• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. GAMBARAN UMUM UMAT KRISTIANI DI LINGKUNGAN St

B. Penelitian Pemahaman dan Pemaknaan Umat Kristiani di

Untuk mengetahui pemahaman dan pemaknaan umat kristiani khususnya umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang kesetiaan iman Maria, penulis mengadakan pengamatan dan penelitian sederhana mengenai siapa Maria bagi umat, apa bentuk-bentuk devosi yang biasa dilakukan, serta usaha-usaha yang

dilakukan umat dalam mengembangkan kualitas hidup berimannya dan faktor-faktor penghambat yang di hadapi umat berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan kualitas beriman umat.

1. Latar Belakang Penelitian

Pembangunan iman umat merupakan tugas semua pihak baik keluarga, gereja maupun masyarakat. Semangat beriman umat merupakan anugerah dari Allah yang diberikan kepada umatnya sesuai dengan cara dan pola hidupnya masing-masing. Setiap pribadi umat memiliki semangat iman yang beraneka ragam. Keanekaragaman ini merupakan suatu variasi yang sangat indah yang dimiliki oleh Gereja sebagai Umat Allah. Gereja sebagai Umat Allah memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk memilih sumber semangat atau spiritualitas yang diimani oleh gereja universal. Misalnya, ada sebagian umat yang beriman akan Allah setelah melakukan devosi kepada Hati Kudus Yesus, ada juga yang meneladani cara hidup para orang kudus (St. Ignatius, St. Fransiskus dan lain-lain). Sebagian umat lain lebih senang dengan doa rosario, atau devosi kepada bunda Maria.

Secara umum, umat di wilayah Yogyakarta, terutama mereka yang mulai berusia lanjut sangat senang dengan bunda Maria. Hal ini dapat dilihat dari lagu

Nderek Dewi Maria. Hampir di setiap pertemuan pembinaan iman atau katekese, perkawinan, doa-doa rosario bahkan upacara kematian sekalipun lagu ini tidak pernah dilupakan. Tetapi memang perlu disadari bahwa baik pemaknaan maupun penghayatan spiritualitas atau kesetiaan iman Maria kadang-kadang disalahartikan misalnya, umat lebih menyukai doa rosario dibanding katekese atau pendalaman iman karena dalam doa rosario umat tidak perlu berpikir, diskusi atau bersharing. Sejauh penulis melihat situasi di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan,

umat masih kurang biasa sharing dan berpikir mengenai iman kepercayaannya sendiri. Tetapi lepas dari pada itu, kehadiran berbagai sumber semangat iman merupakan sesuatu yang sangat berharga. Ini adalah kekayaan iman yang dimiliki oleh Gereja dan umat memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk menggunakan spiritualitas yang paling sesuai dengan keadaan dirinya. Dan, yang penting adalah bahwa mereka semakin beriman akan Allah yang nampak dalam kata dan tindakannya sehari-hari.

Secara khusus dalam penelitian ini, peneliti mencoba melihat bagaimana pemahaman dan pemaknaan umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan-Yogyakarta tentang kesetiaan Maria. Lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan itu sendiri merupakan bagian dari Paroki St. Albertus Agung Jetis. Sebagai salah satu lingkungan yang berada dalam sebuah paroki, lingkungan ini merupakan satu wadah umat katolik untuk dapat menghimpun umat terdekat yang ada di sekitarnya dan menghimpun umat untuk melakukan kegiatan bersama.

2. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana pemahaman dan pemaknaan umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang kesetiaan Iman Maria?

b. Bentuk-bentuk devosi Maria mana saja yang dapat membantu umat di lingkungan St. Ignatius Loyola dalam membangun kualitas hidup beriman? c. Usaha-usaha apa yang dilakukan umat dalam membangun kehidupan

d. Faktor penghambat apa saja yang dihadapi umat di Lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan sehubungan dengan usaha dalam membangun kehidupan berimannya?

3. Tujuan Penelitian

a. Mengetahui pandangan umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang siapa Maria.

b. Mengetahui Bentuk-bentuk devosi Maria yang dirasa membantu umat di lingkungan St. Ignatius Loyola dalam membangun kualitas hidup beriman. c. Memperoleh gambaran mengenai usaha-usaha yang dilakukan umat dalam

membangun kehidupan berimannya.

d. Mengetahui berbagai faktor penghambat yang dihadapi umat di Lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan sehubungan dengan usaha dalam membangun kehidupan berimannya.

4. Metodologi Penelitian a. Pendekatan penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif fenomenologis. Pendekatan kualitatif fenomenologis adalah suatu pendekatan penelitian yang mengkaji perspektif partisipan dengan multi strategi: observasi, penyebaran angket, wawancara dan studi dokumentasi (Sukmadinata, 2005: 95). Data yang dihasilkan dari pendekatan kualitatif berupa data deskriptif (Moleong, 1991: 3). Adapun sumber data berdasarkan pendekatan ini adalah bersifat alamiah, maka penelitian dengan pendekatan kualitatif fenomenologis dapat disebut juga penelitian naturalistik (Nasution, 1992: 5).

b. Pemilihan Setting

Sesuai dengan tujuan dari penulisan skripsi ini, maka untuk lebih mengenal dan mengetahui bagaimana kehadiran Bunda Maria sungguh-sungguh memberikan inspirasi bagi umat dalam usaha mengembangkan kehidupan beriman, peneliti akan mengadakan penelitian di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodinigratan. Lingkungan ini merupakan salah satu lingkungan di wilayah III Paroki St. Albertus Agung-Jetis, Jl. A.M. Sangaji no. 20 Yogyakarta.

Penelitian ini akan dilaksanakan 24-31 Mei 2007, sedangkan wawancara diadakan pada tgl 5-10 juni 2007. Adapun jumlah responden yang direncanakan adalah sekitar 50 orang dari total keseluruhan anggota umat yang ada di lingkungan ini. Para responden ini adalah anggota umat dewasa yang bisa mengisi angket yakni Bapak dan ibu yang tinggal di lingkungan ini. Adapun teknik sampling yang digunakan peneliti adalah teknik purposif sampling artinya pengambilan sampel di sesuaikan dengan tujuan Penelitian adapun jumlah atau ukuran sampel tidak dipersoalkan (Sukandarrumidi ,2002:65).

c. Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini, subjek penelitiannya adalah umat Kristiani St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan Yogyakarta. Untuk memperoleh data atau informasi yang mendukung penelitian ini peneliti menggunakan cara snowball sampling, yakni data atau informasi diambil berdasarkan informasi dari bapak ketua lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan, kemudian bapak itu diminta untuk menunjukkan orang lain yang dapat memberikan informasi dan kemudian responden ini diminta untuk menunjukkan orang lain dan seterusnya sampai redundancy data, yaitu ketuntasan atau kejenuhan, artinya bahwa dengan menggunakan responden selanjutnya boleh dikatakan tidak lagi ada tambahan informasi yang berarti

(Nasution, 1992: 32). Adapun alasan lingkungan ini dipilih sebagai tempat penelitian adalah mengingat lokasinya merupakan tempat tinggal peneliti. Peneliti sendiri terlibat langsung dengan umat setempat. Hal ini diharapkan dapat membantu memperlancar pencarian data.

d. Teknik Pengumpulan Data

Dalam proses mengumpulkan data, peneliti akan mengadakan observasi sebagai usaha untuk memperoleh validitas data serta dengan cara studi dokumen, menebarkan angket dan wawancara. Adapun alat yang digunakan dalam wawancara adalah panduan pertanyaan, tape recorder untuk mendapatkan data yang lebih lengkap. Maksud mengadakan wawancara antara lain menklarifikasi dan mengenal lebih dalam situasi dan pemaknaan umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang kesetiaan Maria, yaitu pandangan umat tentang Maria dan devosi kepada Maria.

5. Variabel Penelitian

Dalam penelitian tentang pemaknaan kesetiaan iman Maria yaitu pandangan umat tentang Maria dan devosi kepada Maria, yang akan diteliti diuraikan sebagai berikut:

a. Pemahaman dan Pemaknaan Umat di Lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang kesetiaan Iman Maria

Sesuai dengan topik skripsi ini yakni mengenai kesetiaan iman Maria, demikianpun pada penelitian ini penulis akan menggali sejauh mana umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan memahami dan memaknai kesetiaan iman Maria dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Adapun untuk mendukung proses penggalian untuk variabel ini, peneliti mengajukan beberapa pertanyaan seputar pandangan umat tentang siapa Maria bagi mereka, bagaimana peran Maria dalam hidup mereka, terutama yang secara nyata dapat dirasakan melalui “mujizat” dan terakhir sharing pengalaman iman sehubungan dengan tindakan iman yang dilakukan umat dengan meneladani kesetiaan iman Maria.

b. Bentuk-bentuk Devosi Maria sebagai Penyemangat Umat dalam Membangun Kualitas Hidup Beriman

Melalui penggalian terhadap variabel ini, peneliti bermaksud menemukan sejauh mana semangat doa dan pemahaman umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang devosi Maria. Bentuk-bentuk devosi Maria yang dimaksud dalam hal ini lebih pada pengertian hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan devosi Maria yang dilakukan oleh umat di lingkungan ini. Bentuk-bentuk itu meliputi: frekuensi umat dalam berdoa devosi Maria, waktu yang biasa digunakan untuk berdevosi, cara berdevosi dan bentuk-bentuk devosi Maria yang sering dilakukan umat di lingkungan ini.

Adapun harapan yang hendak dicapai adalah bahwa dengan mengetahui bentuk-bentuk di atas peneliti dapat membantu umat dalam memperdalam pemahaman dan praktek devosi Maria dalam usaha membangun kualitas hidup berimannya.

c. Usaha-usaha apa saja yang dilakukan Umat dalam Membangun Kehidupan Berimannya?

Sebagai wujud dari iman, umat perlu melakukan suatu aktivitas yang menunjukkan bahwa keberimanan mereka tidak hanya sebatas kata-kata atau teori

belaka. Melalui berbagai macam usaha yang dilakukan, masing-masing pribadi umat beriman dapat mengukur sejauhmana keberimanan mereka itu dapat dipertanggungjawabkan. Berkaitan dengan hal ini peneliti hendak menggali berbagai macam usaha yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup berimannya.

Dengan mengetahui berbagai macam usaha tersebut baik peneliti sebagai salah satu dari anggota umat maupun segenap anggota umat Kristiani di lingkungan ini dapat melakukan evaluasi terhadap segala usaha yang telah dilakukan dan melakukan suatu rencana yang lebih efektif guna mengupayakan usaha yang dapat mengembangkan kehidupan beriman secara lebih baik.

d. Faktor Penghambat Umat dalam Membangun Kualitas Hidup Beriman

Dalam proses pengembangan hidup beriman. Peneliti menyadari bahwa selalu ada faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilan suatu usaha mengembangkan iman. Pada kesempatan ini, secara khusus peneliti akan menggali dari pengalaman umat kira-kira faktor-faktor penghambat apa saja yang kerap kali mereka hadapi manakala sedang melakukan usaha pengembangan hidup beriman. Dengan mengetahui faktor penghambat itu, peneliti berharap dapat menemukan solusi yang berguna bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh umat ketika melakukan usaha-usaha yang bersifat mengembangkan hidup beriman.

Untuk mempermudah pemahaman akan variabel-variabel Penelitian diatas maka penulis menguraikan dalam bentuk tabel yang mencakup : Variabel Penelitian, Item-item dan jumlah Soal.

Tabel I. Variabel Penelitian Pemahaman dan Pemaknaan Umat di Lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan, tentang Kesetiaan Iman Maria.

No Variabel Penelitian Item-item

Jumlah Soal 1. Bagi anda, siapakah Maria itu?

2. Pernahkah anda mengalami mukjizat setelah berdoa pada Allah dengan perantaraan Maria melalui Devosi Maria?

a.

Pemahaman dan pemaknaan umat di lingkungan St. Ignatius Loyola Cokrodiningratan tentang siapa Maria

3. Jika jawaban anda pernah mengalami mukjizat, silahkan anda sharing secara singkat! (Kapan, dimana dan bagaimana itu terjadi)

3

4. Seringkah anda berdoa dengan perantaraan Bunda Maria?

5. Kapan anda menyediakan waktu khusus untuk devosi Maria?

6. Apakah berdevosi kepada Maria sering dilakukan bersama-sama di lingkungan anda? b.

Bentuk-bentuk devosi Maria yang dirasa membantu umat di lingkungan St. Ignatius

Loyola dalam membangun kualitas hidup beriman.

7. Apa bentuk devosi Maria yang dirasa paling membantu anda dalam memperkembangkan kehidupan beriman?

4

8. Bidang-bidang Usaha apa saja yang dapat mendukung anda dalam membangun hidup beriman?

Dokumen terkait