• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Dalam dokumen M09 PSP PENGEMBANGAN PROFESI 07092016 (Halaman 98-125)

F. Cara Penggunaan Modul

2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Jenis penelitian tindakan yang biasa dilakukan oleh guru adalah PTK. PTK merupakan serangkaian kegiatan tindakan yang dilakukan di kelas dalam situasi belajar mengajar dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja pembelajaran. Dalam tindakan tersebut ada unsur tindakan yang dilakukan oleh peneliti, ada subyek penelitian yang dikenai tindakan, dan ada kinerja peneliti yang diperbaiki. Mengapa penelitian perlu dilakukan? Pasti jawabannya karena ada masalah. Artinya, tidak perlu ada penelitian jika tidak ada masalah. Dengan kata lain, penelitian tindakan kelas selalu diawali dengan adanya masalah pembelajaran di kelas.

a. Masalah PTK

Apakah masalah itu? Masalah adalah kesenjangan yang terjadi antara kondisi yang seharusnya (ideal) dengan kondisi nyata. Misalnya, kondisi ideal yang seharusnya terjadi setiap pendidik berijazah S1. Namun kenyataan yang terjadi di persekolahan tidak semua guru berijazah S1. Berarti dalam hal ini ada kesenjangan. Kesenjangan itulah yang disebut masalah (perlu dilengkapi data, fakta, bahkan tabel) yang merupakan alasan perlunya penelitian. Selanjutnya

apakah masalah PTK? Karena PTK berada di kelas dalam suasana proses belajar mengajar, maka masalah-masalah itulah yang yang disebut dengan masalah PTK. Karakteristik utama masalah dalam PTK adalah adanya masalah yang dirasa oleh guru yang harus segera mendapat penyelesaian. Dengan kata lain, guru merasa adanya masalah yang harus segera diselesaikan. Karakteristik lainnya, masalah tersebut terjadi di kelas [laboratorium, ruang praktik lainnya, perpustakaan, lapangan olah raga, alam terbuka, dll. (tempat guru mengajar)], terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

Contoh:

• Peserta didik kurang terampil dalam mempresentasikan hasil kerjanya. • Peserta tidak lancar berbicara dalam menjawab pertanyaan lisan.

• Peserta didik mengalami kesulitan dalam menuangkan ide/gagasan dalam bentuk lisan.

Berdasarkan hasil identifikasi masalah tersebut dapat ditemukan masalah utama yang dihadapi peserta didik adalah keterampilan berbicara yang masih perlu ditingkatkan.

b. Penentuan alternatif tindakan dalam PTK

PTK merupakan kegiatan perbaikan, digarap secara sistemik untuk meningkatkan yang sudah ada, bukan teoretik tetapi berpijak pada kondisi (Suharsimi, 2007). Untuk mengetahui alternatif tindakan apa yang paling tepat dakam mengatasi masalah yang telah ditemukan, maka peneliti hendaknya mencari tahu lebih dahulu penyebab munculnya masalah tersebut. Hal ini akan mengarahkan peneliti dalam mencari alternatif tindakan. Alternatif tindakan dapat berupa penerapan pendekatan, metode, teknik, maupun model pembelajaran tertentu. Pada prinsipnya semua pendekatan, metode, teknik, maupun model pembelajaran baik namun belum tentu sesuai dengan masalah yang harus diatasi. Oleh karena itu peneliti harus menentukan salah satu yang diyakini paling tepat untuk mengatasi masalah PTK. Beberapa kemungkinan penyebab yang terjadi dari contoh masalah di atas:

a. jarang berlatih b. tidak diarahkan c. tidak dibimbing d. tidak dinilai

e. tidak ditindaklanjuti

Jika penyebab masalah telah ditemukan, maka alternatif tindakan pun dapat dilakukan. Beberapa contoh alternatif tindakan untuk mengatasi masalah keterampilan berbicara misalnya dengan penerapan metode bermain peran, metode diskusi, pendekatan saintifik, dll.

Dari tiga alternatif tindakan yang ditawarkan, peneliti dapat menentukan satu tindakan yang diyakini paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk menentukan alternatif mana yang paling tepat, yakinkan pada diri peneliti bahwa dalam tindakan tersebut terdapat langkah-langkah yang benar-benar dapat mengatasi penyebab masalah. Yakinkan pula bahwa tindakan tersebut benar- benar dikuasai oleh peneliti dan bisa dilaksanakan. Meskipun langkah-langkah dalam tindakan terpenuhi, namun jika tidak dikuasai oleh peneliti dan tidak

mungkin bisa dilaksanakan (misalnya karena daya dukung tidak lengkap) maka alternatif tindakan tsb disarankan untuk tidak dipilih. Yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan penyebab masalah, yang paling dikuasai, dan paling mungkin untuk dilaksanakan. Dalam masalah ini, misalnya tindakan yang dipilih adalah penerapan metode diskusi. Maka judul penelitiannya menjadi “Metode Diskusi untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik”.

c. Rumusan masalah

Rumusan masalah selalu diungkapkan dalam bentuk kalimat tanya. Idealnya, dalam penelitian tindakan kelas ada empat (4) rumusan masalah, yaitu:

1) Berapa nilai sebelum tindakan dilaksanakan?

2) Bagaimana tindakan dilaksanakan dalam peningkatan...? 3) Bagaimana hasil belajar setelah menggunakan metode...? 4) Seberapa besar pengaruh metode....dalam penimgkatan....?

Namun demikian, dalam penelitian tindakan “nilai sebelum tindakan” diuraikan dalam latar belakang, dan kata “pengaruh” digunakan dalam penelitian korelasi, maka dalam penelitian tindakan lazim digunakan dua kata tanya (apa dan bagaimana). Kaitannya dengan contoh masalah dalam konteks ini, maka contoh rumusan masalah menjadi:

1) Bagaimana penerapan metode diskusi dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik?

2) Apakah penerapan metode diskusi dapat meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik?

d. Penyusunan kerangka teori yang berhubungan dengan topik penelitian. PTK bersifat ilmiah. Oleh karena itu peneliti harus berbekal teori. Teori yang diangkat dalam PTK harus relevan dengan masalah dan tindakan yang diangkat dalam penelitian. Jika rumusan masalah dalam penelitian tindakan adalah metode diskusi untuk meningkatkan keterampilan berbicara, maka landasan teori yang diangkat adalah teori-teori yang berkaitan dengan “metode diskusi” dan “ keterampilan berbicara”. Kumpulkan teori-teori yang relevan tersebut, baik yang berasal dari sumber primer (buletin penelitian, jurnal penelitian, laporan hasil penelitian, warta penelitian, dll) maupun sumber sekunder (ensiklopedi, handbook, telaah hasil penelitian, media non-cetak atau elektronik, dll). untuk dinilai kualitasnya. Agar dapat menilai kualitas kutipan, upayakan dapat membaca sumber primer dari penulis aslinya, sebagai sumber pustaka. Hal-hal yang perlu diuraikan dalam kerangka teori adalah:

1) deskripsi teoretis (teori yang berhubungan dengan keterampilan berbicara: pengertian tentang keterampilan berbicara, unsur pendukung keterampilan berbicara, teknik penilaian keterampilan berbicara. Sedangkan teori yang berhubungan dengan metode diskusi: pengertian, fungsi, jenis, metode, unsur-unsur, langkah-langkah diskusi, keunggulan metode didkusi, dan penilian tentang diskusi.

2) sintesa teori (kesimpulan dari uraian teori tsb) 3) kajian hasil penelitian terdahulu (yang relevan)

4) kerangka berpikikir berisi hipotesis tindakan yang mangaitkan antara penerapan metode diskusi dengan peningkatan keterampilan berbicara peserta didik.

e. Tahapan Siklus PTK

Salah satu ciri khas PTK adalah adanya siklus dalam tahapan penelitian. Setiap PTK minimal dua siklus. Suharsimi Arikunto: 2007, menjelaskan bahwa setiap siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu:

1) Tahapan perencanaan (planing)

Berisi uraian tentang hal-hal yang dilakukan peneliti sebelum PTK dilaksanaan. Misalnya: penyusunan proposal/rancangan PTK, penyiapan RPP, penetuan kolaborator, dan jadwal pelaksanan PTK

2) Tahapan pelaksanaan dan pengamatan (acting)

Dalam tahapan ini peneliti menerapkan tindakan sesuai dengan langkah- langkah metode yang dirancang yang telah disusun dalam RPP

3) Tahapan pengamatan (observing) :

Bersamaan dengan kegiatan tersebut (setelah tindakan dilakukan, jika melalui rekaman), peneliti dan kolaborator mengamati palaksanaan penerapan tindakan menggunakan instrumen yang telah disiapkan. Selain itu, baik peneliti maupun kolaborator juga mencatat hal-hal penting yang terjadi selama tindakan berlangsung. Misalnya: bagaimana suasana berlajar, bagaimana reaksi subyek penelitian terhadap tindakan yang dilakukan peneliti, dan hal lain yang perlu untuk dicatat terutama yang berkaitan dengan perubahan keterampilan berbicara peserta didik (sesuai dengan pokok masalah yang ingin ditingkatkan oleh peneliti). Hal ini penting karena sangat berguna untuk menentukan tindak lanjut yang akan dilakukan pada siklus berikutnya.

4) Tahapan refleksi (reflecting)

Tahapan ini diisi dengan temu muka antara peneliti dengan kolaborator. Kegiatan yang dilakukan adalah mendiskusikan hasil temuan selama pengamatan berlangsung baik yang ditemukan oleh peneliti maupun kolaborator. Bahkan penting juga untuk mengambil data dari hasil testimoni subyek penelitian. Berdasar dari tiga sumber (triangulasi data) tersebut, didiskusikan oleh peneliti dan kolaborator guna menentukan tindak lanjut pada siklus berikutnya. Gambaran siklus PTK tampak sebagai berikut.

Gambar 17. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Siklus II Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi Siklus III Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi Siklus I Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi

f. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan atau Kepala Sekolah (KS) Setelah Saudara memahami konsep PTS dan PTK selanjutnya Saudara dapat melakukan pembimbingan dan pelatihan guru dan atau KS dalam PTS/PTK. Pembimbingan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah dilakukan melalui tahapan:

1) penyusunan program pembimbingan dan pelatihan; 2) pelaksanaan program; dan

3) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Untuk menyusun program pembimbingan dan pelatihan guru dan atau KS Saudara dapat membaca kembali Panduan Kerja Pengawas Sekolah 2015 yang telah menyajikan berbagai format. Salah satu diantara format tersebut adalah format program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah. Saudara dapat menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah dengan menggunakan format berikut (sesuai Panduan Kerja Pengawas Sekolah 2015).

Tabel 15. Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan atau Kepala Sekolah N o Materi Pembimbing an Tujuan dan sasasran Indikator Keberhasilan Strategi/Meto de/Teknik Skenario

pembimbingan Sumber daya

Penilaian dan

Instrumen Rencana Tindak lanjut

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Diisi dengan materi yang akan dilatihkan. Contoh: Pembimbin gan dan pelatihan penyusunan KTI dalam bentuk PTK Tujuan diisi dengan tujuan pelatihan. Sasaran diisi dengan jumlah guru yang akan dilatih. Contoh: Sejumlah 40 guru Guru memiliki kemampua n Menyusun KTI dalam bentuk PTK Diisi dengan kata kerja operasional untuk mengukur keberhasilan tujuan pembimbingan . Contoh: Sejumlah 75% peserta pelatihan dapat menyusun KTI dalam bentuk PTK Diisi dengan strategi/meto de/teknik yang digunakan dalam pembimbinga n/pelatihan. Contoh Metode Delfie Pembimbing an berkelanjutan

Diisi dengan langkah- langkah pembimbingan/pelatih an mulai dari pendahuluan, inti, penutup. Contoh: Pendahuluan : Koordinasi dengan kepala Sekolah dan koordinator PKB Kegiatan Inti : Diklat merancang /menyusun KTI dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas Penutup ; Membuat simpulan Diisi dengan ata/bahan yang relevan yang digunakan dalam pembimbingan/pela tihan Contoh: ATK, Laptop, LCD, tentang .... Peraturan menteri

Diisi dengan jenis dan alat penilaian: Contoh:

Instrumen Penilaian Proposal dan laporan PTK

.Diisi dengan tindak lanjut yang operasional dan raional. Misalnya: konsultasi, diskusi, dll. Contoh:Menyusun jadwal kegiatan pelaksanaan PTK. Konsultasi, diskusi, dll.

D. Aktivitas Pembelajaran

Untuk mencapai tujuan pelatihan ini berhasil dengan baik, Saudara diminta megikuti aktivitas pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah berikut. Jangan lupa, tetap semangat dan percaya diri. Upayakan semua aktivitas dilaksanakan dengan baik dan penuh gairah.

Kegiatan 5.1 Menyusun Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional

Kepala Sekolah (90 menit)

1. Saudara diminta mengikuti penjelasan awal dari pelatih; 2. Selanjutnya secara mandiri, Saudara membaca isi modul ini

3. Selanjutnya Saudara secara individu diminta untuk mengerjakan LK 5.1 pada kertas plano atau sarana lain yang disediakan;

4. Setelah rancangan selesai, masing-masing hasil ditempelkan di dinding, dan secara acak, Saudara akan mempresentasikan dengan Liquid Crystal Display (LCD)

5. Selanjutnya secara klasikal mendiskusikan konsep rancangan pelatihan dan penguatan.

LK 5.1 Menyusun Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Kepala Sekolah tentang PTS

Susunlah program pembimbingan dan pelatihan profesional Kepala Sekolah tentang PTS dengan ketentuan sbb.

a. Sasaran : Seluruh KS binaan Saudara b. Tujuan : KS mampu melaksanakan PTS c. Indikator Keberhasilan:

1) Mengidentifikasi masalah PTS yang berkaitan dengan supervisi akademik. 2) Mengidentifikasi masalah PTS yang berkaitan dengan supervisi manajerial. 3) Merumuskan (menyusun) masalah PTS

4) Mengidentifikasi alternatif tindakan PTS 5) Menyusun kerangka teori PTS

6) Menyusun rancangan (Proposal) PTS 7) Melaksankan PTS

8) Menulis KTI dalam bentuk laporan PTS

9) Menulis KTI dalam bentuk artekel hasil PTS untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah

d. Selanjutnya tentukan strategi/metode/teknik; skenario pembimbingan; sumberdaya, penilaian dan istrumen, serta Rencana Tindak Lanjut (sesusai kondisi dan konteks)

No Materi Pelatihan Tujuan dan sasaran Indikator Keberha silan Strategi/ Metode /Teknik Skenario Pelatihan Sumber daya Penilaian dan Instrumen Rencana Tindak lanjut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .... .... .... .... .... .... .... ....

Kegiatan 5.2 Menyusun Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional

Guru tentang PTK (75 menit)

Selain menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional KS tentang PTS, Saudara pun diminta untuk meyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru tentang PTK, dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Saudara diminta membaca dengan cermat tentang materi pembimbingan dan pelatihan guru tentang PTK.

2. Selanjutnya Saudara secara individu mengerjakan LK 5.2 pada kertas atau sarana yang disediakan.

3. Setelah program pembimbingan dan pelatihan selesai, masing-masing hasil ditempelkan di dinding dan secara acak, Saudara akan mempresentasikan dengan LCD.

4. Secara klasikal mendiskusikan hasil penyusunan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru

5. Penguatan.

LK 5.2 Menyusun Program Pembimbingan dan pelatihan Profesional Guru tentang PTK

Susunlah program pembimbingan dan pelatihan profesional guru tentang PTK dengan ketentuan sbb.

a. Sasaran : seluruh guru binaan Saudara b. Tujuan : Guru mampu melaksanakan PTK c. Indikator Keberhasilan:

1) Mengidentifikasi masalah PTK 2) Merumuskan masalah PTK

3) Menentukan alternatif tindakan PTK

4) Menyusun kerangka teori yang berhubungan dengan topik PTK 5) Menyusun tahapan siklus PTK

d. Selanjutnya tentukan strategi/metode/teknik; skenario pembimbingan; sumberdaya, penilaian dan istrumen, serta Rencana Tindak Lanjut (seusai kondisi dan konteks)

No Materi Pembim bingan Tujuan dan sasaran Indikator Keberha silan Strategi/ Metode/ Teknik Skenario pembim- bingan Sumber daya Penilaian dan Instrumen Rencana Tindak lanjut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .... .... .... .... .... .... .... ....

Kegiatan 5.3 Menyusun Rancangan PTS/PTK berdasarkan Kasus

(285 menit)

Selain menyusun program dan pelatihan profesional KS tentang PTS, Saudara pun diminta untuk meyusun rancangan PTS/PTK, dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Saudara diminta mengikuti penjelasan awal dari pelatih.

3. Selanjutnya Saudara secara individu akan mengerjakan LK 5.3.1

Kasus

Sebuah SD unit gedung baru (UGB) di wilayah A memiliki 6 rombongan belajar (rombel) sesuai dengan ruang kelas yang tersedia. Selain ruang kelas, SD tersebut juga memiliki 1 ruang kepala sekolah lengkap dengan toiletnya, 1 ruang guru lengkap dengan toiletnya, 1 ruang UKS, 1 ruang keterampilan, 1 ruang gudang, dan 2 toilet siswi, dan 1 toilet siswa. Jumlah siswa kelas (1) ada 11 orang, kelas (2) ada 10 orang, kelas (3) ada 20 orang, kelas (4) ada 15 orang, kelas (5) ada 14 orang, dan kelas (6) ada 15 orang. Jumlah guru ada 4 orang, semuanya perantau dari tanah seberang dengan berbekal ijazah diploma 3 dua orang, dan sarjana PGSD 2 orang. Seorang mengajar mengajar kelas 1 dan 2, seorang mengajar kelas 3 dan 4, seorang mengajar kelas 4 merangkap bendahara BOS, dan seorang lagi mengajar kelas 6 merangkap kepala sekolah. Sedangkan pelajaran agama dan olah raga dilakukan oleh guru kelas masing-masing. Karena merangkap guru kelas, kepala sekolah jarang melakukan supervisi. Guru-guru merasa nyaman meskipun mengajar tanpa RPP. Anehnya nilai USBN selalu di atas rata-rata kecamatan, walaupun pengalaman belajar dalam keterampilan menulis, membaca, apresesai seni, olah raga, dan agama secara praktik jarang dilakukan. Guru sering memberikan soal-soal latihan dalam bentuk pilihan ganda sesuai dengan bentuk soal USBN. Dua dari 4 guru yang ada di SD tersebut tinggal di sekolah, menempati ruang UKS. Sedangkan 2 guru lainnya tinggal di desa sebelah yang jarak tempuhnya melebihi 2 jam perjalanan sepeda motor. Karena jarak yang jauh tersebut, menyebabkan guru sering mengakhiri pelajaran sebelum jam pelajaran selesai. Meskipun dalam jadwal tertera satu jam pelajaran 35 menit, namun dalam pelaksanaannya kurang dari itu. Pembinaan dari pengawas sekolah tiap semester rata-rata satu kali. Kenaikan kelas dan perpisahan dilaksanakan tiap akhir tahun,

Kasus yang sama mengenai proses pembelajaran, terjadi juga di sekolah lain di wilayah A LK 5.3.1 Mengidentifikasi Masalah Penelitian

No Aspek Masalah

Standar Nasional

Pendidikan Identifikasi Masalah

1 Supervisi Akademik a. Standar Kompetensi Lulusan 1) 2) b. Standar Isi 3) 4) c. Standar Proses 1) 2) d. Standar Penilaian 1) 2) 2 Supervisi Manajerial e. Standar Pengelolaan 1) 2) f. Standar Pendidik dan

Tenaga Kependidikan 1) 2) g. Standar Sarana Prasarana 1) 2) d. Standar Pembiayaan 1) 2)

4. Setelah LK 5.3.1 selesai dikerjakan, Saudara dapat melanjutkan dengan mengerjakan LK 5.3.2 merumuskan masalah penelitian.

LK 5.3.2 Menentukan Alternatif Tindakan dan Merumuskan Masalah Penelitian Komponen Hasil Identifikasi Alternatif Tindakan Rumusan Masalah Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian Standar Pengelolaan

5. Setelah LK 5.3.2 selesai, Saudara fokus pada rumusan masalah standar proses dan silahkan mengerjakan LK 5.3.3

6. Secara acak, Saudara akan mempresentasiakan rancangan PTK yang telah disusun

LK 5.3.3 Menyusun Rancangan PTS/PTK Identifikasi Masalah (1) (2) (3) Fokus Masalah .... Alternatif Tindakan (1) (2) (3) Tindakan yang Dipilih .... Rumusan Masalah .... Rumusan Judul PTK .... Latar Belakang .... Tujuan Penelitian .... Manfaat Penelitian ....

Kerangka Teori (1) Teori tentang.... (2) Teori tentang.... (3) Kerangka Pikir Setting Penelitian …

Tahapan Siklus

Siklus 1 Perencanaan (Planing).... Pelaksanaan (Acting) .... Pengamatan (Observing) .... Refleksi (Reflecting) .... Siklus 2, n … Teknik Pengolahan Data .... Instrumen yang digunakan .... Indkator Kinerja .... Jadwal Penelitian …

E. Latihan/Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Kemampuan kepala sekolah dalam menyusun RKS merupakan masalah.. A. Standar Isi

B. Standar PTK

C. Standar Pengelolaan D. Standar Sarana Prasarana

2. Rumusan masalah PTS yang tepat adalah....

A. Mengapa supervisi akademik penting bagi kompetensi kepala sekolah?

B. Apakah supervisi akademik berpengaruh terhadap kompetensi kepala sekolah? C. Berapa besar pengaruh supervisi akademik terhadap kompetensi kepala

sekolah?

D. Bagaimana pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah?

3. Masalah PTS yang berkaitan dengan supervisi manajerial, kecuali.... A. Standar PTK

B. Standar Biaya

C. Standar Sarana Prasarana D. Standar Kompetensi Lulusan

4. Berikut ini termasuk masalah PTK adalah.... A. Keterlambatan pencairan dana BOS B. Ekonomi orang tua siswa sangat variatif C. Jarak tempuh siswa dari rumah ke sekolah

D. Kurang terampil siswa dalam menggunakan alat praktik

5. Sumber pustaka primer, kecuali.... A. ensiklopedi

B. jurnal penelitian C. artikel penelitian D. buletin penelitian

6. Kerangka pikir dibangun berdasarkan.... A. Deskripsi teoritis dan fakta empiris

B. Deskripsi tujuan, manfaat, dan hasil penelitian C. Deskripsi kondisi ideal, kondisi nyata, kesenjangan

D. Deskripsi teori, sintesa teori, kajian hasil penelitian sebelumnya (jika ada).

7. Tahapan perencanaan dalam siklus PTK berisi.... A. Perumusan tujuan

B. Penyusunan proposal C. Perekrutan kolaborator D. Penyusunan instrumen

8. Diskusi peneliti dengan kolaborator tentang hasil pengamatan tindakan dilaksanakan dalam tahapan...pada siklus penelitian.

A. Acting B. Planing

C. Observing D. Reflecting

9. Rumusan masalah PTK yang benar adalah....

A. Mengapa akhir-akhir ini prestasi belajar siswa menurun?

B. Bagaimana pendekatan saintifik dapat meningkatkan prestasi belajar siswa? C. Berapa besar koefisien variabel motivasi yang berpengaruh terhadap hasil

belajar siswa?

D. Apakah ada hubungan antara latar belakang ekonomi orang tua dengan prestasi siswa?

10. Tindakan yang paling sesuai untuk mengatasi siswa pasif adalah penerapan metode....

A. presentasi B. wawancara C. kerja kelompok

D. tugas mandiri tidak terstruktur

F.

Rangkuman

1. Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas pengawasan di daerah khusus.

2. Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGBK dan sejenisnya adalah wajib bagi pengawas muda, madya, dan utama. Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya adalah wajib bagi pengawas madya dan utama. 3. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh

para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan. Dalam dunia pendidikan, dikenal 2 jenis penelitian tindakan, yaitu, penelitian tindakan sekolah (PTS) dan penelitian tindakan kelas (PTK)

Unsur PTS PTK

Peneliti pengawas, kepala sekolah Guru

Subyek kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya

Siswa

Masalah delapan standar nsional pendidikan Pembelajaran

Setting Sekolah Kelas

4. Komponen penting yang perlu diperhatikan dalam pembimbingan guru untuk melakukan PTK adalah: identifikasi masalah PTK yang bersumber dari masalah pembelajaran, rumuskan masalah PTK, penentuan alternatif tindakan PTK, penyusunan kerangka teori yang berkaitan dengan topik PTK, serta tahapan siklus PTK. Sedangkan komponen penting yang perlu diperhatikan dalam pelatihan KS untuk melakukan PTS adalah: identifikasi masalah yang bersumber dari standar kompelensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, serta standar pembiayaan; rumusan masalah PTS, penentuan alternatif tindakan PTS, penyusunan kerangka teori yang berkaitan dengan topik PTS, serta tahapan siklus PTS.

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban materi kegiatan belajar 5 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi pokok kegiatan belajar 5

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai: 90 – 100 = sangat baik

80 – 89 = baik 70 – 79 = cukup 60 – 69 = kurang

 60 = sangat kurang

Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Saudara dapat meneruskan pada topik berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi materi pokok kegiatan belajar 5, terutama bagian yang belum Saudara kuasai.

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

No Tujuan Pembelajaran Tercapai Belum

Tercapai Keterangan 1 Melatih kepala sekolah dalam meng-

identifikasi masalah penelitian pendidikan (khususnya penelitian tindakan sekolah) 2 Merumuskan masalah penelitian pendidikan 3 Mencerahkan guru dalam mengidenti- fikasi

masalah penelitian tindakan kelas 4 Membimbing (melatih) guru dalam

merumuskan masalah tindakan

5 Mengarahkan guru menentukan alternatif tindakan dalam PTK

6 Mengarahkan guru dalam penyusunan kerangka teori yang berhubungan dengan topik penelitian

7 Mencerahkan guru tentang tahapan siklus dalam PTK

Tindak lanjut:

Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Benar X Jumlah Soal

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan

I.

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 5

1. C 2. D 3. D 4. D 5. A 6. D 7. B 8. D 9. B 10. C

EVALUASI

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Judul Penelitian “Hubungan Kompetensi Guru dengan Hasil Belajar Peserta Didik”. Hasil

Dalam dokumen M09 PSP PENGEMBANGAN PROFESI 07092016 (Halaman 98-125)

Dokumen terkait