VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH, SERTA TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN INDUSTRI DAERAH KABUPATEN PASER
A. Visi dan Misi Pembangunan Daerah
Sektor Industri di Kabupaten Paser mempunyai peranan yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Penguatan sektor industri ini melalui penguatan perencanaannya menjadi sangat strategis dan penting sehingga Kabupaten Paser mampu memanfaatkan secara optimal potensi sumberdayanya untuk kepentingan ekonomi daerah dan masyarakat. Oleh karena itu, Kabupaten Paser harus memiliki visi dan misi yang kuat dalam pembangunan industri dan harus sejalan dan sinergi dengan pembangunan daerah dan pembangunan industri nasional.
Dari hasil Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalimantan Timur, komoditas karet, sawit, sawn timber, dan plywood merupakan komoditas yang paling potensial untuk menjadi komoditas prioritas industri unggulan provinsi Kalimantan Timur. Artinya, keempat komoditas tersebut potensial untuk dilakukan hilirisasi industri dalam jangka pendek. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor pendukung, antara lain volume produksi keempat komoditas yang terhitung besar, skala industrinya termasuk besar sehingga akan mampu manyerap tenaga kerja yang besar, keempat komoditas tersebut juga sudah mencapai tahap industri yang keempat dari sisi supply, dan terakhir komoditas-komoditas tersebut memiliki produk-produk turunan yang banyak serta permintaan yang besar. Keempat komoditas yang menjadi prioritas industri unggulan Kalimantan Timur tersebut juga memiliki multiplier efek yang besar, baik untuk provinsi Kalimantan Timur itu sendiri maupun untuk nasional.
RPJMD Kabupaten Paser diterjemahkan dari visi dan misi kepala daerah terpilih yang berpedoman pada RPJP Kabupaten Paser 2006 - 2025, RPJMD Kalimantan Timur 2014-2018, RPJP Kalimantan Timur 2005-2025 dan RPJMN 2015-2019. Sebagai dokumen perencanaan kebijakan pembangunan lima tahun ke depan, RPJMD Kabupaten Paser tahun 2016-2020 mengacu dan mengarah bagi terwujudnya ketentuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembangunan pemerintah daerah. RPJMD merupakan dokumen penting bagi rujukan perencanaan pembangunan di wilayah Kabupaten Paser.
Visi merupakan kondisi ideal sekaligus landasan konseptual bagi daerah. Visi daerah ini disusun dengan memperhatikan aspek substantif yang berpijak pada isu strategis, maupun aspek teknis berupa susunan kata yang sederhana dan mudah dipahami. Dalam pembangunan lima tahun mendatang, Kabupaten Paser memiliki visi “Paser yang Semakin Sejahtera, Merata, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”
Guna mewujudkan visi kabupaten 2016-2020 sebagai Kabupaten Paser yang semakin sejahtera, merata, berdaya saing dan berkelanjutan diperlukan adanya misi sebagai perwujudan dari penjabaraan visi. Adapun misi pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Paser 2016-2020 adalah:
1. Meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi, energi dan pemukiman
2. Meningkatkan pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan
3. Memperkuat fondasi perekonomian yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan
4. Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan
5. Memperkuat kohesivitas sosial, budaya dan adat istiadat lokal
Pembangunan Industri merupakan penjabaran terhadap misi ke 3 yaitu memperkuat fondasi perekenomian yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. Potensi lokal adalah dasar yang kuat untuk menggerakan dimensi ekonomi dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Potensi tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Paser, pada masa kini dan yang akan datang. Beberapa sektor potensial penggerak ekonomi lokal yang menjadi otoritas Kabupaten Paser berasal dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan dan jasa. Sektor pertanian, perkebunan dan perikanan adalah beberapa sektor penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Paser. Kebutuhan akan produk-produk dari sektor ini terus bertambah, seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu, misi pembangunan pertanian, perkebunan dan perikanan ke depan ditujukan untuk memperkuat produktivitas, kualitas dan kontinuitas produk-produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Selain ketiga sektor potensial di atas, sektor perdagangan, jasa dan investasi merupakan sektor pendukung yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sebagian besar masyarakat Paser berprofesi sebagai pedagang, sebagian yang lain bergerak di bidang jasa, seperti pariwisata, penginapan atau perhotelan. Dengan pertimbangan tersebut, maka dasar perekonomian dari bidang perdagangan, jasa dan investasi akan menjadi prioritas. Selain itu isu tentang degradasi lingkungan karena pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi prioritas untuk diperbaiki, sehingga konsep green economy mampu diterapkan secara baik. Dengan demikian, guna memenuhi misi tiga RPJMD, priotitas dasar perekonomian yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan yang akan dikelola oleh Kabupaten Paser adalah:
1. Meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontinuitas produksi pertanian, perkebunan, peternakan serta perikanan,
2. Mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan dan masyarakat,
3. Mengembangkan pasar tradisional, koperasi dan umkm, 4. Meningkatkan iklim investasi dan
5. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Pengembangan produktivitas, kualitas, dan kontinuitas produk-produk sektor perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan merupakan salah satu isu prioritas yang dihadapai oleh Kabupaten Paser.
Tabel 3.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Pemerintah Kabupaten Paser
TUJUAN SASARAN
1 Meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontinuitas produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan
1.1 Meningkatnya produktivitas pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
1.2 Meningkatnya kualitas produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
1.3 Meningkatnya kontinuitas produksi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
2 Mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan
2.1 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata
2.2 Meningkatnya kontribusi pariwisata bagi perekonomian lokal
3 Meningkatkan kinerja Pasar tradisional, koperasi, dan UMKM
3.1 Meningkatnya kinerja UMKM
3.2 Meningkatnya akses masyarakat terhadap pasar tradisional
3.3 Meningkatnya koperasi aktif
3.4 Meningkatnya kinerja Industri Kecil dan Menengah 4 Meningkatnya iklim investasi 4.1 Meningkatnya kualitas tenaga kerja
4.2 Meningkatnya investasi
5 Meningkatkan kualitas lingkungan hidup 5.1 Menurunnya laju deforestasi (laju deforestasi dan Kawasan hutan lindung dibanding luas wilayah) 5.2 Meningkatnya area konservasi:
a. DAS
b. Kawasan penanaman mangrove c. Luas HCV di kawasan hutan
5.3 Meningkatnya luas area pasca tambang yang reklamasi dan rehabilitasi
Dalam melaksanakan pembangunan industri di Kabupaten Paser berdasarkan visi, misi, sasaran dan tujuan maka pembangunan industri
1. Penguatan industri hulu dari bahan baku yang tersedia.
Potensi lahan yang luas menjadikan Kabupaten Paser mampu menyediakan bahan baku industri khususnya untuk produksi dibidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di mana bahan baku tersebut merupakan bahan baku yang renewable (dapat diperbaharui). Potensi pariwisata juga perlu di optimalkan.
2. Pengembangan hilirisasi industri. Dengan potensi bahan baku industri yang besar, upaya optimalisasi nilai tambah produk perlu dilakukan melalui penguatan hilirisasi industri. Nilai barang yang dihasilkan akan menjadi lebih besar daripada hanya berupa bahan mentah. Selain itu, akan lebih banyak tenaga kerja yang terserap sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3. Pemetaan dan penentuan potensi industri tiap kecamatan.
Bentang yang luas dengan kondisi geografis yang beragam menjadikan tiap wilayah kecamatan di Kabupaten Paser memiliki karakteristik masing-masing. Pemetaan dan penentuan potensi industri akan mengarahkan kepada penetapan jenis industri yang paling tepat untuk dikembangkan guna terbentuknya Kawasan industri di Kabupaten paser. Upaya penetapan perlu memperhatikan rencana dan tata ruang wilayah serta Kawasan hutan lindung yang banyak terdapat di Kabupaten Paser.
Dengan adanya tiga fokus agenda di atas, maka pembangunan industri Kabupaten Paser perlu menitikberatkan pada hal-hal berikut:
1. Pembangunan industri di Kabupaten Paser harus dapat mensinergikan regulasi atau kebijakan nasional maupun daerah terkait jenis industri yang akan dikembangkan untuk memastikan bahwa sumber daya yang dioptimalkan dalam industri hulu tidak menimbulkan konflik sehubungan dengan adanya regulasi tertentu.
2. Pembangunan industri di Kabupaten Paser harus memiliki dampak yang besar dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Kabupaten Paser.
3. Pentingnya kepastian status lahan terkait penetapan RTRW sehubungan dengan upaya optimalisasi sumber daya.
Selanjutnya, dengan memperhatikan visi misi pembangunan provinsi, daerah serta visi, misi dan strategi pembangunan industri nasional, maka Visi Pembangunan Industri Kabupaten Paser dapat dirumuskan.
Berdasarkan gambaran kondisi dan uraian visi, misi dan fokus pembangunan industri di Kabupaten Paser, dapat dikatakan bahwa Kabupaten Paser belum menentukan jenis industri yang paling tepat untuk dikembangkan. Upaya pemetaan kerangka masalah akan menjadi landasan penetapan tujuan dan sasaran pembangunan industri Kabupaten Paser.
Gambar 3.1. Kerangka masalah penentuan jenis industri yang paling tepat untuk dikembangkan
Belum ada komoditas yang pasokannya memenuhi kebutuhan industri dan bersifat
kontinyu
Sumber daya industri yang belum memadai
Infrastruktur yang belum mendukung penguatan industri
hulu
• Tingkat produksi belum maksimal
• Kontinuitas produksi belum terjaga
• Ketersediaan tenaga terampil belum memadai
• Akses pembiayaan masih terbatas
• Integrasi kebijakan belum optimal
• Infrastruktur penunjang belum maksimal
Berdasarkan kerangka masalah yang ada, visi Pembangunan Industri di Kabupaten Paser adalah terwujudnya struktur industri hulu yang kokoh yang berkelanjutan.
1. Terbentuknya struktur industri hulu yang kokoh guna mendukung kontinuitas hilirisasi produk yang memiliki daya saing.
2. Struktur industri yang kokoh adalah industri yang mempunyai fondasi kuat:
• Secara mikro: Pemantapan struktur bahan baku, SDM, pembiayaan, dan teknologi.
• Secara makro: Pemantapan pola keterkaitan usaha antar perusahaan atau instansi.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, pembangunan industri Kabupaten Paser mengemban misi sebagai berikut:
1. Memastikan kontinuitas dan keberlanjutan pasokan bahan baku industri yang dapat memenuhi kebutuhan hilirisasi industri.
2. Meningkatkan potensi sumber daya industri guna mengembangkan pembangunan industri di Kabupaten Paser termasuk didalamnya harmonisasi kebijakan atau peraturan pendukung.
3. Mewujudkan pembangunan insfrastruktur penunjang pembangunan industri guna mempermudah akses distribusi.