• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerimaan Pegawai selama Tahun

Dalam dokumen Annual Report 2014 Final (Halaman 83-88)

TINJAUAN FUNGSIONAL DAN OPERASIONAL

SUMBER DAYA MANUSIA

3. Penerimaan Pegawai selama Tahun

No Status Pegawai Total

2014 2013

1 Pegawai Tetap 71 96

2 Pegawai Kontrak 155 184

Total 226 280

Dari data penerimaan pegawai selama tahun 2014, terdiri dari 62 orang pegawai tetap direkrut secara intern dari pegawai kontrak dengan masa kerja minimal 2 tahun dan alih jenjang sebanyak 9 orang dari pegawai tetap non administrasi.

Kaderisasi Calon Pemimpin Melalui Program Assessment

Pada tahun 2014, BPD Kaltim melalui Divisi Human Capital telah melakukan program pengembangan pegawai melalui program Assesment yang bekerjasama dengan pihak independen sebagai pelaksana, yaitu:

a. Assesment Calon Tenaga Pimpinan: Program yang ditujukan untuk kaderisasi pejabat level pertama (Pemimpin Kantor Kas, Penyelia dan Pemimpin Cabang Pembantu), dimana pada tahun 2014 dilaksanakan 2 batch yaitu pada:

- Tanggal 15 Februari 2014 - Tanggal 22-23 November 2014 44.52 66.67 100 47.06 33.33 36.63 80 55.48 33.33 0 52.94 66.67 63.37 20 0% 50% 100% Total Masa Bebas Tugas Meninggal Dunia Berhenti Tidak Hormat Berhenti Tanpa Predikat Berhenti dengan Hormat Pensiun

Laki-Laki Perempuan

81 b. Assesment Calon Pemimpin Departemen dan Pemimpin Cabang yang

dilaksanakan pada tanggal 24 dan 25 Januari 2014.

c. Assesment Calon Pemimpin Bidang Kelas 2 dan Kelas 3 yang dilaksanakan tanggal 25 – 26 Juni 2014.

Biaya Tenaga Kerja dan Pelaksanaan Remunerasi Kepegawaian

Biaya Tenaga Kerja BPD Kaltim pada tahun 2014 sesuai dengan Rencana Bisnis tahun 2014-2016 telah tercapai 61,26%. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor: 02 Tahun 2002 Tentang Bank Pembangunan Daerah Pasal 72 yang menyebutkan Pelaksanaan penghasilan harus didasarkan atas ketentuan bahwa dasar penentuan honorarium dewan Pengawas dan Dewan Audit, gaji Direksi dan seluruh pegawai serta tenaga kerja tidak boleh melebihi jumlah 30% (tiga puluh persen) dari total pendapatan atau 40% (empat puluh persen) dari total biaya berdasarkan realisasi tahun anggaran yang lalu”.

Dengan demikian, biaya tenaga kerja BPD Kaltim dibandingkan total pendapatan tahun 2014 adalah sebesar 9,64% atau masih dibawah ketentuan Peraturan Daerah, yakni maksimal sebesar 30%. Sementara itu, biaya tenaga kerja dibandingkan total biaya tahun 2014 adalah sebesar 13,72% atau masih dibawah ketentuan Peraturan Daerah, yakni maksimal sebesar 40%.

Adapun remunerasi dan kesejahteraan yang dibayarkan secara rutin (di luar gaji/honorarium) adalah sebagai berikut :

a. Uang Makan

Dibayarkan kepada setiap pegawai didasarkan pada jumlah kehadiran dalam setiap bulannya yang dibayarkan pada setiap akhir bulan.

b. Uang Kue

Diberikan kepada setiap pegawai dan pegawai magang/PKL dalam bentuk makanan (snack) dan minuman dalam setiap hari kerja, kecuali dalam Bulan Ramadhan.

c. Tunjangan Perumahan

-Diberikan kepada pejabat struktural (Pemimpin Kantor Kas s.d Pemimpin Divisi), kecuali Pemimpin Divisi dan Pemimpin Cabang yang telah mendapatkan fasilitas rumah dinas jabatan.

-Dewan Pengawas dan Direksi diberikan Tunjangan Sewa Rumah Dinas yang dibayarkan setahun sekali.

d. Tunjangan Telepon

Diberikan khusus kepada pejabat eksekutif (Pemimpin Cabang dan Pemimpin Divisi) dan Direksi.

e. Tunjangan Teller

Diberikan kepada Teller/Asisten (tunai dan non tunai) yang berstatus Pegawai Kontrak, yang dibayarkan pada setiap awal bulan.

82 f. Bantuan Uang Penampilan

Diberikan kepada Pegawai Kontrak (Frontliner dan Sekretaris) yang ditempatkan atau ditugaskan untuk memberikan pelayanan produk dan jasa dan berinteraksi secara langsung dengan nasabah, mitra bisnis, rekanan dan tamu, yang dibayarkan pada setiap awal bulan. g. Bantuan Ongkos Naik Haji (ONH)

Diberikan kepada pegawai yang akan menunaikan ibadah haji dan telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Besarnya bantuan adalah sebesar 50% dari biaya ONH.

h. Bantuan Pakaian Dinas

Diberikan setahun sekali dalam bentuk pakaian dinas dan pakaian olahraga, kecuali uang pembelian sepatu dan ongkos jahit untuk jenis seragam tertentu (dibayarkan dalam bentuk uang sesuai plafond masing-masing pegawai).

Sedangkan pembayaran yang bersifat tidak rutin dalam tahun 2014 yang dibayarkan kepada pegawai dikaitkan dengan kemampuan serta kinerja Bank selama tahun 2014 adalah sebagai berikut :

a. Reward Kinerja

Reward Kinerja diberikan apabila pencapaian Rencana Bisnis per triwulan tercapai. Dasar pemberian Reward Kinerja adalah Surat Keputusan Direksi Nomor: 081/SK/BPD-PST/IV/2012, tanggal 17 April 2012 Tentang: Standard Operating Procedure (SOP) Reward Kinerja Rencana Bisnis Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur.

b. Tunjangan Hari Raya

Dibayarkan kepada seluruh pegawai pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

c. Tunjangan Perjalanan Cuti Tahunan (TPCT) dan Cuti Besar (TPCB) Tunjangan Perjalanan Cuti Tahunan (TPCT) diberikan kepada setiap pegawai sebesar 1 kali gaji bruto, yang dibayarkan pada saat pegawai tersebut melaksanakan cuti tahunan. Sedangkan Tunjangan Perjalanan Cuti Besar (TPCB) diberikan kepada pegawai yang sudah memiliki hak Cuti Besar sebesar 3 kali gaji bruto.

d. Jasa Produksi

Untuk Jasa Produksi tahun 2013 dibayarkan secara bertahap pada bulan Juli dan Agustus 2014 sebesar 3,83 kali gaji bruto setelah terlebih dahulu disahkan dalam RUPS dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor: 166/SK/BPD-PST/VII/2014, tanggal 22 Juli 2014 tentang Penetapan Besarnya Jasa Produksi Tahun Buku 2013 Bagi Dewan Pengawas, Dewan Pengawas Syariah, Sekretariat Dewan Pengawas, Direksi Dan Pegawai Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur. e. Penghargaan Masa Bhakti Pegawai

Penghargaan Masa Bhakti Pegawai diberikan kepada pegawai yang telah memiliki masa kerja 15 dan 25 tahun serta memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana yang diatur dalam BPP Kepegawaian (vide Bab : Hak-hak dan Fasilitas).

83 f. Perawatan Kesehatan

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pegawai adalah sebagai berikut:

 Untuk Pegawai Tetap Jaminan Kesehatan ditanggung oleh Bank dengan ketentuan :

1).Bantuan penggantian atas biaya rawat inap bagi Direksi dan Pegawai adalah sebesar 95% dari seluruh biaya yang dikeluarkan.

2).Bantuan penggantian atas biaya rawat inap bagi anggota keluarga Direksi dan Pegawai adalah sebesar 90% dari hak Direksi dan Pegawai yang dikeluarkan.

 Untuk jaminan kesehatan pegawai trainee dan pegawai kontrak dikelola melalui kerja sama dengan PT Asuransi Jiwa Inhealth. g. Kesejahteraan Hari Tua

Guna memberikan bekal kesejahteraan di hari tua serta untuk memelihara kesinambungan penghasilan pegawai di hari tuanya, makaBPD Kaltim mengikutsertakan pegawai dalam Program Kesejahteraan Hari Tua, yang terdiri atas :

 Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayarkan secara berkesinambungan (bulanan) setelah pegawai pensiun.

 Tunjangan Hari Tua yang dapat diambil secara sekaligus pada saat pegawai pensiun.

Program Kesejahteraan Hari Tua BPD Kaltim bekerjasama dengan PTAsuransi Jiwasraya (Persero) dengan manfaat JHT dan THT, sedangkan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan BPD Kaltim mengelola THT yang sumber dananya berasal dari Dana Kesejahteraan 7,5% laba bersih setelah dipotong pajak.

h. Realisasi Rencana Tahun Buku 2014–2016 - Pembayaran THR sebesar 1x gaji.

- Pembayaran Jasa Produksi sebesar 3,83 x gaji.

Pengelolaan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia

Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 31/24/UPPB dan SK Direksi Bank Indonesia Nomor 31/310/KEP/DIR tanggal 31 Maret 1999 perihal Penyediaan Dana untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Bank Umum dimana dalam pasal 3 surat edaran Bank Indonesia disebutkan bahwa anggaran dana pendidikan sekurang–kurangnya sebesar 5% dari Anggaran Pengeluaran Sumber Daya Manusia.

Realisasi biaya pendidikan dan pelatihan tahun 2014 terhadap anggaran biaya tenaga hanya tercapai sebesar 1,78%, sehingga terdapat deviasi sebesar 3,22%. Sementara realisasi biaya pendidikan dan pelatihan tahun 2014 terhadap realisasi biaya tenaga kerja adalah sebesar 2,90%.

Adapun strategi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang diterapkan dalam rangka efisiensi biaya, antara lain :

84 a. Untuk pendidikan dan pelatihan yang penyelenggaraanya bersifat in

house training, BPD Kaltim (sebagian besar) menggunakan trainer yang berasal dari intern (pegawai BPD Kaltim) yang berkompeten di bidangnya dan telah mengikuti program training of trainer (TOT). b. Menugaskan beberapa trainer tersebut untuk melakukan road show

ke seluruh kantor cabang untuk melakukan transfer knowledge kepada pegawai dengan jumlah yang lebih besar.

c. Menerapkan skala prioritaspendidikan dan pelatihan bagi para pegawai BPD Kaltim sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Adapun kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut meliputi:

a. Sertifikasi di Bidang Manajemen Risiko level 1 – 5 termasuk refreshment;

b. Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa; c. Sertifikasi Dealer;

d. Pelatihan bidang Akuntansi, Teknologi Informasi dan Perpajakan; e. Pelatihan bidang Kredit;

f. Pelatihan di bidang treasury; g. Pelatihan di bidang marketing; h. Pelatihan di bidang legal;

i. Pelatihan bidang Sumber Daya Manusia dan Umum; j. Pelatihan bidang Perbankan Syariah;

k. Pelatihan bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan; l. Workshop Restrukturisasi Organisasi BPD Kaltim;

m. Pembekalan bagi pegawai baru baik kontrak maupun tetap BPD Kaltim;

n. Proses rekrutmen calon pegawai tetap tahun 2014 melalui jalur intern; o. Pelatihan public speaking & presentation skill;

p. Serta jenis pelatihan lainnya seperti seminar, workshop dan sosialisasi ketentuan perbankan terbaru.

Dalam pemenuhan sertifikasi, BPD Kaltim telah melaksanakan beberapa sertifikasi dibeberapa bidang dalam usaha pemenuhan kompetensi pegawai BPD Kaltim. Dengan merujuk pada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), selama tahun 2014, BPD Kaltim telah melakukan beberapa program pemenuhan kompetensi,yaitu :

a. Manajemen Risiko

Selama tahun 2014, pemenuhan sertifikasi manajemen risikodilaksanakan secara In House Training dengan peserta adalah pegawai dengan posisi:

- Asisten;

- Pemimpin Kantor Kas yang baru dipromosikan; dan - Penyelia yang baru dipromosikan.

Sehingga level sertifikasi yang diberikan adalah sertifikasi manajemen risiko level 1, yang mana dalam setiap pelaksanaan proram sertifikasi manajemen risiko tersebut dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) tahap yaitu:

85 - Tahap persiapan uji kompetensi manajemen risiko;

- Tahap Try out;

- Tahap Ujian Kompetensi Manajemen Risiko.

Program pemeliharaan sertifikasi tersebut sebanyak 5 (lima) kali, dimana 2 (dua) kali dilaksanakan secara in house training dengan peserta adalah pegawai yang telah memiliki sertifikasi manajemen risiko level 1–4 dan 3 (tiga) kali dilaksanakan dengan mengikuti public class dengan peserta adalah pengurus BPD Kaltim (Direksi).

b. Sertifikasi Treasury

Untuk sertifikasi treasury, BPD Kaltim selama tahun 2014 telah melakukan pemenuhan sertifikasi dealer level 1 kepada pegawai yang menduduki posisi sebagai dealer.

c. Sertifikasi Pengadaan Barang & Jasa

Sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Sertifikasi pengadaan barang dan jasa merupakan sertifikasi kompetensi pendukung bagi bankir. BPD Kaltim selama tahun 2014 telah memberikan kompetensi tersebut kepada pegawai yang menduduki posisi di unit pengadaan barang dan jasa.

Dalam dokumen Annual Report 2014 Final (Halaman 83-88)