• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG TELAH

A. Diversi Yang Berhasil di Pengadilan Negeri Medan

1. Penetapan Nomor 31/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn

Berdasarkan Penetapan dalam perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anak, bahwa dalam perkara anak yang bernama Muhammad Prayuda Sembiring yang telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan perkara yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan, dan dalam perkara anak (Muhammad Prayuda Sembiring) tersebut dan setelah ditunjuk Hakim oleh Ketua Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa perkara anak, maka hakim yang telah ditunjuk

80 Mita Dwijayanti. Penetapan Diversi Terhadap Anak Yang Terlibat Narkotika. Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Perspektif Hukum, Vol. 17 No. 2, November 2017

melaksanakan Musyawarah diversi oleh Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) dengan musyawarah dibuka dan dinyatakan tertutup untuk umum. Kemudian Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) menanyakan kepada anak (Muhammad Prayuda Sembiring) dan orang tua (Prans Samuel Sembiring) dan (Sri Purwani) kesediaannya untuk melakukan musyawarah. Lalu atas pertanyaan Fasilitator Diversi,(H. Akhmad Sahyuti) Anak (Muhammad Prayuda Sembiring) dan orang tua (Prans Samuel Sembiring) dan (Sri Purwani) menyetujui dilakukan Musyawarah.

Selanjutnya Fasilitator membacakan materi dakwaan, Kemudian Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) memberikan kesempatan Pembimbing Kemasyarakatan (Rita Simarmata)untuk membacakan Laporan Penelitian Kemasyarakatan. Lalu Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) memberikan Kesempatan Kepada Anak (Muhammad Prayuda Sembiring) untuk memberikan pendapat yaitu anak memberikan pendapat dengan mennyatakan orang tua saya laki-laki bernama (Prans Samuel Sembiring) pekerjaannya bengkel dan ibu saya bernama (Sri Purwani) dan saya tinggal bersama kedua orang tua di jalan Sakti Lubis Gg. Buntu No. 25 C Medan Kota, Medan. Saya bersekolah sekarang kelas 3 (tiga) SMP, dan saya menggunakan narkotika jenis shabu baru kali ini karena diajak oleh teman saya yang bernama Fadil, saya sangat menyesali perbuatan tersebut dan saya mohon untuk dikembalikan kepada orang tua agar dapat melanjutkan sekolah.

Orang tua anak (Prans Samuel Sembiring) dan (Sri Purwani) memberi pendapat bahwa benar anak bernama Muhammad Prayuda Sembiring adalah anak

kandung kami dan sekarang ini anak masih bersekolah kelas 3 (tiga) SMP dan perbuatan anak tersebut terpengaruh dari temannya, kami selaku orang tua kurang pengawasan terhadap pergaulan anak.

Penasihat Hukum (Jhonatan Panggabean) memberikan pendapat bahwa benar anak tinggal bersama kedua orang tuanya dan menginginkan anak agar dikembalikan kepada orang tuanya agar dapat bisa melanjutkan sekolahnya kembali. Selanjutnya Fasilitator Diversi memberi kesempatan kepada anak untuk menjelaskan tentang perbuatan yang dilakukan anak. Anak memberikan penjelasan, bermula pada hari rabu tanggal 12 april 2017 sekira pukul 20.00 wib, anak pergi kerumah Fadil (DPO) di jalan sakti lubis Gang Amal Kelurahan sitirejo I Kecamatan Medan Kota Kodya Medan, lalu anak bertemu dengan Fadil dan kemudian Fadil menitipkan Narkotika Jenis sabu-sabu untuk diberikan kepada Sobirin (DPO) dimana Fadil ada menjanjikan upah sebesar Rp. 10.000.- (sepuluh ribu rupiah), setelah anak menyetujuinya kemudian Fadil menyerahkan 3 (tiga) bungkus plastik klip narkotika jenis sabu-sabu tersebut dan menyimpannya dikantong sebelah kanan celana anak kemudian Fadil langsung pergi meninggalkan anak, selanjutnya datang saksi Hilman Sergio Sialagan dengan tujuan menagih utang dan akan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu bersama Fadil sehingga saksi Hilman Sergio Sialagan menunggu Fadil didalam kamar Fadil bersama dengan anak (Muhammad Prayuda Sembiring) kemudian datang saksi Bayu Purwanto kerumah Fadil dengan menunggu diluar rumah Fadil untuk membeli narkotika jenis sabu dari Sobirin lalu sekira pukul 23.30 wib saksi Manuel

Atibere, saksi Rahmad Rangkuti dan saksi F. V. Marpaung (ketiganya anggota Polri Polsek Medan Kota) dimana sebelumnya telah mendapat Informasi lalu saksi-saksi melakukan penangkapan terhadap saksi Bayu Purwanto di depan rumah Fadil dan selanjutnya melakukan penangkapan terhadap saksi Hilman Sergio Sialagan dan anak (Muhammad Prayuda Sembiring) kemudian saksi-saksi menemukan barang bukti narkotika dari anak berupa 3 (tiga) bungkus klip narkotika jenis sabu dari kantong sebelah kanan celana anak yang diakui milik Fadil yang dititipkan kepada anak (Muhammad Prayuda Sembiring).

Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) memberi kesempatan kepada Peksos/TKS/Pendamping (Haspon W. Simanjorang) untuk memberikan informasi tentang perilaku dan keadaan sosial anak, serta memberikan saran untuk penyelesaian perkara anak, lalu Peksos/TKS/Pendamping (Haspon W. Simanjorang) menyarankan agar anak diikutsertakan dalam pendidikan atau pelatihan di lembaga pendidikan atau LPKS di Lubuk Pakam paling lama 3 (tiga) bulan, nantinya akan didik dan dibina sesuai keterampilan anak.

Fasilitator Diversi memberi kesempatan kepada perwakilan masyarakat/kepala lingkungan (Ida Mahyuni) untuk memberi informasi tentang perilaku anak sehari-hari, lalu menyatakan bahwa anak (Muhammad Prayuda Sembiring) dalam bergaul dan berperilaku selama ini baik dan masalah anak menggunakan narkotika, kami tidak pernah mengetahui maupun mendengar dari orang lain dan sepengetahuan kami anak masih aktif mengikuti pengajian, maka

dalam perkara anak ini lebih tepat untuk dikembalikan kepada orang tuanya agar dapat melanjutkan sekolahnya kembali.

Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) setelah mendengar seluruh pihak-pihak yang hadir yaitu : anak (Muhammad Prayuda Sembiring), orang tua(Prans Samuel Sembiring) dan (Sri Purwani), Penasihat Hukum (Jhonatan Panggabean), Pembimbing Kemasyarakatan (Rita Simarmata), Pekerja Sosial Profesional/Tenaga Kerja Sosial Masyarakat (Haspon W. Simanjorang), dan Perwakilan Masyarakat /kepala Lingkungan (Ida Mahyuni)telah berhasil dan memperoleh kesempatan agar anak dikembaalikan kepada orang tua (Prans Samuel Sembiring) dan (Sri Purwani), dengan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan Anak Kelas I Medan. Berdasarkan diskusi dalam Musyawarah tersebut dan mendapatkan Hasil kesepakatan Diversi yaitu, dengan disepakati hal-ha sebagai berikut :

1. Anak dikembalikan kepada orang tua.

1. Orang tua anak wajib menyekolahkan anak yaitu dengan mengikuti wajib belajar 12 (dua belas) tahun.

2. Bahwa anak wajib mengikuti kembali ujian susulan pendidikan kelas 3 (tiga) SMP.

3. Anak wajib mengikuti pendidikan Keagamaan.

4. Anak berada dalam pengawasan Pembimbing Kemasyarakatan selama 6 (enam) bulan.

5. Anak berada dalam pengawasan kepala lingkungan.

6. Anak melakukan aktivitas diluar sekolah maupun diluar rumah, wajib atas izin dari orang tua.81

Berdasarkan Hasil Musyawarah yang telah dilakukan dengan mencapai kesepakatan diversi yang dilaksanakan oleh fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) maka melaporkan hasil Diversi sekaligus mengajukan permohonan Kepada Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan), berdasarkan berita acara diversi sekaligus kesepakatan diversi agar dapat mengeluarkan penetapan, kemudian setelah menerima berkas Laporan Hasil Kespakatan Diversi sekaligus permohonan dari Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) yang berbunyi : sehubungan dengan pelaksanaan Diversi perkara 31/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn, dalam perkara anak atas nama Muhammad Prayuda Sembiring, bersama ini dilaporkan bahwa proses diversi telah berhasil sebagaimana terlampir dalam Berita Acara dan Kesepakatan Diversi. Selanjutnya Mohon diterbitkan penetapan diversi sesuai dengan ketentuan Pasal 52 ayat (5) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan) mengeluarkan penetapan sebagai berikut :

1. Mengabulkan Permohonan Pemohon Hakim Anak.

2. Memerintahkan para pihak untuk melaksanakan kesepakatan diversi.

3. Memerintahkan hakim anak untuk mengeluarkan penetapan penghentian pemeriksaan.

81 Berita Acara Diversi Nomor 31/Pid.Sus-Anak/2017/PN.Mdn

4. Memerintahkan Penuntut Umum untuk bertanggung jawab atas barang bukti sampai kesepakatan diversi dilaksanakan sepenuhnya.

5. Memerintahkan Panitera menyampaikan salinan penetapan ini kepada penyidik Anak, Penuntut Umum Anak dan Hakim, Pembimbing Kemasyarakatan, Anak dan orang tua, korban dan para saksi.

Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan), dalam perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh anak, maka kesepakatan diversi yang dilakukan telah dinyatakan berhasil dengan ketentuan yaitu, anak (Muhammad Prayuda Sembiring) dikembalikan kepada orang tua (Prans Samuel Sembiring) dan (Sri Purwani), dan orang tua anak wajib untuk menyekolahkan anak yaitu dengan mengikuti wajib belajar 12 tahun, bahwa anak wajib kembali mengikuti ujian susulan pendidikan kelas 3 (tiga) SMP, anak wajib mengikuti pendidikan keagamaan, anak berada dalam pengawasan kepala lingkungan, dan anak melakukan aktivitas diluar sekolah maupun diluar rumah wajib atas izin dari orang tua.

Berdasarkan kesepakatan diversi tersebut dinyatakan berhasil maka hakim anak, Fasilitator Diversi (H. Akhmad Sahyuti) setelah menerima penetapan Ketua Pengadilan Negeri Medan (Marsudin Nainggolan) dengan Perintah agar dikeluarkan penetapan oleh Hakim Anak, kemudian setelah itu Hakim anak mengeluarkan penetapan, sebagaimana dalam Penetapan Nomor 31/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn, dengan menetapkan :

1. Menetapkan penghentian pemeriksaan perkara pidana nomor 31/Pid.Sus-Anak/2017/PN. Mdn.

2. Memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk mengeluarkan anak dari tahanan setelah penetapan ini diucapkan.

3. Memerintahkan agar penuntut umum bertanggung jawab atas barang bukti sampai kesepakatan diversi dilaksankan sepenuhnya.

4. Membebankan biaya perkara kepada Negara.82