• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja guru terhadap

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Pembahasan Hasil Penelitian

3. Pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja guru terhadap

Hasil penelitian mendukung hipotesis ketiga bahwa variabel Sertifikasi Guru dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap Kinerja Guru. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 40.521 dan p value sebesar 0.000.

Menurut Robbins (2003), kapasitas kerja seseorang sangat dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya adalah: (1) mentality challenging work, (2) equitable rewards, (3) supportive working conditions, dan (4) supportive mileagues. Kinerja Guru

pada dasarnya merupakan kinerja atau unjuk kerja yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Kinerja guru sangat menentukan kualitas hasil pendidikan, karena guru merupakan fihak yang paling banyak bersentuhan langsung dengan siswa dalam proses pendidikan/pembelajaran di lembaga pendidikan Sekolah.

Implementasi program sertifikasi guru diarahkan pada peningkatan kinerja guru sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran peserta didiknya secara optimal. Dalam peningkatan kinerja guru, program sertifikasi guru memberikan potensi kepada guru untuk selalu bermotivasi bekerja secara professional. Oleh karena itu, dari uraian dan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa sertifikasi guru dalam meningkatkan kinerja guru dapat dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu motivasi kerja guru itu sendiri baik internal maupun eksternal.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan data hasil peneltian dan pembahasan mengenai Pengaruh Sertifikasi Guru dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah se-KKMI Kebayoran Lama, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Sertifikasi guru berpengaruh positif secara parsial terhadap Kinerja Guru. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi X1 sebesar 1.401 menyatakan bahwa setiap kenaikan Sertifikasi Guru sebesar 2 persen akan meningkatkan Kinerja Guru sebesar 1.401 persen. Nilai probabilitas yang lebih kecil dari 5% yaitu 0.000 < 0.05 mengindikasikan bahwa Sertifikasi Guru berpengaruh positif terhadap Kinerja Guru.

2. Motivasi Kerja Guru secara parsial berpengaruh positif secara parsial terhadap Kinerja Guru. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi X2 sebesar 2.436 menyatakan bahwa setiap kenaikan Sertifikasi Guru sebesar 3 satuan akan meningkatkan Kinerja Guru sebesar 2.436 satuan. Nilai probabilitas yang lebih kecil dari 5% yaitu 0.000 < 0.05 mengindikasikan bahwa Motivasi Kerja Guru berpengaruh positif terhadap Kinerja Guru.

3. Sertifikasi Guru dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap Kinerja Guru. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 40.521 dan p value sebesar 0.000. Implementasi program sertifikasi guru diarahkan pada peningkatan kinerja guru sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran peserta didiknya secara optimal. Dalam peningkatan kinerja guru, program sertifikasi guru memberikan potensi kepada guru untuk selalu termotivasi untuk bekerja secara professional. Oleh karena itu, dari uraian dan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa sertifikasi guru dalam meningkatkan kinerja guru dapat dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu motivasi kerja guru itu sendiri baik internal maupun eksternal.

B. Implikasi

Berdasarkan paparan pada penelitian ini, dapat diambil kesimpulan, baik secara parsial maupun simultan, bahwa program sertifikasi dan motivasi kerja guru sebagai variable yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable kinerja guru.

Hal ini menunjukan, bahwa untuk peningkatan kinerja guru dapat dilakukan dengan meningkatkan efektifitas program sertifikasi dan meningkatkan motivasi kerja guru.

1. Upaya Peningkatan Kinerja Guru

Peningkatan kinerja guru mempunyai kedudukan yang terpenting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang nantinya akan berefek kepada mutu lulusan dan akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu pemerintah harus terus mengupayakan berbagai hal untuk mendongkrak dan meningkatkan kompetensi guru agar guru memiliki kinerja yang baik. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat mengikuti pelatihan strategi dan metode pembelajaran yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

2. Memberikan dukungan untuk dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengaplikasian kurikulum yang berlaku dengan menyelenggarakan kegiatan workshop maupun seminar di sekolah nya maupun di lingkungan kluster sekolahnya seperti di KKMI (Kelompok Kerja Madrasah).

3. Memberikan kesempatan bagi para guru untuk mengikuti pelatihan maupun workshop peningkatan kinerja di tempat lain jika sekolah tidak mampu mengadakan pelatihan tersebut secara mandiri.

4. Memberikan peluang untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi

5. Mewajibkan kepada guru menempuh pendidikan minimal strata satu

2. Upaya Peningkatan program Sertifikasi Guru

Sertifikasi guru merupakan hal yang sangat menunjang dalam peningkatan kinerja guru. Hal ini diperlihatkan melalui penelitian ini, dimana kontribusi sertifikasi guru bersama – sama dengan motivasi guru mempengaruhi kinerja guru sebesar 47,1%. Besarnya kontribusi mengindikasikan pentingnya sertifikasi guru bagi kinerja guru.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan program sertifikasi guru:

1. Memberikan kelayakan bagi Guru yang bersertifikasi untuk mendapatkan kelayakan dalam dalam melaksanakan tugas.

2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab pada guru bersertifikasi dalam melakukan suatu perubahan dan menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

3. Menumbuhkan sikap kemandirian pada guru yang bersertifikasi untuk memiliki sikap kemandirian dalam menjalankan tugas-tugas yang dijalankannya.

4. Menciptakan proses pemberian sertifikasi yang berkala, tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai dengan kriteria guru yang bersangkutan.

3. Upaya peningkatan motivasi kerja guru kearah yang lebih baik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru dengan kinerja guru memiliki hubungan positif. Beberapa hal berikut disinyalir dapat meningkatkan motivasi guru yang kemudian dapat berimplikasi pada peningkatan kinerja, antara lain:

1. Memotivasi diri dengan meningkatkan minat untuk belajar, meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan mendorong diri melalui berbagai kegiatan yang formal maupun informal. Diharapkan dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat mendorong guru untuk bersemangat tinggi dalam melakukan aktivitas kerjanya.

2. Guru bisa menerima saran dan kritik yang muncul dari semua pihak, baik berasal dari lingkungan internal sekolah maupun lingkungan eksternal sekolah.

3. Perbaikan kesejahteraan dengan pemberian kompensasi merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan kompensasi pada motivasi kerja mereka.

C. Saran

Berdasarkan pada hasil dan implikasi penelitian ini, maka akhir uraian ini dikemukakan sebagai berikut:

1. Bagi Dinas Pendidikan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sertifikasi guru dan motivasi kerja guru memiliki peranan yang signifikan dalam meningkatkan kinerja guru. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemberian sertifikasi yang berkala dan tepat waktu sangatlah diharapkan oleh para guru. Pemberian sertifikasi akan meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan rasa percaya diri para guru untuk dapat melakukan yang terbaik dalam proses belajar dan mengajar di ruang kelas. Peningkatan kinerja sangat mungkin meningkatkan mutu lulusan yang dihasilkan oleh sekolah, sehingga negara akan mendapatkan generasi yang berkualitas di masa yang akan dating. Selain memberikan sertifikasi, Dinas Pendidikan juga dapat memberikan motivasi kepada guru dengan jalan antara lain memberikan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerjanya dengan baik. Pelaksanaan seminar, workshop dan pelatihan yang dapat meningkatkan skill mengajar guru juga harus dilakukan secara berkala agar motivasi guru terjaga dan kinerja guru dapat meningkat.

2. Bagi Sekolah

Sekolah adalah lingkungan terdekat guru yang dapat melakukan banyak hal untuk dapat meningkatkan kinerja guru.

Pemberian reward kepada guru sesuai dengan hasil kerja yang mereka lakukan dapat dilakukan agar guru lebih merasa dihargai oleh lingkungan terdekatnya. Pembuatan kelompok kerja guru di sekolah juga bisa dilakukan agar guru tidak merasa sendirian dan mendapatkan dukungan untuk menghadapi masalah dalam proses pengajaran yang dihadapi meskipun sudah dianggap sebagai guru yang professional karena telah mendapatkan sertifikasi pendidik. Lingkungan yang supportive akan dapat

meningkatkan motivasi guru untuk dapat melakukan yang terbaik dalam bekerja.

Sekolah sebagai lingkungan terdekat guru, harus mengupayakan adanya kesadaran bahwa program sertifikasi diberikan agar guru mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera dan dengan kesejahteraan individu guru tersebut, para guru dapat memfokuskan dirinya agar dapat mempunyai kompetensi yang lebih baik untuk dapat meningkatkan kinerja nya dan memberikan performa terbaik dalam pengajaran yang diberikan kepada para siswanya.

3. Bagi Guru

Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat membawa kesadaran bagi para guru bahwa negara dan pemerintah sangat berharap bahwa para guru di Indonesia dapat meningkat kesejahteraannya dimana kesejahteraan para guru akan dapat memberikan focus dan perhatian pada usaha peningkatan kompetensi guru tersebut yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja guru yang telah tersertifikasi. Para guru diharapkan menyadari bahwa faktor sertifikasi dan motivasi bekerja akan dapat meningkatkan kinerjanya sehingga guru dapat berusaha meningkatkan motivasi dari dalam dirinya atau motivasi intrinsic agar dapat terus melaksanakan kinerja dengan baik. Guru harus terus memotivasi dirinya agar tidak malas untuk meningkatkan kompetensi diri dan meningkatkanpengetahuan yang mendukung kemampuan mengajar yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Bagi Peneliti.

Penelitian ini memberikan informasi bagi penulis sendiri dan para peneliti lainnya bahwa variable pemberian sertifikasi dan motivasi bekerja dapat mempengaruhi kinerja guru. Sesuai dengan hasil penghitungan bahwa besar pengaruh variable tersebut hamper separuh dari faktor yang mempengaruhi kinerja guru di sekolah. Hal ini memberikan sinyal bagi peneliti lain bahwa ada faktor – faktor lain yang juga memberikan pengaruh pada kinerja guru di sekolah, sehingga membuka peluang bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang melibatkan lebih banyak variable dan melibatkan jumlah responden yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Alice Tjandralila Rahardja. 2004. Hubungan Antara Komunikasi Antar Pribadi Guru dan Motivasi Kerja Guru dengan Kinerja Guru SMUK BPK Penabur Jakarta. Jurnal Pendidikan Penabur.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, Khairul. dkk. 2015. Pengaruh Sertifikasi Kinerja Guru terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 2 Banda Aceh, Jurnal Administrasi Pendidikan, Vol. 3, No. 2.

Boyd, Donald. & Goldhaber, Daniel 2007. The Effect of Certification

and Preparation on Teacher Quality.

Http://futureofchidren.org/futureofchildren/publications/docs/17_

01_03.pdf. Diakses Tanggal 14 Januari 2019

Doksetjen, Anggaran Pendidikan Dalam APBN, diunduh dari http://www.dpr.go.id/doksetjen/dokumen/apbn_Anggaran_Pe ndidikan_dalam_APBN_20130130135708.pdf diakses tanggal 11 januari 2020

Dwihartanti, Muslikhah. Komunikasi yang Efektif. “Penyuluhan tentang Komunikasi yang Efektif bagi Guru TK di Kecamatan Panjatan”

Disampaikan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2004

Fasli, J. 2007. Sertifikasi Guru untuk Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu. Surabaya: Kencana.

Fuad, Nurhattati. 2017. Pengaruh Sertifikasi Guru Terhadap Peningkatan Kinerja Guru PAI di SMP dan MTS, Jurnal Manajemen Pendidikan

Gulo, W. MetodePenelitian, hal. 187. Diakses dari https://books.google.co.id/books?isbn=9796956454 Global Education Monitoring (2016)

Hardianto. 2018. Optimalisasi Kepuasan Kerja Guru, Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol. 5, No. 2, hal.1.

Haryani, Sukma., dkk. 2015. Pengaruh Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja (Studi pada Karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia, TBK Malang, Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 25, No.

1.

Hapnita, Widia dkk. 2018. Faktor Internal dan Eksternal yang Dominan Mempengaruhi Hasil Belajar Menggambar dengan Perangkat Lunak Siswa Kelas XI Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Padang Tahun 2016/2017. Cived Jurusan Teknik Sipil, Vol. 5, No. 1.

Hasibuan, Malayu S.P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hikmat, Manajemen Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2009. Husna, Asmaul. 2017. Metodologi Penelitian dan Statistik. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Edisi Tahun 2017

Hussain Mehwish, 2012, Descriptive Statistics – presenting your results dari

https://www.researchgate.net/publication/228094603_Descri ptive_statistics_-_presenting_your_results_I diakses pada 10 desember 2019

Indrasari, Meithiana. Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Sidoarjo:

Indomedia Pustaka, 2017.

Invancevich, JM (2006). Management Quality and Competitiveness.

Chicago: Richard D. Irwin.

Isjoni, Menuju Masyarakat Belajar: Pendidikan dalam Arus Perubahan, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009)

Istiarini & Sukanti. 2012. Pengaruh Sertifikasi Guru dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru SMA Negeri 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia.

Jason, Leonard A., & Glenwick, David S, 2016 “Handbook of Methodological Approaches to Community-Based Research”, Oxford: Oxford University Press

Koswara, Rasto. 2016, Kompetensi dan kinerja guru berdasarakan sertifikasi profesi, Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, Vol. 1 No. 1

Kunandar. 2009. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru.

Jakarta: Rajawali Pers.

Lokadata, Rapor guru dalam hasil uji kompetensi,

https://lokadata.id/artikel/rapor-guru-dalam-hasil-uji- kompetensi diakses pada 23 April 2020.

Madjid, Abd.. Pengembangan Kinerja Guru Melalui Kompetensi, Komitmen, dan Motivasi Kerja. (Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru), 2016

Manizar, Elly. 2015. Peran Guru sebagai Motivator Dalam Belajar, Tadrib, Vol. 2 No. 2.

Mangkunegara, P. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mary, Aacha. 2010. Motivation and The Performance of Primary School Teachers in Uganda.

Http://new.mark.ac.ug/documents/Makfiles/theses/ Aacha_

Mary.pdf. Diakses Tanggal 13 Januari 2019.

Maura, Aisya. Fakra Kualitas Guru di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui, diunduh dari https://blog.ruangguru.com/fakta- kualitas-guru-di-indonesia-yang-perlu-anda-ketahui diakses tanggal 11 januari 2020

Melati, K. Fatiah, 2013. Pengaruh Sertifikasi Guru dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Guru SMAN 5 Surakarta, Jurnal Pendidikan Ekonomi UNS, Vol. 2, No. 1.

Misbahudin, I. H. 2014. Analisis Data Penelitian dengan Statistik.

Jakarta: Bumi Aksara

Mulyasa, E. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung:

PT.Remaja Rosda Karya.

Musfah, Jejen, Dr., M.A., 2016. Tips Menulis Karya Ilmiah, Makalah, Penelitian, Skripsi, Tesis & Disertasi. Jakarta: Kencana.

Musfiqon. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Payong, Marselus R, Sertifikasi Profesi guru, Jakarta: PT Indeks, 2011 Riyadi, Slamet dan Aria M. 2017. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap

Kinerja Guru Radhatul Atfal di Kota Pekalongan. Jurnal Litbang Kota Pekalongan, Vol. 13.

Robandi, Babang. 2008.

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEDAGOGIK/196108

141986031-BABANG_ROBANDI/sergur_baleendah_Bbabang.pdf. Diakses Tanggal 5 Januari 2020

Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo.

Sahrodji, A .2017. Daftar Negara ASEAN Dengan Peringkat Pendidikan Tertinggi. Di unduh dari

https://news.okezone.com/read/2017/11/24/18/1820178/dafta r-negara-asean-dengan-peringkat-pendidikan-tertinggi) diakses tanggal 14 Januari 2019

Saleh, Taufik Yopa. Sertifikasi untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Naturalistic. Vol. 1 No. 1, 2016.

Simarmara, Risda Herawati, “Upaya Peningkatan Motivasi Kerja Guru Sekolah Dasar”. Jurnal Administrasi Pendidikan, Vol. 2, No. 1, Juni 2014.

Siswanto, 2008. Program Sertifikasi Guru (Antara Tuntutan Kesejahteraan dan Kualitas), Tadris, Vol. 3, No. 2, Sparks, Karin.

2004.

Sudarnoto, Laura F.N. 2016. Faktor-Faktor Determinan pada Motivasi Kerja Guru Sekolah Dasar, Jurnal Sekolah Dasar, Vol. 23, No. 2.

Sudjana, Metode Statistika, (Bandung: Tarsito, 2005)

Sudjanto, B. 2009. Cara Efektif Menuju Sertifikasi Guru. Jakarta: RAS.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Sunarso dan Sumadi, 2007. Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Guru Sekolah. Jurnal Manajemen Sumber daya Manusia, Vol. 2, No. 1.

Supangat, Andi, 2008. Statistik: Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi dan Non Parameter.Jakarta: Kencana.

Supardi. 2013. Kinerja Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Supriadi, Dedi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru, (Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 1998)

The Effect of Teacher Certification on Student Achievement.

https://core.ac.uk/download/pdf/4269360.pdf. Diakses Tanggal 13 Januari 2019.

Uno, Hamzah B dan Nina Lamatenggo, Tugas Guru dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Wawan, Ruth. 2016. Pengaruh Motivasi Kerja Guru dan Gaya Kepemimpinan Kepsek terhadap Kinerja Guru SD Biak Numfor, Papus. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 4 (2).

Wibowo. 2008. Manajemen Kinerja. Jakarta : Raja Grafindo Pustaka.

Wibowo.2014. Manajemen Kinerja. Jakarta : Rajawali Pers.

Widyoko, P.E.S. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian.

Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Winkel, W.S. Psikologi Pengajaran, (Jakarta: PT. Grasindo, 1991) Wuryanti, 2014. Dampak Tunjangan Profesi (Sertifikasi Guru) Dalam Optimalisasi Kinerja Kepala Sekolah Dasar Kecamatan

Samarinda Ulu, Jurnal Paradiqma, Vol. 3 No. 2.

Zubair, Ahmad. 2017. Manajemen Peningkatan Kinerja Guru, Manajer Pendidikan, Vol. 11, No. 4.

Zulkifli, Moh. dkk. 2014. Motivasi, Sertifikasi, Kesejahteraan dan Kinerja Guru. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, Vol. 3, No. 2 https://en.unesco.org/gem-report/report/2017/accountability- education https://ejournal.upi.edu/index.php/JAPSPs/article/view/6179 diakses

pada 05 januari 2020 jam 10.18

https://www.dosenpendidikan.co.id/sertifikasi-guru/ diakses pada Senin, 18 Mei 2020 pukul 9.33

Lampiran 1

KUESIONER

DAMPAK PROGRAM SERTIFIKASI GURU DAN MOTIVASI MENGAJAR TERHADAP KINERJA GURU MADRASAH

IBTIDAIYAH SE KKMI KEBAYORAN LAMA A. Identitas

Nama Sekolah: ………

Jenis Kelamin: ………

B. Petunjuk Pengisian

Kami mohon Bapak/Ibu membaca kuesioner ini dengan seksama sebelum menjawabnya. Kuesioner ini merupakan pernyataan yang dilengkapi dengan empat pilihan jawaban. Bapak/Ibu diminta untuk memilih satu pernyataan SESUAI kegiatan yang Bapak/Ibu lakukan selama ini. Kuesioner ini bersifat rahasia. Semua responden yang memberi respon akan dijamin kerahasiaannya. Data yang dikumpulkan tidak akan menyertakan identitas individu responden sehingga jawaban jujur dari Bapak/Ibu guru sangat diharapkan pada penelitian ini.

Penjelasan: a. Sangat Setuju = SS b. Setuju = S

c. Tidak Setuju = TS

d. Sangat Tidak Setuju = STS

No. Pernyataan SS S TS STS

SERTIFIKASI GURU

1 Setelah mendapatkan sertifikasi guru, saya semakin giat mengajar.

2 Setelah mendapatkan sertifikasi, saya merasa lebih dihargai sebagai seorang professional.

3 Setelah mendapatkan sertifikasi, saya merasa tidak mempunyai banyak kesulitan dalam mengajar.

4 Kepala sekolah tempat saya mengajar selalu mendukung saya untuk tetap meningkatkan kinerja dalam mengajar meskipun saya sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi.

5 Sebagai guru yang telah menerima sertifikasi, saya merasa sudah memenuhi empat kompetensi standar guru yang menjadi salah satu standard yang dikembangkan di Indonesia.

6 Secara general, program sertifikasi guru secara nasional ini akan telah meningkatkan kualifikasi/mutu guru di Indonesia.

7 Saya merasa ada perbedaan yang nyata antara guru yang lolos dan yang belum diikutkan dalam program sertifikasi nasional dalam hal perencanaan, implementasi dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran.

8 Saya merasa ada perbedaan yang signifikan dalam hal perencanaan, implementasi dan evaluasi program pembelajaran antara guru yang telah bersertifikat dengan guru yang belum bersertifikat.

9 Saya melaksanakan tugas – tugas disekolah, bertahan hingga jam kerja selesai setelah mendapatkan sertifikasi guru.

10 Saya mengikuti pelatihan atau workshop peningkatan kompetensi guru sebanyak lebih dari 4 kali dalam dua tahun terakhir.

11 Saya merasa sertifikasi guru yang diterima bertujan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.

12 Sertifikasi yang diberikan kepada guru sudah sesuai dengan prinsip objektif, transparan dan akuntabel.

13 Saya merasa puas dengan tunjangan sertifikasi yang saya terima setiap bulan.

14 Sertifikasi bagi saya merupakan faktor pendorong untuk melaksanakan tugas disekolah.

15 Saya menerima tunjangan sertifikasi setiap bulan sesuai dengan harapan saya.

16 Tunjangan sertifikasi guru yang saya terima mendorong saya untuk meningkatkan prestasi dalam bekerja.

17 Tunjangan sertifikasi guru menjamin mutu lulusan yang tinggi dan terwujudnya tujuan Pendidikan nasional.

18 Bagi saya, ada atau tidak ada tunjangan sertifikasi, saya tetap melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.

19 Saya merasa bangga dan senang dengan predikat sebagai guru bersertifikasi.

20 Sertifikasi membuat saya merasa lebih bermartabat karena dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

21 Tunjangan sertifikasi menuntut guru untuk tidak mencari tambahan pengahasilan diluar jam kerja.

22 Tunjangan sertifikasi guru tidak dapat digunakan untuk konsumtif guru akan tetapi

digunakan untuk meningkatan profesionalismenya

23 Tunjangan sertifikasi guru dapat digunakan untuk peningkatan mutu Pendidikan baik dari segi proses layanan maupun mutu hasil luaran.

24 Ijazah sarjana yang saya miliki sesuai dengan bidang ilmu yang tertera pada sertifikat sertifikasi pendidik saya.

MOTIVASI KERJA GURU

A. Keinginan untuk berprestasi

25 Sebagai guru yang baik, saya berusaha mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

26 Saya selalu tergerak untuk berprestasi dalam pemilihan guru berprestasi.

27 Saya selalu mengerjakan tugas tambahan yang diberikan kepala sekolah untuk mencapai prestasi kerja yang lebih tinggi.

28 Saya selalu berupaya mencapai prestasi kerja yang lebih tinggi agar dapat menjadi tauladan bagi guru -guru yang lain.

29 Bila ada tugas yang bersifat kompetitif di lingkungan sekolah, saya akan berusaha bekerja melebihi rekan – rekan guru yang lain.

B. Perasaan mencintai pekerjaan itu sendiri 30 Saya bangga selama ini telah menjadi guru.

31 Saya selalu bersyukur karena selama ini telah memilih menjadi guru.

32 Pekerjaan sebagai seorang guru selalu saya laksanakan dengan penuh rasa senang dan suka cita.

33 Saya melakukan semua pekerjaan sebagai guru bukan hanya untuk diri saya sendiri tetapi juga untuk kepentingan sekolah.

C. Fasilitas pekerjaan itu sendiri

34 Fasilitas yang disediakan di sekolah sangat mendukung semangat saya untuk mengajar.

35 Saya dapat memvariasikan berbagai metode pembelajaran karena adanya dukungan fasilitas yang memadai.

D. Adanya hubungan yang harmonis antara sesama rekan kerja

36 Saya selalu mendapat pujian dari rekan – rekan kerja apabila saya berhasil mencapai prestasi dalam bekerja.

37 Saya selalu bersedia membantu rekan kerja guru yang mengalami kesulitan dalam bekerja.

38 Saya selalu mendapatkan dukungan yang baik dari atasan dan rekan guru ketika mengalami masalah.

39 Saya menerima semua masukan yang disampaikan oleh rekan guru maupun dari atasan yang bersifat membangun.

E. Kompensasi dalam bekerja

40 Saya lebih bersemangat dalam bekerja ketika akan diberikan penghasilan.

41 Jumlah penghasilan yang saya terima dapat mempengaruhi saya untuk bekerja secara lebih baik.

42 Jumlah penghasilan yang saya terima dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehingga saya bisa lebih fokus dalam bekerja.

43 Saya senang menjadi seorang guru karena mendapatkan pelayanan jaminan kesejahteraan yang baik dari pihak sekolah dan pemerintah.

KINERJA GURU

KINERJA GURU