• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

2. Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan

Tahapan selanjutnya dalam pengawasan adalah penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan. Dalam tahap kali ini yang dijadikan kriteria dalam pengawasan yaitu laporan hasil kegiatan, jangka waktu dan pihak atau lembaga yang dilibatkan. Laporan hasil kegiatan setiap organisasi atau lembaga perlu dibuat karena menjadi tolak ukur bagaimana suatu kegiatan dapat berjalan atau tidak. Laporan hasil kegiatan selanjutnya dijadikan tolak ukur organisasi agar bekerja lebih baik lagi.

a. Laporan Hasil Kegiatan

Dalam penelitian kali ini yaitu Satwas SDKP salah satu instansi vertical pemerintah pusat merupakan organisasi pemerintah yang harus mempunyai laporan disetiap kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan perikanan. Laporan hasil disetiap kegiatan di Satwas SDKP Serang dijadikan sebagai bahan pelaporan kepada Pemerintah Pusat dari hasil kinerja yang ada di daerah. Berikut adalah hasil temuan lapangan yang telah peneliti temukan selama dilapangan dengan wawancara I1-1 Pihak pemerintah pusat Dirtjen PSDKP Republik Indonesia:

“biasanya kita ada event-event tertentu. Namun, biasanya rapat kerja yang dihadiri oleh satwas-satwas yang ada didaerah ke pusat dilakukan selama satu kali dalam setahun. Selanjutnya evaluasi kerja biasanya

dilakukan oleh kepala UPT pangkalan secara langsung kepada bawahan-bawahan yang ada di setiap daerah di Indonesia”. (Sumber: Wawancara dengan Bapak Ariyanto Staff Dirtjen PSDKP RI pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2018 pukul: 13.00 WIB di Kantor Dirtjen PSDKP RI).

Laporan hasil kegiatan yang telah dibuat suatu organisasi vertikal biasanya dalam pelaporannya melakukan rapat kerja dengan instansi diatas nya. Rapat kerja ini biasanya membahas tentang pencapaian kinerja yang telah dilakukan selama satu tahun. Pencapaian kinerja biasanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan yang menunjang, seperti misalnya apa saja program yang telah direncanakan sesuai dengan apa yang dilaksanakan. Laporan hasil kegiatan juga biasanya berkaitan dengan masalah anggaran, karena disetiap kegiatan yang menunjang pengawas perikanan pasti harus didukung dengan anggaran yang matang.

Dari pihak daerah yaitu Satwas SDKP Serang melakukan laporan hasil kegiatan dengan cara membuat laporan di setiap setelah pelaksanan kegiatan. Adapun peneliti melakukan wawancara dengan pihak Satwas SDKP Serang I2-2 terkait laporan hasil kegiatan sebagai berikut:

”setiap ada kegiatan laporan hasil kegiatan dibuat, seperti misalnya kita

melakukan patroli laut dalam rangka pengawasan perikanan, setelah patrol kita buat laporan hasil kegiatannya. Salah satu kegiatan patroli itu adalah misalnya patroli mandiri yang kita lakukan atau kita melibatkan aparat-aparat penegak hukum lainnya seperti TNI-AL dan

Polisi Air”. (Sumber: Wawancara dengan Bapaka Setyo Budi Raharjo S.Pi., Polisi Khusus Satwas SDKP Serang, pada hari Kamis tanggal 29 Maret 2018 pukul: 11.00 WIB di kantor Satwas SDKP Serang).

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti diatas, peneliti mengetahui bahwa laporan hasil kegiatan dibuat setelah kegiatan

pengawasan dilaksanakan. Laporan hasil kegiatan dibuat guna mencapai target kinerja yang telah dibuat di Target Operasional Kegiatan (TOK). Hal ini merupakan salah satu bentuk pelaporan yang nantinya akan dilaporkan kepada pihak organisasi diatasnya yaitu Pangkalan PSDKP Jakarta yang juga merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat dalam hal ini Dirtjen PSDKP RI. Laporan hasil kegiatan dianggap penting bagi suatu organisasi karena agar menjadi baham evaluasi untuk tahun berikutnya dalam melakukan kegiatan yang sama agar menjadi lebih baik lagi.

Dari pihak Bendahara Satwas SDKP Serang I2-3 terkait laporan hasil kegiatan yang dilihat berdasarkan kegiatan yang telah dianggarkan telah dibuat oleh bendahara terkait kegiatan yang sudah dilakukan yaitu sebagai berikut:

“ada, terkait laporan hasil kegiatan misalnya kegiatan penerbitan SLO,

aktivitas kapal dipelabuhan dalam melakukan bongkar muat pendaratan ikan, pengurusan kapal-kapal dibawah 10 GT juga kita ada

anggarannya”. (Sumber: Wawancara dengan Bapak Latif Turmanto, S.Pi., Bendahara Pengeluaran Pembantu Satwas SDKP Serang, pada hari Selasa tanggal 03 Maret 2018 pukul:14.30 WIB di Kantor Satwas SDKP Serang).

Dari penjelasan yang diberikan oleh bendahara pengeluaran pembantu Satwas SDKP Serang menyatakan bahwa laporan hasil kegiatan yang dilakukan setiap kegiatan berlangsung telah dibuat dengan aturan yang ditentukan dalam peraturan yang berlaku. Ini artinya sebagai laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan yang hasil nya dapat dirasakan oleh masyarakat nelayan. Secara langsung Satwas SDKP serang

telah melaksanakan tugas sebagaimana yang telah menjadi tugas pokok fungsi sebagai lembaga pengawas sumber daya kelautan dan perikanan yang sesuai dengan aturan perundang-undangan. Dalam sebuah organisasi baik organisasi public ataupun privat laporan hasil kegiatan dianggap penting karena dijadikan sebagai bahan evaluasi suatu organisasi dapat meningkatkan kinerja nya menjadi lebih baik lagi.

b. Jangka Waktu

Dalam proses tahapan pengawasan yaitu pengawasan perikanan, suatu organisasi yang bergerak di bidang pengawasan perikanan harus bisa menentukan apakah kegiatan pengawasan bisa berjalan secara maksimal atau belum. Oleh karena itu dalam dimensi penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan harus ditentukan jangka waktu untuk menjadikan tolak ukur organisasi pengawas perikanan dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jangka waktu merupakan salah satu bagian yang penting agar dijadikan sebagai target bagaiman suatu pelayanan bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya sehingga memberikanan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Pengawas perikanan harus bisa menentukan jangka waktu yang telah ditentukan dilaksanakan sebagaimana mestinya, tujuannya adalah agar setiap program yang sudah menjadi tugas pokok dan fungsi lembaga pengawas perikanan berjalan secara efektif dan efesien yang selanjutnya juga akan mempengaruhi kinerja organisasi tersebut.

Dalam hal ini peneliti menemukan temuan lapangan dengan mewawancarai I2-2 terkait jangka waktu yang telah ditentukan oleh pengawas perikanan dalam kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah kerja Satwas SDKP Serang:

”dalam satu periode dilakukan selama 50 kali, jadi dalam pelaksanaannya jika dihitung selama 1 bulan dilakukan sebanyak 2 kali patroli laut. Biasanya patroli laut dilakukan selama 2-3 jam berdasarkan

aturan yang telah dibuat”.(Sumber: Wawancara dengan Bapak Setyo Budi Raharjo, S.Pi., Polisi Khusus Satwas SDKP Serang pada hari Kamis tanggal 29 Maret 2018 Pukul: 11.00 WIB di Kantor Satwas SDKP Serang).

Dari penjelasan yang telah peneliti dapatkan dari pihak polisi khusus satwas SDKP Serang kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Satwas SDKP Serang dilakukan berdasarkan jadwal yang telah dibuat guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan jangka waktu yang telah ditetapkan dibuat berdasarkan aturan dari pemerintah pusat. Jangka waktu ditetapkan agar kegiatan pengawasan berjalan dengan efektif dan efesien sesuai dengan rencana kerja yang telah dibuat. Ini bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi pada saat dilapangan. Kegiatan pengawasan dilakukan sebagai bentuk aspirasi oleh masyarakat nelayan agar para petugas pengawas perikanan memberikanan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat nelayan penagkap ikan khususnya.

Dalam temuan lapangan yang peneliti telah temukan terkait aktivitas pengawasan kapal perikanan diteluk Banten dengan mewawancarai I4-1

Terkait jangka waktu kegiatan pengawasan kapal penangkap ikan yang dilakukan juga oleh pihak Polisi Air Sektor setempat sebagai berikut:

“jangka waktu yang kita lakukan selama satu bulan, patroli laut

biasanya dalam sebulan dilakukan selama 13-15 kali kegiatan pengawasan di laut. Namun, jika ada pelaporan-pelaporan dari masyarakat terkait masalah kegiatan penangkapan ikan di laut biasanya kita juga ada kegiatan pengawasan langsung tidak sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan. Karena kita sebagai aparat

kepolisian laut memang tugas nya sebagai pengawas langsung dilaut”. (Sumber: Wawancara dengan Bapak Hepson Daniar, S.H Kepala Satuan Kepolisian Air Sektor Karangantu pada hari Senin tanggal 30 April 2018 pukul: 11.25 WIB di Kantor Kepolisian Air Karangantu).

Dari hasil wawancara di atas peneliti mengetahui bahwa dari pihak aparat penegakan hukum Karangantu telah menetapkan jangka waktu dalam kegiatan pengawasan penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan di Karangantu. Jangka waktu yang telah ditentukan dan direncanakan ini bertujuan sebagai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pihak aparat kepolisisan yang bertugas sebagai pengawas secara langsung dilapangan terkait kegiatan penangkapan ikan di laut Teluk Banten Karangantu.

c. Pihak-pihak yang dilibatkan (Lembaga)

Dalam sebuah pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Sumber Daya Perikanan tentunya membutuhkan pihak-pihak yang bergerak dibidang tersebut. Pihak-pihak yang bergabung dalam prose pengawasan aktivitas kapal perikanan tentu saja harus pihak atau lembaga yang kompeten di bidangnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang mereka emban. Pihak yang ditentukan sangat berpengaruh dalam berjalanannya proses pengawasan yang dilakukan oleh para petugas pengawas perikanan. Karena jika dilihat

dari tugas pokok dan fungsi pengawas perikanan hanyalah sebagai pengawasan, jika terdapat penyimpangan yang sudah masuk dari segi hukum merupakan kewenangan dari Aparat penegak Hukum.

Temuan selanjutnya yang peneliti temukan selama di lapangan terkait pihak yang dilibatkan dalam proses pengawasan aktivitas kapal perikanan yaitu dengan mewawancarai pihak Satwas SDKP Serang I2-2 sebagai berikut:

“Berdasarkan amanat undang-undang kita melakukan pengawasan kegiatan perikanan dengan cara melibatkan lembaga-lembaga terkait pengawasan di bidang perikanan. Seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, aparat penegak hukum yaitu Polisi Air, pihak pelabuhan dan TNI-AL”. (Sumber: Wawancara dengan Bapak Setyo Budi Raharjo, S.Pi Polisi Khusus Satwas SDKP Serang pada hari Kamis tanggal 29 Maret 2018 pukul: 11.00 WIB di Kantor Satwas SDKP Serang).

Berdasarkan hasil wawancara dengan polisi khusus Satwas SDKP Serang terkait pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan pengawasan perikanan tertama pada kegiatan pengawasan kapal penangkapan ikan di teluk Banten, peneliti mengetahui bahwa Satwas SDKP Serang selalu melibatkan institusi lain yang memiliki kewenangan sebagai petugas pengawasan perikanan. Tujuan dari melibatkan pihak-pihak yang memiliki kewenangan yang sama adalah agar nelayan bisa mematuhi aturan sesuai dengan yang telah ditetapkan dan dengan melibatkan institusi yang memiliki tugas pokok sebagai pengawas dan lembaga penegak hukum harus bisa memberikan peringatan-peringatan bagi nelayan agar tidak melakukan pelanggaran selama melakukan kegiatan penangkapan ikan di Teluk Banten Karangantu.

Dari pihak I 4-1 Aparat penegak Hukum yang juga melakukan kegiatan aktivitas pengawasan kapal penangkap ikan memberikan penjelasan terkait kegiatan kapal penangkap ikan yang dilakukan oleh Satwas SDKP Serang, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Banten, dan Polisi Air Sektor Karangantu sebagai berikut:

“biasanya kita diundang atau diajak melalui forum aplikasi pesan

whatsapp, yang mengundang yaitu dinas, Satwas ataupun pihak dari pelabuhan. Biasanya mereka memfoto bukti surat perintah terkait

keterlibatan kita dalam kegiatan patroli laut yang mereka adakan”.

(Sumber: Wawancara dengan Bapak Hepson Daniar, S.H Kepala Satuan Kepolisian Air Karangatu pada hari Senin, tanggal 30 April 2018 pukul: 11.25 WIB di Kantor Kepolisian Air Karangantu).

Temuan yang selanjutnya peneliti temukan dengan mewawancarai I3-1 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten terkait pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan pengawasan kapal penangkap ikan yaitu sebagai berikut:

”biasanya kita diundang melalui surat undangan kegiatan misalnya kegiatan patroli bersama”. (Sumber: Wawancara dengan Bapak Hery Juhaeri, S.H., M.Si Kepala Seksi Penanganan Pelanggaran Bidang PSDKP DKP Provinsi Banten pada hari Selasa tanggal 24 April 2108 pukul: 11.30 WIB di Kantor DKP Provinsi Banten).

Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti mengetahui bahwa pihak kepolisian dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten benar dilibatkan dalam kegiatan pengawasan kapal penangkap ikan di teluk Banten. Kegiatan pengawasan pada kapal penangkapa ikan disebut sebagai Patroli laut, patroli laut bersama memang selalu melibatkan institusi-institusi lain,

baik di tingkat daerah, pusat dan aparat penegakan hukum. Kegiatan pengawasan yang optimal memang tidak bisa hanya dilakukan perseorangan tetapi membutuhkan banyak personil pengawas agar berjalannya suatu kegiatan pengawasan.