BAB III. PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN IMAN ANAK
C. Penelitian Peranan Orang Tua dalam Pendidikan Iman Anak
1. Latar Belakang Penelitian
Kebanyakan orang Katolik percaya bahwa keluarga merupakan tempat
pendidikan yang pertama dan utama bagi semua anak, terutama mereka yang
mempunyai orang tua sendiri. Sayang, kepercayaan tersebut sering kali tidak
diimbangi dan ditindaklanjuti dengan usaha mereka dalam mendidik anak-anak
mereka di rumah. Tidak sedikit orang tua yang hanya mampu memberikan
pendidikan jasmani dan intelektual kepada anak-anak. Mereka tidak mampu
memberikan pendidikan rohani, moral dan sosial kepada anak-anak mereka sendiri.
Salah satu yang barangkali mendorong mereka berbuat demikian ialah terlalu
besarnya kepercayaan mereka kepada para guru di sekolah dan kepada para
pemimpin Gereja di paroki.
Dari pengamatan dan hasil wawancara terhadap beberapa OMK dan
anak-anak yang dilakukan oleh penulis, kurangnya peran para orang tua dalam
pendidikan iman anak bagi anak-anak mereka menjadi permasalahan konkret yang
lingkungan Santo Yusuf yang sebagian besar merupakan pegawai dan PNS serta
memiliki pekerjaan sampingan, membuat para orang tua sibuk dengan pekerjaan
mereka sehingga kurang memperhatikan dan terlibat langsung dalam mendampingi
anak khususnya perkembangan iman mereka. Selain faktor tersebut, kurangnya
pengetahuan mengenai ajaran agama, mengetahui kebutuhan anak, dan pengetahuan
mengenai pentingnya pendidikan iman anak dalam keluarga yang berpengaruh bagi
perkembangan karakter serta relasi anak terhadap sesama dan Tuhan, dialami oleh
para orang tua. Umumnya para orang tua hanya memotivasi anak-anak mereka untuk
selalu mengikuti sekolah minggu dan memfasilitasi anak dengan berbagai buku
seperti buku doa, buku cerita, Kitab Suci bergambar dll tanpa penjelasan dan
pendampingan lebih lanjut dari orang tua. Meskipun demikian, tidak semua orang tua
di lingkungan Santo Yusuf Gemuh seperti yang disebutkan di atas, walaupun hanya
ada satu atau dua keluarga yang memiliki perhatian terhadap perkembangan iman
anak mereka.
Beberapa permasalahan dapat penulis angkat, misalnya ada sebuah
keluarga keturunan Tionghoa yang terdiri dari ayah, ibu, nenek, dan empat orang
anak yang masih usia sekolah. Suami-istri ini tidak memiliki pekerjaan tetap tetapi
mereka memiliki usaha sendiri di rumah dengan membuka bengkel mobil yang bisa
dikatakan dapat mencukupi kebutuhan mereka. Usaha yang mereka geluti ini banyak
menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Rutinitas sehari-hari pun tidak menentu dan
tidak terjadwal dengan baik. Terkadang mereka bekerja sampai sore bahkan sampai
malam hari. Akibatnya, suami-istri ini jarang memiliki kesempatan untuk makan, ke
Gereja, berdoa dan bercengkrama bersama dengan anggota keluarga yang lain.
hanya memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh anak-anak mereka tanpa adanya
pendampingan atau perhatian akan kebutuhan anak yang paling mendasar yaitu
perhatian dan keterlibatan dari orang tua. Akibatnya hubungan antara orang tua dan
anak kurang dekat dan anak-anak cenderung memiliki sifat pendiam.
Disadari atau tidak, anak-anak tidak bisa berkembang dengan sendirinya.
Mereka memerlukan bantuan dari orang lain terutama orang yang paling dekat
dengan mereka yaitu orang tua. Orang tua harus terlibat secara langsung dalam
pendampingan anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara
maksimal untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi dunia luar. Untuk itu,
melalui penelitian ini, penulis ingin mengetahui sejauh mana orang tua berperan
dalam pendidikan iman anak mereka dan memberikan sumbangan pemikiran agar
orang tua semakin menyadari tentang pentingnya peran mereka dalam pendidikan
iman anak-anak mereka.
2. Tujuan Penelitian
a. Mengetahui sejauh mana para orang tua di lingkungan Santo Yusuf Gemuh
Paroki St. Martinus Weleri telah menjalankan peran mereka dalam mendidik
iman anak-anak.
b. Mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat orang tua
dalam menjalankan perannya sebagai pendidik iman.
c. Mengetahui harapan umat untuk meningkatkan kesadaran akan peran penting
orang tua dalam pendidikan iman anak di lingkungan Santo Yusuf Gemuh
3. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode deskriptif analitis. Penelitian kualitatif sendiri merupakan
jenis penelitian dimana data berupa kalimat atau kata yang dideskripsikan secara
verbal. Metode deskriptif analitis ini sendiri merupakan metode yang menganalisis
suatu data yang ditinjau dari dua hal yakni kenyataan dan ketentuan yang ada
(Suharsimi Arikunto, 1997:230).
4. Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data, penulis menggunakan instrumen kuesioner
dengan rating scale. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya,
atau hal-hal yang ia ketahui. Sedangkan rating scale (skala bertingkat) adalah sebuah
pernyataan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan
misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju (Suharsimi Arikunto,
1997: 128). Jenis kuesioner yang digunakan yakni kuesioner tertutup dan kuesioner
terbuka. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang disusun dengan menyediakan
pilihan jawaban, sehingga responden hanya tinggal memberi tanda pada jawaban
yang dipilih. Sedangkan kuesioner terbuka memberi kesempatan kepada responden
untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri (Suharsimi Arikunto, 1997: 128-129).
5. Responden Penelitian
Responden dalam penelitian ini adalah keluarga Kristiani yang aktif
orang. Dari populasi yang ada, diambil 30 orang sebagai responden. Penulis memilih
30 orang responden yang terdiri dari 15 anak-anak dengan kriteria untuk anak
minimal usia sekolah menengah pertama dan 15 orang tua yang memiliki anak.
Pendapat dua kelompok responden tersebut diharapkan dapat representatif atau dapat
mewakili semua umat lingkungan Santo Yusuf Gemuh tentang peran penting orang
tua bagi pendidikan iman anak. Penulis menggunakan teknik purposive sample untuk
menentukan responden. Purposive sampel dilakukan dengan cara mengambil subyek
bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya
tujuan tertentu (Suharsimi Arikunto, 1997:117).
6. Waktu, Tempat, dan Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Santo Yusuf Gemuh pada
bulan November tahun 2012. Angket disebarkan pada saat pertemuan rutin
lingkungan.
7. Variabel Penelitian
Variabel adalah gejala yang bervariasi (Suharsimi Arikunto, 1997:94).
Gejala yang bervariasi misalnya jenis kelamin, karena jenis kelamin mempunyai
variasi: laki-laki-perempuan. Gejala adalah objek penelitian, sehingga variabel
adalah objek penelitian yang bervariasi.
Berkaitan dengan judul skripsi yang diambil, penulis mengelompokkan
Kisi-Kisi Kuesioner Penelitian No. Variabel No Item Jumlah I II
1. Peran orang tua dalam pendidikan iman anak sudah terwujud
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9
1 dan 2 11
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat orang tua berperan dalam pendidikan iman anak
10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, dan 17
3 dan 4 10
3. Usulan katekese/pendalaman iman yang diharapkan umat untuk meningkatkan peran orang tua dalam pendidikan iman anak
18, 19, 20, 21, 22, 23, dan 24
5 dan 6 9
Jumlah item pernyataan 30