• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GEREJA YESUS KRISTUS DARI ORANG-ORANG SUCI

2. Pengalaman Pribadi Joseph Smith Jr

Joseph Smith Jr. lahir dari pasangan Joseph Smith dan Lucy Mack Smith. Ia memiliki 7 saudara. Keluarga Smith adalah pendatang yang tiba di

41

Charles G. Finney adalah seorang tokoh gerakan kesucian dari gereja Presbyterian pada abad ke-19 yang giat mengupayakan kesucian masyarakat, yang salah satu bentuknya adalah keadilan. Ia membela hak-hak kaum wanita, ambil bagian dalam gerakan anti perbudakaan, menetang perang dan sebagainya. Aritonang, Berbagai Aliran di dalam dan di Sekitar Gereja, h. 169.

42

Alexander Campbell adalah salah seorang yang sangat getol menekankan pemulihan kembali gereja kepada bentuk, ciri dan tatanan aslinya sebagaimana dikemukakan dalam Perjanjian Baru. Ia membentuk gereja baru, Disciples of Christ, yang belakangan menggunakan nama Christian Church, salah satu gereja yang cukup besar di Amerika. Aritonang, Berbagai Aliran di dalam dan di Sekitar Gereja, h. 347.

43

Gordon B. Hinckley, Kebenaran yang Dipulihkan; Sejarah Singkat Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (Jakarta: Gereja OSZA, 1996), h. 1.

xxxv

Palmyra di dekat Rochester New York pada tahun 1816.44 Mereka adalah keluarga khas New England dari keturunan Inggris dan bangsa Skotlandia. Nenek moyangnya telah ikut berjuang dalam Perang Revolusi Amerika tahun 1776. Keluarga mereka termasuk dalam keluarga yang religius, walaupun mereka tidak terikat pada gereja manapun seperti kebanyakan keluarga lainnya. Seiring dengan kemunculan gerakan keagamaan pada waktu itu, banyak dari berbagai aliran keagamaan yang muncul mulai mendekati keluarga besar ini.

Gerakan keagamaan yang berkembang tersebut bermacam-macam. Joseph Smith menuliskan bahwa pada masa mudanya telah berkembang tiga sekte yaitu Presbyterian, Baptis, dan Metodis,45 yang saling bersitegang. Di bawah tekanan gerakan kebangkitan keagamaan tersebut, empat dari keluarga Smith yaitu ibu dan tiga orang anaknya menjadi anggota gereja Presbytarian.

Bagi Joseph Smith Jr., gerakan keagamaan itu telah menghantam perasaan dan hasratnya untuk bergabung dengan sebuah gereja. Lama-kelamaan pikirannya cenderung kepada sekte Metodis. Namun, begitu besar kebingungannya dan pertengkaran di antara golongan agama yang berbeda-beda itu, membuat ia bermaksud menarik kesimpulan yang tegas tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Pada suatu hari dia membaca surat Yakobus 1:5 yang berbunyi:

"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kurang hikmat, hendaklah dia menanyakan kepada Allah yang memberikan kepada semua orang dengan

44

Klaus J. Hansen, "Mormonisme," in Mircea Eliade, ed., The Encyclopedi of Religion, Vol. 9 (New York: McMillan Library Refrences, 1993), h.108.

45

Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Ajaran-ajaran Presiden Gereja Joseph Smith (Jakarta: Gereja OSZA, 2007), h. 32-33.

murah hati dan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya'".46

Ia merenungkannya berulang-ulang dan pada akhirnya ia sampai pada kesimpulan bahwa dirinya harus tetap berada dalam kebingungan dan kegelapan atau bertanya pada Allah. Kemudian dengan tekad yang membara, ia pergi ke hutan untuk melakukan percobaan. Pada musim semi tahun 1820, di tengah hutan ia berlutut dan mulai menyatakan keinginan hatinya kepada Tuhan. Baru saja ia melakukan hal itu, tiba-tiba suatu kekuatan yang mencekam telah menguasai seluruh tubuhnya. Kegelapan telah mengelilingi dirinya untuk beberapa saat, bahkan hamper saja ia binasa. Namun, dengan seluruh kekuatan yang ada, ia berseru kepada Allah supaya membebaskannya dari kekuatan itu. Pada saat itulah ia melihat tepat di atas kepalanya suatu tiang cahaya yang lebih terang daripada sinar matahari yang perlahan-lahan turun mengenainya. Kegelapan telah hilang dari sekelilingnya dan ia melihat dua orang -yang terang dan kemuliannya tidak dapat dilukiskan- berdiri di atasnya (di udara). Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lain dengan memanggil namanya dan mengatakan (sambil menunjuk kepada yang lain) "Inilah PutraKu yang Kukasihi dengarkanlah Dia!”47

Dari kejadian ini, Joseph Smith Jr. mendapatkan jawaban yang terang tentang kegundahannya selama ini. Kedua orang itu menyarankan untuk tidak mengikuti gereja manapun, karena mereka berdua akan mengajarkan gereja

46

Lembaga Alkitab Indonesia, Alkitab dengan Kidung Jemaat (Jakarta: LAI, 2006), h. 273.

47

Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Kesaksian nabi Joseph Smith (Jakarta: Gereja OSZA, 1998), h. 1-5.

xxxvii

yang sebenarnya.48 Banyak orang yang tidak percaya pada pengalaman Joseph, bahkan ia diejek, diolok-olok, dikucilkan dan dicaci maki sampai membuat ia berkecil hati. Namun, lama kelamaan perlakuan itu membuat ia semakin yakin atas penglihatan itu. Kebenaran telah dibukakan Allah kepadanya dan ia harus siap dengan segala cobaan yang akan datang.

Pengalaman spiritual yang dialami Joseph belumlah berakhir. Tepat pada malam tanggal 21 September 1823, seorang malaikat -yang mengaku dirinya adalah Moroni- mendatangi Joseph.49 Kedatangan Moroni adalah untuk memberitahukan bahwa ada tersimpan sebuah kitab yang ditulis di atas lempeng-lempeng emas, yang mengisahkan riwayat penduduk Amerika sebelumnya beserta asal usulnya. Kitab itu tersimpan di dekat Desa Manchester Provinsi Ontario, New York, dimana terdapat bukit yaitu Kumorah yang paling menonjol. Tidak jauh dari puncaknya, terdapat sebuah batu yang cukup besar di mana terletak sebuah peti yang di dalamnya tersimpan lempeng-lempeng kitab, Urim dan Tumim50 dan baju zirah.51 Kunjungan Moroni ini terjadi sampai 3 kali pada malam itu juga. Segala hal yang diucapkannya sama persis dengan kedatangannya yang pertama. Kemudian pada tanggal 22 September 1827 Joseph menerima seluruh lempeng-lempeng itu beserta Urim dan Tumim, dan baju Zirah. Ia pun

48

Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Ajaran-ajaran Presiden Gereja, h. 37.

49

Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Kesaksian Nabi Joseph Smith, h. 9.

50

Urim dan Tumim adalah sebuah alat dari Allah yang digunakan untuk menerjemahkan catatan suci. Alat ini telah diberikan kepada para nabi. Salah satunya adalah Abraham. Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Mutiara yang Sangat Berharga (Jakarta: Gereja OSZA, 1979), h. 30.

51

Richard L. Evans, etc., "Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints," in Warren E Preece & Robert M. Hutchins, ed., Encyclopedia Britanica, Vol. 13 (Chicago: William Benton, 1965), h. 796.

akhirnya memulai penerjemahan lempeng-lempeng tersebut dan dibantu oleh Oliver Cowdery (pengikut pertama Joseph Smith Jr.).

Pengalaman spiritual berikutnya terjadi pada tanggal 15 Mei 1829, ketika Joseph dan Oliver Cowdery pergi ke hutan untuk berdoa dan bertanya kepada Tuhan mengenai pembaptisan untuk pengampunan dosa. Yohanes pembaptis datang kepada mereka untuk memberikan kewenangan pertobatan, pelayanan, dan pembaptisan. Wewenang ini sering disebut Imamat Harun. Setelah itu Petrus, Yakobus, dan Yohanes menampakkan diri kepada mereka di sebuah lokasi yang terpencil di dekat sungai Susquehanna dan menganugerahkan wewenang tertinggi (Imamat Melkisedek) untuk memegang kunci-kunci kerajaan Allah di atas bumi. Melalui wewenang ini seluruh pengetahuan, ajaran, rencana keselamatan, dan segala hal yang penting diungkapkan dari surga.52 Kedua imamat tersebut menjadi dasar bagi pengorganisasian Gereja dan sebagai bukti kebenaran ajaran Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir sampai saat ini.

3. Pengorganisasian Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci

Dokumen terkait