2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Penelitian Terdahulu
Terdapat beberapa penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian tersebut antara lain :
• Park dan Sharp-Bette (1990) dalam buku ”Advanced engineering economics”
Park dan Sharp-Bette dalam bukunya menuliskan beberapa analisa lebih lanjut dari ilmu ekonomi teknik. Salah satu bidang yang ditunjukkan oleh Park dan Sharp-Bette adalah pembuatan simulasi monte carlo untuk mengakomodasi faktor risiko dalam perhitungan ekonomi teknik. Dalam buku ini dibahas detail mengenai langkah-langkah pembuatan simulasi monte carlo tersebut. Akan tetapi, dalam buku ini, Park dan Sharp-Bette hanya mengajarkan diperoleh distribusi dari paramter metode ekonomi teknik yang digunakan, misal NPV. Park dan Sharp-Bette tidak menunjukkan bagaimana analisa selanjutnya (analisa risiko) dari hasil distribusi parameter tersebut.
• Ye dan Tiong (2000) dalam jurnal “NPV-At-Risk Method in Infrastructure Project Investment Evaluation”
Ye dan tiong mengusulkan metode NPV@Risk untuk mengakomodasi faktor ketidakpastian dalam perhitungan NPV. Ye dan Tiong menunjukkan penggunaan metode NPV@Risk ini dengan menggunakan contoh kasus pembangunan pembangkit listrik. Kasus pembangunan pembangkit listrik ini dihadapkan pada dua alternatif yaitu pembangunan pembangkit A atau pembangunan pembangkit B. Dari hasil penelitian Ye dan Tiong ini dimunculkan pertimbangan baru dalam pengambilan keputusan investasi, yaitu tingkat kegagalan dari suatu investasi. Akan tetapi, penelitian Ye dan Tiong ini hanya berhenti sampai diketaui bagaimana profil distribusi dari NPV yang diperoleh untuk setiap pembangkit. Penelitian Ye dan Tiong belum sampai pada bagaimana mengintegrasikan atau mengolah hasil output NPV@Risk ini ke dalam konsep manajemen risiko.
• Wibowo dan Kochendörfer (2005) dalam jurnal “Financial Risk Analysis of Project Finance in Indonesian Toll Roads”
Penelitian Wibowo dan Kochendörfer melanjutkan atau bereferensi dari penelitian Ye dan Tiong (2000). Akan tetapi, kasus yang digunakan oleh Wibowo dan Kochendörfer ini adalah kasus pembangunan jalan Tol di Indonesia. Berbeda dengan penelitian Ye dan Tiong, Wibowo dan Kochendörfer menggunakan data real untuk menganalisa risiko finansial dari pembangunan jalan tol ini. Hasil penelitian Wibowo dan Kochendörfer adalah profil risiko finansial dari pembangunan sebuah jalan tol. Akan tetapi penelitian Wibowo dan Kochendörfer ini belum melakukan pengintegrasian atau post analysis (manajemen risiko) dari risiko yang diperoleh.
• Franke (1987) dalam jurnal “Risk Analysis in Project Management”
Penelitian Franke menjelaskan bahwa analisa risiko digunakan untuk meminimasi sebuah risiko. Franke menggunakan dua buah kasus untuk menunjukkan proses analisa risiko tersebut. Kasus dalam penelitian Franke adalah kasus pembangunan pembangkit listrik dan kasus pembangunan pabrik kimia.
Analisa risiko dalam penelitian Franke dimulai dari tahap indentifikasi risiko yang dilakukan dengan metode Delphi.
Metode Delphi ini merupakan metode diskusi dengan para ahli dalam bidang manajemen proyek untuk memperoleh profil risiko. Profil risiko yang diperoleh dianalisa dengan metode simulasi dengan beberapa skenario untuk memperbaiki profil risiko ini. Hasil penelitian Franke berupa skenario terbaik yang menghasilkan risiko yang minimum.
• Choi et al. (2004) dalam jurnal “Risk Assessment Methodology for Underground Construction Projects”
Choi et al. meneliti tentang penggunaan metodologi analisa risiko dalam pembangunan proyek kereta bawah tanah. Metodologi analisa risiko menurut Choi et al. dibagi menjadi empat tahap, yaitu : 1.) Identifying Risks, 2.) Analysing Risks, 3.) Evaluating Risks, and 4.) Managing Risks. Identifying Risks adalah proses mengenali risiko dan mengidentifikasi karakteristik risiko berdasarkan informasi yang diperoleh. Analysing Risks dan Evaluating Risks adalah proses menganalisa probabilitas dan potensi konsekuensi yang terjadi dan membentu strategi untuk menanggulangi risiko tersebut. Setelah risiko telah diidentifikasi dan dianalisa, strategi yang tepat untuk menanggulangi risiko tersebut dibentuk dalam tahap Managing Risks.
• Öztaş dan Ökmen (2004) dalam jurnal “Risk Analysis in Fixed-Price Design–Build Construction Projects”
Öztaş dan Ökmen meneliti risiko dalam sebuah proyek konstruksi. Penelitian Öztaş dan Ökmen ini menggunakan simulasi monte carlo untuk meneliti ketidakpastian dari sebuah proyek konstruksi. Hasil simulasi monte carlo ini berupa distribusi durasi proyek. Setelah itu dilakukan analisa risiko. Tahapan analisa risiko menurut Akintoye dan Maclead dalam Öztaş dan Ökmen (2004) yaitu : 1.) Establish an appropriate context, 2.) Set goals and objectives, 3.) Identify and analyse risks, 4.) Influence risk decision-making, and 5.) Monitor and review risk responses.
• AS/NZS 4360:2004 dalam “Risk Management Guidelines Companion to AS/NZS 4360:2004”
AS/NZS 4360:2004 merupakan sebuah standar internasional dalam manajemen risiko. AS/NZS 4360:2004 dirumuskan pada tahun 2004 oleh kerjasama pemerintah Australia dan New Zeland. AS/NZS 4360:2004 memberikan kerangka berpikir dalam manajamen risiko yang dapat diaplikasikan dalam berbagai macam organisasi.
Dalam AS/NZS 4360:2004 terdapat beberapa tahap.
Tahapan tersebut yaitu : Identify Risks, Analyse Risks, Evaluate Risks, dan Treat Risks. Identify Risks adalah proses menemukan, mengenali dan mendeskripsikan faktor yang menjadi risiko. Analyse Risks merupakan proses untuk memahami sifat risiko dan menentukan tingkatan risiko.
Evaluate Risks adalah proses membandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko untuk menentukan apakah risiko dapat diterima atau ditoleransi. Treat Risks adalah proses untuk menangani risiko, apakah risiko akan dihindari, diterima atau bahkan ditransfer.
• AS/NZS ISO 31000:2009 dalam “Risk management - Principles and Guidelines”
AS/NZS ISO 31000:2009 merupakan standar internasional dalam manajemen risiko yang dikembangkan dari AS/NZS 4360:2004. Isi dari AS/NZS ISO 31000:2009 mengacu pada AS/NZS 4360:2004. Tidak terdapat perbedaan yang signifikasn antara AS/NZS ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004.
Berdasarkan penelitian penelitian sebelumnya, penelitian yang berjudul “Pengembangan Metode Manajemen Risiko untuk Keputusan Kelayakan Investasi yang Mempertimbangan Ketidakpastian” ini dirumuskan . Penelitian ini akan mengembangkan metode integrasi antara konsep manajemen risiko berdasarkan standar AS/NZS ISO 31000:2009 dan Konsep Simulasi yang berdasarkan pada Konsep NPV@Risk. Metode yang diperoleh akan diujikan dalam dua buah kasus. Kasus tersebut adalah kasus pembangunan pembangkit listrik pada tahun 2007 dan kasus investasi mesin kompresor untuk proses pengecatan pada tahun 2011. Adapun metode pemilihan investasi yang digunakan akan disesuaikan dengan kasus tersebut.
(Halaman ini sengaja dikosongkan)
25