• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pengamanan Masa Depan

8.1 Pengamanan Internal

Dalam menyelesaikan masalah keamanan yang internal, strategi pengamanan yang dapat dilakukan antara lain :

1. Dibentuknya unit-unit yang menangani bidang keselamatan, kesehatan dan pengolahanlimbah,antara lain:

Bidang Keselamatan dan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan pengendalian keselamatan kerja dan pelayanan kesehatan. Terjaminnya keselamatan bagi pekerja dan anggota masyarakat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut teiah dikerjakan sesuai dengan perundangan dan ketentuan keselamatan yang berlaku. Bidang Keselamatan dan Kesehatan mengacu pada Sistem Manajemen Keselamatan Kerja dan Kesehatan (SMK3) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya!

2. Satuan Pengamanan hendaknya melakukan penjagaan ketat dan berlapis.

Sebagai contoh, BATAN membagi lapisan pengamanannya menjadi:

• Lapis ke 1, penjagaan dilakukan di pintu masuk utama Puspitek. Pada pintu utama ini ada dua pos penjagaan yaitu pos pintu masuk dan pos pintu keluar. Pada pos pintu masuk dijaga oleh 4 orang Satpam. Satu orang satpam duduk diruang pos untuk memonitor dan mencatat masuknya orang yang datang, satu orang lainnya memeriksa ID Card bagi pegawai yang akan masuk ke lokasi. Adapun prosedur yang dilakukan untuk tamu yang akan memasuki kawasan: 1) tamu lapor ke petugas ke amanan untuk menyampaikan maksud dan tujuan mengunjugi atau menemui seseorang yang ada di perusahaan dengan mengisi buku tamu dan menyerahkan kartu identitas pribadi; 2) mengisi formulir tamu dari petugas untuk diserahkan ke pintu satpam di lapisan II; 3) diberi identitas tamu. Setelah itu baru tamu dipersilahkan masuk ke kawasan. Satu orang satpam lainnya berjaga membukakan portal pintu masuk. Pada proses pemeriksaan satpam tidak menggunakan alat detektor anti bom. Satpam hanya dilengkapi dengan senjata tajam di pinggangnya.

• Lapis ke 2, penjagaan, dijaga pos satpam di pintu kawasan BATAN. Petugas satpam berdiri di pintu masuk dan menanyakan surat pengantar dari pos penjagaan pintu utama. Penjaga menanyakan kembali maksud dan tujuan serta siapa yang akan dituju. Setelah selesai wawancara maka mobil tamu dipersilahkan masuk ke kawasan untuk parkir di lokasi yang telah disediakan. Satpam tidak memeriksa mobil dan tamu yang ada di mobil untuk masuk ke area BATAN. Jumlah personil yang berjaga di lapis dua ini ada tiga orang SATPAM. Satpam disini juga tidak dilengkapi dengan alat detektor bom • Lapis ke 3, penjagaan dilakukan di pintu masuk gedung. Satpcm berjaga di

pintu masuk dan front office untuk memonitor pegawai yang masuk ke area gedung serta mempersilahkan tamu mengisi buku tamu. Di ruangan ini tamu di wawancara maksud dan tujuan kehadiran di BATAN dan menanyakan surat pengantar masuk ke area BATAN. Pada ruang front office tersedia tempat kartu pegawai masuk kerja, terpampang petunjuk-petunjuk peringatan keselamatan bagi karyawan/ pengunjung.

Sama halnya dengan PT. Indonesia Power, Suryalaya yang menerapkan sistem keamanan bertahap. Sistem pengamanan yang dilakukan terbagi ke dalam 3 ring, dimana ring pertama ditempatkan berikade pengamanan sejauh 1 kilometer dari

perusahaan; ring kedua sejauh 500 meter dari perusahaan; yang terakhir barikade pengamanan terletakdi depan pintu gerbang utama perusahaan.

II D^erah Terlarana S pMUCwuaracAv LAYOUT PLTU SURALAYA 1. Mainfuef ail 3.AcEmm 4.Stack 5.Boiler 6.Turbine geii. 7.Control roorrj»1-7 8 LAYOUT

Gambar S.I; Sistem Pengamanan UBP Suralaya

3. Tersedianya acuan peringatan keselamatan bagi karyawan/pengunjung yang diterbitkan oleh perusahaan.

Petunjuk peringatan keselamatan bagi karyawan/pengunjung berisi tentang : PERHATIAN:

a. Ingattanda-tanda bahaya

b. Hati-hati dengan permukaan yang licin c. Kenali pintu darurat di dekat saudara berada

d. Ingat rambu-rambu dan parkirkan kendaraan pada tempat yang telah ditentukan

DILARANG:

a. Menaik-turunkan panel listrik b. Memasuki ruangan tanpa ijin

c. Mengabaikan tanda-tanda keselarnatan d. Menyentuh/memegang peralatan laboratorium

e. Mengangkat barang yang berat kecuali sesuai prosedur 4. Melengkapi sistem keamanan

PT. Indonesia Power UBP Suralaya merupakan salah satu objek vital nasional yang telah melengkapi sistem keamanannya dengan sistem dan teknologi pengamanan yang dipandang lebih rnemadai. Operasi sistem keamanan ini dibantu oleh satuan pengaman dari instansi-instansi terkait seperti POLDA Banten, LANAL Merak, Group I Kopassus dan Intel Korem diharapkan segala macam gangguan keamanan tehadap perusahaan baik yang berskala kecil maupun menengah yang tidak melibatkan kekuatan massal dan teknologi modern dan canggih, bisa diatasi.

:'Group 4 adalah perusahaan swasta, yang sebelumnya dimiliki oleh Inggris, tetapi sekarang ini telah digabungkan dengan perusahaan dari Denmark dengan markasnya di Copenhagen. Operasi yang mereka lakukan di Indonesia dijalankan dari Wina. Pada bulan Februari, perusahaan menjanjikan akan memberikan prioritas kepada penduduk lokal saat menyewa staf keamanan untuk Chevron. Menurut manajersumber daya manusia, 900 staf yang sebelumnya dipekerjakan oleh PT Tripatra, telah memulai bekerja untuk Group 4 sejak aival bulan Februari. Perusahaan tersebut memberikan pelayanan kepada perusahaan-perusahaan lain di Indonesia di Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan JAWA dan beroperasi di 50 negara di seluruh dunia.

Penduduk desa dari Air Jaman, Kabupaten Mandau, telah mengambil alih pemboran minyak di ladang Duri, untuk memprotes terhadap penolakan perusahaan untuk membayar kompensasi tanah mereka dekatwilayah operasi. Aksiyangsama yang melibatkan ratusan penduduk desajuga dilaporkan di ladang minyak Bangko pada bulan April. Aksi tersebut merupakan kelanjutan insiden-insiden yang terjadi sebelumnya di tempat yang sama Di mana jalur pipa perusahaan telah dipotong yang menyebabkan kebocoran minyak yang cukup besar. Penduduk desa sebelumnya telah memblokade wilayah tresebut selama satu bulan, mencegah operasi-operasi di

beberapa ladang dari 11 sumur minyak. Pada bulan April, sekelompok pemuda lokal telah menduduki mobilperusahaan setelah gagal mendapatkan pekerjaan di Chevron. Untuk menghadapi ancaman dari negara luar, Disamping itujuga ada beberapapotensiancaman yang mungkin datang dari luar yaitu dengan mengupayakan diplomasi ke negam-negara yang terganggu dengan adanya objek vital di Indonesia. Disamping itu, kemampuan para diplomat juga dibutuhkan untuk dapat beradaptasi dengan negara-negara yang berbeda haluan politik dengan Indonesia, namun tetap mengupayakan kepentingan industri negara.