• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

1. WPP-NRI 2. Kapal perikanan

3. Pelabuhan perikanan dan/pelabuhan lainnya yang ditunjuk 4. Pelabuhan tangkahan

5. Sentra kegiatan perikanan 6. Area pembenihan ikan 7. Area pembudidayaan ikan 8. UPI, dan/atau

Karena dalam penelitian kali ini hanya membahas tentang tata cara pelaksaaan tugas Pengawas Perikanan yaitu di Satwas SDKP Serang hanya di aktivitas kapal perikanan maka, dalam pelaksanaan tugasnya adalah sebagai berikut:

1. Kapal penangkap ikan 2. Kapal pengangkut ikan 3. Kapal pengolahan ikan 4. Kapal latih perikanan

5. Kapal penelitian/eksplorasi perikanan, dan

6. Kapal pendukung operasi penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan ikan

Salah satu tugas Satwas SDKP Serang yaitu melakukan pengawasan dari segala aktivitas yang dilakukan oleh kapal perikanan. Adapun salah satu jenis aktivitas dari kapal perikanan yang ada yaitu kapal penangkapan ikan. Pelaksanaan tugas Satwas SKDP Serang dalam melakukan pengawasan pada aktivitas kapal perikanan yang ada di karangantu yaitu melakukan pengawasan pada jenis kapal penangkap ikan. Adapun pelaksaan tugas yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Memeriksa kelengkapan dan keabsahan SIPI dan/atau SIKPI, Surat Laik Operasi, dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

2. Memeriksa kelengkapan dan keabsahan izin penelitian dan pengembangan perikanan.

3. Memeriksa peralatan dan keaktifan SPKP.

4. Memeriksa kapal perikanan, alat penangkapan ikan, dan/atau alat bantu penangkapan ikan.

5. Memeriksa kesesuain komposisi anak buah kapal perikanan dengan crew list.

6. Memeriksa keberadaan pemantauan di atas kapal penangkap atau kapal pengangkut ikan untuk ukuran dan alat penangkapan ikan tertentu.

7. Memeriksa kesesuaian penangkapan ikan di atas kapal perikanan. 8. Memeriksa kesesuaian ikan hasil tangkapan dengan alat penangkapan ikan.

9. Memeriksa kesesusaian jenis dan jumlah ikan yang diangkut. 10.Memeriksa kesesuaian pelabuhan muat/singgah bagi kapal pengangkut ikan hasil tangkapan dengan SIKPI.

11.Memeriksa kesesuaian pelabuhan muat/singgah dan check point

terakhir bagi kapal pengangkut ikan hasil budidaya dengan SIKPI. 12.Memeriksa kesesuaian daerah penangkapan ikan dengan SIPI. 13.Memeriksa pemeriksaan log book penangkapan ikan.

4.2 Informan Penelitian

Pada penelitian kali ini mengenai Pengawasan Aktivitas Kapal Penangkap Ikan Karangantu Di Satwas SDKP Serang, peneliti menggunakan metode penentuan informan dengan cara teknik purposive sampling. Dalam penentuan

informan secara purposive artinya bahwa informan yang telah dipilih berdasarkan

pada kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan apa yang telah peneliti tetapkan sebelumnya. Adapun, mereka (informan) yang telah dipilih merupakan orang-orang yang memiliki informasi terkait penelitian ini. Dalam penelitian kali ini yang dijadikan sebagai informan merupakan Instansi Pemerintah Pusat, Aparat Penegak Hukum, Masyarakat Nelayan dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

Pada bagian Instansi Pemerintah Pusat yang dijadikan sebagai salah satu Informan yaitu Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Serang, sedangkan SKPD terkait yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten. Selanjutnya aparat penegak hukum yaitu Polisi Sektor Kecamatan Kasemen, dan yang terakhir yaitu Masyarakat nelayan. Untuk memudahkan peneliti dalam penulisan, maka peneliti memberikan kode untuk masing-masing informan sebagai berikut:

1. Kode I 1 untuk pihak Dirjen PSDKP RI 2. Kode I 2 untuk pihak Satwas SDKP Serang

4. Kode I 4 untuk pihak Aparat Penegak Hukum

5. Kode I 5 untuk pihak pemilik kapal perikanan ukuran 10-30 GT

Tabel 4.6 Informan penelitian

No. Nama Informan Usia Keterangan Kode

1. Afriyanto, S.Pi 33 Thn Staff Pelaksana Seksi PPI di ZEEI dan Laut Lepas di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

I1-1

2. Slamet Riyanto, S.Pi 35 Thn Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Satwas SDKP Serang

I2-1 3. Setyo Budi Raharjo, S.Pi 28 Thn Polisi Khusus di Satwas SDKP

Serang

I2-2 4. Latif Turmanto 38 Thn Bendahara di Satwas SDKP

Serang

I2-3 5. Hery Juhaeri, S.H., M.Si 37 Thn Kepala Seksi Penanganan

Pelanggaran Bidang PSDKP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten

13-1

6. Hepson Daniar, S.H 51 Thn Kepala Satuan Kepolisian Air Sektor Karangantu

I4-1 7. Saiman 45 Thn Masyarakat Nelayan

Tradisional < 10 GT di Karangantu

I5-1

8. H. Sahibe 61 Thn Pemilik kapal perikanan ukuran 10-30 GT di Karangantu

I5-2

9. Jamaludin 48 Thn Nahkoda Kapal Perikanan ukuran 10-30 GT di Karangantu

I5-3

10. Sukara 28 Thn Nahkoda kapal perikanan ukuran 10-30 GT di Karangantu

I5-4

4.3 Deskripsi Data

4.3.1 Operasional Konsep

Deskripsi data merupakan hasil data yang diperoleh selama observasi di lapangan. Adapun data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa data hasil dari wawancara. Data yang diperoleh yaitu berupa kata-kata yang diamati dari hasil wawancara yang juga merupakan sumber utama dalam penelitian kali ini. Sumber data ini kemudian di catat secara tertulis atau dengan alat perekam yang digunakan selama wawancara di lapangan berlangsung.

Dalam penelitian kali ini menggunakan teori Tahapan Proses Pengawasan dalam Usman Effendi (2014:212-213) yang mengemukakan bahwa dalam proses pengawasan memiliki beberapa tahapan yaitu: Penetapan Standar Pelaksanaan, Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisis Penyimpangan dan yang terakhir adalah Pengambilan Tindakan Koreksi Bila Diperlukan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan demikian data yang diperoleh yaitu berupa deskriptif berbentuk kata dan kalimat yang dilakukan selama melakukan wawancara mendalam, hasil observasi dan studi dokumentasi.

4.4 Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian kali ini yaitu menggunakan teknis analisis data menurut Miles & Huberman (2009:20) sebagai berikut:

1) Pengumpulan Data

Pengumpulan data yaitu proses pengumpulan data selama penelitian ini berlangsung. Adapun proses pengumpulan data pada penelitian ini yaitu yang berkaitan dengan Pengawasan Aktivitas Kapal Penangkap Ikan Karangantu Di Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Serang dilakukan dengan cara berawal dari pengumpulan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten terkait SOP Perizinan SIPI, SIUP dan SIKPI nelayan, rewiew dokumen standar pelayanan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Banten dalam pelayanan SIPI nelayan, dan yang selanjutnya yaitu review dokumen dari Kantor Satwas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Serang terkait SOP pelayanan SLO, Anggaran dan Profil Satwas SDKP Serang. Adapun dalam pengumpulan data teknik yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara, observasi, studi dokumentasi. Hal ini dilakukan agar data yang diperoleh valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

2) Reduksi Data

Dalam tahap kali ini yaitu reduksi data merupakan langkah selanjutnya dimana peneliti mulai merangkum dan memilih-milih data mana saja yang sesuai dan berkaitan dengan penelitian dengan cara memfokuskan hal yang dianggap penting, mencari tema dan pola yang sesuai dengan demikian akan

memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga akan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data yang selanjutnya akan dilakukan dan dalam menyajikan data.

3) Penyajian Data

Dalam penelitian kali ini mengenai Pengawasan Aktivitas Kapal Penangkap Ikan Karangantu Di Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Serang dalam penyajian data menggunakan metode penelitian kualitatif menggunakan penyajian data yang sistematif, dalam betuk uraian singkat, bagan, kategori, yang selanjutnya disajikan dalam kalimat yang naratif. Dengan penyajian data maka akan terlihat mana saja masalah-masalah yang terjadi dalam penelitian.

4) Penarikan Kesimpulan/Verifikasi

Dalam penarikan kesimpulan didukung dengan bukti-bukti dan hasil temuan lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Adapun dengan cara menghubungkan dengan hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi yang telah dilakukan. Kemudian selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

4.5 Reduksi Data(data reduction)

Analisis dalam penelitian kali ini dilakukan selama penelitian berlangsung. Adapun dalam mereduksi data yaitu mengumpulkan seluruh data yang telah diperoleh selama di lapangan dan mencari mana saja tema-tema yang berkaitan dengan penelitian. Pemberian kode-kode Informan dianggap juga penting karena untuk mengetahui aspek-aspek mana saja yang berkaitan

dengan penelitian dan aspek jawaban yang dianggap sama dalam pembahasan penelitian. Ini bertujuan untuk memudahkan proses reduksi data dalam penelitian, serta peneliti juga melakukan kodefikasi identitas informan sebagai berikut:

1) Kode Q, menunjukan pertanyaan.

2) Kode Q,Q,Q menunjukan pertanyaan yang selanjutnya. 3) Kode I, menunjukan informan penelitian.

4) Kode I1, menunjukan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

5) Kode I2, menunjukan daftar informan dan urutan kategori Satwas SDKP Serang.

6) Kode I3, menunjukan daftar informan dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.

7) Kode I4, menunjukan daftar informan dan urutan kategori Polisi Air Sektor Serang.

8) Kode I5, menunjukan daftar informan dan urutan kategori Pemilik kapal perikanan dan Nahkoda kapal perikanan ukuran 10-30 GT.

Setelah melakukan kategorisasi dan pengkodean maka, ditemukan pola dan tema yang sama terkait persoalan penelitian. Maka selanjutnya yaitu dilakukan kategorisasi berdasarkan hasil dari jawaban-jawaban yang telah ditemukan. Analisa data yang dilakukan selanjutnya yaitu menghubungkan dengan dimensi yang dianggap sesuai dengan permasalahan dalam penelitian.

Adapun dimensi-dimensi yang dipakai yaitu Tahap-tahap Proses Pengawasan Menurut Usman Effendi (2014:212-213).

4.6 Pengawasan Aktivitas Kapal Penangkap Ikan Karangantu Di Satuan

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Serang

Pengawasan Aktivitas Kapal Perikanan Karangantu Di Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Serang menggunakan tahap-tahap dalam proses pengawasan Dalam Usman Effendi (2014:212-213). Yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengawasan yang dilakukan oleh Satwas SDKP Serang dalam mengawasi kegiatan penangkapan ikan pada kapal nelayan. Adapun tahap proses pengawasan meliputi: Penetapan Standar Pelaksanaan, Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Pembandingan Pelaksanaan dengan Standard dan Analisis Penyimpangan dan yang terakhir adalah Pengambilan Tindakan Koreksi Bila Diperlukan.