A. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)
A.2 Analisis Lingkungan Jauh a Faktor Politik
2. Analisis Lingkungan Industri a Ancaman Masuk Pendatang Baru
4.9 Posisi Faktor Internal dan Eksternal CV Gema Insani Press 1 Posisi Faktor Internal CV Gema Insani Press
4.9.5 Pengambilan Keputusan Strateg
Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) merupakan alat analisis yang digunakan untuk pengambilan keputusan strategi. Pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan pada alternatif- alternatif strategi yang terdapat pada matriks IE dan Matriks SWOT. Hubungan antara matriks IE dan SWOT yaitu sebagai berikut :
a. Strategi Pengembangan Produk, yaitu :
¾ Meningkatkan kualitas produk (isi, desain) dengan tetap mempertahankan harga yang kompetitif untuk dapat memenuhi permintaan internasional dan menciptakan loyalitas pelanggan. ¾ Melakukan inovasi-inovasi dalam produk dan pelayanan dengan
pemanfaatan teknologi yang optimal den meningkatkan semangat kekeluargaan untuk menghadapi persaingan yang tinggi.
¾ Meningkatkan frekuensi pelatihan karyawan untuk meningkatkan semangat kebersamaan, dan meningkatkan soft skill karyawan agar dapat meningkatkan kualitas produk sehingga dapat memenuhi permintaan internasional.
b. Strategi Penetrasi Pasar
¾ Meningkatkan promosi terutama melalui media televisi baik melalui iklan ataupun dengan menjadi sponsorship untuk dapat semakin memperkenalkan buku Gema Insani Press untuk dapat menghadapi persaingan yang tinggi.
c. Strategi Pengembangan Pasar
¾ Membuka cabang toko baru GIP dan membina hubungan kerja sama yang lebih baik lagi dengan toko=toko buku yang ada di Indonesia.
d. Strategi Integrasi Ke Belakang
¾ Memperkokoh struktur permodalan yang bersifat mandiri dengan mengefisienkan biaya produksi, untuk menghadapi ketidakstabilan lingkungan yang ada.
81
Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks QSPM (Tabel 11) maka diperoleh strategi terpilih yaitu meningkatkan promosi terutama melalui media televisi dengan menjadi sponsorship untuk dapat semakin memperkenalkan buku Gema Insani Press dalam menghadapi persaingan yang tinggi sebesar 6,867. Penghitungan alternatif strategi pada QSPM tercantum pada lampiran 9. Oleh karena itu CV. Gema Insani Press dianjurkan untuk menjalankan strategi meningkatkan promosi terutama melalui media televisi serta meningkatkan perbincangan mengenai kreativitas untuk memperluas pangsa pasar dan menjalin hubungan baik dengan konsumen untuk dapat melakukan penetrasi pasar dalam menghadapi persaingan yang tinggi.
1. KESIMPULAN
1. Strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh CV. Gema Insani Press yaitu :
a. Strategi Produk yaitu dengan menciptakan produk buku Islam yang berkualitas yang memiliki bahasa yang mengalir dengan desain yang menganut kepada desain modern. Gema Insani Press membagi struktur penerbitan buku untuk dapat lebih memfokuskan buku yang diterbitkan.
b. Strategi harga yang dilakukan oleh CV. Gema Insani Press yaitu berdasarkan biaya produksi dari buku yang kemudian ditambahkan margin. Harga yang dilakukan adalah harga kompetitif yang bersaing dengan harga buku dari penerbit lainnya. Selain itu, Gema Insani Press juga memberikan potongan harga kepada konsumen.
c. Strategi Promosi yang dilakukan melalui Bazaar, Expo, Pameran, pernah bekerjasama dengan RCTI, kerja sama dengan media cetak, brosur, dan safari pengarang.
d. Strategi Distribusi yang dilakukan oleh Gema Insani yaitu memiliki kantor perwakilan dan pusat penjualan di beberapa daerah di Indonesia untuk memperluas pangsa pasar, memiliki armada pemasaran yang cukup banyak untuk mengirimkan barang ke pihak pembeli.
2. Kondisi lingkungan internal Gema Insani Press terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Kekuatan Gema Insani Press yaitu memiliki lokasi yang strategis, produk yang berkualitas, kebersamaan dalam bekerja, penggunaan peralatan percetakan yang modern, sistem pengendalian persediaan baik,dan permodalan mandiri. Kelemahan Gema Insani Press yaitu pendidikan karyawan, lemahnya alokasi pemasaran di Indonesia bagian timur, waktu pelatihan karyawan, promosi via televisi dan waktu perbincangan kreativitas. Berdasarkan hasil analisis dengan matriks IFE maka kondisi lingkungan internal Gema Insani Press kuat.
85
3. Kondisi lingkungan eksternal mencakup peluang dan ancaman. Peluang yang dihadapi yaitu pertumbuhan penduduk, daya baca masyarakat Indonesia, permintaan go international, cukup tersedianya angkatan kerja, dan antusiasme masyarakat Indonesia. Sedangkan ancaman yang dihadapi yaitu persaingan tinggi, kondisi ekonomi dalam negeri, banyaknya produk substitusi, budaya hidup bebas, kekuatan tawar menawar pemasok kuat, kekuatan tawar menawar pembeli kuat, dan hambatan masuk industri rendah. Berdasarkan analisis dengan matriks EFE perusahaan berada dalam kondisi eksternal yang kuat.
4. Berdasarkan analisis dengan matriks QSPM yang memetakan enam alternatif strategi maka strategi yang terpilih yaitu meningkatkan promosi terutama melalui media televisi serta meningkatkan perbincangan mengenai kreativitas untuk memperluas pangsa pasar dan menjalin hubungan baik dengan konsumen yang memiliki total skor tertinggi sebesar 6,867.
2. SARAN
1. CV. Gema Insani Press sebaiknya melakukan promosi via TV secara kontinyu dan meningkatkan waktu perbincangan kreativitas untuk dapat semakin memperluas pangsa pasar dan memberikan pengetahuan kepada konsumen.
2. Dalam melakukan usahanya, CV. Gema Insani Press sebaiknya tetap menjalin hubungan yang baik dengan mitra bisnis sehingga dapat memberikan citra yang baik dari perusahaan.
3. Dalam kegiatan distribusinya, CV. Gema Insani Press sebaiknya membuka cabang toko baru di wilayah Indonesia bagian timur untuk lebih memperluas pangsa pasar.
4. Bagi penelitian selanjutnya yang ingin mengangkat tema mengenai strategi pemasaran buku-buku Islam dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan referensi.
Anam, C. 2004. Analisis Strategi Pemasaran Harian Pagi Metro Bogor. Skripsi pada Departemen Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Bank Indonesia. 2007a. Laporan Inflasi. http://www.bi.go.id/web/id.[5 Juni 2007] . 2007b. Kurs Dollar Terhadap Rupiah. http://www.bi.go.id/web/id. [5 Juni 2007]
Bappenas. 2005. Tingkat Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang. www.bappenas.go.id/.../Perpres%2019%20RKP%202007. [5 Juni 2007] Biro Pusat Statistik. 2005. Jumlah Penduduk Indonesia . http://www.bps.go.id.
[5 Juni 2007]
Chandra, G. 2002. Strategi dan Program Pemasaran. Penerbit Andi. Yogyakarta. David, F. 2002. Manajemen Strategis. Terjemahan. Prenhallindo. Jakarta.
Dewi, R. 2006. Analisis Strategi Pemasaran Ban medium Commercial Truck di Pasar Domestik Pada PT Goodyear Indonesia, Tbk, Skripsi pada Departemen Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Harlina, A. 2004. Analisis Strategi Pemasaran Surat Kabar Priangan Tasikmalaya Jawa Barat. Skripsi pada Departemen Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Ikapi. 2005. Daftar penerbit yang menjadi anggota Ikatan Penerbit Indonesia. http://www.ikapi.co.id.[14 Maret 2007]
Kompas. 2003. Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat. http://www. kompas.com/kompas-cetak/0311/15/pustaka/688302.htm. [14 Maret 2007] Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran (Jilid I). Terjemahan. Prenhallindo.
Jakarta.
__________ 2002. Manajemen Pemasaran (Jilid II). Terjemahan. Prehallindo. Jakarta.
87
Media Indonesia. 2006. Penerbit Buku Islam Alami Peningkatan Signifikan. http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=92563. [14 maret 2007] Oktavia. 2006. Analisis Strategi Pemasaran Pada CV Celup Mitra Saudara.
Skripsi pada Departemen Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Rangkuti, F. 2006. Analisis SWOT Teknik membedah Kasus Bisnis. Gramedia.
Jakarta.
Republika. 2004. Lezatnya Bisnis Buku Islam. http://www. republika.co.id/koran detail.asp?id.[14 maret 2007]
Siagian, S. 2004. Manajemen Strategik. Bumi Aksara. Jakarta Umar, H. 2003. Strategic Management In Action. Gramedia. Jakarta.
89