• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengalaman Penelitian

Dalam dokumen Hubungan ABK dan Toke Kapal (Halaman 33-42)

BAB I PENDAHULUAN

1.5. Metodologi Penelitian

1.5.3. Pengalaman Penelitian

Pada hari pertama penelitian ( tanggal 2 april 2015, pukul 10.00 Wib ) peneliti mumulai untuk penelitian kelapangan, pertama-pertama peneliti menuju tangkahan UD.budi jaya untuk menjumpai pengurus tangkahan yang telah dibuat janji ingin bertemu hari ini, sesampainya disana peneliti langsung memarkirkan kendaraan dan menghubungi pengurus tangkahan tersebut untuk memberitahukan bahwa peneliti sudah berada di tangkahan UD.budi jaya, pengurus tangkahan pun langsung menjumpai peneliti pada saat sedang berada diparkiran kereta yang telah diberitahukan peneliti sebelumnya.

Pada saat itu peneliti melihat seorang laki-laki dengan baju kemeja kotak- kotak dan celana yang berwarna abu-abu menghampiri peneliti pada saat berada diparkiran, dengan senyum pengurus tangkahan itu berkata terhadap peneliti, adek yang ingin penelitian disini? peneliti menjawab iya bang, pengurus tangkahan tersebut pun bertanya berapa lama adek penelitaian disini dan emangnya mengenai apa adek teliti? peneliti pun menjawab selama kurang lebih 1 bulan bang, mengenai hubungan ABK dan Toke kapal, dengan nada yang sedikit lembut pengurus tangkahan berkata oh iyalah, dengan sifat terbuka penguruspun menerima peneliti dengan baik, sebelum bertanya lebih dalam, penelitipun berkenalan langsung dengan pengurus tangkahan tersebut.

4

Ternyata nama pengurus Tangkahan terebut adalah bang buyung, dengan respon yang cukup baik penelitipun memberikan surat penelitian lapangan yang telah diurus sebelumnya kepada bang buyung, bang buyungpun menerima surat tersebut lalu membacanya dan menjadikan surat penelitian tersebut sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada Tangkahan UD.budi jaya, peneliti langsung bertanya kepada bang buyung mengenai persoalan atau data yang ingin dicari pada saat dilapangan, penelitipun membagi kuesioner kepada bang buyung untuk di isi sebagai perlengkapan data, setelah selesai mengisi kuesioner yang telah dibagi oleh peneliti kepada bang buyung, penelitipun mengeluarkan pertanyaan selanjutnya berupa interview guide yang akan ditanyakan kepada bang buyung, akan tetapi pada saat peneliti mau bertanya terdengar dari kejauhan suara yang memanggil nama bang buyung ,karena ada suatu kepentingan yang harus dikerjakan, bang buyung pun mengambil sikap dan berkata kepada peniliti, (“maaf dulu ya dek bang dipanggil Toke pula , karena kapal mau berangkat hari ini, kalau gitu nanti malam adek datang aja kerumah abang, alamatnya di jalan SM. Raja, gang kaje-kaje, catat nomor bang, sebelum nanti malam kerumah telpon dulu abang, biar bisa abang menyesuaikan waktu, ok dek ).

Bang buyungpun pergi untuk melanjutkan pekerjaannya, pada saat itu penelitipun langsung mencari informan yang lain untuk mencari informasi data yang diperlukan, setelah itu peneliti melihat seorang remaja yang sedang bersantai dan duduk disebuah gerobak becak yang sedang terparkir dekat steker tangkahan, penelitipun langsung medekati informan tersebut, dengan sikap yang ramah peneliti menjumpai dan menegur informan tersebut, pada saat itu peneliti pun berkenalan dengan informan tersebut yang ternyata sesosok remaja tersebut bernama bang dani, merupakan seorang nelayan ABK yang posisinya hanya sebagai anggota, sebelum

peneliti bertanya lebih dalam, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan peneliti kepada bang andi waktu dilapangan.

Namun lagi-lagi setelah peneliti sudah dekat dan bang andi menerima maksud dan tujuan peneliti , datang seorang bapak-bapak yang memakai jaket kulit mendekati peneliti dan berkata kepada bang dani, “ udah siap dek pekerjaanya, kapalnya belum berangkatnyakan, makan siang dulu kita diluar, bang dani pun menjawab “ ayolah bang aku udah lapar juga ini bang dani pun mendekati peneliti dan berkata “maaf ya bang diajak bapak ini pula aku makan siang, lain kali aja kita lanjutin pertanyaan nya bang” setalah itu bang dani meninggal peneliti dengan menumpangi becak yang dikendarai oleh bapak yang memakai jaket kulit tersebut. Di hari pertama peneliti memang mudah mendapatkan informan tetapi hanya gara-gara kesibukan dan waktu yang tidak tepat, peneliti hanya sedikit mendapatkan informasi mengenai data yang diperlukan, setelah itu peneliti menuju parkiran kereta dan langsung pulang kerumah untuk makan siang.

Jam terus berputar peneliti menunggu tibanya waktu malam, dikarenakan ada janji sebelumnya yang telah dibuat oleh bang buyung pada saat dilapangan, tidak terasa adzan magribpun berkumandang, penelitipun mempersiapkan segala keperluan yang berkaitan dengan penelitian, setelah selesai segala kegiatan yang dikerjakan diumah, penelitipun langsung menelpon bang buyung sebelum menuju rumah beliau, pada saat itu pula bang buyung ternyata sudah bersiap-siap dirumah menunggu kedatangan peneliti, penelitipun bergegas pergi untuk menuju kerumah bang buyung, dengan mengendari kereta penelitipun sampai ketujuan sekitar jam 19.20 Wib, setelah itu peneliti bertanya kepada seorang ibu-ibu yang sedang sibuk berjualan gorengan, dengan mengucapakan salam, peneliti bertanya kepada ibu tersebut, buk numpang nanya rumahnya bang buyung di daerah ini dimana ya, ibu

tu pun menjawab itu nak masuk gak kecil itu, terus aja kedalam, dan berkata kepada seorang anak kecil temani bang ini dulu kerumah ayahnya si pita, anak tersebutpun menunjukan jalan menuju rumah bang buyung, setelah memasuki sekitar kurang lebih tiga gang kecil.

Akhirnya peneliti sampai juga ketempat tujuan, setelah sampai disana peneliti mengucap salam sebelumnya, ketika sudah diperbolehkan masuk dan dipersilakan duduk barulah peneliti masuk kerumah tersebut, pada saat itu bang buyung lagi asik melakukan pekerjaan sampingan yaitu sebagai tukang batu akik, setelah selesai mengikis batu akik tersebut bang buyungpun mendatangi peneliti yang sudah duduk diruang tamu rumahnya, dengan senyum bang buyung berkata, maaf ya nunggu ya dek, biasalah dek melakukan kerja sampingan pada duduk aja dirumah, peneliti menjawab iya bang gak apa-apa ini aja baru nyampai, setealah itu bang buyung berkata apa emangnya yang, adek mau tanyakan, peneliti pun mengeluarkan interview guide yang sudah dipersiapkan sebelumnya, mengenai Hubungan ABK dan Toke Kapal bang seperti komunitas, pembagian kerja hubungan sosial, ekonomi ,dan budayanya.

Pada saat itu peneliti langsung bertanya kepada bang buyung, setelah hampir 2 jam peneliti bertanya kepada bang buyung, akhirnya peneliti selesai mengumpalkan informasi data yang diperlukan, penelitipun berterima kasih banyak kepada bang buyung karena welcome menerima peneliti dirumahnya yang sebelumnya beliau sudah menyediakan minum bagi peneliti dan menawarkannya kepada peneliti untuk diminum, setelah itu peneliti pamit untuk pulang dan bersalaman dengan bang buyung dan mengucap salam untuk menunjukkan rasa hormat peneliti untuk pengembangan raport baik dengan beliau, pada saat itu

penelitipun pulang kerumah untuk menutup hari pertama pada saat penelitian lapangan.

Tiba lah esok hari peneliti berkunjung kembali ke Tangkahan UD.Budi Jaya untuk melanjutkan penelitian sebelumnya, setelah sampai disana peneliti meleihat sekelompok orang yang lagi besantai disebuah warung, dekat penuh keyakinan penelitipun melangkah menuju warung tersebut, setiba sampai disana peneliti duduk di sebuah kursi yang kosong dan mengambil sebuah gorengan yang ada di meja warung tersebut, setelah menikamati sebuah gorengan, penelitipun mendekati seorang bapak-bapak yang badannya agak sedikit gemuk, berambut pendek, dan memakai baju kemeja kotak-kotak yang sedang asik ngobrol dengan teman-temannya, peneliti menyapa abang tersebut, dengan muka agak sidikit bingung bapak itu berkata, “ ada apa ya dek”.

Penelitipun menjelaskan maksud dan tujuan peneliti kepada abang tersebut, setelah mendengar semua maksud dan tujuan peneliti, bapak tersebut menyambutnya dengan sikap yang ramah dikarenakan kepentingan sekolah, pada saat itu peneliti langsung berkenalan dengan abang tersebut yang mana ternyata nama abang tersebut adalah bang Lukman Surumpait, Bang Lukman adalah seorang nelayan ABK yang mimiliki jabatan sebagi tekong(juragan). Penelitipun langsung memulai wawancara dengan pak herman, dengan penuh canda tawa dengan teaman-temannya bang Lukman menjawab setiap pertanyaan yang diberikan peneliti kepadanya, jam terus berputar mataharipun posisinya berada diatas kepala yang menandakan hari sudah siang, penelitipun menyudahi wawancara dengan bang Lukman sebelum berpamitan peneliti mengucapkan terima kasih banyak kepada bang Lukman dan teman-temannya karna sudah mau membantu dan ikut serta dalam proses pada saat pengumpulan data penelitian dilapangan.

Pada saat itu pula peneliti mendapat informasi bahwa salah satu kapal nelayan sudah pulang dari laut, dan pembagian PU nya akan dilaksanakan di warung depan Tangkahan togu, informasi tersebut peneliti dapat dari seorang nelayan yang cukup dekat dengan peneliti atau dibilang sudah seperti saudara, dengan suadara yang bernama bang andi tersebut peneliti menuju warung tersebut untuk mendapatkan data yang diperlukan, setelah sampai disana bang andi memperkenalkan nelayan yang lain kepada peneliti dan menjelaskan maksud dan tujuan peneliti datang kesini, dengan dibantu oleh peneliti nelayan yang lain bersikap welcome, akan tetapi ada, nelayan bertannya kepada peneliti ini ada surat lapangannyakan, kalau gak ada kami malas melayani soalnya kami semua lagi sibuk, dan ternyata nelaya tersebut adalah seorang Apit kapal yang ditugaskan oleh Tekong untuk mengatur segala kepentingan anggota yang lain, dengan senang hati peneliti menjawab “ada bang, suratnya sudah peneliti kasih sama bang Buyung, apit tersebutpun menjawab oh iyalah, barulah nelayan tersebut welcome untuk menerima peneliti.

Pada saat itu pula peneliti mendekati seorang nelayan yang sedang asik bersantai menikmati kopi panasnya dekat pintu warung, penelitipun berkenalan dengan nealyan tersebut, adapun nama nelayan itu adalah bapak J.Butar-butar, yang jabatannya hanya sebagai anggota biasa saja, dengan penuh semangat bapak J.Butar- butar berkata apa emangnya yang mau ditanyakan, peneleti bergegas mengeluarkan segala keperluan dengan ditandai dengan pemberian kuesioner, dilanjutkan dengan pertanyaan yang telah dirangkum dalam sebuah interview guide, setelah selesai bertanya dengan bapak J. butar-butar penelitipun berterima kasih dan mendekati nelayan yang lain. pada saat itu pula peneliti melihat seorang pria yang memiliki kumis yang cukup tebal duduk bersebelahan dengan bapak J Butar-butar, penelitipun langsung berkenalan dengan pria tersebut, ternyata nama pria tesebut adalah bang

Tamsir Panggabean yang posisinya sebagai tukang lampung dalam sebuah kapal, penelitipun langsung memberikan kuesioner diringi dengan pertanyaan interview guide kepada bang Tamsir Panggaban, tidak terasa peneliti telah selesai melakukan wawancara dengan bang Tamsir Panggabean, penelitipun mengucapkan terima kasih kepada beliau dan melanjutkan penelitian kembali.

Setelah itu peneliti bergerak menuju meja yang berada tepat dibawah televisi, karena disitu terlihat seorang laki-laki yang mengenakan kaos oblong dan memakai celana pendek yang sedang menikamti roti dan kopi panasnya, penelitipun mendekati laki-laki tersebut, dan langsung berkenalan dengan beliau ternyata beliau adalah Bang Herman yang posisinya sebagai Tukang masak dikapal tersebut, tidak tunggu waktu lama penelitipun sudah dekat dengan bang herman dan langsung mewawancarai beliau sama seperti sebelumnya dengan memberikan kuesioner dan dilengkapi dengan interview guide peneliti melakukan wawancara dengan bang herman, tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 16.4, penelitipun telah selesai melakukan wawancara dengan bang Herman, pada saat itu juga peneliti berterima kasih banyak dengan semua para nelayan yang telah membantu dalam proses perlengkapan data peneliti, setelah itu peneliti pulang kerumah ditandai dengan sudah redahnya hujan yang turun sebelumnya.

Pada hari selanjutnya peneliti menuju Tangkahan UD. Budi Jaya, pada saat itu pula peneliti mendapatkan informasi bahwa salah satu kapal nealyan sudah pulang dari laut, penelitipun bergegas bergerak kearah kapal tersebut untuk mendapatkan data yang diperoleh, setelah asik mengabadikan gambar leawat sebuah foto, peneliti bertanya kepada salah satu nelayan yang turun dari kapal tersebut, nelayan itupun menjawab “kalu mau bertanya nanti aja dek soalnya kami lagi sibuk, kalua mau nanti datang aja kewarung kopi dekat daerah pondok batu, kira-kira jam 15.00 wib disana

kami nanti pembagian PU nya” penelitupun menjawab ok bang, dan meminta nomor HP bang tersebut, setelah itu peneliti meninggal Tangkahan UD.Budi jaya untuk menuju rumah dikarenakan jam sudah menunjukkan waktunya untuk makan siang.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.00 wib peneliti bergegas menuju derah pondok batu dengan mengendarai sepeda motor peneliti menuju warung kopi tersebut, setelah sampai disana peneliti tidak langsung berjumpa dengan nelayan dikarenakan mereka belum berkumpul, terpaksa peneliti harus menunggu kedatangan nelayan diwarung tersebut, sudah setengah jam berlalu waktu sudah menunjukkan jam 15.30 wib akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, peneliti langsung berjumpa dengan nelayan yang telah membuat janji sebelumnya ternyata nelayan tersebut jabatannya sebagai apit dalam sebuah kapal tersebut yang memiliki cirri-ciri berkulit hitam, badannya kurus, memakai baju kemeja kotak-kotak yang sedang sibuk membagikan PU hasil tangkapan ikan kepada seluruh anggota kapal.

Penelitipun berkenalan dengan nelayan tesebut ternyata nama nelayan yang posisinya sebagai Apit tersebut adalah bang Hasan basri, penelitipun langsung memulai wawancara dengan bang Hasan basri, akan tetapi pada saat peneliti ingin memulai pertanyaan ada seseorang nelayan lain yang berkata kepada peneliti “ ini ada anggaran dananya dek.” Penelitipun tersenyum dan menjelaskan maksud dan tujuan peneliti hanya sekedar penelitian untuk menyelesaikan karya ilmiah bukan untuk pekerjaan,borongan atau proyek, beliaupun mengerti dengan maksud dan tujun peneliti, dan peneliti kembali melanjutkan wawancara dengan bang Hasan basri yang agak sedikit tertunda sebelumya, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.00 wib, penelitipun selesai megumpulkan data yang diperlukan, bang Hasan basri dan para nelayan yang lain ingin pulang kerumah untuk beistirahat, penelitipun menutup wawancaranya dan berterima kasih banyak kepada seluruh nelayan khusinya bang

Hasan basri karena sudah membatu untuk melengkapi data penelitian yang diperlukan, sebelum para nelayan pulang, salah satu nelayan meminta agar mengabadikan momen ini dalam sebuah foto, setelah selesai berfoto para nelayan pulang kerumah masing-masing, begitu juga dengan peneliti yang menutup hari ini dengan pulang kerumah untuk beristirahat.

Begitulah untuk hari-hari selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan informasi dan kelengkapan data, Dalam mencari informan untuk diwawancarai kadang-kadang mudah dan kadang-kadang susah, karena seringkali informan disibukkan dengan berbagai alasan seperti tidak mau ditanya, malas dan ada juga yang sibuk dengan pekerjaan seperti memperbaiki jaring, merawat mesin kapal dan sebagian memiliki kerja sampingan.

Dalam dokumen Hubungan ABK dan Toke Kapal (Halaman 33-42)

Dokumen terkait