• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Awal Mula Fanboy Menyukai K-Pop

4.5.5. Pengaplikasian Imitasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Setelah diimitasi, tahap terakhir yang dilakuakan yaitu menerapkan apa yang kita imitasi dalam kehidupan sehari-hari. Mengikuti style pakaian yang digunakan oleh idolanya, juga dapat menunjang penampilan bagi mereka yang mengikuti idolanya. Namun kembali pada kondisi tempat serta waktu di mana kita harus mengaplikasikannya. Misalnya, style pakaian yang yang menggunakan jaket tebal yang dipakai orang-orang berada di daerah yang sedang mengalami musim salju tiba-tiba diaplikasikan di daerah yang panas, pastinya tidak akan cocok, dan pada akhirnya ditertawakan orang yang berada di sekitar dan kita juga merasa kepanasan. Kemdian di area kampus menggunakan tindik di telinga dengan sandal jepit serta rambut yang diwarnai, pastinya tidak akan cocok dengan peraturan kampus yang mengharuskan mahasiswanya menggunakan pakaian yang sepantasnya di area kampus. Hal itu lah yang menjadi pertimbangan bagi fanboy mengenai kesesuaian imitasi style pakaian yang digunakan oleh idol K-Pop. Hal tersebut dipertegas dengan pernyataan informan penelitian ini yang bernama Arya (19):

“kalo dalam kehidupan sehari-hari, saya palingan ngikutin style pakaiannya aja. Soalnya kan ada juga style pakaian mereka yang bisa diaplikasikan ke dunia perkuliahan, jadi ngga yang kelihatan aneh gitu.

Kalo di luar kampus ya baru lho lebih bebas lagi style pakaian yang diikuti. Intinya ngikutin boleh tapi lihat sesuaikan tempat sama style yang kita gunakan. Kalo di kampuskan ngga mungkin kita pake celana yang robek-robek ala oppa-oppa gitu …”

Pernyataan lain dipertegas juga oleh informan penelitian yang lain untuk mendukung pernyataan sebelumnya yang bernama Topik (21):

“kalo saya, tergantung di eventnya. Kalo di event yang berhubungan dengan K-Pop, baru saya menampakkan style saya yang kekorea-koreaan, tapi kalo di luar itu, ya ngga. Harus bisa menyesuaikan juga tempat dan event-nya di mana. Kalo ngga ya tipenya kayak Kai gitu lah, apa yang cocok di badan dia. Seperti itulah saya berpakaian.”

Ada juga yang mengaplikasikan style pakaiannya hanya dalam dunia dance cover saja, di luar dari dance cover ia tidak menujukkan apa yang diimitasikannya.

Pernyataan ini dipertegas oleh pernyataan informan penelitian ini yang bernama Danu (18):

“saya juga ngga yang nunjukkin kali di kehidupan sehari-hari.

Palingan kalo pas perform aja, baru tu ngikutin ala idol Korea.”

Memiliki jiwa-jiwa kepemiminan, merupakan poin penting dalam pengaplikasian di kehidupan sehari-hari, apalagi dalam sebuah grup. Namun, posisi seorang pemimpin tidaklah mudah diperlukan orang yang cekatan dan akurat dalam mengambil keputusan, serta dapat mengayomi para anggotanya dalam grup. Begitu juga menjadi seorang pemimpin dalam sebuah grup dance cover. Seorang idol yang berada di posisi seorang pemimpin juga menjadi inspirasi bagi fans yang mengimitasi sebagai pemimpin dan mencoba untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini perjelas oleh informan penelitian ini yang bernama Bilham (21):

“… Hal lain yang bikin terinspirasi dari idola itu contohnya kayak seorang leader gitu, dia bisa membuat anggota-anggotanya itu bisa ngikutin dia gitu bisa membawa grup itu lebih baik. Jadi bisa lebih cekatan dalam mengambil keputusan. Karena saya di grup berperan sebagai leader juga, jadi saya mencoba ngikutin gi mana seorang leader bertindak.”

Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan bahasa yang dimengerti oleh lawan bicara meminimalisir kesalahpahaman yang terjadi selama proses berkomunikasi. Namun,

tidak dapat dipungkiri bahwa kita dapat menggunakan bahasa lebih dari satu dalam satu ucapan percakapan. Seperti ada selipan kata-kata ataupun kalimat dalam bahasa asing. Hal itupun terjadi pada fans K-Pop, menggunakan dua bahasa dalam suatu percakapan bahkan lebih, bahasa Indonesia, Korea, Inggris. Namun, biasa yang digunakan yaitu Indonesia dan Korea. Hal ini perkuat dengan pernyataan dari informan penelitian ini yang bernama Angga (22):

“Kadang-kadang mau menyapa atau bicara beberapa kata pake bahasa Korea.”

Ada juga pernyataan lain dari informan penelitian yang mendukung pernyataan sebelumnya, bernama Dzikri (22):

“kalo untuk bahasa iya, kadang kalo bicara dengan lawan bicara dengan orang yang sesama penggemar K-Pop, mau juga terselip bahasa Korea dalam percakapan itu.”

Selain bahasa, satu budaya orang Korea yang dilakukan oleh mereka tidak ikutan absen dalam hal yan diimitasi yaitu, cara orang Korea menyapa lawan bicara atau ketika mereka bertatap muka. Dengan hal ini orang Korea membungkukkan badannya ketika hendak menyapa orang sambil mengucapkan kalimat sapaan.

Sehingga fanboy yang menjadi informan dalam penelitian ini, menjadi Menurut mereka menyapa dengan seperti itu merasa lebih sopan, dalam artian kita yang kayak menghormati orang kita sapa. Itulah yang mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan ini diperjelas dengan pernyataan informan penelitian ini yang bernama Arya (19):

“… Terus selain itu, kalo saya jumpa sama orang yang lebih tua dari saya kayak dosen, orang tua atau orang yang ngga saya kenal, saya suka kebiasaan kalo salam itu kayak orang Korea membungkukkan

badan dibarengi dengan ucapan sapaan atau kalo kita kenal sama orang itu ya salam.”

Berdasarakan hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah pengaplikasian imitasi yang sesusai dalam kehidupan sehari-hari, sangatlah penting bagi fanboy yang menjadi informan dalam penelitian ini. Dalam pengaplikasian style pakaian para fanboy memilih untuk menyesuaikan style pakaian yang dipilihnya dengan tempat dan kondisi yang akan ia kunjungi dan jalani. Namun model rambut yang masih terbilang normal bagi mereka, mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut. Selain style pakaian, belajar untuk menjadi jiwa pemimpin juga dapat meningkatkan kemampuan dirinya baik dalam grup dance cover maupun di luar dari grupnya.

Tabel 4.10.

Pengaplikasian imitasi pada kehidupan sehari-hari

No Nama Hasil Wawancara

1 Taufik Rahman “kalo saya, tergantung di eventnya. Kalo di event yang berhubungan dengan K-Pop, baru saya menampakkan style saya yang

2 Azrasyamputra “dalam kehidupan sehari-hari, saya ngikutin stylenya Kai. Kalo saya rasa cocok diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari ya saya gunakan kak.”

3 Riko Arishandi “kalo di dance cover itukan yang diikutin bukan cuma baju aja yang dilihat, eskpresi juga hampir bisa mendekati dari peran yang kita ikuti. Kalo di kehidupan sehari-hari, ada juga yang saya ikutin kayak

model rambut. Model rambut yang saya ikutin itu lebih ke universal orang atau idol Korea yang saya ikutin.” saya ikuti. Hal lain yang bikin terinspirasi dari idola itu contohnya kayak seorang leader juga, jadi saya mencoba ngikutin gi mana seorang leader bertindak.”

5 Irgie Nabil Sugesti “kalo sehari-hari ngga sih. Palingan kalo lagi perform, barulah temanya mirip dengan apa yang kita coverin gitu. Tapi kalo untuk sehari-hari style pakaian idol Korea yang nyaman sama saya aja. Ngga semua style yang harus dicoba.”

6 Danu Asmara “saya juga ngga yang nunjukkin kali di kehidupan sehari-hari. Palingan kalo pas perform aja, baru tu ngikutin ala idol Korea.”

7 Anggara Syahputra “kalo untuk pengapliaksian pada kehidupan sehari-hari, iya. Saya, suka aja sama model rambutnya yang poni diturunin gitu. Atau poni rambutnya saya modelin apa aja, asal cocok aja sama saya.

Terus style pakaiannya yang ootd, ngikutin trend. Apalagi model casual terus pake jaket jeans sama jeans terus pake topi atau bucket hat itu saya suka itu. Atau model lain, pake baju kaos oblong di dalam terus pake kemeja di luar, kayak di MV EXO yang era kokobop. Terus cara menghormati orang yang lebih tua yang

membungkuk badannya gitu. Kadang-kadang mau menyapa atau bicara beberapa kata pake bahasa Korea.”

8 Syahfrendio Pratama “Kalo dance cover kan jelas kita harus ngikutin pakaiannya yang di pake sama idolnya. Nah, untuk kehidupan sehari-hari kebanyakan saya juga menggunakan style fashion yang saya imitasi dari idola saya. ”

9 Arya Permana “kalo dalam kehidupan sehari-hari, saya palingan ngikutin style pakaiannya aja.

Soalnya kan ada juga style pakaian mereka yang bisa diaplikasikan ke dunia perkuliahan, jadi ngga yang kelihatan aneh gitu. Kalo di luar kampus ya baru lho lebih bebas lagi style pakaian yang diikuti.

Intinya ngikutin boleh tapi lihat sesuaikan tempat sama style yang kita gunakan. Kalo di kampuskan ngga mungkin kita pake celana yang robek-robek ala oppa-oppa gitu. Terus selain itu, kalo saya jumpa sama orang yang lebih tua dari saya kayak dosen, orang tua atau orang yang ngga saya kenal, saya suka kebiasaan kalo salam itu kayak orang Korea membungkukkan badan dibarengi dengan ucapan sapaan atau kalo kita kenal sama orang itu ya salam.”

10 Dzikri Fernanda “kalo untuk bahasa iya, kadang kalo bicara dengan lawan bicara dengan orang yang sesama penggemar K-Pop, mau juga terselip bahasa Korea dalam percakapan itu. Untuk yang penampilan, saya menyesuaikan tempat juga. Tidak semua tempat saya sama ratakan untuk mengimitasi penampilan idola saya.

Pandai-pandai menempatkan di mana.

Kalo di kampus, ya sesuaikan lah dengan style mahasiswa di kampus kayak mana, kalo style K-Pop di kampus yang ngetrend gi mana, lalu kalo yang di luar kampus juga kayak gi mana. Tapi secara

keseluruhannya, iya saya mengimitasi.”