MEWUJUDKAN MASYARAKAT KOTA TEBING TINGGI YANG BERIMAN, BERTAQWA,MAJU, SEJAHTERA, MANDIRI, BERKEADILAN DALAM
3.4 Penentuan Isu-isu Strategis 1 Analisis Lingkungan Internal
Analisis lingkungan internal Kota Tebing Tinggi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekuatan yang tersedia seperti posisi geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia, prasarana dan sarana, serta berbagai kelemahan yang dapat menghambat upaya mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan kota dalam lima tahun mendatang (2011-2016).
3.4.1.1. Analisis Kekuatan Daerah
Lingkungan strategis internal Kota Tebing Tinggi pada dasarnya memberikan kekuatan bagi Kota Tebing Tinggi sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah.
2. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional
3. Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kota Tebing Tinggi Tahun 2006-2025;
4. Peraturan Daerah Kota Tebing Tinggi Nomor 3 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tebing Tinggi Tahun 2011-2016;
5. Peraturan Walikota Tebing Tinggi Nomor 42 Tahun 2009 tentang Tugas, Fungsi, Tata Kerja dan Rincian Tugas Jabatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tebing Tinggi ;
6. Peraturan Walikota Tebing Tinggi Nomor 27 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Kota Tebing Tinggi Tahun 2011- 2016
7. Letak geografis Kota Tebing Tinggi yang memberikan peluang bagi pengembangan kota Potensi lokasi yang strategis sebagai titik sentral segi tiga emas (Medan-Kisaran dan Medan-Parapat) yang dalam waktu tidak lama lagi akan dihubungkan dengan jalan bebas hambatan (Tol), untuk itu pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui UMKM serta sektor industri kerakyatan akan memiliki prospek cerah;
8. Dinamika perkembangan Kota Tebing Tinggi yang ditopang oleh Kabupaten yang berdekatan dengan Kota Tebing Tinggi .
Disamping sebagai kekuatan, maka lingkungan stategis Kota Tebing Tinggi juga berpotensi memunculkan kelemahan- kelemahan sebagai berikut :
1. Masih rendahnya kinerja aparatur Pemerintah dalam pelayanan pemerintahan dan publik.
2. Rendahnya potensi PAD
3. Belum optimalnya kinerja ekonomi daerah dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
4. Belum optimalnya implementasi pemanfaatan dan
pengendalian tata ruang kota.
5. Rendahnya partisipasi masyarakat terhadap kegiatan pembangunan.
6. Lemahnya infrastruktur dalam pengendalian bahaya bencana banjir
7. Belum optimalnya penataan sistem drainase dan sanitasi 8. Masih rendahnya daya saing produk UMKM
9. Kemampuan menggalang stakeholder dalam proses
perencanaan pembangunan sudah dilakukan, akan tetapi dalam proses pengungkapan solusi kebutuhan pembangunan belum maksimal ;
10. Pemanfaatan sistem informasi yang ada belum optimal, tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia ;
11. Sistem pengendalian dan evalusi, menyangkut metodelogi maupun pelakasanaan serta penggunaan dan tindak lanjut terhadap hasil evalusi dan pengendalian, belum sepenuhnya dijadikan sebagai input bagi kebutuhan perencanaan ;
12. Belum adanya tenaga fungsional perencana dan peneliti.
3.4.2. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis isu strategis daerah dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan lingkungan strategis baik lingkungan eksternal maupun lingkungan internal yang dapat mempengaruhi upaya mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan kota dalam lima tahun
mendatang (2011-2016) yang harus diantisipasi, seperti
kecenderungan regionalisasi dan globalisasi ekonomi, tuntutan distribusi pembangunan kota yang lebih merata, tuntutan tata pemerintahan yang baik, harapan masyarakat untuk menjadikan Kota Tebing Tinggi yang maju dan modern dengan kemiskinan yang rendah, berkontribusi mempertahankan persatuan dan kesatuan berdasarkan wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan harapan untuk dapat mengejar ketertinggalan dari kota-kota yang telah lebih dahulu maju secara regional maupun internasional.
3.4.3. Analisis Peluang Kota Tebing Tinggi
Peluang yang sangat mendukung kelancaran BAPPEDA dalam pencapaian visi dan misinya antara lain
1. Perubahan paradigma sistem pemerintahan demokratis berdasarkan undang -undang Nomor 32 Tahun 2004,dan
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 dapat meningkatkan peran BAPPEDA dalam sistem perencanaan pembangunan dan mendorong peningkatan partisifasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah
2. Peranan BAPPEDA sebagai perencanaan pembangunan semakin strategis, dalam menentukan arah pembangunan daerah.
3. Produk BAPPEDA menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan daerah sesuai yang diamanatkan Undang- undang ;
4. Adanya kepercayaan dari pimpinan daerah dan masyarakat kepada BAPPEDA untuk memacu dan memotivasi menjawab tantangan di masa depan;
5. Dukungan stakeholders yang terkait dengan perencanaan daerah cukup tinggi, nampak jelas dari tingkat aktivitas dalam menghadiri undangan yang diselenggarakan oleh BAPPEDA; 6. Terbukanya kesempatan untuk meningkatkan kualitas SDM
melalui peningkatan formal, pendidikan latihan, dalam dan luar negeri bagi pegawai;
7. Mudahnya mengakses informasi yang lebih cepat, tepat, dan mudah dalam meningkatkan profesionalisme
3.4.5. Analisis Ancaman / Tantangan Kota Tebing Tinggi
Selain peluang diuraikan di atas, terdapat pula tantangan- tangtangan yang menghambat terhadap kelancaran pelaksaan tugas pokok organisasi BAPPEDA dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Tantangan ini terutama datang dari luar sistem organisasi, tetapi sangat berpengaruh terhadap jalannya roda organisasi dalam mencapai tingkat keberhasilannya. Beberapa tantangan atau ancaman tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut ;
1. Perubahan yang terjadi dalam tatanan kehidupan regional, nasional maupun global serta saling pengaruh antara berbagai faktor didalamnya merupakan dimensi yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan daerah ; 2. Semakin kritis dan proaktifnya masyarakat terhadap tuntunan
pembangunan daerah yang berdasarkan perencanaan yang berkualitas;
3. Semakin transparannya informasi melaui media elektronik dituntut peran BAPPEDA lebih responsif terhadap dinamika pembangunan masyarakat ;
4. Tumbuhnya daya saing daerah menuntut peningkatan sumber daya
manusia dan produk BAPPEDA dengan memanfaatkan potensi dan peluang pasar ;
5. Tuntutan reformasi diberbagai bidang kehidupan khususnya dalam menentukan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat yang merupakan amanah.
Berdasarkan perkembangan pelaksanaan pembangunan yang sudah berjalan sampai dengan saat ini dan memperhatikan analisis lingkungan internal yang mencakup kekuatan, kelemahan dan lingkungan eksternal mencakup peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan RPJMD Kota Tebing Tinggi Tahun 2011-2016, dan dalam rangka menyusun dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas secara sinergis, partisipatif dan akuntabel, BAPPEDA dihadapkan pada isu strategis sebagai berikut :
a. Masih belum optimalnya pola koordinasi,
sinkronisasi dan integrasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan hasil-hasil pembangunan.
b. Belum optimalnya sistem
pendataan/informasi/data statistik.
c. Masih terbatasnya jumlah dan kualitas
aparat perencana dalam mendukung pelaksanaan tugas.
BAB IV