• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan, Sasaran dan Program Pengembangan Industri Unggulan Kabupaten

STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN PASER

B. Program Pembangunan Industri

1. Penetapan, Sasaran dan Program Pengembangan Industri Unggulan Kabupaten

Industri pengolahan bukan migas yang diprioritaskan untuk dikembangkan menjadi industri unggulan Kabupaten Paser adalah sebagai berikut:

a. Industri berdasarkan kinerja masa lalu: Industri pengolahan bukan migas yang telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi daerah dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

Kriteria pemilihan industri ini adalah:

1) Nilai produksi

2) Pertumbuhan produksi 3) Pertumbuhan tenaga kerja

4) Kontribusi terhadap ekonomi daerah

5) Memperkuat, memperdalam, dan menyehatkan struktur industri

b. Industri Prioritas yang terdapat di Kabupaten Paser dipilih berdasarkan industri prioritas nasional yang telah ditetapkan dan tercantum dalam RIPIN.

c. Industri Unggulan Kabupaten adalah industri di luar kelompok Industri Prioritas dan Industri Unggulan Provinsi. Industri ini merupakan industri pengolahan sumber daya alam daerah yang memiliki nilai produksi dan/atau potensi sumber daya alam yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik ataupun ekspor. Kriteria pemilihan industri ini adalah:

1) Potensi bahan baku unggulan 2) Pangsa pasar produk olahan 3) Nilai tambah industri

d. Industri yang memanfaatkan potensi SDM, geografis, dan infrastruktur Kabupaten Paser. Kriteria pemilihan industri ini adalah:

1) Kualitas SDM yang tersedia di Kabupaten Paser 2) Potensi bahan baku di luar Kabupaten Paser

3) Potensi pasar lokal dan regional.

4) Kondisi infrastruktur Kabupaten Paser

5) Industri yang menunjang visi misi pembangunan Kabupaten Paser dan Industri berdasarkan percontohan wilayah yang lebih maju. Industri ini dipilih berdasarkan visi misi pembangunan industri Kabupaten Paser dan contoh-contoh industri potensial yang telah berkembang di wilayah lain yang lebih maju.

Terdapat beberapa industri yang dapat menjadi industri unggulan untuk dikembangkan di Kabupaten Paser dengan memperhatikan kriteria dan potensi lokal yang ada.

Tabel 4.1. Potensi Industri Unggulan Kabupaten Paser

No. Industri Unggulan Jenis Industri Wilayah Potensial 1 Industri Pangan Industri Pengolahan Tangkapan

Laut

Tanjung Harapan

Industri Pengolahan Hasil Tambak Tanjung Harapan Industri Pengolahan Rumput Laut Tanjung Harapan

Industri Pengolahan Padi Tanah Grogot, Muara Samu, Pasir Belengkong

Industri Pengolahan Aren Pasir Belengkong, Long Ikis Industri Pengolahan Pisang Tanah Grogot, Kuaro Industri Pengolahan Jeruk Padang Pangrapat Industri Pengolahan Cabe Rawit Muara Komam, Kuaro Industri Pengolahan Bawang Merah Batu Engau

Industri Pengolahan Sawit Long Ikis, Batu Engau, Batu Sopang

Industri Pengolahan Kelapa Tanah Grogot Industri Pengolahan Jamur Merang Kuaro

Industri Pengolahan Madu Hutan Kuaro, Muara Samu Industri Pengolahan Sapi Potong Batu Sopang, Muara Samu,

Pasir Belengkong Industri Pengolahan Sarang Walet Kuaro, Batu Engau, Muara

Komam, Tanah Grogot Industri Biofarmaka Tanah Grogot Industri Bioteknologi Seluruh Kecamatan

No. Industri Unggulan Jenis Industri Wilayah Potensial 2 Industri Farmasi dan Kosmetik Industri Biofarmaka Tanah Grogot, Pasir

Belengkong Industri Pengolahan Hasil Laut Tanjung Harapan Industri Bioteknologi Seluruh Kecamatan 3 Industri Barang Modal,

Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri

Industri Kapal dan perahu Kuaro Industri Komponen Tanah Grogot

Jasa Reparasi Tanah Grogot

4 Industri Agro Industri Pengolahan dari Kayu, Bambu dan Rotan

Kuaro, Muara Samu

Industri Pengolahan Karet dan Barang dari Karet

Muara Komam, Pasir Belengkong Industri Pengolahan Sawit Long Ikis 5 Industri Logam dan Bahan

Galian Bukan Logam

Industri Pengolahan Logam dan Batu Kapur

Long Kali, Muara Samu

Dari hasil wawancara dan analisis kualitatif meliputi beberapa aspek yaitu analisis tahapan industri, peluang hilirisasi, analisis permintaan, volume produksi, dan analisis faktor-faktor internal-eksternal, dapat disimpulkan bahwa komoditas sawit, peternakan dan hasil perikanan (tangkapan ikan dan rumput laut), tanaman pangan dan hortikultura, dan sarang walet yang paling potensial untuk menjadi komoditas prioritas industri unggulan Kabupaten Paser. Artinya, komoditas tersebut potensial untuk dilakukan hilirisasi industri dalam jangka pendek. Hal ini didukung oleh produk-produk turunan yang banyak, kemungkinan implementasi, serta permintaan yang besar.

Untuk Sawit dengan produk unggulannya yaitu CPO, Indonesia merupakan produsen CPO terbesar di dunia. Maka pasokan CPO dunia akan tergantung dari kebijakan Indonesia. Ini merupakan suatu kekuatan yang besar jika dilakukan hilirisasi industri dari CPO. CPO juga memiliki produk turunan yang banyak

juga akan berakibat pada banyaknya jumlah tenaga kerja yang akan terserap dengan adalah hilirisasi industri dari CPO. Selain itu, kerjasama antara dinas perkebunan dengan dinas peternakan Kalimantan Timur juga dapat menghasilkan keuntungan yang besar, yang salah satunya yaitu dapat meningkatkan industri kecil dan menengah. Selanjutnya, masalah terbesar dalam hilirisasi industri dari CPO yaitu terkait teknologi pengolahan. Selain itu sistem pendanaan untuk membangun hilirisasi CPO tersebut. Perlu adanya kepastian bahwa sindikasi perbankan di Indonesia siap dalam melayani hilirisasi CPO ini.

Industri perkebunan kelapa sawit juga menyimpan potensi sumber daya pakan yang besar untuk pengembangan ternak khususnya sapi. Integrasi sapi dengan kelapa sawit memunculkan tiga kegiatan terpadu sekaligus, yaitu:

1) Industri pakan ternak berbasis hasil samping perkebunan kelapa sawit

2) Usaha perkembangbiakan sapi 3) Usaha penggemukan sapi potong

Potensi sumber daya pakan dari hasil industri kelapa sawit meliputi daun dan pelepah kelapa sawit sebagai sumber serat dan hasil samping pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) sebagai solid sawit/lumpur sawit dan bungkil inti sawit sebagai sumber protein.

Inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian pemanfaatan bahan pakan dari industri sawit telah tersedia dan dapat diterapkan pengguna dilapangan. Usaha sapi potong dengan pola integrase sawit-sapi menguntungkan dan berpeluang dikembangkan.

Demikian pula penggemukan sapi potong di dekat PKS memiliki prospek yang baik sehingga dapat diterapkan di lokasi lain.

Pengembangan ternak berbasis industri kelapa sawit meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak maupun tanaman

kelapa sawit. Namun penerapannya masih terbatas sehingga memerlukan dukungan dan komitmen dari berbagai pihak, yaitu petani, investor, perbankan, peneliti, serta pemerintah daerah dan pusat. Sosialisasi kepada pelaku usaha perkebunan kelapa sawit harus dilakukan pada level pengambil keputusan agar ada pemahaman yang benar tentang integrasi sawit-sapi dan model pengembangannya.

Untuk hasil perikanan (tangkapan ikan dan rumput laut), kabupaten Paser memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan bersifat berkelanjutan. Pembangunan smart city dan Kawasan ekonomi industri berbasis perikanan di Kecamatan Tanjung Harapan merupakan langkah awal dalam upaya penguatan industri hulu. Diharapkan dalam prosesnya, upaya diversifikasi produk turunan dari hasil perikanan (sebagaimana tergambar pada pohon industri di Bab II), kemasan dan pemasaran akan memperkuat hilirisasi industri hasil perikanan.

Berdasarkan ketersediaan bahan baku tanaman pangan dan tanaman hortikultura serta sarang burung walet, kontinuitas telah terjaga. Hanya saja kuantitas untuk memenuhi keberlangsungan suatu industri memerlukan kajian lebih mendalam. Tata kelola selama ini, hasil dari tanaman pangan dan tanaman hortikultura serta sarang burung walet dimanfaatkan secara langsung tanpa melalui proses industrialisasi. Kemampuan untuk mencukupi kebutuhan dalam wilayah Kabupaten Paser belum terpenuhi.

Namun dengan hasil produksi yang cukup besar, yang dapat didukung oleh kebijakan daerah, maka potensi industri hulu berbasis tanaman pangan, hortikultura, dan sarang burung walet dapat dioptimalkan.

Tabel 4.2. Tahapan Pembangunan Industri Unggulan

No. Industri Unggulan

Jenis Industri

2019-2029 2030-2039

1 Industri Pangan Industri dari hasil Perikanan (ikan dan rumput laut) Ikan Beku, Ikan Fillet, Surimi, Tepung

Ikan, Kerupuk Ikan, Gelatin, nata de seaweed, sirup rumput laut

Ikan Beku, Ikan Fillet, Tepung Dan Minyak Ikan, Ikan Kaleng, Surimi, Tepung Ikan, Kerupuk Ikan, Gelatin, nata de seaweed, sirup rumput laut Industri Pengolahan Aren

Sagu, gula aren kolang-kaling Sagu, gula aren, kolang kaling berstandar SNI

Industri Pengolahan Pisang

Keripik, sale, dodol, sirup Keripik, sale, dodol, sirup, tepung, sari buah

Industri Pengolahan Jeruk

Selai, sari buah, sirup Manisan, jeruk kaleng, cuka, gula tetes

Industri Pengolahan Nangka

Keripik, Manisan Buah Keripik, Manisan Buah, Ekstrak, Buah Kalengan

Industri Pengolahan Cabe Rawit

Cabe kering, sambal kemasan Sambal Kemasan, bubuk cabe

Industri Pengolahan Bawang Merah Acar, bawang goreng, irisan basah,

irisan kering

Minyak bawang merah, bubuk, tepung, pasta

Industri Pengolahan Sawit

Minyak Goreng, gula merah Minyak Goreng, gula merah Industri Pengolahan Kelapa

Minyak goreng, nata de coco, vco Minyak goreng, nata de coco, vco Industri Pengolahan Jamur Merang

Keripik Keripik, tepung

Industri Pengolahan Madu Hutan

Madu kemasan Madu kemasan

Industri Biofarmaka Jahe Serbuk, Kunyit Serbuk, Laos

Serbuk, bawang merah serbuk

Jahe Serbuk, Kunyit Serbuk, Laos Serbuk, bawang merah serbuk Industri Bioteknologi

No. Industri Unggulan

Jenis Industri

2019-2029 2030-2039

Industri Pengolahan Padi

Beras, Tepung, Dedak, Sekam Beras, Tepung, Dedak, Sekam Industri Pengolahan Sapi Potong

Daging segar, kulit samak Daging olahan dalam kemasan, kulit samak, produk suplemen

Industri Pengolahan Sarang Walet

Makanan olahan sarang walet Makanan olahan sarang walet 2 Industri Farmasi dan

Kosmetik

Industri Biofarmaka Jahe Serbuk, Kunyit Serbuk, Laos

Serbuk

Jahe Serbuk, Kunyit Serbuk, Laos Serbuk

Industri Pengolahan Perikanan

Minyak ikan Minyak ikan, pasta rumput laut Industri Pengolahan Sarang Walet

Sarang walet kemasan Sarang walet kemasan 3 Industri Barang Modal,

Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri

Industri Kapal dan Perahu

Peralatan kapal dan perahu Peralatan kapal dan perahu Industri Komponen

Alat pembuat media semai, alat pembuat sekam, alat pembuat kerupuk

Alat pembuat media semai, alat pembuat sekam, alat pembuat kerupuk, komponen dari karet Jasa Reparasi

Reparasi Kendaraan, Reparasi Alat Elektronik, dan Reparasi mesin

Reparasi Kendaraan, Reparasi Alat Elektronik, dan Reparasi mesin

4 Industri Agro Industri Pengolahan Sawit

- Industri Oleofood, Industri Oleokimia Industri dari Kayu, Bambu dan Rotan

Kaligrafi, Ukiran, Anyaman, Tikar, Tas Rotan, Hiasan Ruangan, bahan bangunan

Kaligrafi, Ukiran, Anyaman, Tikar, Tas Rotan, Hiasan Ruangan, bahan bangunan, perabot rumah tangga dan kantor

Industri Pengolahan Karet

-

Karet untuk keperluan Umum, Karet untuk keperluan khusus (antara lain untuk kesehatan, otomotif, dan elektronik)

Industri Pengolahan Sapi Potong

Penyamakan Kulit Penyamakan Kulit

5 Industri Logam Dasar dan Industri Pengolahan Logam dan Batu Kapur

Setelah penetapan sektor unggulan hingga komoditas unggulan terpilih Kabupaten Paser di atas serta potensi industrinya, selanjutnya dari masing-masing komoditas unggulan terpilih tersebut dijabarkan Sasaran dan Program Pembangunan Industrinya. Dengan detail sebagai berikut:

a. Industri Pangan

Tabel 4.3 memuat rencana program pembangunan industri pangan.

Tabel 4.3. Program Pembangunan Industri Pangan

Sasaran Periode 2019 – 2029

1) Peningkatan produksi produk pangan.

2) Terpenuhinya standarisasi untuk produk olahan perikanan, rumput laut, sayur, buah, biofarmaka dan bioteknologi.

3) Peningkatan pangsa pasar produk olahan perikanan, rumput laut, sayur, buah, biofarmaka dan bioteknologi.

4) Peningkatan SDM ahli bidang industri pengolahan perikanan, rumput laut, sayur, buah, biofarmaka dan bioteknologi.

5) Terjaminnya ketersediaan bahan baku dan penolong

6) Peningkatan peran perguruan tinggi dalam implementasi pengembangan hasil penelitian 7) Peningkatan kemitraan antara industri pangan

dengan petani penghasil bahan baku

Periode 2030 – 2039

1) Pemetaan potensi dan kajian pengolahan bahan pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir

2) Pengembangan industri pendukung untuk kontinuitas sumber bahan penolong industri pengolahan ikan dan rumput laut

3) Peningkatan utilitas kapasitas

4) Pembatasan ekspor ikan segar dalam rangka meningkatkan pasokan bahan baku ikan segar untuk industri pengolahan ikan dalam negeri

5) Diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah 6) Peningkatan mutu makanan dan kemasan

7) Peningkatan penerapan sertifikasi standarisasi (SNI), halal, dan merek

8) Peningkatan pangsa pasar makanan dalam negeri dan ekspor

9) Terjadi peningkatan kemitraan antara pemasok bahan baku pangan, industri pangan, dan pengelola wisata 10) Terkoordinasinya interaksi jaringan kerja yang saling

mendukung dan menguntungkan serta peran aktif antara pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga penelitian dan perguruan tinggi

11) Adanya kawasan industri besar terpadu pengolahan pangan berwawasan lingkungan di Kabupaten Paser 12) Pengembangan klaster dalam rangka percepatan

pertumbuhan industri pangan di sentra produksi terpilih 13) Pengembangan industri pengolahan pangan hemat

energi dan ramah lingkungan

14) Terdapat pengolahan yang bergizi dan aman dikonsumsi

15) Terdapat ekspor makanan dan minuman hasil olahan ke mancanegara

16) Pengembangan serta penguatan penelitian dan pengembangan di kawasan industri pengolahan ikan dalam rangka meningkatkan diversifikasi, jaminan mutu berstandar internasional, dan keamanan produk

Strategi

1) Menjamin ketersediaan jaminan pasokan bahan baku serta meningkatkan efisiensi bahan baku dan energi 2) Meningkatkan produktivitas dan utilisasi kapasitas produksi industri yang ada (existing)

3) Memperkuat struktur dan keterkaitan pada semua tingkatan rantai nilai dari industri pangan 4) Mengembangkan lokasi klaster

5) Memperluas penetrasi pasar dan promosi produk perikanan, , rumput laut, sayur, buah, biofarmaka dan bioteknologi

6) Meningkatkan promosi dan investasi pabrik pangan

7) Mendorong pengembangan SDM industri siap pakai khususnya di bidang manajemen mutu dan teknik produksi 8) Menguatkan kelembagaan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran

9) Menerapkan teknologi modern untuk pengolahan pangan sehingga produk sesuai standarisasi, seperti SNI dan food safety

10) Mengembangkan dan menguatkan litbang industri pengolahan pangan dalam rangka meningkatkan diversifikasi, jaminan mutu, dan keamanan produk

Rencana Aksi Periode 2019–2029

1) Menjamin ketersediaan bahan baku (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) melalui pemetaan pengadaan bahan baku, koordinasi dengan instansi terkait dan kemitraan serta integrasi antara sisi hulu dan sisi hilir didukung oleh infrastruktur yang memadai

2) Meningkatkan efisiensi proses pengolahan dan penjaminan mutu produk melalui penerapan Good Hygiene Practices (GHP), Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan halal, serta peningkatan kapasitas laboratorium uji mutu

3) Melakukan diversifikasi produk pangan dan mengembangkan pengolahan pangan terintegrasi 4) Memperkuat pemodalan dan promosi investasi

serta memfasilitasi akses terhadap pembiayaan yang kompetitif bagi industri pangan skala kecil dan menengah

5) Mengadakan workshop pembangunan klaster pengolahan industri pangan yang dilaksanakan bersama pemangku kepentingan terkait dalam rangka sosialisasi klaster industri pangan

6) Melengkapi sarana dan prasarana industri pengolahan pangan antara lain melalui bantuan mesin/peralatan pengolahan hasil perikanan darat ke daerah-daerah yang potensial dengan berkoordinasi dengan instansi terkait

7) Meningkatkan pemahaman tentang Keamanan Pangan dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) 8) Meningkatkan kompetensi SDM tentang teknologi

proses produksi bagi aparat pembina dan pengusaha melalui diklat industri

9) Bersama instansi terkait menciptakan iklim usaha

Periode 2030 – 2039

1) Meningkatkan kemampuan penyediaan mesin dan peralatan pendukung usaha pengolahan perikanan, rumput laut, sayur, buah, biofarmaka dan bioteknologi.

2) Meningkatkan penyuluhan kepada petani tawar untuk meningkatkan kualitas bahan baku industri pangan sehingga menaikkan pendapatan

3) Melakukan upaya penumbuhan wirausaha baru di bidang industri pengolahan pangan melalui kegiatan magang di beberapa pabrik pengolahan pangan di wilayah yang telah maju

4) Membangun pusat informasi industri pangan di lokasi klaster pembangunan industri pengolahan pangan 5) Meningkatkan mutu kemasan

6) Membangun lembaga pemasaran secara bersama 7) Menyederhanakan rantai penyaluran bahan pangan

sehingga dapat memangkas biaya;

8) Meningkatkan kemampuan inovasi dan penguasaan teknologi proses/rekayasa produk industri pangan serta diversifikasinya melalui sinergi kegiatan litbang dan diklat industri pangan

9) Meningkatkan kualifikasi, kapasitas, dan kerjasama laboratorium uji mutu produk pangan

10) Meningkatkan kemampuan uji mutu laboratorium untuk produk hasil perikanan melalui bantuan alat dan bantuan teknis

11) Membangun pusat informasi industri pangan di lokasi klaster pembangunan industri pengolahan pangan 12) Meningkatkan kerjasama dalam penelitian dan

pengembangan teknologi proses dan teknologi produk antara sektor industri dengan lembaga/balai penelitian dan perguruan tinggi

13) meningkatkan kompetensi SDM yang berorientasi pada teknologi tinggi dan ramah lingkungan

10) Meningkatkan kemampuan penguasaan dan pengembangan inovasi teknologi industri pangan melalui penelitian dan pengembangan yang terintegrasi

11) Mengkoordinasikan pengembangan sistem logistik untuk mengingkatkan efisiensi produksi dan distribusi produk pangan

12) Melakukan diversifikasi produk pangan dan mengembangkan pengolahan pangan terintegrasi 13) Melakukan kajian kawasan industri pangan dan

kajian pendukung lainnya

14) Menyediakan investasi lahan industri sebagai penyediaan Land Banking untuk kawasan industri pangan dan penyediaan fasilitas sarana dan prasarana sentra industri pangan

usaha melalui diklat

15) Meningkatkan kemampuan market untuk penetrasi dan perluasan pasar global serta memiliki daya saing dengan competitive advantage

16) Mengembangkan dan penerapan teknologi proses untuk menghasilkan produk yang higienis

17) Mengembangkan jejaring pemasaran IKM melalui kerjsama dengan distributor maupun pasar modern 18) Meningkatkan jejaring sumber pembiayaan IKM dengan

lembaga keuangan, seperti perbankan dan non bank

b. Industri Farmasi dan Kosmetik

Tabel 4.4 memuat rencana program pembangunan industri farmasi dan kosmetik

Tabel 4.4. Program Pembangunan Industri Farmasi dan Kosmetik

Sasaran

Periode 2019 – 2029

1) Terlaksananya budidaya yang baik tanaman obat unggulan yang memiliki potensi pasar

2) Penerapan budidaya terstandar Good Agricultural Practises / Good Agricultural and Collection Practises (GAP/GACP) tanaman obat unggulan dan yang mempunyai potensi pasar

3) Terlatihnya petani untuk melakukan budidaya tanaman obat berdasarkan Good Agricultural Practises (GAP) dan Good Agricultural and Collection Practises (GACP)

4) Terjadi peningkatan jumlah tanaman obat terstandar

5) Diterapkannya teknologi terkini pengolahan tanaman biofarmaka

6) Terbangunnya kelembagaan layanan teknologi yang mendukung sistem penyediaan bahan baku terstandar dan berskala industri

7) Terbangunnya sistem standarisasi produk herbal 8) Terbangunnya sistem layanan kesehatan

berbasis herbal

9) Peningkatan pangsa pasar produk herbal

Periode 2030 – 2030

1) Industri sediaan farmasi/ herbal mampu memenuhi persyaratan

2) Peningkatan daya saing industri sediaan farmasi/herbal yang aman, bermutu dan bermanfaat

3) Terjadi diversifikasi produk herbal berskala dunia yang mendorong berkembangnya agro-industri/

pengembangan kawasan tanaman biofarmaka

4) Terwujudnya industri di bidang obat tradisional yang memenuhi Standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik)

5) Terwujudnya dan terjaganya kelestarian sumberdaya daya alam dan kearifan lokal

Strategi 1) Memanfaatan Obat Tanaman untuk tindakan preventif 2) Mengembangkan bahan baku terstandar dan bermutu

3) Menfasilitasi peningkatan permodalan, pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), pengembangan Sumber Daya Manusia

4) Melakukan penguatan kelembagaan dan regulasi, sistem informasi dan perlindungan HKI produk herbal 5) Meningkatkan pemanfaatan dan integrasi produk herbal dari tanaman biofarmaka dalam pelayanan kesehatan

Rencana Aksi

Periode 2019–2029

1) Menfasilitasi agar produk mampu memenuhi standar dan persyaratan

2) Meningkatan mutu SDM sarana

3) Melakukan pelatihan budidaya tanaman obat berbasis GAP/GACP dan penanganan pasca panen 4) Menerapkan CPOTB, GMP yang diacu oleh para

pemangku kepentingan (stakeholder) 5) Melakukan diseminasi pengetahuan tanaman/

produk biofarmaka kepada masyarakat 6) Memetakan wilayah produksi dan peta wilayah

kesesuaian lahan pengembangan budidaya berdasarkan iklim (bioregional)

7) Membuat SOP atau pedoman teknis budidaya berdasarkan GAP/GACP

8) Pengaplikasian teknologi ramah lingkungan pengolahan tanaman biofarmaka menjadi produk herbal

9) Membangun sistem pembinaan petani berdasarkan klaster

10) Melakukan promosi

Periode 2030 – 2039

1) Menfasilitasi terjadinya pengembangan komprehensif hulu-hilir

2) Melakukan pembinaan terhadap sarana produksi dan distribusi

3) Melakukan standarisasi dan inventarisasi kebutuhan bahan baku

4) Mengembangkan regulasi dan infrastruktur

pengembangan bahan baku dan proses pasca panen 5) Melakukan sertifikasi lembaga penjaminan mutu bahan

baku

6) Melakukan koordinasi pengembangan bahan baku terstandar dengan stakeholder

7) Mengembangkan produk yang terkait dengan mutu, regulasi dan pemasarannya

8) Melakukan diseminasi pengetahuan dan manfaat tanaman biofarmaka dan produknya

9) Memperkuat perdomalan melalui pola kemitraan 10) Melakukan penguatan jaringan stakeholder

11) Membangun kelembagaan permodalan yang kuat dan pola kemitraan dari hulu ke hilir yang kuat dan berkelanjutan

12) Membangun/menyusun skema-skema pendanaan yang mendukung perkembangan UKM dan industri dari hulu ke hilir

c. Industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri

Tabel 4.5 memuat rencana program pembangunan industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri.

Tabel 4.5. Program Pembangunan Industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri

Sasaran Periode 2019 – 2029

1) Peningkatan kualitas produk industri mesin dan kompenen

2) Peningkatan kualitas dan kuantitas peralatan reparasi

3) Peningkatan kualitas SDM industri mesin, perlengkapan dan komponen serta SDM jasa reparasi

4) Pendirian sentra reparasi kendaraan yang saling terintegrasi

5) Bertambahnya jumlah klaster industri kapal, perahu, komponen serta jasa reparasi

Periode 2030 – 2039 1) Penguatan struktur industri kapal dan perahu

2) Penguatan struktur industri komponen dan mesin tepat guna

3) Tercapainya peningkatan mutu jasa hasil reparasi 4) Menjadikan Kabupaten Paser mamapu memenuhi

kebutuhan lokal dan wilayah sekitarnya untuk pasar kapal, perahu, dan komponen pendukung mesin tepat guna

Strategi 1) Memperkuat kelembagaan

2) Memperkuat dan menjamin ketersediaan SDM 3) Memberikan fasilitas modal bagi usaha baru 4) Meningkatkan kompetensi SDM

5) Pembangunan kluster industri kapal, perahu, dan komponen 6) Pembangunan kluster jasa reparasi

Rencana Aksi Periode 2019–2029

1) Pemberian bantuan modal usaha bagi jasa reparasi 2) Memperkuat kelembagaan meliputi

i) Penyelesaian kelengkapan regulasi dan kelembagaan

ii) Penguatan Kelompok usaha Bersama di tingkat daerah atau kecamatan

3) Meningkatan kompetensi SDM melalui pemberian diklat tentang teknologi rekayasa dan manajemen industri kapal, perahu, komponen dan jasa reparasi 4) Melakukan pendekatan secara berkesimbungan

untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran investasi pada jasa reparasi

5) Membuat peraturan mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) terhadap produk industri kapal, perahu dan komponen

6) Melakukan sertifikasi terhadap penyedia jasa reparasi

7) Melakukan Pembangunan kawasan industri dan sentra industri kapal, perahu, komponen dan jasa reparasi.

Periode 2030 – 2039

1) Meningkatkan kapasitas dan mutu produk industri kapal, perahu, dan komponen

2) Meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan komponen dalam negeri

3) Menerapkan secara konsisten tentang standar-standar yang berlaku khususnya SNI

4) Melakukan integrasi kawasan industri kapal, perahu, dan komponen serta reparasi

5) Meningkatkan jejaring pasokan dan pemasaran meliputi penyiapan infrastruktur dalam mendukung

5) Meningkatkan jejaring pasokan dan pemasaran meliputi penyiapan infrastruktur dalam mendukung