BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument berbentuk kuesioner. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar yang diberi kuesioner tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan. Sebelum menyusun kuesioner, diperlukan beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti jenis pertanyaan, bentuk pertanyaan, dan prinsip-prinsip dalam menyusun kuesioner. Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui formulir- formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti (Mardalis: 2008: 66) Penelitian ini menggunakan angket atau kuesioer, daftar pertanyaannya dibuat secara berstruktur denan bentuk pertanyaan pilihan berganda (multiple choice questions) dan pertanyaan terbuka (open question).
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang persepsi desain interior dari responden.
Khusus pada penelitan ini, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan mengenai sertifikasi guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru. Pada instrument penelitian yang berbentuk kuesioner, sebelum dipergunakan dalam penelitian, maka instrumen tersebut harus diuji terlebih dahulu melalui uji keabsahan (validity) dan uji kehandalan (reliability), dan untuk memperjelas pengumpulan data, maka perlu diketahui definisi konseptual, definisi operasional, dan kisi-kisi instrumen dari variabel yang diteliti. Variabel-variabel tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Untuk melihat operasionalisasi suatu variabel, maka variabel tersebut harus diukur dengan menggunakan indikator-indikator yang dapat memperjelas variabel yang dimaksud. Definisi operasional juga dapat dikatakan sebagai petunjuk pelaksanaan
bagaimana caranya mengukur suatu variabel (Singarimbun dan Effendi, 1989).
Definisi operasional akan bermanfaat sebagai pembatas permasalahan. Setiap penelitian harus memiliki definisi 36 operasional agar penelitian tersebut dapat diukur. Ukuran dalam konsep penelitian inilah yang akan menentukan nilai dalam suatu penelitian. Definisi operasional dan indikator variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Sertifikasi Guru a. Definisi Konseptual
Sertifikasi profesi guru adalah proses untuk memberikan sertifikat kepada guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi. Guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi adalah guru professional yang menguasai bidang ilmu, mempunyai pengetahuan dan menguasai materi yang sesuai dengan latar belakang keilmuannya dan memberi pengajaran mengenai bidang ilmu yang dikuasainya, menguasai bahan ajar dan metode pembelajaran, mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan memiliki wawasan yang luas terhadap dunia Pendidikan, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang hakikat manusia dan masyarakat.
Program sertifikasi guru dipandang sebagai sebuah proses yang diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi para guru itu sendiri maupun manfaat untuk peserta didik, lingkungan sekolah dan secara umum juga bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk a) Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, b). Meningkatkan suatu proses dan mutu Pendidikan, c). Meningkatkan martabat guru atau pendidik, d). Meningkatkan profesionalisme guru pendidik.
b. Definisi Operasional
Program sertifikasi guru adalah sebuah proses dimana penghargaan diberikan pada para guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi, dengan tujuan agar dapat membawa manfaat bagi banyak pihak. Jawaban dari para responden guru yang telah mendapatkan sertifikasi di
kumpulkan dengan menggunakan indikator, a) Kualifikasi akademik, b). Pendidikan dan pelatihan, c). Pengalaman mengajar, d). Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, e) Penilaian dari atasan dan pengawas, f) Karya pengembangan profesi, g) Keikutsertaan dalam forum ilmiah, dan i) Prestasi dan penghargaan yang relevan dalam bidang akademik.
c. Kisi-kisi Instrumen
Jumlah soal pernyataan pada instrumen adalah 25 butir, mengunakan skala likert empat pilihan, dengan rentang dari (SS) Sangat Sering, (S) Sering, (K) Kurang, dan (SK) Sangat Kurang. Rincian mengenai variabel penelitian, indikator, dan butir pertanyaan disampaikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Sertifikasi Guru (Variabel X1)
No. Indikator No Butir Jumlah
1 Kualifikasi akademik 1, 2, 3, 4, 5, 5
2 Pendidikan dan pelatihan 6, 7, 8, 9, 10, 5
3 Pengalaman mengajar 11, 12, 13, 3
4 Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran 14, 15, 16, 17, 4
5 Penilaian dari atasan dan pengawas 18, 19, 2
6 Karya pengembangan profesi 20, 21, 2
7 Keikutsertaan dalam forum ilmiah 22, 1
8 Prestasi dan penghargaan yang relevan
dalam bidang akademik 23, 24, 2
Jumlah 24
2. Motivasi Kerja Guru a. Definisi Konseptual
Motivasi kerja guru adalah sesuatu hal yang dapat menimbulkan dorongan atau semangat kerja guru dalam bekerja sesuai dengan tugasnya. Indikator yang dipakai untuk mengukur motivasi kerja guru adalah terpenuhinya kebutuhan guru
khususnya dalam: a) Keinginan untuk berprestasi, yaitu kebutuhan untuk memperoleh atau meningkatkan prestasi di bidang pekerjaan yang ditangani, b) Pekerjaan itu sendiri, yaitu mempunyai perasaan mencintai pekerjaan itu sendiri, c) Tempat kerja, yaitu fasilitas yang mendukung dalam melakukan pekerjaan, d) Suasana kerja, yaitu adanya hubungan harmonis dan kenyamanan antara sesama kerja dan, e) Gaji, yaitu upah yang diberikan kepada bawahan atas pekerjaannya. Motivasi kerja guru tidak lain merupakan salah satu faktor yang turut menentukan kinerja guru. Motivasi kerja guru merupakan proses yang menggerakkan guru agar perilaku mereka terarah pada upaya-upaya nyata untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perbedaan motivasi kerja bagi seorang guru tercermin dalam berbagai kegiatan kerja dan bahkan prestasi yang dicapainya. Secara implisit, motivasi kerja guru tampak melalui tanggung jawab dalam melakukan kerja, prestasi yang dicapai, pengembangan diri, serta kemandirian dalam bertindak.
b. Definisi Operasional
Motivasi kerja guru adalah sesuatu yang dapat menimbulkan dorongan atau semangat guru dalam mengajar yang diperoleh dari hasil jawaban responden dengan indikator:
a) Keinginan untuk berprestasi, yaitu kebutuhan untuk memperoleh atau meningkatkan prestasi di bidang pekerjaan yang ditangani, b) Pekerjaan itu sendiri, yaitu mempunyai perasaan mencintai pekerjaan itu sendiri, c) Tempat kerja, yaitu fasilitas yang mendukung dalam melakukan pekerjaan, d) Suasana kerja, yaitu adanya hubungan harmonis dan kenyamaan antara sesama kerja dan, e) Gaji, yaitu upah yang diberikan kepada bawahan atas pekerjaannya.
c. Kisi-kisi Instrumen
Jumlah soal pernyataan pada instrumen adalah 19 butir, mengunakan skala likert empat pilihan, dengan rentang dari (SS) Sangat Setuju, (S) Setuju, (TS) Tidak Setuju, dan (STS) Sangat Tidak Setuju. Rincian mengenai variabel penelitian, indikator, dan butir pertanyaan disampaikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.3
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Motivasi Kerja Guru (Variabel X2)
No. Indikator No Butir Jumlah
1 Keinginan untuk berprestasi 25, 26, 27,28, 29 5 2 Perasaan mencintai pekerjaan itu sendiri 30, 31, 32, 33 4
3 Fasilitas mendukung pekerjaan 34, 35 2
4 Adanya hubungan harmonis antara
semua rekan kerja 36, 37, 38, 39 4
5 Kompensasi dalam bekerja (Gaji) 40, 41, 42, 43 4
Jumlah 19
3. Kinerja Guru
a. Definisi Konseptual
Kinerja guru adalah pencapaian hasil untuk kerja atau perilaku nyata seorang guru menurut tugas-tugas profesinya sesuai dengan keprofesionalan yang diamanatkan kepada dirinya dalam konteks proses belajar mengajar yang ditunjukkan oleh indikator- indikator: (1) kemampuan menyusun rencana pembelajaran, (2) kemampuan melaksanakan pembelaharan, (3) kemampuan mengadakan hubungan antar pribadi, (4) kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar, (5) kemampuan melaksanaan pengayaan, dan (6) kemampuan melaksanakan remedial.
Istilah kinerja berasal dari kata Job Perfomance atau Actual Performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Prestasi kerja atau sering disebut sebagai kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
b. Definisi Operasional
Kinerja guru dalam penelitian ini adalah pencapaian hasil untuk kerja atau perilaku nyata seorang guru menurut tugas-tugas profesinya sesuai dengan keprofesionalan yang diamanatkan kepada dirinya dalam konteks pelaksanaan
pembelajaran yang ditunjukkan oleh indikator-indikator: (1) kemampuan menyusun rencana pembelajaran, (2) kemampuan melaksanakan pembelaharan, (3) kemampuan mengadakan hubungan antar pribadi, (4) kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar, (5) kemampuan melaksanaan pengayaan dan (6) kemampuan melaksanakan remedial. Namun, untuk pengukuran variabel ini, akan menggunakan data kinerja guru yang telah ada di sekolah tempat penelitian.
c. Kisi-kisi Instrumen
Jumlah soal pernyataan pada instrument adalah 69 butir, menggunakan skala likert empat pilihan, dengan rentang dari (SS) Sangat Setuju, (S) Setuju, (TS) Tidak Setuju, dan (STS) Sangat Tidak Setuju. Rincian mengenai variabel penelitian, indikator, dan butir pertanyaan disampaikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.4
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Kinerja Guru (Variabel Y)
No. Indikator No Butir Jumlah