r(1 + m) dengan pengertian :
8.4 Pengangkutan dan pemeriksaan campuran berasal .1 Pengangkutan.1 Pengangkutan
Campuran beraspal panas diangkut ke lokasi penghamparan menggunakan truk (dump truck). Truk pengangkut campuran harus diperiksa dengan hati-hati sebelum digunakan. Penggunaan pelapis bak dari bahan minyak, misalnya oli atau solar yang dimaksudkan agar campuran beraspal tidak melekat pada bak truk, harus dihindari. Solar atau oli dapat mengakibatkan efek negatif pada campuran beraspal apalagi jika berlebih.
Untuk ketelitian pemeriksaan campuran, truk yang telah dimuati campuran harus ditimbang terlebih dahulu. Jumlah campuran yang diangkut dari unit pencampur ke lokasi penghamparan umumnya ditentukan dengan cara :
- Penimbangan berat truk yang telah dimuati dengan timbangan berskala, atau
- menggunakan sistim pencatatan berdasarkan catatan berat campuran beraspal pada AMP
Untuk keakuratan penimbangan, skala-skala harus diperiksa secara berkala dan telah dikalibrasi.
8.4.2 Pemeriksaan campuran beraspal panas
Pemeriksaan harus dilakukan terhadap campuran secara visual saat pemuatan ke dalam truk dan saat meninggalkan AMP sampai ke lokasi penghamparan. Beberapa masalah serius pada campuran dapat diketahui dengan pemeriksaan secara visual. Tabel 22 memberikan pedoman untuk itu.
Pemeriksaan temperatur merupakan hal penting pada setiap produksi campuran beraspal panas. Pemeriksaan dapat dilakukan secara visual dengan melihat kondisi campuran. Misalnya apabila campuran berasap kebiruan berarti campuran terlalu panas, dan apabila campuran menggumpal dan tidak homogen dan berasap putih (berkabut) biasanya pemanasan campuran kurang.
Kelandaian tumpukan campuran yang curam (meruncing) dalam truk
juga mengindikasikan kadar aspal campuran rendah atau suhu campuran rendah. Campuran beraspal turun dengan cepat (merosot) sehingga tumpukan menjadi relatif datar, kemungkinan disebabkan kadar aspal yang berlebih atau campuran beraspal mengandung kadar air tinggi atau suhu campuran tinggi.
Disamping secara visual pemeriksaan temperatur campuran perlu dilakukan dengan alat, yaitu menggunakan termometer logam. Dalam pengendalian mutu, pemeriksaan temperatur pada campuran beraspal panas sangat ditekankan dan harus dilakukan. Pengambilan contoh dan pengujian campuran beraspal merupakan langkah yang sangat penting dan harus dilakukan, untuk mengendalikan dan menjamin kualitas campuran beraspal yang dihasilkan memenuhi persyaratan. Pengambilan contoh uji untuk pengujian sifat-sifat fisik campuran (ekstraksi, analisa saringan, Marshall, density, dll), dilakukan tiap 200 ton produksi atau minimum 1 kali dalam satu hari. Jumlah contoh uji dan frekuensi pengujian secara rinci dicantumkan dalam spesifikasi. Sementara metoda pengambilan contoh uji dan pengujian telah dijelaskan pada Pasal 6.
Tabel 22 Penyimpangan produksi dan kemungkinan penyebabnya
Kadar aspal tidak sesuai JMF A B A A B B B A
Gradasi agregat tidak sesuai JMF A A B B B B B B A
Kelebihan butiran halus A A B B B B A
Temperatur tidak seragam A A A A A A
Berat tidak sama pada truk dan takaran B
Gumpalan aspal pada campuran B A B
Terdapat abu yang tidak terselimuti aspal B
Agregat tidak terselimuti aspal dengan merata A A A A A B B B A
Campuran tidak seragam B B B B B A
Campuran kelebihan aspal pada satu sisi A B B B A
Campuran diatas truk berbentuk rata A A A B A
Campuran terbakar A A A A
Campuran beraspal pucat atau coklat B A B A
Campuran beraspal gemuk (kelebihan aspal) B A B A
Campuran berasap biru A A A
Campuran beruap A A A A A
Keterangan : A : Berlaku untuk AMP jenis takaran dan Drum B : berlaku untuk AMP jenis takaran
Pengambilan contoh uji memegang peranan penting dalam pekerjaan pengendalian mutu pekerjaan campuran beraspal, kesalahan pengambilan contoh uji dapat
menghasilkan nilai keliru, yang akhirnya mengakibatkan pengambilan kesimpulan yang keliru pula.
a) Kadar aspal tidak sesuai dengan FCK (JMF)
Pada pekerjaan pencampuran dapat terjadi kadar aspal tidak sesuai dengan yang telah ditentukan dalam JMF, misalnya terjadi kekurangan atau kelebihan aspal yang kemungkinan terjadi disebabkan karena kesalahan pengambilan contoh uji yang tidak prosedural atau agregat yang dipasok dari bin dingin tidak sesuai FCR akibat dari bukaan pintu bin dingin tidak cocok dengan kalibrasi yang telah dilakukan. Disamping itu khusus untuk AMP jenis takaran, kadar aspal campuran yang salah dapat terjadi akibat dari timbangan aspal dan agregat yang digunakan tidak layak pakai, atau pada saat pencampuran dalam pugmill pedal mixer sudah aus dan terlalu lamanya proses pencampuran yang menyebabkan terjadinya tidak homogennya campuran dan terjadinya oksidasi dengan udara sehingga pada saat pengambilan contoh uji kadar aspal yang dikandung campuran tidak semestinya. b) Gradasi Agregat tidak sesuai dengan FCK (JMF)
Gradasi agregat campuran dapat saja menyimpang dari yang telah ditentukan dalam FCK, yang kemungkinan besar terjadi akibat dari tidak sesuainya proporsi pasokan agregat dengan FCR yang disebabkan bercampurnya fraksi-fraksi agregat pada bin dingin karena tidak cukup tingginya pemisah antara tiap bin dingin atau disebabkan bukaan pintu bin dingin tidak sesuai dengan yang direncanakan. Untuk AMP jenis takaran, penyimpangan gradasi agregat dapat terjadi disebabkan karena saringan yang telah rusak, overflow tidak berfungsi, timbangan agregat tidak layak pakai, pintu bukaan dari hot bin ke pugmill yang bocor, sehingga terjadi penyimpangan pasokan agregat yang tidak seharusnya. Penyimpangan gradasi agregat dapat juga terjadi akibat dari pasokan filler yang tidak sesuai dan pengaduk pada pugmill yang telah aus sehingga pencampuran tidak homogen sehingga pengambilan contoh uji menjadi keliru.
c) Kelebihan butiran halus
Disamping pasokan agregat dari bin dingin yang tidak sesuai akibat dari pemisah dan bukaan pintu bin dingin yang tidak sesuai rencana, kelebihan butiran halus dapat juga disebabkan pasokan bahan pengisi (filler) yang tidak seragam, juga akibat dari timbangan agregat dan pintu pengeluar overflow yang rusak serta terlalu lamanya proses pencampuran.
d) Temperatur campuran yang tidak seragam.
Dari hasil proses pencampuran di AMP adakalanya terdapat temperatur campuran yang tinggi dan pada waktu lainnya rendah, hal tersebut akan sangat mempengaruhi keseragaman kualitas konstruksi perkerasan di lapangan. Kondisi tidak seragamnya temperatur campuran akan sangat dipengaruhi oleh antara lain; kondisi dari agregat yang terlalu basah, bukaan pintu bin dingin yang tidak sesuai rencana, pengering yang kelebihan kapasitas, sudut kemiringan yang tajam, termometer yang dipasang tidak memenuhi syarat serta bukaan pintu ke pugmil yang sudah rusak.
e) Berat campuran di atas truk dan saat penimbangan yang tidak sama
Apabila saat penimbangan truk yang dimuati campuran terjadi kasus dimana berat campuran di atas truk tidak sama dengan hasil penimbangan pada tiap batch campuran, harus dicurigai bahwa salah satu timbangan sudah tidak layak pakai. f) Gumpalan pada campuran
Pada campuran kadang-kadang ditemukan gumpalan-gumpalan aspal-agregat, hal tersebut terjadi akibat dari salah satu atau seluruhnya dari kondisi dimana aspal
yang diberikan terlalu banyak, pasokan agregat yang tidak sesuai akibat dari timbangan yang salah atau proses pencampuran pada pugmill yang salah akibat dari rusaknya pedal (mixer).
g) Terdapat butiran halus tidak terselimuti aspal
Butiran halus pada campuran pada beberapa kasus tidak terselimuti aspal, hal tersebut terjadi akibat dari pintu bukaan ke pugmill tidak lancar.
h) Penyelimutan aspal pada agregat tidak merata
Dalam campuran dimana terdapat agregat tidak terselimuti aspal dengan merata ditimbulkan akibat dari pasokan agregat yang basah dengan pemanasan oleh pengering (dryer) yang kurang berfungsi dengan baik dan tercampurnya fraksi yang satu dengan yang lainnya akibat tidak terdapatnya penghalang antara bin dingin serta pemberian aspal tidak sesuai rencana akibat dari timbangan aspal yang rusak sehingga jumlah aspal tidak cukup serta kondisi pengaduk dalam keadaan rusak. i) Campuran tidak seragam
Apabila diketahui dari hasil proses pencampuran diperoleh ketidak seragaman dari campuran harus dicurigai salah satu atau semua kondisi dimana timbangan agregat dan aspal tidak layak pakai , pengaduk (mixer) yang rusak, lamanya waktu pencampuran yang tidak sesuai syarat serta pengoperasian AMP yang tidak menentu.
j) Campuran Kelebihan aspal pada satu sisi
Kadang-kadang ditemukan campuran kelebihan aspal pada satu sisi, hal tersebut terjadi karena salah satu atau semua kondisi dari termometer pengontrol temperatur agregat yang tidak berfungsi, timbangan aspal tidak layak pakai, kondisi alat pencampur yang tidak sesuai syarat atau lamanya pencampuran yang tidak terkontrol.
k) Campuran di atas truk berbentuk rata
Muatan campuran di atas truk berbentuk rata kemungkinan disebabkan karena terlalu panasnya agregat akibat dan temperatur pengukur yang tidak standar serta pemberian aspal yang berlebih atau kadar air yang berlebih.
l) Campuran terbakar
Untuk kasus dimana campuran beraspal panas terbakar adalah disebabkan karena terlalu panasnya agregat akibat dari terlalu sedikitnya agregat yang dipanaskan pada pengering (dryer) karena bukaan pintu bin dingin yang tidak sesuai rencana serta termometer pengontrol temperatur agregat sudah tidak layak pakai.
m) Campuran beraspal berwarna pucat/coklat
Akibat dari kekurangan aspal yang ditambahkan pada agregat, campuran akan berwarna pucat, hal tersebut disebabkan karena timbangan agregat dan aspal yang tidak layak pakai. Atau kesalahan penimbangan oleh operator.
n) Campuran beraspal kelebihan aspal
Akibat dari kelebihan aspal yang ditambahkan pada agregat, campuran akan gemuk, hal tersebut disebabkan karena timbangan agregat dan aspal yang tidak layak pakai, atau kesalahan operator penimbang.
o) Campuran beraspal berwarna biru
Akibat dari terlalu panasnya agregat, campuran akan menjadi sangat panas dan akan menghasilkan asap berwarna biru, hal tersebut terjadi disebabkan karena termometer pengontrol pada agregat hasil pemanas tidak layak pakai.
p) Terdapat uap pada campuran beraspal
Untuk kasus dimana terdapat uap pada campuran beraspal, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan agregat yang terlalu basah akibat dari terlalu banyaknya agregat yang dipanaskan pada pengering (dryer) selain dari termometer pengontrol pada agregat hasil pemanasan agregat tidak layak pakai serta posisi dari pemanas telalu miring.