BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Uji Instrumen
Instrumen adalah alat pengukur yang merupakan faktor penting dalam menghimpun data yang diharapkan. Baik tidaknya alat pengukur tersebut dapat dilihat dari alat penghimpun data yang akurat atau tidak. (Rully and Poppy, 2014) Secara teknis, untuk melihat baik tidaknya alat pengukuran, dapat diketahui dengan melihat kriteria utamanya, yaitu:
a) Validitas
Tingkat di mana sebuah pengujian mengukur apa yang benar-benar ingin diukur. Instrumen dapat dikatakan memiliki skor yang tidak valid karena, diantaranya:
a. Kurang baiknya desain penelitian
b. Partisipan tidak siap atau tidak mengerti pertanyaan yang diajukan
c. Ketidakmampuan untuk memprediksi manfaat dari skor d. Kurangnya desain pertanyaan atau ukuran variable e. Informasi itu bentuk dari kegunaannya kecil.
Langkah kerja untuk mengetahui valid tidaknya instrumen adalah sebagai berikut:
a. Menyebarkan instrumen yang akan diuji validitasnya kepada narasumber
b. Mengumpulkan data hasil uji coba instrument c. Memeriksa kelengkapan data
d. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada butir yang diperoleh
e. Menghitung koefisien validitas dengan menggunakan koefisien korelasi product moment untuk setiap butir f. Membandingkan nilai hitung dengan nilai tabel. Jika r
hitung > atau = r tabel maka butir dikatakan valid. Jika r hitung < r tabel maka butir dikatakan tidak valid.
Rumus Product Moment:
rxy = πβxyββπ₯βy
β(πβx2β(x)2)(NβY2β(βy)2)
rxy = rhitung
X = Skor -skor pada item ke β i
Y = Jumlah skor yang diperoleh tiap responden N = Banyak responden
Uji validitas yang dilakukan yaitu dengan membandingkna nilai rxy dengan nilai rtabel pada taraf signikansi 5%. Jika rhitung β₯ rtabel, maka butir soal tersebut valid. Jika rhitung β€ rtabel, maka butir soal tersebut valid.
Perhitungan uji validitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS (statistical produce and service solutions). Kriteria validitas adalah dengan membandingkan nilai signifikasi dengan nilai probabilitas sebagaimana yang tetap ditetapkan yaitu 0,05. Apabila hasil signifikansi < 0,05 maka item dalam angket dinyatakan valid.
Hasil pengujian validitas dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Dalam penelitian ini pengujian validitas dilakukan terhadap 94 responden.
Pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai rhitung
(Corrected Item-Total Correlation) > rtabel sebesar 0.1707, untuk df 94-2 = 92; Ξ± = 0,05 maka item/pertanyaan tersebut valid dan sebaliknya.
I. Uji Validitas Kuesioner Variabel Sertifikasi Guru
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel sertifikasi guru dengan 24 pertanyaan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.5
Hasil Uji Validitas Variabel Sertifikasi Guru (X1)
Butir
Nilai Corrected Item/Total Correlation/rhitung
Sig. rtabel Kriteria
1 0,603 0,000 0,1707 Valid
2 0,567 0,000 0,1707 Valid
3 0,573 0,000 0,1707 Valid
4 0,491 0,000 0,1707 Valid
5 0,714 0,000 0,1707 Valid
6 0,676 0,000 0,1707 Valid
7 0,446 0,000 0,1707 Valid
8 0,380 0,000 0,1707 Valid
9 0,540 0,000 0,1707 Valid
10 0,669 0,000 0,1707 Valid
11 0,616 0,000 0,1707 Valid
12 0,519 0,000 0,1707 Valid
13 0,725 0,000 0,1707 Valid
14 0,677 0,000 0,1707 Valid
15 0,604 0,000 0,1707 Valid
16 0,627 0,000 0,1707 Valid
17 0,708 0,000 0,1707 Valid
18 0,652 0,000 0,1707 Valid
19 0,662 0,000 0,1707 Valid
20 0,664 0,000 0,1707 Valid
21 0,499 0,000 0,1707 Valid
22 0,331 0,000 0,1707 Valid
23 0,424 0,000 0,1707 Valid
24 0,576 0,000 0,1707 Valid
Berdasarkan Tabel 3.5, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel sertifikasi guru memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) >
rtabel sebesar 0.1707.
II. Uji Validitas Kuesioner Variabel Motivasi Kerja Guru Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel motivasi kerja guru dengan 19 pertanyaan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Guru (X2)
Butir
Nilai Corrected Item/Total Correlation/rhitung
Sig. rtabel Kriteria
1 0,597 0,000 0,1707 Valid
2 0,454 0,000 0,1707 Valid
3 0,618 0,000 0,1707 Valid
4 0,668 0,000 0,1707 Valid
5 0,442 0,000 0,1707 Valid
6 0,657 0,000 0,1707 Valid
7 0,647 0,000 0,1707 Valid
8 0,575 0,000 0,1707 Valid
9 0,530 0,000 0,1707 Valid
10 0,660 0,000 0,1707 Valid
11 0,644 0,000 0,1707 Valid
12 0,438 0,000 0,1707 Valid
13 0,659 0,000 0,1707 Valid
14 0,685 0,000 0,1707 Valid
15 0,625 0,000 0,1707 Valid
16 0,381 0,000 0,1707 Valid
17 0,408 0,000 0,1707 Valid
18 0,639 0,000 0,1707 Valid
19 0,539 0,000 0,1707 Valid
Berdasarkan Tabel 3.6, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel motivasi kerja guru memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) >
rtabel sebesar 0.1707.
III. Uji Validitas Kuesioner Variabel Kinerja Guru
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel motivasi kerja guru dengan 58 item pertanyaan dengan 20 sampel pertanyaan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.7
Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Guru (Y) Butir
Nilai Corrected Item/Total Correlation/rhitung
Sig. rtabel Kriteria
1 0,764 0,000 0,1707 Valid
2 0,743 0,000 0,1707 Valid
3 0,601 0,000 0,1707 Valid
4 0,601 0,000 0,1707 Valid
5 0,751 0,000 0,1707 Valid
6 0,628 0,000 0,1707 Valid
7 0,748 0,000 0,1707 Valid
8 0,836 0,000 0,1707 Valid
9 0,621 0,000 0,1707 Valid
10 0,766 0,000 0,1707 Valid
11 0,695 0,000 0,1707 Valid
12 0,498 0,000 0,1707 Valid
13 0,710 0,000 0,1707 Valid
14 0,730 0,000 0,1707 Valid
15 0,719 0,000 0,1707 Valid
16 0,708 0,000 0,1707 Valid
17 0,726 0,000 0,1707 Valid
18 0,792 0,000 0,1707 Valid
19 0,719 0,000 0,1707 Valid
20 0,671 0,000 0,1707 Valid
Berdasarkan Tabel 3.7, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel kinerja guru memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) > rtabel
sebesar 0.1707.
b) Reliabilitas
Realibilitas adalah mengukur kehandalan instrument.
Pengukuran dikatan handal jika pengukuran tersebut memberikan hasil yang konsisten. Konsistensi dari narasumber dapat diuji dengan beberapa cara.
Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi jawaban butir-butir pernyataan yang diberikan oleh responden. Reliabilitas menggunakan rumus
βAlpha Cronbach. Perhitungan dilakukan dengan program IBM SPSS Statistics 25. Adapun reliabilitas untuk masing-masing variabel hasilnya disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel rxy rtabel Kriteria
1 Sertifikasi Guru 0,902 0,1707 Reliabel 2 Motivasi Kerja Guru 0,876 0,1707 Reliabel
3 Kinerja Guru 0,984 0,1707 Reliabel
Berdasarkan Tabel 4.10, uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien realiabilitas instrumen sertifikasi guru adalah sebesar 0,902, instrumen motivasi kerja guru adalah sebesar 0,876, dan kinerja guru adalah sebesar 0,984, ternyata memiliki nilai βAlpha Cronbackβ lebih besar 0,1707, yang berarti ketiga instrumen dinyataan reliable atau memenuhi persyaratan.
Modifikasi dari prosedur ini digunakan di Spearman-Brown Formula.
i
Rumus Spearman Brown:
r11 2.ππ 1+ππ
R 11 adalah nilai reliabilitas R b adalah nilai koefisien korelasi
Nilai koefisien reliabilitas yang baik adalah di atas 0,7 (cukup baik), di atas 0,8 (baik)
Rumus Koefisien Alfa
Langkah kerja dalam mengukur reliabilitas instrumen dengan menggunakan koefisien Alfa, adalah sebagai berikut:
a) Menyebarkan instrumen yang akan diuji reliabilitasnya b) Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen
c) Memeriksa kelengkapan data d) Membuat tabel pembantu
e) Menghitung nilai varian masing-masing butir dan varian total
f) Menghitung nilai koefisien Alfa
g) Membuat kesimpulan dengan membandingkan nilai hitung dengan nilai tabel. Dengan syarat:
a. Jika nilai Alfa > atau = r tabel maka instrumen penelitian dikatakan reliabel
b. Jika nilai Alfa < r tabel maka instrumen dikatan tidak reliabel
Ξ± [ π
πβ1][βπ πβ
π π‘β] πΌ = reliabilitas as (koefisien Alfa) k = banyaknya butir item/soal
β π πΒ² = jumlah varians butir soal S2 = varians total
n = jumlah responden
h. Teknik Analisis Data