• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Perlakuan terhadap Kadar SiO2 dalam Jerami dan Logam Berat dalam Beras

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Percobaan Rumah Kaca

4.2.2 Pengaruh Perlakuan terhadap Kadar SiO2 dalam Jerami dan Logam Berat dalam Beras

Analisis tanaman yang dilakukan adalah penetapan kadar SiO2 dalam jerami dan analisis logam berat (Pb, Hg dan Cd) total dalam beras padi IR 64 dan Air Tenggulang (Lampiran 62, 63 dan 64). Nilai yang diperoleh tidak dilakukan analisis ragam disebabkan oleh terdapat tanaman yang mati pada beberapa perlakuan, sehingga tidak menghasilkan jaringan tanaman yang layak untuk dianalisis dan tidak berproduksi. Pemberian steel slag dapat meningkatkan kadar SiO2 dalam jerami. Kadar logam berat beracun yang terkandung dalam beras masih dibawah batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan menurut SNI 7387 tahun 2009 (Tabel 1), sehingga beras yang dihasilkan masih aman untuk dikonsumsi.

4.2.2.1 Kadar SiO2 dalam Jerami

Steel slag (EFS dan BFS) dapat meningkatkan kadar SiO2 dalam jerami sejalan dengan meningkatnya dosis steel slag, namun pengaruh BFS tidak sebaik pengaruh EFS. Gambar 6 menunjukkan bahwa kadar SiO2 dalam jerami padi IR 64 tertinggi pada perlakuan EFS 4%. Hal ini berarti bahwa terjadi penyerapan maksimum SiO2 oleh tanaman padi dan pada dosis ini telah memenuhi kecukupan hara Si di tanah gambut. Namun, hasil produksi tertinggi terdapat pada perlakuan EFS 8%. Hal ini membuktikan bahwa pada dosis ini, padi dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Selain itu, bukan hanya Si saja yang berperan penting dalam pertumbuhan dan produksi padi. Keseimbangan hara dalam tanah dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman padi.

Kadar SiO2 dalam jerami padi Air Tenggulang tertinggi pada perlakuan EFS 8%. Secara umum, peningkatan kadar SiO2 dalam jerami kedua varietas sejalan dengan penambahan dosis yang diberikan. Perlakuan BFS memiliki kandungan SiO2 dan peningkatkan SiO2-tersedia lebih tinggi, namun tidak untuk penyerapan Si dalam jerami padi. Tanaman pada perlakuan EFS dan dolomit setara EFS menyerap Si lebih baik, terbukti dengan kadar SiO2 dalam jerami lebih

tinggi dibandingkan dengan perlakuan BFS yang sejalan dengan produksi gabah yang dihasilkan.

(a)

(b)

Gambar 6 Kadar SiO2 dalam Jerami Padi: (a) IR 64, (b) Air Tenggulang pada Berbagai Taraf Perlakuan.

Pada percobaan rumah kaca, respon padi IR 64 di tanah gambut lebih baik dibandingkan padi Air Tenggulang. Hal ini berkaitan dengan karakteristik fisiologis yang berbeda dari kedua varietas berdasarkan deskripsi padi oleh BBPT Padi (2010). Hasil keseluruhan variabel pertumbuhan dan produksi padi IR 64 maupun Air Tenggulang di tanah gambut terbukti bahwa tidak hanya kahat Si, Ca,

Mg, Cu, Zn dan pH masam yang menjadi faktor pembatas pertumbuhan tanaman padi di tanah gambut. Perbaikan sifat kimia tanah gambut menyeluruh dan seimbang diperlukan, sehingga memenuhi kebutuhan tanaman padi untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian, respon padi perlakuan EFS di tanah gambut lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain. Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya silikat sebagai faktor penentu perbaikan sifat kimia tanah gambut dan produksi padi pada perlakuan EFS, tetapi dengan adanya peningkatan pH tanah, sumbangan Ca, Mg, unsur hara mikro serta kation polivalen (Fe, Al, Cu dan Zn) diharapkan dapat mengurangi pengaruh buruk asam-asam organik yang beracun. Pemberian EFS diduga dapat menciptakan kondisi kesetimbangan dalam tanah untuk pertumbuhan dan produksi padi yang lebih baik.

     

4.2.2.2 Kadar Logam Berat dalam Beras

Analisis kadar logam berat yang terkandung dalam beras padi kedua varietas menunjukkan bahwa terdeteksi logam berat yaitu Cd, sedangkan kadar Pb dan Hg tidak terdeteksi. Tabel 7 menunjukkan bahwa beras padi kedua varietas kadar Pb dan Hg tidak terdeteksi sedangkan kadar Cd tertinggi pada perlakuan dolomit setara EFS 6% untuk padi IR 64 dan EFS 8% untuk padi Air Tenggulang. Pengaruh aplikasi perlakuan terhadap logam berat dalam beras sulit untuk dilihat, disebabkan oleh terdapat tanaman yang mati atau tidak berproduksi pada beberapa perlakuan sehingga tidak ada sampel untuk dianalisis.

Kadar logam berat dalam beras terukur pada perlakuan EFS, BFS dan dolomit setara EFS namun masih dibawah batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan menurut SNI 7387 tahun 2009 (Tabel 1), sehingga beras masih aman untuk dikonsumsi. Hal ini berarti bahwa aplikasi steel slag tidak berbahaya dan layak untuk dijadikan amelioran tanah di bidang pertanian dan terbantahkan bahwa steel slag dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menurut PP No 18 dan No 85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3.

Tabel 7 Kadar Pb, Hg dan Cd Total yang Terkandung dalam Beras

Perlakuan IR 64 Air Tenggulang

Pb total Hg total Cd total Pb total Hg total Cd total ---(ppm)--- ---(ppm)--- K - - - - EF 2% - - - - EF 4% td td 0.13 td td 0.60 EF 6% td td 0.17 td td 0.30 EF 8% td td 0.13 td td 1.60 BF 2% - - - - BF 4% - - - td td td BF 6% 0.40 td 0.10 - - - BF 8% - - - td td td DM 2% - - - - DM 4% - - - - DM 6% td td 0.25 td td td DM 8% td td 0.23 - - - SG 2% - - - - SG 4% - - - - SG 6% - - - - SG 8% - - - - UM - - - -

td = tidak terdeteksi, (-) = tidak ada sampel; K = Kontrol, UM = Unsur Mikro, EF = EF slag, BF= BF slag, DM= Dolomit setara EFS, SG = Silica gel setara EFS.

Selain itu, kelarutan logam berat dalam tanah dapat dikurangi dengan aplikasi steel slag yang dapat meningkatan pH sehingga unsur-unsur tersebut menjadi kurang mobil dan kurang tersedia (Syihabuddin 2011). Ukuran kelayakan dari steel slag dapat bermanfaat jika diaplikasikan untuk tanaman padi yaitu pada beras tidak terdeteksi logam berat atau masih dalam ambang batas cemaran logam berat dalam pangan.

Unsur Si sebagai beneficial element untuk tanaman akumulator Si seperti padi di tanah mineral, namun tidak berlaku di tanah gambut. Pada tanah gambut peningkatan pH, ketersediaan Ca dan Mg serta unsur mikro yang sejalan dengan peningkatan Si saja tidak cukup, namun diperlukan kondisi kesetimbangan unsur-unsur hara. Kadar hara dalam tanah harus sesuai dengan kisaran kecukupan hara tanaman padi sehingga mendukung pertumbuhan dan produksi padi yang baik di tanah gambut.

Dokumen terkait