• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN LITERATUR

F. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang sesuai dengan tema kualitas layanan perpustakaan yang penulis usung dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Lusi Anggraini (2015). Mahasiswi Universitas Sumatera Utara, Jurusan Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya. Dengan judul

44 Endang Fatmawati, Matabaru Penelitian Perpustakaan: Dari SERVQUAL ke LibQUAL+TM, h. 227

45Ibid, h. 228

41

penelitian “Analisis Kualitas Pelayanan dengan Menggunakan Metode LibQual+TM”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan dengan menggunakan metode LibQual+TM di perpustakaan Umum Gunung Bungsu Sumatera Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah semua pengguna yang menjadi anggota PUGB sebanyak 253 orang. Penentuan sampel dengan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 72 orang. Teknik sampling yang digunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan studi kepustakaan.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas layanan pada dimensi Affect of Service yang meliputi: 1) Assurance, bahwa sebagian besar (58,33 %) pustakawan memiliki pengetahuan dan wawasan tentang pelayanan, sebagian besar (52,78 %) pustakawan ramah, 2) Empathy, bahwa sebagian besar (52,78 %) pustakawan memahami kebutuhan informasi pengguna, sebagian besar (65,28 %) pustakawan peduli kepada pengguna, 3) Responsiveness, bahwa sebagian besar (58,33%) pustakawan tanggap terhadap keluhan pengguna, sebagian besar (62,50%) pustakawan bersedia membantu pengguna dalam mencari informasi, 4) Reliability, bahwa sebagian besar (62,50 %) pustakawan mampu melayani pengguna, hampir setengah (47,22 %) pustakawan tepat waktu dalam melayani pengguna. Dimensi Information Control yaitu hampir setengah (43,06 %) koleksi kurang memadai, hampir setengah (47,22 %) koleksi kurang up to date, hampir setengah (44,44 %)

42

koleksi kurang sesuai dengan kebutuhan pengguna, sebagian besar (51,39

%) koleksi mudah ditemukan, setengah (50,00 %) pengguna kurang mampu menemukan koleksi, hampir setengah (37,50 %) pengguna kadangkadang memiliki hambatan dalam menelusuri informasi, hampir setengah (41,67 %) jaringan wifi membantu pengguna dalam menelusuri informasi. Dimensi Library as Place yaitu hampir setengah (47,22 %) fasilitas perpustakaan kurang lengkap, sebagian besar (54,17 %) ruang baca nyaman, sebagian besar (59,72 %) menyatakan suasana perpustakaan membuat pengguna ingin berkunjung, sebagian besar (59,72 %) menyatakan perpustakaan bersih, sebagian besar (59,72 %) menyatakan perpustakaan terbuka untuk aktivitas diskusi belajar.

Berdasarkan analisis kualitas pelayanan dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan pada dimensi Affect of Service dan Library as place telah menunjukkan nilai yang baik dan sesuai dengan harapan pengguna perpustakaan. Disarankan agar dimensi Information control dapat ditingkatkan.

2. Haryani (2014). Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Dengan judul penelitian “Evaluasi Kualitas Layanan Malam Hari di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta dengan Metode LibQUAL+TM”. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan malam hari di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta berdasarkan harapan dan persepsi pemustaka Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta dengan menggunakan metode

43

LibQual+TM. Penelitian ini termasuk penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan penelitian ini menggunakan metode kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden dari jumlah populasi 3.478 pemustaka malam hari yang diperoleh dengan rumus Yamane. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas layanan malam hari di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta dinyatakan

“baik” secara umum oleh pemustaka. Hal ini dapat dilihat dari hasil penghitungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata persepsi (perseived) pemustaka yaitu 27,53 dan nilai rata-rata harapan minimum (minimum) sebesar 27,32. Sementara itu nilai rata-rata harapan yang diinginkan (desired) pemustaka yaitu 29,51. Dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai rata-rata persepsi lebih tinggi dari harapan minimum, sehingga diperoleh kesenjangan Adequacy Gap (AG) positif 0,21 dan nilai Superiorty Gap (SG) negatif yaitu-2,90. Berdasarkan penghitungan Adequacy Gap (AG) dan Superiorty Gap (SG) dimensi yang belum memenuhi harapan dan persepi pemustaka adalah dimensi Information Access (AI) dan 3 butir pernyataan yaitu ketenangan ruangan perpustakaan untuk belajar pada waktu malam hari, penataan koleksi perpustakaan (buku, bahan referensi, majalah, surat kabar, dsb) kemudahan pemustaka dalam proses temu kembali informasi, dan kemandirian pemustaka dalam mencari informasi di perpustakaan pada waktu malam hari, itu semua yang dinyatakan belum baik dan perlu

44

perbaikan lebih lanjut. Dari hasil penelitian, maka dapat direkomendasikan bahwa, perlu melengkapi koleksi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan, perlunya peningkatan soft skill pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan penataan koleksi perpustakaan, dan disisi lain diperlukan adanya pendidikan pemakai bagi pemustaka.

3. Inayatul Ramadita (2014). Mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora. Dengan judul penelitian “Analisis Kualitas Layanan Perpustakaan SMA Bakti Idhata dengan Menggunakan LibQUAL+TM”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan harapan siswa terhadap kualitas layanan perpustakaan SMA Bakti Idhata dari aspek akses terhadap informasi (access to information), sikap petugas dalam melayani (affect to service), kemudahan pencarian informasi secara individual (personal control), dan perpustakaan sebagai tempat (library as place). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Bakti Idhata, dengan teknik accidental sampling diambil sampel 25% dari kelas 1 dan 2. Teknik pengumpulan data menggunakan metode LibQual yang mengukur gap/kesenjangan antara persepsi dan harapan pengguna terhadap layanan perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas layanan perpustakaan SMA Bakti Idhata dari aspek sikap petugas dalam melayani pengguna (affect to service) dengan skor Gap Adequacy 0,87 dan skor Gap Superiority 0,37 dan

45

kemudahan pencarian informasi secara individu (personal control) dengan skor Gap Adequacy 0,85 dan skor Gap Superiority 0,08 dinilai baik dalam harapan minimal dan harapan sesungguhnya atau pengguna telah puas dengan kedua layanan tersebut. Namun, dari kedua aspek masih terdapat penilaian negatif seperti tidak tersedianya komputer sebagai sarana temu kembali informasi dan kurangnya pemahaman serta wawasan yang cukup pada pustakawan mengenai perpustakaan.

Sedangkan dari aspek akses terhadap informasi (access to information) dengan skor Gap Adequacy 0,46 dan skor Gap Superiority -0,14 dan perpustakaan sebagai tempat (library as place) dengan skor Gap Adequacy 0,18 dan skor Gap Superiority -0,47 dinilai sudah cukup memenuhi atau pengguna puas pada harapan minimal, walaupun pengguna belum puas dengan harapan sesungguhnya karena adanya beberapa faktor yaitu terbatasnya dana, tidak tersedianya fasilitas yang memadai bagi pengguna dan kurangnya apresiasi pihak yayasan sekolah terhadap perpustakaan. Serta beberapa penelitian lain yang menggunakan metode LibQUAL+TMuntuk mengukur kualitas layanan perpustakaan.

Adapun perbedaan pada penelitian-penelitian terdahulu dengan penelitian penulis, terdapat pada tempat penelitian dan variabel penelitian pada dimensi LibQUAL+TMyaitu dimensi pengukuran kualitas layanan terbaru yakni Affect of Service, Information Control, dan Library as Place.

46 BAB III

Dokumen terkait