Pengamanan dan Aplikasi Teknolog
1) Pengertian Data
Data adalah representasi dari suatu fakta, yang dimodelkan daiam bentuk gambar, kata, dan/atau angka. Manfaat data adalah sebagai satuan representasi yang dapat diingat, direkam, dan dapat diolah menjadi informasi. Karakteristiknya, data bukanlah fakta, namun representasi dari fakta. Secara sederhana, data adalah catatan tentang fakfca atau data merupakan rekaman catatan tentang fakta. Data yang baikadalah yang sesuai dengan faktanya. Kenyataan sehari-hari, seringkali data yang dicatat atau direkam bisa menyimpang dari faktanya. Data yang tercatat atau terekam belurn tentu sesuai dengan fakta karena banyak hal. Penyimpangan ini hams dihindari jangan sampai terjadi pada saat pencatatan data. Oleh karena itu, diperiukan kegiatan verifikasi, agar data yang tercatat adalah data benar dan sesuai, serta agar data tersebut benar-benar menjadi representasi yang valid tentang fakta.
Data dapat berupa angka, huruf, gambar atau bentuk rekaman lainnya, yang dapat diakses oleh manusia, yang dapat dimasukkan, disimpan dan diolah dalam komputer, atau dilewatkan pada kanal digital. Komputer merepresentasikan data dalam bentuk kode binary. Data yang bermanfaat adalah data yang lengkap mendukung pembentukan informasi, serta akurat dan mutakhir, karena seialu diverifikasi dan diperbaharui sesuai perkembangan fakta.
2) Pengertian Informasi
Informasi adalah rangkaian data yang mempunyai sifat sementara, tergantung dengan waktu, mampu memberi kejutan atau surprise kepada si penerima. Intensitas dan lamanya kejutan dari informasi, disebut nilai informasi. "Informasi" yang tidak mempunyai nilai, biasanya karena rangkaian data yang tidak lengkap atau kadaluarsa.
Karakteristik dari informasi adalah penerima informasi mengalami perubahan dari kondisi(state)belum mengetahui menjadi kondisi (state)mengetahui. Perubahan ini mengandung unsur tidak terduga. Informasi yang benar dan baru dapat mengkoreksi dan mengkonfirmasi informasi sebelumnya. Informasi dapat juga dikatakan sebagai data yang telah diproses apabila data mempunyai nilai tentang tindakan atau keputusan. Manfaat informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Hal ini sangat berguna untuk proses pengambilan keputusan. 3) Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah rangkaian informasi dan data, yang membentukjaringan semantik didalam ingatan seseorang. Jaringan semantik tersebut bisa dibentukoleh relasi logika atau intuisi berdasarkan pengalaman maupun proses belajar. Pengetahuan juga dikatakan sebagai hasil proses psikologi yang berasal dari persepsi ditambah oleh proses belajar dan proses pembentukan alasan. Pengetahuan merupakan tindakan atau pernyataan tentang hal yang diketahui, dengan dukungan persepsi yang jelas terhadap suatu fakta dan kebenaran.
4) Relasi data, in
formssi dan pengetahuan
Pengetahuan berbeda dengan data atau inforrnasi. Pengetahuan dapat dibentuk dari pengetahuan yang diperoleh sebelumnya melalui proses pengambilan kesimpulan yang logis. Inforrnasi merupakan d3ta ditambah makna dan penjelasannya. Sedangkan pengetahuan merupakan informasi ditambah pengolahan kesimpulan. Bentuk umum dari pengetahuan adaiah sekumpulan data tentang "fakta" dan aturan [Prolog] tentang beberapa subyektertentu.
dan ditiru untuk ditata-ulang dalam ingatan komputer. Ingatan atau mernori komputer bisa dimanfaatkan hanya untuk menyimpan data. Penyimpanan data ini popular dengan nama sistem basis data. Sistem ini jika dikaitkan dengan aplikasi perangkat iunak bisa menghasilkan informasi. Dalam perkembangahnya, ingatan komputer dimanfaatkan untuk menyimpan pengetahuan, Kegiatan ini dipelajari dalam ranah ilmu kecerdasan buatan(artificial intelligent).
2.5.3 Identlfikasi Perangkat dengan Teknologi Informasi
Identifikasi penerapan teknoiogi inforrnasi dapat dilakukan dengan melihat keberadaan perangkat yang menggunakan teknoiogi tersebut. Sesuai dengan pengunaannya, perangkat dengan taknologi Informasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Sarana penginderaan, seperti:
Internal
a. kamera elektronik analog; b. kamera digital;
c. sensor elektronik dan sinarinfra-redyang digunakan untuk mengawasi pergerakan orang atau benda bergerak;
d. sensor finger print di pintu masuk;
e. sensor asap untuk mengantisipasi kebakaran; f. lampu sorot;
g. kamera teievisi CCTV(Close-Circuit Television). Eksternal
a. sistem radar
b. sistem penginderaan dengan satelit
c. kamera infra red untuk daerah berkabut (pada jarak tertentu) 2. Sarana telekomunikasi, seperti
a. antenna tranceiver(transmitterdan receiver) b. kabeiseratoptik
c. wireless transceiver d. enkripsi pengiriman data 3. Sarana rekaman
a. CD-ROM, penyimpan rekaman data tekstual maupun gambar b. Hard-Disk pada server ataupunclient
c. Flash-disk
4. Sarana pengolah data a. komputerserver b. komputerclient
c. sistem alarm yang memberikan peringatan jika ada objek asing 5. Sarana monitoring
a. Control room
Di sisi lain, daiam rangka pengamanan objekvital terdapat keteriibatan pencatatan data, meliputi:
1. Pencatatan tamumasuk dan keluarkawasan objek vital. 2. Pencatatan karyawan masuk dan keluarkawasan objekvital.
3. Sistem kunci elektronik yang mengharuskan personal memasukkan kartu identitasataufinger-printdi pintu masuk suatu ruang tertentu.
1) Objek yang perlu diamankan
Berdasarkan pendekatan 5.M + 1.1, terdapatobjekyang perlu diamankan, meliputi:
♦ Man
> Keberadaan SDM (tenaga ahli) yang perlu diamankan > Mobilitas SDM yang perlu diamankan
> Keberadaan dan mobilitas orang asing di kawasan objek vital
> Keberadaan dan mobilitas orang asing yang mengakses data dan informasi dari objekvital, melalui jaringan data maupun jaringan telekomunikasi
♦ Machine
> Kebaradaan sarana produksi daiam kawasan objek vital > Mobilitas sarana produksi daiam kawasan objek vita
> Pengamanantata layoutsarana di daiam kawasan objekvital ♦ Material
> Keberadaan material dalam kawasan objek vital (penggalian minyak dan tambang)
> Mobilitas material atau hasil produk dalam distribusi (pipa penyalur minyak)
♦ Method
> Perangkat peraturan dan prosedur untuk mengelola objek vital > Dokumen spesifikasi IPTEK yang ada di daiarn kawasan objek vital ♦ Money
> Anggaran yang digunakan untuk mengeiola obiek vital > Laporan keuangan tentang kinerja pengelolaan objek vital
Pentingnya rekaman data Informasi tentang Man, Money, Method, Material, Machine yang ada didalam kawasan objek vita! dan informasi yang berkaitan dengan aktivitas pengelolaan objek vital,, maupun tentang aktivitas pengalolaan keamanan suatu objek vital, perlu direkam. Hal ini sangat tergantung dengan kebutuhan data dan informasi historis, untuk keperiuan pengambilan keputusan tentang keamanan dan pengarnanan suatu objek vital.
Gambar 5.2: Arsitektur Sistem Informasi Pengamanan Dbjek Vital
Objek vital misalnya berupa industri, seperti PembangkitTenaga Listrik merupakan salah satu sektor infrastruktur yang penting. Hal ini mencakup sasaran potensial yang sensitif serta operasi yang aman beberapa infrastruktur yang vital. Meskipun telah didukung prosedur operasi dan sumberdaya yang luas dan berkesinambunganjika objek vital seperti pembangkit listrik terputus akan berdampak ke sektor lain seperti sektor telekomunikasi, sektor angkutan dapatterhenti (kereta listrik dan pesawat), serta sektor ekonomi (pabrik atau industri) hanya dapat berjalan dengan kapasitas jauh di bawah normal. Tidak seperti sumber energi lain, energi listrik tidak dapat ditimbun menjadi stok, Dengan demikian, pemadaman listrik dapat berakibat secara langsung, Suatu pembangkit listrik membutuhkan Energy Management Systems (EMS) yang dilengkapi oleh sistem kendaii yang disebut (SCADA), yang akan mengelola penyaluran dan distribusi tenaga listrik, serta didukung oleh Distributed Control Systems (DCS) dan modul-modul Programmable Logic Controllers (PLCs) yang akan mengendalikan produksi listrik. Sistem kendaii seperti ini juga terdapat pada industri lain terutama yang membangkitkan energi listrik sendiri. Kendaii, di satu sisi untuk memudahkan pengoperasian suatu industri, di sisi lain rawan terhadap intervensi kendaii dari iuar. Intervensi ini secara teknis dapat dilakukan melalui sinyal radio ataupun jaringan internet, yang dapat terhubung dengan sistem kendaii suatu industri yang termasuk objek vital.
Dalam banyak kasus yang telah terjadi, sistem kendaii pada pembangkit listrik, penyedia air bersih, pembuangan air kotor, industri nninyak, gas dan kertas, terganggu perangkat elektroniknya, karena adanya intervensi yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Jika sistem kendaii objek vital mulai rnemanfaatkan peran internet atau intranet, bukan tidak mungkin akan terjadi online attackers yang menyerang sumber listrik dari melalui sistem informasi sebagai jalan masuknya. Dengan demikian, objek vital yang banyak menggunakan sumber energi iistrik, serta dikendaiikan secara remote, suatu saat akan rentan terhadap cyber impacts, dan banyak indikasi yang menunjukkan bahwa teroris, negara musuh, atauhackerskomputer yang jahat akan menjadi ancaman bagi sektor ini. Bagaimanapun, suatu pemahaman terhadap situasi pada tingkat nasional, perlu didukung suatu riset dan pengembangan terhadap peraiatan pengamanan yang secara spesifik dapat melindungi sistem pengelolaan dan pengendalian energi;