• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menjelaskan karakterisik satu variabel yakni kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Makassar pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Selanjutnya variabel tersebut diuraikan menjadi empat subvariabel yaitu: (1) kemampuan memahami masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), (2) kemampuan menyusun rencana (memilih strategi) penyelesaian masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), (3) kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), dan (4) kemampuan memeriksa kembali.

B. Defenisi Operasional Variabel

Kemampuan pemecahan masalah siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jawaban yang diperoleh siswa melalui tes kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Makassar tahun pelajaran 2019/2020 yang meliputi empat kemampuan:

1. Kemampuan memahami masalah

Yang dimaksud dengan kemampuan memahami masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan yang terdapat dalam masalah SPLDV yang

diukur berdasarkan jawaban yang diperoleh siswa melalui tes yang diberikan.

2. Kemampuan mengembangkan rencana (memilih strategi) penyelesaian masalah

Yang dimaksud dengan kemampuan menyusun rencana (memilih strategi) penyelesaian masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menyusun suatu rencana tertentu untuk menyelesaikan/memecahkan masalah SPLDV yang diukur berdasarkan jawaban yang diperoleh siswa melalui tes yang diberikan.

3. Kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian masalah

Yang dimaksud dengan kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam melaksanakan rencana atau strategi pemecahan masalah yang telah dipilih yang diukur berdasarkan jawaban yang diperoleh siswa melalui tes yang diberikan.

4. Kemampuan melakukan pemeriksaan kembali

Yang dimaksud dengan melakukan pemeriksaan kembali adalah bagaimana siswa tersebut dapat menjelaskan atau mempunyai alasan yang kuat untuk meyakini bahwa penyelesaiannya benar dan masuk akal. C. Subjek Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang subjek penelitiannya adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Makassar yang terdaftar pada tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri atas 7 kelas yang homogen. Kemudian peneliti mengambil satu kelas dari 7 kelas VIII untuk

dijadikan sebagai subjek penelitian yang akan diberikan tes. Dari penelitian tersebut di ambil 3 orang siswa yang tepilih sebagai subjek wawancara. Pemilihan subjek wawancara ini ditentukan berdasarkan hasil tes yang diberikan. Setelah itu dipilih dengan pertimbangan tertentu yaitu siswa yang bersedia diwawancarai dan rekomendari dari guru mata pelajaran.

D. Instrumen Penelitian

Untuk memperoleh data yang diinginkan, diperlukan instrumen penelitian. Menurut Darmadi (Masni, 2013: 27)” Instrumen adalah alat untuk mengukurkan informasi atau melakukan pengukuran”. Adapun bentuk instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang dikembangkan sendiri oleh penulis dengan bantuan dosen. Instrumen tersebut digunakan seteleh diperiksa oleh validator dan dinyatakan memenuhi validitas isi. Bentuk tes yang digunakan adalah tes uraian yang terdiri dari 1 butir soal. Selain itu akan dilakukan non tes berupa wawancara terstruktur.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara.

1. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok, Arikunto (Massikki, 2018: 28). Dalam penelitian ini tes yang dilakukan adalah tes kemampuan

pemecahan masalah matematika untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemecahan masalah matematika dari subjek penelitian.

Adapun yang diberikan tes tersebut adalah 28 orang siswa yang kemudian akan dipilih subjek wawancara berdasarkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. 2. Wawancara

Adapun wawancara yang dilakukan adalah jenis wawancara tidak terstruktur seperti yang disampaikan sebelumnya. Wawancara bertujuan untuk mengetahui informasi secara langsung dari subjek penelitian dalam hal ini untuk mengetahui alur berfikir siswa dalam hal memecahkan masalah.

Wawancara yang dilakukan kepada subjek penelitian setelah mereka selesai mengerjakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Hal ini dilakukan untuk mengonfirmasi jawaban yang mereka tuliskan pada saat tes kemampuan. Hasil wawancara nantinya akan dikorelasikan dengan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan kemudian dideskripsikan.

F. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian merupakan serangkaian langkah-langkah secara urut dari awal hingga akhir yang dilakukan dalam penelitian. Adapun prosedur yang ditempuh dalam penelitan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu:

1. Tahap persiapan

a. Orientasi lapangan (tempat penelitian) b. Merancang instrumen penelitian

c. Validasi instrumen oleh ahli 2. Tahap pelaksanaan

a. Memberikan tes kemampuan pemecahan masalah matematika kepada seluruh subjek penelitian.

b. Melakukan wawancara dengan subjek penelitian untuk mengklarifikasi jawaban yang telah diberikan sehingga dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang kemampuan pemecahan masalah matematika.

c. Melakukan pengumpulan data dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan hasil wawancara dengan subjek penelitian, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis data yang diperoleh.

d. Menyusun laporan penelitian G. Pemeriksaan Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak terdapat perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Sedangkan reliabilitas dalam penelitian kualitatif bergantung pada realitas yang sifatnya majemuk atau ganda, dinamis atau selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten dan berulang seperti semula. Dengan demikian, tidak ada suatu data yang tetap atau konsisten dan stabil (Sugiyono, 2014: 269).

Dalam memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini maka digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk

keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Massikki, 2018:30). Sugiyono (2014: 273) mengemukakan terdapat tiga macam triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu.

Khusus dalam penelitian ini triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik pengumpulan data . Triangulasi teknik pengumpulan data yang berbeda, yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematika dengan wawancara. Nantinya data dari tes kemampuan pemecahan masalah matematika akan dicocokkan dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. Kemudian akan dilihat apakah data dari hasil tes konsisten dengan data hasil wawancara.

H. Teknik Analisis Data

Bogdan Biklen (Massikki, 2018: 30) mengemukakan bahwa analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Adapun analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (Massikki, 2018: 31) bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Langkah-langkah dalam analisis data adalah:

1. Reduksi Data (data reduction) yaitu kegiatan yang mengacu pada proses merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dalam mereduksi data, setiap peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapainya. Tujuan utama dalam penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, kalau peneliti dalam melakukan penelitian, menemukan segala sesuatu yang dianggap asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, maka hal itulah yang harus dijadikan perhatian bagi peneliti dalam melakukan suatu reduksi data.

2. Pemaparan data (data display) yang meliputi pengklasifikasian dan identifikasi data, yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut.

3. Menarik kesimpulan (Conclusion) dari hasil analisis data yang telah dikumpulkan dan memverifikasi kesimpualn tersebut.

BAB IV

Dokumen terkait