BAB III : PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG TELAH
A. Diversi Yang Berhasil di Pengadilan Negeri Medan
3. Penetapan Nomor 45/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn
Berdasarkan Penetapan dalam perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anak, bahwa dalam perkara anak yang bernama Aldan Fahriza yang telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan perkara yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan, dan dalam perkara anak (Aldan Fahriza) tersebut dan setelah ditunjuk Hakim oleh Ketua Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa perkara anak, maka hakim yang telah ditunjuk melaksanakan Musyawarah diversi
83 Penetapan Nomor 51/Pid.Sus-Anak/2017/PN.Mdn
oleh Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) dengan musyawarah dibuka dan dinyatakan tertutup untuk umum. Kemudian Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) menanyakan kepada anak (Aldan Fahriza) dan orang tua (Maikombri) dan (Rismalinda Lubis) kesediaannya untuk melakukan musyawarah. Lalu atas pertanyaan Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) Anak (Aldan Fahriza) dan orang tua (Maikombri) dan (Rosmalinda Lubis) menyetujui dilakukan Musyawarah. Selanjutnya Fasilitator membacakan materi dakwaan, Kemudian Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) memberikan kesempatan Pembimbing Kemasyarakatan (Nurmah) untuk membacakan Laporan Penelitian Kemasyarakatan. Lalu Fasilitator Diversi (Riana Br.
Pohan) memberikan Kesempatan Kepada Anak (Aldan Fahriza) untuk memberikan pendapat yaitu anak memberikan pendapat dengan mennyatakan orang tua saya laki-laki bernama (Maikombri) dan ibu saya bernama (Rismalinda Lubis) dan saya tinggal bersama kedua orang tua di jalan Titi Papan Gang Persatuan Abadi No. 14-B Kelurahan Sei sikambing D Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Saya belum tamat SMP, dan saya menggunakan narkotika jenis shabu baru kali ini karena diajak oleh teman saya yang bernama dodi, saya sangat menyesali perbuatan tersebut dan saya mohon untuk dikembalikan kepada orang tua agar dapat melanjutkan sekolah.
Orang tua anak (Maikombri) dan (Rismalinda Lubis) memberi pendapat bahwa benar anak bernama Aldan Fahriza adalah anak kandung kami dan sekarang ini belum tamat SMP dan perbuatan anak tersebut terpengaruh dari temannya, kami selaku orang tua kurang pengawasan terhadap pergaulan anak.
Penasihat Hukum (Ranaf Sitanggang) memberikan pendapat bahwa benar anak tinggal bersama kedua orang tuanya dan menginginkan anak agar dikembalikan kepada orang tuanya agar dapat bisa melanjutkan sekolahnya kembali. Selanjutnya Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) memberi kesempatan kepada anak untuk menjelaskan tentang perbuatan yang dilakukan anak. Anak memberikan penjelasan, bermula pada hari rabu tanggal 3 Juli 2017 sekira pukul 19.00 wib, anak dihubungi oleh temannya yang bernama Dodi untuk bertemu, lalu anak bertemu dengan Dodi dan kemudian Dodi mengajak anak bertemu dengan kawannya Rizal lalu setelah ketemu, anak diajak untuk menggunakan Narkotika Jenis sabu-sabu di Kos temannya Dodi yaitu ditempat Rizal. Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) memberi kesempatan kepada Peksos/TKS/Pendamping (Rosmawati Nainggolan) untuk memberikan informasi tentang perilaku dan keadaan sosial anak, serta memberikan saran untuk penyelesaian perkara anak, lalu Peksos/TKS/Pendamping (Rosmawati Nainggolan) menyarankan agar anak di kembalikan kepada Orang tuanya agar dapat melanjutkan sekolah.
Fasilitator Diversi memberi kesempatan kepada perwakilan masyarakat/Tokoh Masyarakat (Hendrayati) untuk memberi informasi tentang perilaku anak sehari-hari, lalu menyatakan bahwa anak (Aldan Fahriza) dalam bergaul dan berperilaku selama ini baik dan masalah anak menggunakan narkotika, kami tidak pernah mengetahui maupun mendengar dari orang lain, maka dalam
perkara anak ini lebih tepat untuk dikembalikan kepada orang tuanya agar dapat melanjutkan sekolahnya kembali.
Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) setelah mendengar seluruh pihak-pihak yang hadir yaitu : anak (Aldan Fahriza), orang tua (Maikombri) dan (Rismalinda Lubis), Penasihat Hukum (Ranaf Sitanggang), Pembimbing Kemasyarakatan (Nurmah), Pekerja Sosial Profesional/Tenaga Kerja Sosial Masyarakat (Rosmawati Nainggolan), dan Perwakilan Masyarakat /Tokoh Masyarakat (Hendrayati) telah berhasil dan memperoleh kesempatan agar anak dikembaalikan kepada orang tua (Maikombri) dan (Rismalinda Lubis), dengan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan Anak Kelas I Medan. Berdasarkan diskusi dalam Musyawarah tersebut dan mendapatkan Hasil kesepakatan Diversi yaitu, dengan disepakati hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa orang tua Anak akan mengawasi serta membimbing anak Aldan Fahriza dalam kesehariannya baik dirumah maupun dilingkungan tempat tinggal orang tua anak maupun dalam pergaulannya sehari-hari.
2. Bahwa orang tua anak akan kembali menyekolahkan anak Aldan Fahriza minimal hingga tamat SMA, dan akan mengurus kembali surat pindah sekolah dari sekolah terdahulu serta akan mengurus ujian paket B agar kembali bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkatnya.
3. Bahwa orang tua anak akan bekerja sama serta berkoordinasi dengan pihak balai penelitian masyarakat (Bapas) tingkat I Medan dan pihak sakti Peksos Kemensos untuk melakukan Rawat jalan dan konseling terhadap anak.
4. Bahwa orang tua anak tetap berkoordinasi dengan pihak balai penelitian Kemasyarakatan (BAPAS) untuk mengawasi, serta untuk melakukan penelitian kemasyarakatan yang dilakukan oleh pihak BAPAS selama anak masih dibawah pengawasan pihak BAPAS maupun oleh Sakti Peksos Kemensos.
5. Bahwa orang tua anak akan mengikutsertakan anak Aldan Fahriza untuk mengikuti Pelatihan kerja ataupun keterampilan kerja yang diadakan oleh kelurahan yang berada dilingkungan tempat tinggal anak.
6. Apabila orang tua anak melalaikan/mengabaikan isi kesepakatan Diversi ini, maka orang tua bersedia menerima konsekuensi Hukum yang berlaku untuk itu.
7. Bahwa Pekerja Sosial akan melakukan Konseling dan pembinaan terhadap anak dan akan menfasilitasi anak untuk menyelesaikan pendidikan wajib belajar SLTP melalui Program paket B.
8. Apabia kesepakatan Diversi ini tidak dipenuhi para pihak maka proses pemeriksaan dilanjutkan dalam proses persidangan.
Berdasarkan Hasil Musyawarah yang telah dilakukan dengan mencapai kesepakatan diversi yang dilaksanakan oleh fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) maka melaporkan hasil Diversi sekaligus mengajukan permohonan Kepada Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan), berdasarkan berita acara diversi
sekaligus kesepakatan diversi agar dapat mengeluarkan penetapan, kemudian setelah menerima berkas Laporan Hasil Kespakatan Diversi sekaligus permohonan dari Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) yang berbunyi : sehubungan dengan pelaksanaan Diversi perkara 45/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn, dalam perkara anak atas nama Aldan Fahriza, bersama ini dilaporkan bahwa proses diversi telah berhasil sebagaimana terlampir dalam Berita Acara dan Kesepakatan Diversi. Selanjutnya Mohon diterbitkan penetapan diversi sesuai dengan ketentuan Pasal 52 ayat (5) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan) mengeluarkan penetapan sebagai berikut :
1. Mengabulkan Permohonan Pemohon Hakim.
2. Memerintahkan para pihak untuk melaksanakan kesepakatan diversi.
3. Memerintahkan hakim untuk mengeluarkan penetapan penghentian pemeriksaan.
4. Memerintahkan Penuntut Umum untuk bertanggung jawab atas barang bukti sampai kesepakatan diversi dilaksanakan sepenuhnya.
5. Memerintahkan Panitera menyampaikan salinan penetapan ini kepada penyidik Anak, Penuntut Umum Anak dan Hakim, Pembimbing Kemasyarakatan, Anak dan orang tua, korban dan para saksi.
Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan), dalam perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh anak, maka kesepakatan diversi yang dilakukan telah dinyatakan berhasil dengan
ketentuan yaitu, anak (Aldan Fahriza) dikembalikan kepada orang tua (Maikombri) dan (Rismalinda Lubis), dan orang tua anak wajib untuk menyekolahkan anak yaitu dengan mengikuti paket B dan sehingga bisa menamatkan Sekolah Menengah Atas atau sederajat.
Berdasarkan kesepakatan diversi tersebut dinyatakan berhasil maka hakim anak, Fasilitator Diversi (Riana Br. Pohan) setelah menerima penetapan Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan) dengan Perintah agar dikeluarkan penetapan oleh Hakim Anak, kemudian setelah itu Hakim anak mengeluarkan penetapan, sebagaimana dalam Penetapan Nomor 45/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn, dengan menetapkan :
1. Menghentikan proses pemeriksaan perkara anak Aldan Fahriza.
2. Memerintahkan penuntut umum untuk mengeluarkan anak dari tahanan.
3. Memerintahkan panitera atau pejabat yang ditunjuk mengirim salinan penetapan ini kepada anak, orang tua/walinya, penasihat hukum, pembimbing kemasyarakatan, pekerja sosial profesional dan penuntut umum.
4. Memerintahkan agar barang bukti berupa 1 (satu) buah pipa kaca yang berisikan narkotika jenis sabu 1,44 Gr (satu koma empat puluh empat) gram, 1 (satu) set bong, 1 (satu) bungkus plastik klip kosong dan 1 (satu) unit timbangan elektrik, dirampas untuk dimusnahkan.84
84 Penetapan Nomor 45/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn