• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian yang relevan dengan judul penelitan penulis yang

berjudul “Pengaruh Media Video terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa pada

Konsep Gerak Lurus” adalah sebagai berikut:

1. Dr. M. A. Omiola, Mr. M. R. Enuwa, Mr. S. O Awoyemi, dan Mr. A. A. Bada dalam jurnal yang berjudul “Effect of Developed Video Instructional Package on the Performance of Senior Secondary School Physics Students in Ilorin Metropolis.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan video instruksional dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep fisika dan membuktikan kemampuan mereka dalam pembelajaran. Gender bukanlah faktor yang mempengaruhi pembelajaran dengan menggunakan video instruksional, karena baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan, dapat menunjukan penampilan mereka yang baik dengan menggunakan video instruksional.63

63

M. A. Omiola dkk., Effect of Developed Video Instructional Package on The Performance of Senior Secondary School Physics Students in Ilorin Metropolis, British Journal of Science, 6, 2012, pp. 45-54.

2. Benson Adesina Adegoke dalam jurnal yang berjudul “Effect Of Multimedia Instruction On Senior Secondary School Students’ Achievement In Physics.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya, siswa-siswa yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan instruksi multimedia menunjukkan kemajuan yang baik. Instruksi multimedia lebih efektif dari pada intruksi konvensional. Instruksi multimedia menstimulasi atau merangsang kemampuan visual dan kemampuan mendengar siswa dan dapat membantu guru dalam kegitan pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, multimedia juga memiliki perangkat-perangkat yang dapat menyajikan materi-materi yang bersifat abstrak sehingga siswa lebih bisa memahami dengan penyajiannya menggunakan multimedia.64

3. Sujit Pal, Sibananda Sana, dan Asis Kumar Ghosh dalam jurnal yang berjudul

Influence Of Interactive Multimedia Courseware: A Case Study Among The Students Of Physical Science Of Class VIII.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang difasilitasi multimedia dalam pembelajaran fisika, menunjukkan hasil yang lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode tradisional atau ceramah. Penggunaan multimedia dan animasi untuk membuat atau menciptakan pembelajaran yang atraktif, stimulatif dan interaktif.65

4. Benson Adesina Adegoke dalam jurnal yang berjudul “Integrating Animations, Narratives And Textual Information For Improving Physics Learning.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya, siswa-siswa yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan media yang terdiri dati perpaduan animasi, penjelasan dan teks memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang melakukan pembelajaran hanya

64

Benson Adesina Adegoke, Effect of Multimedia Instruction on Senior Secondary

School Students’ Achievement in Physics, European Journal of Educational Studies, 3, 2011, pp. 537-550.

65

Sujit Pal. et al., Influence of Interactive Multimedia Courseware: A Case Study Among The Students of Physical Science of Class VIII, Bhatter College Journal of Multidisciplinary Studies, 2, 2012, pp. 76-88.

berdasarkan penjelasan gurunya. Penggunaan media integrasi ini juga menyebabkan ketertarikan siswa dalam pembelajaran fisika.66

5. Panagiota dan Christos Nacopoulos dalam jurnal yang berjudul “Evaluating the Impact of Video Based and Traditional Lectures on Students Learning.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis video dalam pembelajaran lebih efektif dibandingan dengan metode konvensional. Pembelajaran yang menggunakan media video ini juga memberikan pengaruh yang baik untuk kinestetik dan psikologis siswa dalam waktu hanya beberapa menit jika dibandingkan dengan pembelajaran yang berbasis penjelasan guru semata.67

6. Oguz Serin dalam jurnal yang berjudul “The Effects of The Computer-Based Instruction on The Achievement and Problem Solving Skills of The Science and Technology Students.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang melakukan pembelajaran menggunakan intruksi berbasis komputer memiliki peningkatan hasil belajar yang signifikan jika dibandingkan dengan kelas kontrolnya. Penggunaan pembelajaran berbasis intruksi komputer tersebut menyebabkan peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan sains dan teknologi 68 7. Febrian Eko Priandono, Sri Astutik, Sri Wahyuni dalam jurnal yang berjudul

“Pengembangan Media Audio-Visual Berbasis Kontekstual Dalam

Pembelajaran Fisika Di SMA.” Dari hasil penelitian diperoleh bahwa respon siswa terhadap produk pengembangan ialah siswa merespon senang, mudah dipahami, serta menarik. Hasil belajar kognitif produk siswa ialah sebanyak 4 siswa memperoleh nilai di bawah 75 dan sebanyak 19 siswa memperoleh nilai diatas 75. Hal ini diperoleh karena siswa sangat antusias dan rajin dalam

66

Benson Adesina Adegoke, Integrating Animations, Narratives And Textual Information For Improving Physics Learning, Electronic Journal in Educational Pshycology, 8, 2010, pp. 725-748.

67

Pinagiota Nakopoulo-Symrni and Christos Nakopoulo, Evaluating the Impact of Video Based and Traditional Lectures on Students Learning, International Research Journal, 1, 2010, pp. 304-311.

68

Oguz Serin, The Effects of The Computer-Based Instruction on The Achievement and Problem Solving Skills of The Science and Technology Students, The Turkish Online Journal of Eduvational Technology, 10, 2011, pp. 183-201.

mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru dan siswa tidak malu bertanya jika ada materi yang tidak dipahami.69

8. P. Rante, Sudarto, N. Ihsan dalam jurnal yang berjudul “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Fisika Berbasis Audio-Video Eksperimen Listrik Dinamis Di SMP.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa propil multimedia berbasis audio-video eksperimen dari segi tampilan menarik, fasilitas runtut, sistematis dan praktis digunakan serta menjadi solusi ketidakterlaksanaan praktikum di sekolah. Produk akhir adalah sebuah paket CD autorun multimedia pembelajaran interaktif sebagai media pembelajaran mandiri dan sebagai media presentase yang dilengkapi perangkat pembelajaran untuk guru.70

9. Wahyudin, Sutikno, A. Isa dalam jurnal yang berjudul “Keefektifan

Pembelajaran Berbantuan Multimedia Menggunakan Metode Inkuiri

Terbimbing Untuk Meningkatkan Minat Dan Pemahaman Siswa.” Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus II cukup signifikan karena secara individu siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari 13 siswa menjadi 38 siswa. Pemahaman siswa meningkat dari 60% siswa yang dinyatakan tidak paham pada siklus I menjadi5%siswa yang dinyatakan tidak paham untuk siklus II. Hasil analisis tanggapan siswa terhadap pengajaran diperoleh rata-rata tanggapan siswa sebelum tindakan sebesar 72,90%. Setelah tindakan, nilai rata-rata tanggapan siswa meningkat menjadi 76,81%. Jadi, penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan berbantuan multimedia dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa.71

10. Sutarno dalam jurnal yang berjudul “Penggunaan Multimedia Interaktif Pada Pembelajaran Medan Magnet Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik

69

Febrian Eko Priandono, dkk., Pengembangan Media Audio-Visual Berbasis Kontekstual dalam Pembelajaran Fisika di SMA, Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 1, 2012, h. 247-253.

70

P. Rante, dkk., Pengembangan Multimedia Pembelajaran Fisika Berbasis Audio-Video Eksperimen Listrik Dinamis di SMP, Jurnal Pembelajaran IPA Indonesia, Vol. 2, 2013, h. 203-208.

71

Wahyudin, dkk., Keefektifan Pembelajaran Berbantuan Multimedia Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa, Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, Vol. 6, 2010, h. 58-62.

Sains Mahasiswa.” Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rerata N-gain peningkatan keterampilan generik sains kelas eksperimen 0,72 dan kelas kontrol 0,53. Selain itu, keterampilan generik sains mahasiswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan multimedia interaktif secara signifikan tinggi baik dibandingkan dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.72

11. Sapto Haryoko dalam jurnal yang berjudul “Efektivitas Pemanfaatan Media Audio-Visual sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa teknik jaringan komputer yang menggunakan media audio-visual dalam proses pembelajaran memiliki nilai rata-rata yang jauh lebih tinggi dibandingkan mahasiswa teknik jaringan komputer yang melakukan proses pembelajaran dengan metode konvensional. Di mana hasil posttest kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 86 sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 78,33.73

12. Hayati dan Retno Dwi Suyanti dalam jurnal yang berjudul “Efek Pembelajaran Inquiry Training Berbasis Multimedia dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry training berbasis multimedia lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa dari pada pembelajaran inquiry training tanpa menggunakan multimedia. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya interaksi antara pembelajaran inquiry training berbasis multimediadengan motivasi siswa dalam belajar fisika.74

72

Sutarno, Penggunaan Multimedia Interaktif pada Pembelajaran Medan Magnet untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Mahasiswa, Jurnal Exacta, Vol. 9, 2011, h. 60-66.

73

Sapto Haryoko, Efektivitas Pemanfaatan Media Audio-Visual sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran, Jurnal Edukasi Elektro, Vol. 5, 2009, h. 1-10.

74

Hayati dan Retno Dwi Suyanti, Efek Pembelajaran Inquiry Training Berbasis Multimedia dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa, Jurnal Online Pendidikan Fisika, Vol. 2, 2013, h. 24-33.

13. Hipotesis

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan, maka hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh media video terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep gerak lurus.

Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014-2015. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2014. Adapun tempat penelitiannya di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan yang berlokasi di Komplek Pamulang Permai I, Tangerang Selatan.

Dokumen terkait