• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sarana dan Prasarana Industri 1. Kawasan Industri

Berdasarkan pada beberapa pengertian tentang kawasan industri dikatakan bahwa suatu kawasan disebut sebagai kawasan industri apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Adanya areal/bentangan lahan yang cukup luas dan telah dimatangkan.

2. Dilengkapi dengan sarana dan prasarana.

3. Ada suatu badan (manajemen) pengelola.

4. Memiliki izin usaha kawasan industri.

5. Biasanya diisi oleh industri manufaktur (pengolahan beragam jenis).

Ciri-ciri tersebut diatas yang membedakan “kawasan industri”

dengan “Kawasan Peruntukan Industri”, “Zona Industri”, dan

”Cluster Industri”. Kawasan Peruntukan Industri adalah bentangan lahan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud Zona Industri adalah satuan geografis sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya kegiatan industri, baik berupa industri dasar maupun industri hilir, berorientasi kepada konsumen akhir dengan populasi tinggi sebagai pengerak utama yang secara keseluruhan membentuk berbagai kawasan yang terpadu dan beraglomerasi dalam kegiatan ekonomi dan memiliki daya ikat spasial. Klaster Industri adalah pengelompokan di sebuah wilayah tertentu dari berbagai perusahaan dalam sektor yang sama.

Kawasan peruntukan industri di Kabupaten Paser terbagi atas kawasan peruntukan industri besar dan kawasan peruntukan

dialokasikan seluas kurang lebih 1.093 hektar, meliputi:

Kecamatan Long Kali; Kecamatan Kuaro; Kecamatan Tanah Grogot; dan Kecamatan Batu Engau. Sedangkan kawasan peruntukan industri rumah tangga tersebar di seluruh kecamatan, dimana perwujudan pengembangan kawasan industri harus berada di luar kawasan lindung.

Upaya pembenahan terus dilakukan untuk mewujudkan Kawasan peruntukan industri menjadi Kawasan yang layak dalam mengembangkan industri.

Wilayah Long Kali sementara ini difokuskan pada peruntukan industri sawit, wilayah Batu Engau berfokus pada pemanfaatan batubara dan industri terkait. Sedangkan wilayah lainnya belum ditetapkan jenis peruntukan industrinya. Upaya peningkatan fasilitas infrastruktur terus dilakukan guna menunjang Kawasan peruntukan industri agar nantinya siap untuk dikembangkan.

2. Akses Transportasi

Jalan dan jembatan merupakan prasarana yang sangat penting bagi penunjang sarana angkutan darat. Sesuai dengan fungsinya, kondisi jalan sangat mempengaruhi kelancaran hubungan dari satu wilayah ke wilayah lain. Kondisi jalan yang kurang baik/rusak dapat mengakibatkan suatu wilayah menjadi terisolir dan perkembangannya menjadi tertinggal dari daerah lain.

Pada Transportasi darat merupakan satu satunya alternatif sarana angkutan umum bagi masyarakat Paser yang ingin bepergian ke luar daerah.

Gambar 2.14. Kondisi jalan Desa dan Kabupaten di Kabupaten Paser (2015)

Jarak Ibu Kota Kabupaten ke Ibu Kota Kecamatan :

Tana Paser – Pasir Belengkong : 5 km (darat)

Tana Paser – Kuaro : 28 km (Darat)

Tana Paser – Kerang ( Batu Engau) : 55 km (darat) Tana Paser – Batu Kajang ( Batu Sopang ) : 58 km (darat) Tana Paser – Muser (Muara Samu) : 60 km (darat)

Tana Paser – Long Ikis : 60 km (darat)

Tana Paser – Tanjung Aru ( Tanjung Harapan ) : 66/57 km(darat/laut)

Tana Paser – Longkali : 77 (darat)

Tana Paser – Muara Komam : 86 (darat)

Sarana angkutan laut yang ada di Kabupaten Paser masih digunakan untuk melayani angkutan barang, namun saat ini Pelabuhan Pondong telah melayani masuknya peti kemas untuk pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Paser.

Pada tahun 2014 Pemkab Paser telah membuka angkutan penumpang regular yaitu Kapal Pelni KM Binaya di pelabuhan Pondong yang dapat melayani masyarakat menuju pulau Sulawesi dan Jawa. Saat ini di Kabupaten Paser terdapat 6 buah Pelabuhan laut yang berada dibawah administrasi Kantor Pelabuhan Tanah

26%

35%

24%

15%

Baik Sedang Rusak Rusak Berat

Grogot, antara lain: Pelabuhan Pondong, Pelabuhan Sei.Kandilo, Pelabuhan Teluk Apar, Pelabuhan PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Tanah Merah, Pelabuhan PT. Kideco Tanah Merah dan Pelabuhan Sei Lombok. Arus kapal barang melalui pelabuhan-pelabuhan tersebut relative padat, sepanjang tahun 2013 jumlah kapal yang tiba untuk bongkar muat barang terus mengalami.

3. Jaringan Kelistrikan

Keterbatasan pasokan energy listrik suatu daerah tak jarang membuat para investor yang ingin menanamkan modal mengurungkan niatnya untuk berinvestasi khususnya kegiatan usaha yang membutuhkan pasokan energi listrik yang cukup besar. Pasokan listrik di Kabupaten Paser sebagian besar dipenuhi oleh PT. PLN. Jumlah pelanggan listrik PLN pada tahun 2016 adalah sebanyak 36.220 pelanggan (tidak termasuk Sub Ranting Kuaro, Pasir Mayang, dan Long Ikis).

Tabel 2.13. Kapasitas Terpasang dan Daya Mampu PLN Tahun 2016

PLN Ranting Kapasitas Terpasang (KW) Daya Mampu (KW)

Batu Sopang 4.700 3.030

Kerang 650 620

Tanjung Aru 310 250

Tanah Grogot 14.500 13.200

Kuaro dan Pasir Mayang - -

Long Ikis 6.000 3.000

Muara Komam 2.100 1.400

Long Kali - -

Jumlah 28.260 21.500

Sumber: BPS Kabupaten Paser Dalam Angka Tahun 2017

Kabupaten Paser memiliki potensi untuk mengembangkan energi alternative. Sebagai daerah penghasil sawit, Kabupaten Paser berpotensi untuk mengembangkan energi dari limbah sawit yang ada. Pome yang dihasilkan dari limbah cair sawit, dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi yang dapat

membantu operasional industri lainnya yang tidak terlingkupi oleh jaringan PLN.

4. Jaringan Telekomunikasi

Jaringan telekomunikasi di Kabupaten Paser belum optimal.

Mengingat wilayah yang luas dan sebaran penduduk yang tidak merata, masih terdapat wilayah yang belum terlayani oleh jaringan telekomunikasi.

5. Sarana Air Bersih

Satu-satunya perusahaan yang mengelola air bersih di Kabupaten Paser adalah Perusahaan Daerah Milik Daerah (PDAM).

Jumlah pelanggan keseluruhan pada tahun 2016 sebanyak 18.743 pelanggan, mengalami kenaikan 11,49 persen. Seiring dengan tingkat kebutuhan masyarakat akan air bersih, PDAM terus berupaya menaikkan produksi air minum. Dibanding tahun sebelumnya, produksi PDAM pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 23,40 persen.

Tabel 2.14. Distribusi air minum PDAM (M3)

Bulan Batu Kajang

Tanah

Grogot Kuaro Muara

Komam Long Ikis Long Kali Kerang Pasir Belengkong Januari 6.014 558.835 32.330 24.069 74.288 28.114 10.277 120.960 Februari 7.165 561.436 30.073 24.264 65.450 26.301 9.119 104.716 Maret 5.630 568.124 32.147 19.867 67.466 28.403 10.224 104.649 April 5.913 529.006 31.964 23.261 65.522 26.640 10.881 99.322 Mei 5.079 572.733 32.574 21.974 67.646 26.852 10.278 106.165 Juni 5.106 574.096 32.940 21.933 65.100 24.499 10.099 104.168 Juli 5.629 590.904 32.147 23.280 67.620 26.420 9.673 108.857 Agustus 5.599 604.913 34.038 20.693 67.512 25.130 11.098 97.739 September 5.407 548.185 32.940 22.358 65.486 25.982 9.426 96.831 Oktober 5.653 590.745 3.312 20.985 67.034 26.867 10.777 96.921 November 5.544 564.478 32.940 22.531 65.486 25.177 10.592 95.382 Desember 5.391 582.549 33.062 22.143 65.212 24.954 11.132 88.851 Jumlah 68.130 6.846.004 390.278 267.898 803.822 315.339 123.576 1.224.561 Sumber: BPS Kabupaten Paser Dalam Angka Tahun 2017

6. Fasilitas Sanitasi/Sistem Pembuangan Limbah

Belum terdapat fasilitas sanitasi/system pembuangan limbah skala industri. Namun dalam Peraturan Daerah Kabupaten Paser No. 9 Tahun 2015 Tentang RTRW Kabupaten Paser Tahun 2015-2035 telah terdapat rencana pengembangan system pengelolaan air limbah untuk kegiatan industri.