Status Perkawinan
5.3. Minat Pemuda Berusaha Tani Padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Warungkondang Kabupaten Cianjur
5.4.6. Pengaruh Persepsi tentang Lingkungan Masyarakat (X6) terhadap Minat Pemuda Berusaha Tani Padi (Y) Minat Pemuda Berusaha Tani Padi (Y)
a. Analisis Hipotesis
Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 23 for Windows, variabel lingkungan masyarakat (X6) tidak memiliki
pengaruh terhadap minat pemuda berusaha tani padi. Variabel lingkungan masyarakat dalam penelitian ini bernilai positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,083. Tanda positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara lingkungan masyarakat dengan minat pemuda berusaha tani padi. Hasil pengolahan data dari t hitung juga menunjukan bahwa thitung < ttabel yaitu sebesar 0,858 < 1,6694 maka hipotesis kedua yaitu H6 ditolak dan Ho6 diterima. Artinya variabel lingkungan masyarakat (X6) tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap minat berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
Selain melihat dari t hitung, pengaruh variabel juga bisa dilihat berdasarkan tingkat signifikansi. Tingkat signifikansi yang diperoleh dari variabel lingkungan masyarakat (X6) berdasarkan tingkat kepercayaan 90% (α = 0,1) adalah sebesar 0,394 atau lebih besar dari nilai alfa (0,394 > 0,1). Hasil perhitungan dan analisis pada pengujian tersebut dapat menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh variabel lingkungan masyarakat (X6) secara nyata dan signifikan terhadap minat pemuda berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Dalam hal ini, sebesar atau sekecil apapun lingkungan masyarakat (X6)
93 mendorong pemuda untuk berusaha tani, maka tidak akan meningkatkan atau mengurangi minat pemuda untuk berusaha tani padi (Y).
b. Pembahasan
Berdasarkan hasil yang ada pada Tabel 8, lingkungan masyarakat (X6) tidak memberi kontribusi nyata terhadap minat pemuda berusaha tani padi (Y). Observasi dilapangan juga menunjukan bahwa pemuda melihat tidak adanya dorongan dari masyarakat sekitar, baik itu tetangga maupun teman sebaya untuk berusaha tani padi. Pemuda umumnya mengatakan, lingkungan masyarakat tidak terlalu mempengaruhi minat mereka untuk tidak meneruskan profesi orangtuanya yang saat ini seorang petani. Walaupun sebagian besar masyarakat lingkungan sekitar banyak yang tidak bertani, bahkan terlihat beberapa yang bekerja di pabrik, namun hal tersebut tidak mengurangi keinginan pemuda untuk meninggalkan profesi orangtua mereka, setidaknya untuk meneruskan lahan yang saat ini digarap oleh orangtua.
Keadaan lingkungan yang tidak mendukung pada pertanian menjadikan variabel ini tidak memiliki pengaruh terhadap minat pemuda untuk berusaha tani, seperti yang dikatakan oleh Soemanto (2002: 190) bahwa lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap minat seseorang antara lain pergaulan dengan teman sebaya, televisi, surat kabar dan lain-lain. Lingkungan masyarakat mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar di dalam rangka mewujudkan minat seseorang. Namun lingkungan yang hanya berfokus pada pekerjaan selain pertanian menjadikannya berbanding terbalik dengan minat yang ada pada pemuda.
Karakteristik responden berdasarkan usia yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap minat pemuda untuk berusaha
94 tani adalah responden dengan rentang usia 15-18 tahun sebanyak 17 orang dengan persentase 53%, responden dengan rentang usia 19-22 tahun sebanyak 5 orang dengan persentase 16%, responden dengan rentang usia 23-26 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase 12%, dan responden dengan rentang usia 27-30 tahun sebanyak 6 orang dengan persentase 19%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang menyatakan tidak terdapat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden laki-laki yaitu sebanyak 27 orang dengan persentase 84%, dan responden perempuan sebanyak 5 orang dengan persentase 16%.
Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan akhir yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan pendidikan terakhir SD/sederajat sebanyak 9 orang dengan persentase 28%, responden dengan pendidikan terakhir SMP/sederajat sebanyak 18 orang dengan persentase 56%, responden dengan pendidikan terakhir SMA/sederajat sebanyak 3 orang dengan persentase 9%, dan responden dengan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi sebanyak 2 orang dengan persentase 7%. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden yang telah menikah sebanyak 17 orang dengan persentase 53% dan responden yang belum menikah sebanyak 15 orang dengan persentase 47%. Karakteristik responden berdasarkan kepemilikan lahan yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh lingkungan masyarakat terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi
95 adalah responden dengan kepemilikan lahan < 0,5 Ha sebanyak 13 orang dengan persentase 41%, responden dengan kepemilikan lahan 0,5-1,0 Ha sebanyak 11 orang dengan persentase 34%, dan responden dengan kepemilikan lahan > 1,0 Ha sebanyak 8 orang dengan persentase 25%.
96 BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis Pengaruh Persepsi tentang Status Sosial Ekonomi dan Lingkungan Petani terhadap Minat Berusaha Tani Padi: Kasus Pemuda Desa Ciwalen, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi tentang status sosial ekonomi dan lingkungan petani yang berpengaruh terhadap minat pemuda berusaha tani padi adalah status sosial, pendapatan, bantuan pemerintah, dan lingkungan keluarga. Sedangkan variabel sumber daya lahan dan lingkungan masyarakat tidak memiliki pengaruh nyata terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
2. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemuda masih memiliki pandangan yang moderat terhadap minatnya untuk berusaha tani padi, dalam hal ini orangtua masih dapat mengubah pandangan dari setiap pemuda terkait minatnya untuk berusaha tani padi.
3. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengaruh persepsi tentang status sosial ekonomi dan lingkungan petani terhadap minat pemuda berusaha tani padi dilihat dari nilai signifikansi adalah lingkungan keluarga 0,012, pendapatan 0,028, bantuan pemerintah 0,081, status sosial 0,091 sumber daya lahan 0,295 dan lingkungan masyarakat 0,394.
97 6.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian tentang Pengaruh Persepsi tentang Status Sosial Ekonomi dan Lingkungan Petani terhadap Minat Berusaha Tani Padi:
Kasus Pemuda Desa Ciwalen, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat maka penulis dapat menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Melihat hasil perhitungan regresi yang menyatakan bahwa status sosial, pendapatan, bantuan pemerintah dan lingkungan keluarga yang berpengaruh nyata terhadap minat pemuda berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, maka untuk meningkatkan minat pemuda berusaha tani padi, penulis sarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan status sosial petani dengan memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa petani juga merupakan suatu pekerjaan yang dapat dipilih dan memiliki potensi sebagaimana pekerjaan lain. Penulis juga sarankan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani padi dengan memberikan subsidi output bagi petani padi dan akses terhadap pendapatan dari luar sektor pertanian agar terdapat keberlanjutan dalam pengelolaan lahan dari petani kepada anaknya. Penulis sarankan pemerintah meningkatkan jumlah bantuan untuk petani padi, dan memberikan perhatian yang lebih dari segi bantuan maupun pendampingan pada Rumah Tangga Petani padi sebagai lingkungan pertama terbentuknya minat pemuda dalam berusaha tani padi.
2. Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai minat pemuda berusaha tani padi dengan menganalisis pengaruh selain dari status sosial, pendapatan, sumber
98 daya lahan, bantuan pemerintah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Diantaranya yaitu: pengalaman, pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan dan luas lahan yang dikuasai/dimiliki.
99 DAFTAR PUSTAKA
Algifari. 2013. Analisis Regresi Teori, Kasus dan Solusi. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Anshori, Muslich dan Sri Iswati. 2009. Buku Ajar Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surabaya: Airlangga University Press.
Arvianti, E.Y., Asnah, A., & Prasetyo, A. (2015). Minat Pemuda Tani Terhadap Transformasi Sektor Pertanian di Kabupaten Ponorogo. Buana Sains 15(2), 181-188.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2013. Hasil Sensus Pertanian 2013 Angka Sementara Usaha Pertanian dan Jumlah Sapi-Kerbau. Cianjur: Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2016a. Kecamatan Warungkondang Dalam Angka.
Cianjur: Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2016b. Statistik Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Cianjur: Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2016c. Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1986-2016. 1 hlm.
https://bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/970, 13 Januari 2017, pk. 22.44 WIB.
Badri, S. K. Z., Panatik, S. A. (2017). The Effects of Work-to-family Conflict and Work-to-family Enrichment on Job Satisfaction among Academics in Malaysia. Journal Sosial Sciences & Humanities, 25(3), 1083-1096.
Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. 2014. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan.
5 hlm. http://bbsdlp.litbang.pertanian.go.id/evaluasi_lahan.php, 18 Januari 2017, pk. 01.02 WIB.
Bungin, Burhan. 2013. Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen dan Pemasaran. Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
100 Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat. 2016. Pemkab Cianjur Tetapkan Lahan Abadi. http://distan.jabarprov.go.id/index.php/blog/9533-Pemkab-Cianjur-Tetapkan-Lahan-Abadi, 4 April 2017, pk. 14.04 WIB.
Ghazali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Universitas Diponogoro.
Hadi, Agustina Kurniawati. 2009. Pengaruh Persepsi Nilai Konsumen Terhadap Perilaku Pembelian Private Label (Studi Kasus : Giant Hypermarket Poins Square Lebak Bulus). Skripsi. Depok: Fakultas Ekonomi Program Studi Manajeman Pemasaran Universitas Indonesia.
Handayanti, Bella. 2016. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Terhadap Minat Bertani Padi Sawah di Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat.
Skripsi. Jakarta: Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hastuti, Dwi. 2008. Pengasuh: Teori dan Prinsip serta Aplikasinya di Indonesia.
Bogor: Departeman Ilmu Keluarga dan Konsumen, FEMA IPB.
Heriyanto, Arief C. 2008. Kelas Sosial, Status Sosial, Peranan Sosial dan Pengaruhnya. Semarang: Tanpa Penerbit.
Hessie, Rethna. 2009. Analisis Produksi dan Konsumsi Beras dalam Negeri serta Implikasinya terhadap Swasembada Beras di Indonesia. Skripsi. Bogor:
Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor.
Holden, S., B. Shiferaw, J. Pender. (2004). Non-farm Income, Household welfare, and sustainable land management in a less-favoured area in the Ethiopian Highlands. Food Policy, 29, 369-392.
Hurlock, Elizabeth B. 1978. Child Development 6th edition. New York: Mc. Graw Hill, Inc.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang rentang Kehidupan. Terj. dari Developmental Psychology : A Life-Span Approach oleh Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.
Indriatno, Galeh P. 2012. Hubungan Lingkungan Sekolah, Keluarga dan Masyarakat Terhadap Karakter Siswa SMK Negeri Kelompok Teknologi Se-Kabupaten Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Tenik Universitas Negeri Yogyakarta.
101 Karina, Lilis. 2009. Studi Hubungan Prestasi Siswa Pada Mata Diklat Kewirausahaan dan Perbedaan Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas II Kelompok Bisnis dan Manajemen SMKN I Karanganyar. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2009a. Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. http://peraturan.go.id/uu/nomor-40-tahun-2009.html, 18 Januari 2017, pk. 00.45 WIB.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2009b. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. http://peraturan.go.id/uu/nomor-41-tahun-2009.html, 13 Januari 2017, pk. 22.15 WIB.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2011. Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. http://peraturan.go.id/pp/nomor-1-tahun-2011-11e44c4e2a831460b00d313231323133.html, 13 Januari 2017, pk. 22.00 WIB.
Kementerian Pertanian. 2014. Statistik Lahan Pertanian Tahun 2009-2013.
Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian. 2017. Statistik Ketenagakerjaan Sektor Pertanian Tahun
2014 - 2016 (Semester 2). 120 hlm.
http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/arsip-perstatistikan/164- statistik/statistik-tenaga-kerja-pertanian/506-statistik-tenaga-kerja-pertanian-bulan-agustus, 30 Desember 2017, pk. 23.50 WIB.
Kotler, Philip & Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi Dua Belas Jilid 1. Jakarta: PT. Indeks.
Luth, Nursal & Daniel Fernandez. 1995. Panduan Belajar Sosiologi. Jakarta: PT.
Galaxi Puspa Mega.
Maniku, S.F.S., Sinolungan, J.S.V., Opod, H. (2014). Hubungan Kebahagiaan dengan Status Sosial pada Keluarga di Kelurahan Tanjung Batu. Jurnal e-Biomedik (eBM), 2(3).
Maftuh, Bunyamin & Yadi Ruyadi. 2005. Penuntun Belajar Sosiologi. Bandung:
Ganeca Exact.
Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
102 Meilina, Yoshinta. 2015. Persepsi Remaja Terhadap Pekerjaan di Sektor Pertanian Padi Sawah di Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.
Skripsi. Bogor: Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.
Mowen, John C & Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. Jakarta: Erlangga.
Muksin. 2007. Kompetensi Pemuda Tani yang Perlu Dikembangkan di Jawa Timur.
Skripsi. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Naafs, S., & White, B. (2012). Generasi Antara: Refleksi tentang Studi Pemuda Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 1(2), 89-106.
Nasution, Thamrin & Muhammad Nur. 2000. Peranan Orangtua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak. Jakarta: Gunung Mulia.
Natalia, Lia. 2012. Analisis Faktor Persepsi yang Mempengaruhi Minat Konsumen untuk Berbelanja pada Giant Hypermarket Bekasi. Skripsi. Depok:
Jurusan Manajeman Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
Ningsih, F., Syaf, S. (2015). Faktor-faktor yang Menentukan Keterlibatan Pemuda Pedesaan pada Kegiatan Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Penyuluhan,11(1), 23-37.
Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana.
Nurjanah, Nana. 2011. The Relationship Between Students’ Interest In Speaking and Their Speking Score (A Correlational Study at the Second Grad of MTsN Parung). Skripsi. Jakarta: Departemen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Panurat, S.M. (2014). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Berusahatani Padi di Desa Sendangan Kecamatan kakas Kabupaten Minahasa. COCOS, 4(5).
Pemerintah Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. 2017.
Monografi Desa Ciwalen Keadaan Pada Bulan April 2017.
http://www.desakuonline.id/lipdes/?cmbProvinsi=12&cmbKabupaten=15 9&cmbKecamatan=2021&cmbDesa=25832&page=monografi-desa, 18 April 2017, pk. 11.13 WIB.
Priyono, Edy. 1990. Status Sosial dan Perilaku Petani dalam Penyuluhan Pertanian (Studi Kasus di Desa Rende Kecamatan Cikalong Wetan
103 Kabupaten Bandung). Skripsi. Bogor: Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Rahayu, Rehasti Dyad an Winati Wigna. (2010). Pengaruh Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat terhadap Persepsi Gender Mahasiswa Laki-laki dan Perempuan (Kasus Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA Tahun Masuk 2009). Jurnal KPM FEMA, 3(23).
Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rangkuti, Freddy. 2003. Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Resmana, Angga. 2012. Pengaruh Lingkungan Keluarga, Teman Sebaya, dan Tetangga terhadap Perilaku Menyimpang Anak Usia Sekolah Dasar yang Bekerja sebagai Pemulung di Tanjung Karang, Bandar Lampung. Skripsi.
Bandar Lampung: Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
Rusadi, Dwiko Septiyadi. 2015. Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Minat Pemuda dalam Beternak Sapi Potong di Desa Bonto Cinde Kecamatan Bissapu Kabupaten Bantaeng. Skripsi. Makassar: Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Sastraatmadja, Entang. 2010. Suara Petani. Bandung: Masyarakat Geografi Indonesia.
Schiffman, Leon G, & Joseph Wisenblit. 2015. Consumer Behavior 11th edition.
London : Pearson Education.
Setiawan, Deden. 2016. Pengaruh Ekspektasi Pendapatan, Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha. Skripsi.
Yogyakarta: Program Studi Akuntansi Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Yogyakarta.
Shinta, Agustina. 2011. Ilmu Usahatani. Malang: Universitas Brawijaya Press (UB Press).
Simamora, Bilson. 2002. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
104 Soehartono, Irawan. 2011. Metode Penelitian Sosial Suatu Tenik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soekartawi. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Soemanto, Wasty. 2002. Pendidikan Wiraswasta. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. 2008. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.
Suhartini, Yati. 2011. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Berwirausaha (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta). AKMENIKA UPY, 7, 38-59.
Sukardi, Dewa Ketut. 1994. Bimbingan Karir Sekolah Menengah. Jakarta: Asdi Mahastya.
Suleman, Isna. 2013. Peranan Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan Napza Bagi Remaja di Keluarahan Tapa Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Skripsi. Gorontalo: Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo
Sumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Sunyoto, Danang. 2010. Uji Khi Kuadrat & Regresi untuk Penelitian. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Tarigan, H. (2014). Representasi Pemuda Pedesaan Mengenai Pertanian: Kasus Pada Komunitas Perkebunan Teh Rakyat di Jawa Barat. ICASERD WORKING PAPER, 29, 1-20.
Tjakrawiralaksana, Abbas & Soeriaatmadja M.C. 1983. Usahatani. Jakarta:
Pengadaan Buku Pendidikan Menengah Kejuruan.
Umar, Husein. 2011. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tika, I.V. (2016, November 7). UMK Cianjur Tahun 2017 Disepakati Rp1.989.155.
Pikiran Rakyat. http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-
barat/2016/11/07/umk-cianjur-tahun-2017-disepakati-rp-1989155-384155, 27 Mei 2017, pk. 09.13 WIB.
Wibowo. 2014. Perilaku dalam Organisasi. Jakarta: Rajawali Press.
105 Wiyono, Suryo. 2015. Laporan Kajian Regenerasi Petani pada Keluarga Petani Padi dan Hortikultura November 2015. Jakarta: Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP).
Yanti, P.E.D., Nuridja, I.M., Dunia, I.K. (2014). Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas IX SMK Negeri 1 Singaraja.
Jurnal Jurusan Pendidikan Ekonomi, 4(1).
106 LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Tabel 16. Hasil Uji Validitas Pernyataan Kuesioner
Pernyataan Koefisien Korelasi Pearson
Hasil Uji Validitas Status Sosial (X1)
Pelaku usaha tani padi memiliki kedudukan yang tinggi dimata masyarakat
.598 Valid
Kekayaan bisa didapat dengan berusaha tani padi
.804 Valid
Pelaku usaha tani padi memiliki kekuasaan (pengaruh) di masyarakat pengetahuan yang lebih di masyarakat
.437 Valid
Pendapatan (X2)
Berusaha tani padi memiliki penghasilan tinggi
.329 Valid
Penghasilan dari berusaha tani padi dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari
.792 Valid
Penghasilan dari berusaha tani padi dapat disisihkan untuk menabung
.647 Valid
Sumberdaya Lahan (X3)
Lahan yang dimiliki orangtua saya mempunyai kesuburan tanah yang baik
.396 Valid
Lahan orangtua saya memiliki sistem pengairan yang memadai
.669 Valid
Luas lahan orangtua saya memiliki hasil produksi yang memuaskan
.678 Valid
Luas lahan orangtua saya memiliki potensi yang dapat memberikan keuntungan
.817 Valid
Luas lahan orangtua saya memiliki potensi untuk menghasilkan padi dan menjamin kehidupan
.753 Valid
107 membantu proses kelangsungan usaha tani padi
.427 Valid
Bantuan subsidi pupuk dan subsidi benih dapat membantu proses kelangsungan usaha tani padi
.777 Valid
Bantuan alat dan mesin pertanian dapat membantu proses kelangsungan usaha tani padi
.399 Valid
Bantuan langsung pupuk dan benih adalah bantuan yang dibutuhkan untuk kelangsungan usaha tani padi
.508 Valid
Bantuan subsidi pupuk dan subsidi benih adalah bantuan yang dibutuhkan untuk kelangsungan usaha tani padi
.569 Valid
Bantuan alat dan mesin pertanian adalah bantuan yang dibutuhkan untuk
kelangsungan usaha tani padi
.493 Valid
Lingkungan Keluarga (X5)
Orangtua mendorong saya untuk berusaha tani padi
.594 Valid
Saurdara kandung mendorong saya untuk berusaha tani padi
.535 Valid
Keluarga menuntut saya untuk berusaha tani padi
.695 Valid
Orangtua mendukung saya untuk berusaha tani padi
.659 Valid
Saudara kandung mendukung saya untuk berusaha tani padi
.857 Valid
Berusaha tani padi merupakan budaya dari keluarga yang harus saya teruskan
.747 Valid
Petani merupakan profesi turun temurun di keluarga saya
.540 Valid
Lingkungan Masyarakat (X6)
Tetangga saya berprofesi sebagai petani padi
.673 Valid
Tetangga saya mendorong pemuda untuk berusaha tani padi
.502 Valid
108 Pernyataan Koefisien Korelasi
Pearson
Hasil Uji Validitas Teman sebaya saya berprofesi sebagai
petani padi
.345 Valid
Teman sebaya mendukung saya untuk berusaha tani padi
.492 Valid
Minat Pemuda Berusaha Tani (Y) Saya merasa senang dengan kegiatan usaha tani padi
.557 Valid
Saya merasa takut terhadap risiko yang dihadapi pada kegiatan usaha tani padi
.029 Tidak Valid
Saya memiliki harapan untuk menjadikan usaha tani padi sebagai pekerjaan saya di masa mendatang
.810 Valid
Saya memiliki keyakinan untuk menjadikan usaha tani padi sebagai pekerjaan yang saya pilih
.484 Valid
Saya bercita-cita ingin menjadikan usaha tani padi sebagai pekerjaan yang saya lakukan/capai
.834 Valid
Saya tertarik terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi
.865 Valid
Saya memiliki rencana untuk bekerja di sektor nonpertanian
-.150 Tidak Valid
Sumber: Data Primer, 2017 (Diolah)
Tabel 17. Hasil Uji Reliabilitas Pernyataan Kuesioner
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.775 35
Sumber: Data Primer, 2017 (Diolah)
109 Lampiran 2. Hasil Uji Asumsi Klasik
Sumber: Data Primer, 2017 (Diolah)
Tabel 18. Hasil Uji Multikolinearitas Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF
Status Sosial .259 3.858
Pendapatan .251 3.986
Sumber Daya Lahan .978 1.022
Bantuan .544 1.839
Lingkungan Keluarga .494 2.024
Lingkungan Masyarakat .838 1.193
Sumber: Data Primer, 2017 (Diolah)
Gambar 9. Hasil Uji Normalitas-Grafik P-Plot
110 Lampiran 2. Lanjutan
Sumber: Data Primer, 2017 (Diolah)
Tabel 19. Hasil Uji Durbin Watson Model
Summaryb
Durbin-Watson 1.805
Sumber: Data Primer , 2017
Gambar 10. Hasil Uji Heteroskedastisitas-Diagram Scater Plot
111 Lampiran 3. Kuesioner Penelitian
KUESIONER
Pengaruh Persepsi tentang Status Sosial Ekonomi dan Lingkungan Petani terhadap Minat Berusaha Tani Padi:
Kasus Pemuda Desa Ciwalen, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat
Nomor Responden : Hari/tanggal :
A. Karakteristik Responden (Beri tanda x pada jawaban pilihan yang