi tanggapan responden terhadap porsi menu yang disediakan dan tanggapan menu secara keseluruhan. Tanggapan porsi menu didapat dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Tanggapan keseluruhan menu didapat dengan wawancara langsung kepada responden tentang menu yang disajikan.

Data sekunder meliputi karakteristik dan identitas responden, sejarah rumah sakit dan instalasi gizi, serta penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Keadaan umum instalasi gizi diperoleh dari bagian instalasi gizi rumah sakit. Data penyelenggaraan makanan di rumah sakit diperoleh dari instalasi gizi dan pengamatan langsung.

Data karakteristik dan identitas responden didapat dari data rekam medik dari perawat. Data berat badan dan tinggi badan diperoleh dari form SGA ahli gizi.

Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan Data

Karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, umur, kelas perawatan, status gizi berdasarkan tingkat malnutrisi, jenis penyakit, dan diet yang diberikan (jenis diet dan konsistensi makanan) diolah dengan melakukan pengelompokkan atau pengkategorian. Berikut pengkategorian data disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2 Jenis dan kategori karakteristik responden

No. Jenis Data Kategori

1. Jenis Kelamin a. Laki-laki

b. Perempuan

2. Umur a. Usia dewasa (19-49 tahun)

b. Usia dewasa setengah tua (50-64 tahun)

c. Usia lanjut (>65 tahun) (WNPG 2004)

3. Kelas Perawatan a. Kelas 1

b. Kelas 2 c. Kelas 3 4. Status Gizi

(Subject Global Assessment)

a. Malnutrisi sedang b. Malnutrisi berat

22

No. Jenis Data Kategori

5. Diet yang diberikan

 Jenis Diet a. Makanan non diet

b. Makanan diet  Konsistensi makanan pokok a. Saring

b. Lunak c. Tim d. Biasa

6. Jenis Penyakit a. Gangguan pernafasan

b. Jantung & Hipertensi c. Ginjal

d. Hati

e. Gangguan pencernaan f. Diabetes Melitus

g. Kanker & Kelainan Darah

Kebutuhan energi basal dihitung menggunakan rumus Miflin yang digunakan oleh rumah sakit. Berikut rumus yang digunakan dalam perhitungan:

Perempuan AMB = 10(BB) + 6,25 (TB) - 5 (U) - 161 Laki-laki AMB = 10(BB) + 6,25 (TB) - 5 (U) + 5

Ketersediaan energi diolah dengan mengkonversi berat makanan yang disediakan menjadi energi dengan menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey 2007.

Konsumsi makanan rumah sakit diperoleh dengan mengurangi berat awal (ketersediaan) dengan berat sisa makanan. Hasil pengurangan tersebut akan dikonversi ke energi dengan menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey 2007.

Konsumsi makanan luar rumah sakit diperoleh dengan mengkonversi berat makanan luar hasil recall 24 jam menjadi energi dengan perangkat lunak Nutrisurvey 2007 dan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM).

Sisa makanan responden dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu sisa sedikit (<20%) dan sisa banyak (>20%) (Menkes 2008). Sisa makanan dihitung dengan membandingkan sisa makanan dengan ketersediaan awal yang kemudian dibuat dalam persentase.

Tanggapan terhadap porsi menu dinyatakan dengan jumlah terbanyak dari pilihan jawaban pada kuesioner.

Analisis Data

Data yang telah diperoleh dan diolah kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan SPSS 16.0 for Windows. Uji beda independent sample t-test (uji-t tidak berpasangan)

digunakan untuk membandingkan perbedaan konsumsi energi pada setiap karakteristik yang memiliki dua kelompok, dan membandingkan perbedaan konsumsi energi antara responden pada penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Uji one way ANOVA digunakan untuk membandingkan perbedaan konsumsi energi pada setiap karakteristik yang memiliki lebih dari dua kelompok.

Definisi Operasional

Responden adalah pasien rawat inap di ruang penyakit dalam yang baru dirawat, memiliki status gizi malnutrisi, dan dapat diwawancara.

Responden kontrol adalah responden pada penelitian pendahuluan yang diberi makanan standar dari rumah sakit

Responden intervensi adalah responden pada penelitian lanjutan yang diberi makanan dengan porsi kecil.

Data Penelitian adalah data-data yang diambil dan digunakan dalam penelitian, yaitu data ketersediaan energi, kebutuhan energi, konsumsi energi, sisa maknan, dan tanggapan responden.

Malnutrisi adalah keadaan gizi pasien dengan riwayat asupan energi rendah yang berisiko terhadap penurunan berat badan berdasarkan SGA dari ahli gizi.

Small portion menu adalah menu dengan ukuran porsi yang disesuaikan dengan rata-rata kemampuan makan dan kebutuhan basal pasien malnutrisi.

Makanan rumah sakit adalah makanan yang disediakan dari rumah sakit dengan jumlah sesuai standar rumah sakit

Makanan luar rumah sakit adalah makanan yang dibawa dan dikonsumsi sendiri oleh responden selain makanan yang diberikan dari rumah sakit Sisa makanan adalah berat (gram) makanan yang masih dapat dimakan oleh

pasien namun tidak dimakan dan ditinggalkan di tempat makan.

Ketersediaan energi adalah jumlah energi dalam menu makanan yang disediakan untuk pasien rawat inap di RSUP Dr.Hasan Sadikin pada hari perawatan yang ditentukan.

Konsumsi energi adalah jumlah energi yang dikonsumsi oleh pasien rawat inap, baik makanan rumah sakit maupun makanan dari luar rumah sakit, di RSUP Dr.Hasan Sadikin pada hari perawatan yang ditentukan.

24

Penyelenggaraan makanan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan menu, pembelian, penyimpanan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemorsian, distribusi, penyajian, dan pengolahan sisa makan

Perencanaan menu adalah serangkaian kegiatan menyusun menu makanan untuk responden agar sebagian besar kebutuhan zat gizinya dapat terpenuhi

Siklus menu adalah perputaran menu atau hidangan yang akan disajikan rumah sakit dalam jangka waktu tertentu

Menu adalah kumpulan beberapa macam hidangan atau masakan yang disajikan untuk pasien.

Dokumen terkait