BAB III : PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG TELAH
A. Diversi Yang Berhasil di Pengadilan Negeri Medan
2. Penetapan Nomor 51/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn
Berdasarkan Penetapan dalam perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anak, bahwa dalam perkara anak yang bernama Muhammad Arip Alias Arip yang telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan perkara yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan, dan dalam perkara anak (Muhammad Arip Alias Arip) tersebut dan setelah ditunjuk Hakim oleh Ketua Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa perkara anak, maka hakim yang telah ditunjuk melaksanakan Musyawarah diversi oleh Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) dengan musyawarah dibuka dan dinyatakan tertutup untuk umum. Kemudian Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) menanyakan kepada anak (Muhammad Arip Alias Arip) kesediaannya untuk melakukan musyawarah tidak didampingi oleh orang tua karena ibunya sedang menjalani Hukuman Pidana sedangkan ayahnya tidak diketehui lagi keberadaannya. Selanjutnya Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara)
82 Penetapan Nomor 31/Pid.Sus-Anak/2017/PN.Mdn
membacakan materi dakwaan, Kemudian Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) memberikan kesempatan Pembimbing Kemasyarakatan (Sri Asih) untuk membacakan Laporan Penelitian Kemasyarakatan dengan mengatakan bahwa anak tidak tinggal sama orang tua sekaligus anak tidak ada pengawasan sama sekali dari orang tua disebabkan ibunya sedang menjalani Hukuman Pidana sedangkan ayahnya tidak diketahui keberadaannya sehingga menyarankan anak menjalani pelatihan kerja di PSAR Tanjung Morawa. Lalu Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni) memberikan Kesempatan Kepada Penasihat Hukum (H. Muhammad Amri) untuk memberikan pendapat yaitu bahwa anak (Muhammad Arip) mengaku bersalah yaitu pernah menggunakan narkotika jenis sabu sekitar 2 (dua) minggu yang lalu dilingkungan tempat tinggalnya. Selanjutnya Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) memerintahkan kepada anak (Muhammad Arip) untuk menjelaskan tentang perbuatan yang telah dilakukannya yaitu sebagai berikut :bahwa pada hari selasa tanggal 11 april 2017 sekira pukul 13.00 wib, anak (Muhammad Arip) sedang berada dirumah, lalu orang yang bernama Siti alias Adek (DPO) memanggil Anak (Muhammad Arip) dan menyuruh mengantarkan bungkusan yang berisi nasi dan rokok serta makanan untuk Afifudin (paman tiri anak Muhammad Arip) ke Polda dengan mengatakan Arip, kau temani dulu bibi kau ke Polda untuk mengantarkan bungkusan atau nasi ini, lalu anak (Muhammad Arip) menjawab “Iya bi” kemudian Siti alias Adek (DPO) mengatakan tapi coba dulu hubungi bibi kau itu apa mau dia temani, selanjutnya Anak (Muhammad Arip) menghubungi saksi Ningsih Susanti dan bertanya “Bibi mau
aku temani, karena si Nia mau ikut juga ke Polda?” di jawab Ningsih Susanti”ya, sudah biar ada temanku dikarenakan si Nia juga mau ikut”, selanjutnya anak (Muhammad Arip) dan Nia (umur 4 tahun) diantar kerumah saksi Ningsih Susanti dan bungkusan nasi tersebut sudah ada di sepeda motor, selanjutnya anak (Muhammad Arip), Ningsih Susanti dan Nia pergi ke Polda Sumut dengan menumpang angkot dan anak (Muhamma Arip) yang membawa bungkusan tersebut sedangkan saksi Ningsih Susanti menggandeng Nia yang Masih berumur 4 Tahun, selanjutnya anak (Muhammad Arip) dan Ningsih Susanti, Nia turun di depan Polda dan saat melewati Penjagaan Brimob Polda Sumut saksi Witono selaku petugas yang sedang piket menanyakan identitas pengunjung dan memeriksa bungkusan yang dibawa anak (Muhammad Arip), kemudian saksi Witono setelah memeriksa bungkusan tersebut ditemukan 1 (satu) bungkus plastik klip bening tembus pandang yang berisikan narkotika jens sabu, seberat 0,32 (nol koma tiga dua) gram netto.
Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) setelah mendengar seluruh pihak-pihak yang hadir yaitu : anak (Muhammad Arip), Penasihat Hukum (H. Muhammad Amri), Pembimbing Kemasyarakatan (Sri Asih), telah berhasil dan memperoleh kesempatan agar anak (Muhammad Arip) mengikuti pelatihan kerja di PSAR Tanjung Morawa. Berdasarkan diskusi dalam Musyawarah tersebut dan mendapatkan Hasil kesepakatan Diversi yaitu, dengan disepakati hal-ha sebagai berikut :
1. Pembimbing kemasyarakatan menyarankan agar anak dibina di PSAR Tanjung Morawa agar terhindar dari penyalahgunaan Narkotika.
2. Anak memohon untuk ditempatkan di PSAR Tanjung Morawa agar nantinya dapat memperoleh pendidikan dan Pelatihan.
3. Bahwa pihak-pihak terkait dalam proses diversi menginginkan agar anak terhindar dari penyalahgunaan narkotika dan juga dapat memperoleh pendidikan dan pelatihan maka anak ditempatkan di PSAR Tanjung Morawa selama 6 (enam) bulan.
4. Apabila kesepakatan diversi ini tidak dipenuhi anak maka proses pemeriksaan dilanjutkan dalam proses persidangan.
5. Apabila kesepakatan diversi ini tidak dipenuhi anak maka proses pemeriksaan dilanjutkan dalam proses persidangan.
Berdasarkan Hasil Musyawarah yang telah dilakukan dengan mencapai kesepakatan diversi yang dilaksanakan oleh fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) maka melaporkan hasil Diversi sekaligus mengajukan permohonan Kepada Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan), berdasarkan berita acara diversi sekaligus kesepakatan diversi agar dapat mengeluarkan penetapan, kemudian setelah menerima berkas Laporan Hasil Kespakatan Diversi sekaligus permohonan dari Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) yang berbunyi : sehubungan dengan pelaksanaan Diversi perkara 51/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn, dalam perkara anak atas nama Muhammad Arip, bersama ini dilaporkan bahwa proses diversi telah berhasil sebagaimana terlampir dalam Berita Acara dan Kesepakatan Diversi.
Selanjutnya Mohon diterbitkan penetapan diversi sesuai dengan ketentuan Pasal 52
ayat (5) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan) mengeluarkan penetapan sebagai berikut :
1. Mengabulkan Permohonan Pemohon Hakim Anak.
2. Memerintahkan para pihak untuk melaksanakan kesepakatan diversi.
3. Memerintahkan hakim anak untuk mengeluarkan penetapan penghentian pemeriksaan.
4. Memerintahkan Penuntut Umum untuk bertanggung jawab atas barang bukti sampai kesepakatan diversi dilaksanakan sepenuhnya.
5. Memerintahkan Panitera menyampaikan salinan penetapan ini kepada penyidik Anak, Penuntut Umum Anak dan Hakim, Pembimbing Kemasyarakatan, Anak dan orang tua, korban dan para saksi.
Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan), dalam perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anak (Muhammad Arip), maka kesepakatan diversi yang dilakukan telah dinyatakan berhasil dengan ketentuan yaitu, anak (Muhammad Arip) mengikuti Pelatihan Kerja di PSAR Tanjung Morawa.
Berdasarkan kesepakatan diversi tersebut dinyatakan berhasil maka hakim anak, Fasilitator Diversi (Sri Wahyuni Batubara) setelah menerima penetapan Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan) dengan Perintah agar dikeluarkan
penetapan oleh Hakim Anak, kemudian setelah itu Hakim anak mengeluarkan penetapan, sebagaimana dalam Penetapan Nomor 51/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn, dengan menetapkan :
1. Menetapkan penghentian pemeriksaan perkara pidana nomor 51/Pid.Sus-Anak/2017/PN.Mdn
2. Menetapkan barang bukti berupa : 1 (satu) buah kantong plastik warna hitam yang didalamnya terdapat 1 (satu) buah kotak rokok surya yang berisikan 1 (satu) bungkus plastik klip kecil tembus pandang berisikan narkotika jenis shabu 0,37 (nol koma tiga tujuh) gram netto, dirampas untuk dimusnahkan.
3. Memerintahkan penuntut umum bertanggung jawab atas barang bukti sampai kesepakatan diversi dilaksankan sepenuhnya.
4. Membebankan biaya perkara kepada Negara.83