• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Persepsi tentang Sumber Daya Lahan (X3) terhadap Minat Pemuda Berusaha Tani Padi (Y) Pemuda Berusaha Tani Padi (Y)

Status Perkawinan

5.3. Minat Pemuda Berusaha Tani Padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Warungkondang Kabupaten Cianjur

5.4.3. Pengaruh Persepsi tentang Sumber Daya Lahan (X3) terhadap Minat Pemuda Berusaha Tani Padi (Y) Pemuda Berusaha Tani Padi (Y)

a. Analisis Hipotesis

Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 23 for Windows, variabel sumber daya lahan (X3) tidak memiliki pengaruh

nyata terhadap minat pemuda berusaha tani padi. Variabel sumber daya lahan dalam penelitian ini bernilai positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,096. Tanda positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara sumber daya lahan dengan minat pemuda berusaha tani padi. Hasil pengolahan data dari t hitung menunjukan bahwa thitung < ttabel yaitu sebesar 1,055 < 1,6694 maka hipotesis kedua yaitu H3

ditolak dan Ho3 diterima. Artinya variabel sumber daya lahan (X3) tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap minat berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.

83 Selain melihat dari t hitung, pengaruh variabel juga bisa dilihat berdasarkan tingkat signifikansi. Tingkat signifikansi yang diperoleh dari variabel sumber daya lahan (X3) berdasarkan tingkat kepercayaan 90% (α = 0,1) adalah sebesar 0,295 atau lebih besar dari nilai alfa (0,295 > 0,1). Hasil perhitungan dan analisis pada pengujian tersebut dapat menjelaskan bahwa variabel sumber daya lahan (X3) secara nyata dan signifikan terhadap minat pemuda berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Dalam hal ini, sebaik apapun sumber daya lahan (X3) yang dimiliki petani, maka tidak akan meningkatkan atau mengurangi minat pemuda untuk berusaha tani padi (Y).

b. Pembahasan

Berdasarkan hasil yang ada pada Tabel 8, sumber daya lahan (X3) tidak memberi kontribusi nyata terhadap minat pemuda berusaha tani padi (Y). Observasi dilapangan juga menunjukan bahwa pemuda tidak terlalu memperhatikan mengenai sumber daya lahan yang dimiliki orangtua nya. Pada umumnya pemuda tidak begitu mengetahui mengenai kesuburan lahan yang dimiliki, saat pernyataan mengenai kesuburan ini muncul pemuda lebih banyak bingung dan bahkan menjawab ragu terkait kesuburan lahannya. Begitu pula mengenai pengairan yang ada disekitar lahan, pemuda pada umumnya ragu bahwa pengairan pada lahan yang dimiliki orangtuanya baik atau buruk. Pemuda juga umumnya ragu bahwa lahan yang dimilikinya dapat menghasilkan padi dan menjamin kehidupan dikemudian hari.

Meski begitu pemuda masih memiliki pandangan bahwa luas lahan yang dimiliki orangtuanya saat ini memiliki potensi yang dapat memberikan keuntungan. Pemuda

84 juga umumnya merasa puas dengan produksi yang dihasilkan, kepuasan ini merupakan sebuah ungkapan rasa syukur atas hasil yang didapatkan.

Hal ini diduga akibat dari pemuda yang tidak terjun langsung dan tidak fokus di lahan yang dimiliki orangtua. Menurut Muksin (2007: 27) ketersediaan sumber daya alam dalam hal ini lahan pertanian dapat mempengaruhi seseorang untuk menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian. Meskipun lahan tersedia untuk pemuda di Desa Ciwalen ini, namun seperti yang dikatakan oleh Tarigan (2014: 17) bahwa hanya pemuda berlahan yang mempunyai persepsi dan harapan yang lebih baik terhadap usaha pertanian. Setidaknya pemilik lahan membuka kemungkinan untuk berusaha tani sebagai mata pencaharian, namun dilapangan pemuda belum sepenuhnya mengelola lahan yang dimiliki sehingga sumber daya lahan tidak mempengaruhi minat pemuda untuk berusahtani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.

Karakteristik responden berdasarkan usia yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh sumber daya lahan terhadap minat pemuda untuk berusaha tani adalah responden dengan rentang usia 15-18 tahun sebanyak 17 orang dengan persentase 33%, responden dengan rentang usia 19-22 tahun sebanyak 12 orang dengan persentase 23%, responden dengan rentang usia 23-26 tahun sebanyak 14 orang dengan persentase 27%, dan responden dengan rentang usia 27-30 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase 17%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang menyatakan tidak terdapat pengaruh sumber daya lahan terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden laki-laki yaitu

85 sebanyak 48 orang dengan persentase 92%, dan responden perempuan sebanyak 4 orang dengan persentase 8%.

Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan akhir yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh sumber daya lahan terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan pendidikan terakhir SD/sederajat sebanyak 11 orang dengan persentase 21%, responden dengan pendidikan terakhir SMP/sederajat sebanyak 22 orang dengan persentase 42%, responden dengan pendidikan terakhir SMA/sederajat sebanyak 17 orang dengan persentase 33%, dan responden dengan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi sebanyak 2 orang dengan persentase 4%. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh sumber daya lahan terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden yang telah menikah sebanyak 17 orang dengan persentase 33% dan responden yang belum menikah sebanyak 35 orang dengan persentase 67%. Karakteristik responden berdasarkan kepemilikan lahan yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh sumber daya lahan terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan kepemilikan lahan < 0,5 Ha sebanyak 31 orang dengan persentase 60%, responden dengan kepemilikan lahan 0,5-1,0 Ha sebanyak 15 orang dengan persentase 29%, dan responden dengan kepemilikan lahan > 1,0 Ha sebanyak 6 orang dengan persentase 11%.

86 5.4.4. Pengaruh Persepsi tentang Bantuan (X4) terhadap Minat Pemuda

Berusaha Tani Padi (Y) a. Analisis Hipotesis

Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 23 for Windows, variabel bantuan (X4) memiliki pengaruh terhadap minat

pemuda berusaha tani padi. Variabel bantuan dalam penelitian ini bernilai positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,196. Tanda positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara bantuan dengan minat pemuda berusaha tani padi.

Artinya dengan asumsi variabel lain dianggap tetap (ceteris paribus), jika persepsi bantuan dalam berusaha tani padi terjadi peningkatan, maka akan dapat mempengaruhi minat pemuda berusaha tani padi sebesar 0,196 satuan. Hasil pengolahan data dari t hitung juga menunjukan bahwa thitung > ttabel yaitu sebesar 1,776 > 1,6694 maka hipotesis pertama yaitu Ho4 ditolak dan H4 diterima. Artinya variabel bantuan (X4) mempunyai pengaruh nyata terhadap minat berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.

Tingkat signifikansi yang diperoleh dari variabel bantuan (X4) berdasarkan tingkat kepercayaan 90% (α = 0,1) adalah sebesar 0,081 atau lebih kecil dari nilai alfa (0,081 < 0,1). Hasil perhitungan dan analisis pada pengujian tersebut dapat menjelaskan bahwa ada pengaruh variabel bantuan (X4) secara positif dan signifikan terhadap minat pemuda berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Dalam hal ini, semakin tinggi bantuan (X4) yang diberikan oleh pemerintah, maka akan semakin tinggi pula minat pemuda untuk berusaha tani padi (Y).

87 b. Pembahasan

Berdasarkan hasil yang ada pada Tabel 8, bantuan pemerintah (X4) memberi kontribusi nyata terhadap minat pemuda berusaha tani padi (Y). Observasi dilapangan juga menunjukan bahwa pemuda melihat bantuan pemerintah seperti bantuan langsung pupuk dan benih dapat membantu kelangsungan proses usaha tani padi. Selain bantuan langsung pupuk dan benih, bantuan subsidi pupuk dan benih juga dianggap dapat membantu proses kelangsungan usaha tani padi.

Bantuan yang saat ini gencar diberikan oleh pemerintah dalam hal teknologi seperti handtraktor juga dianggap sangat dibutuhkan dan dapat membantu untuk kelangsungan berusaha tani padi. Bantuan yang diberikan pemerintah dipandang oleh pemuda dapat meringangkan biaya yang dikeluarkan dalam berusaha tani sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan di akhir nanti. Pemuda umumnya mengatakan bahwa semua bantuan yang telah disebutkan di atas masih begitu dibutuhkan untuk proses kelangsungan usaha tani padi dan sangat membantu dalam mencapai hasil usaha tani padi. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan Panurat (2014: 8) bahwa bantuan memberikan kontribusi positif terhadap minat bertani sehingga dengan adanya bantuan minat bertani semakin meningkat.

Karakteristik responden berdasarkan usia yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh bantuan pemerintah terhadap minat pemuda untuk berusaha tani adalah responden dengan rentang usia 15-18 tahun sebanyak 27 orang dengan persentase 54%, responden dengan rentang usia 19-22 tahun sebanyak 10 orang dengan persentase 20%, responden dengan rentang usia 23-26 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase 18%, dan responden dengan rentang usia 27-30 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase 8%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

88 yang menyatakan terdapat pengaruh bantuan pemerintah terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden laki-laki yaitu sebanyak 44 orang dengan persentase 88%, dan responden perempuan sebanyak 6 orang dengan persentase 12%.

Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan akhir yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh bantuan pemerintah terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan pendidikan terakhir SD/sederajat sebanyak 7 orang dengan persentase 14%, responden dengan pendidikan terakhir SMP/sederajat sebanyak 27 orang dengan persentase 54%, responden dengan pendidikan terakhir SMA/sederajat sebanyak 15 orang dengan persentase 30%, dan responden dengan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi sebanyak 1 orang dengan persentase 2%. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh bantuan pemerintah terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden yang telah menikah sebanyak 10 orang dengan persentase 20% dan responden yang belum menikah sebanyak 40 orang dengan persentase 80%. Karakteristik responden berdasarkan kepemilikan lahan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh bantuan pemerintah terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan kepemilikan lahan < 0,5 Ha sebanyak 31 orang dengan persentase 62%, responden dengan kepemilikan lahan 0,5-1,0 Ha sebanyak 14 orang dengan persentase 28%, dan responden dengan kepemilikan lahan > 1,0 Ha sebanyak 5 orang dengan persentase 10%.

89 5.4.5. Pengaruh Persepsi tentang Lingkungan Keluarga (X5) terhadap Minat

Pemuda Berusaha Tani Padi (Y) a. Analisis Hipotesis

Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 23 for Windows, lingkungan keluarga (X5) memiliki pengaruh terhadap minat

pemuda berusaha tani padi. Variabel lingkungan keluarga dalam penelitian ini bernilai positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,263. Tanda positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara lingkungan keluarga dengan minat pemuda berusaha tani padi. Artinya dengan asumsi variabel lain dianggap tetap (ceteris paribus), jika persepsi lingkungan keluarga dalam berusaha tani padi terjadi peningkatan, maka akan dapat mempengaruhi minat pemuda berusaha tani padi sebesar 0,263 satuan. Hasil pengolahan data dari t hitung juga menunjukan bahwa thitung > ttabel yaitu sebesar 2,583 > 1,6694 maka hipotesis pertama yaitu Ho5

ditolak dan H5 diterima. Artinya variabel lingkungan keluarga (X5) mempunyai pengaruh nyata terhadap minat berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.

Tingkat signifikansi yang diperoleh dari variabel lingkungan keluarga (X5) berdasarkan tingkat kepercayaan 90% (α = 0,1) adalah sebesar 0,012 atau lebih kecil dari nilai alfa (0,012 < 0,1). Hasil perhitungan dan analisis pada pengujian tersebut dapat menjelaskan bahwa ada pengaruh variabel lingkungan keluarga (X5) secara positif dan signifikan terhadap minat pemuda berusaha tani padi di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Dalam hal ini, semakin besar lingkungan keluarga (X5) mendorong pemuda untuk berusaha tani, maka akan semakin tinggi pula minat pemuda untuk berusaha tani padi (Y).

90 b. Pembahasan

Berdasarkan hasil yang ada pada Tabel 8, lingkungan keluarga (X5) memberi kontribusi nyata terhadap tingginya minat pemuda berusaha tani padi (Y).

Observasi dilapangan juga menunjukan bahwa pemuda memiliki anggapan, dukungan keluarga dapat mempengaruhi akan minat atau tidaknya pemuda untuk terjun di dunia pertanian khususnya menjadi petani padi. Pemuda akan semakin terdorong minatnya untuk berusaha tani apabila adanya dukungan dari keluarga.

Berdasarkan hasil wawancara, dukungan dan dorongan keluarga akan menjadikan pemuda bersemangat dan berminat untuk berusaha tani padi. Selain karena adanya dukungan keluarga, pemuda juga memiliki keinginan untuk dapat meneruskan profesi yang saat ini sedang diemban oleh orangtua mereka. Keinginan meneruskan profesi inilah yang juga menjadi pendorong semangat pemuda berminat untuk menjadi petani.

Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan Suhartini (2011: 46) yang mengatakan bahwa minat akan terbentuk apabila keluarga memberikan pengaruh positif terhadap minat tersebut, karena sikap dan aktifitas sesama anggota keluarga saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Orangtua yang berwirausaha dalam bidang tertentu dapat menimbulkan minat anaknya untuk berwirausaha dalam hal yang sama pula. Juga pernyataan Setiawan (2016: 23) yang mengatakan bahwa lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan dan pemilihan pekerjaan seorang anak dan minat anak akan terbentuk apabila keluarga memberikan dukungan positif terhadap minatnya.

Karakteristik responden berdasarkan usia yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat pemuda untuk berusaha tani adalah

91 responden dengan rentang usia 15-18 tahun sebanyak 20 orang dengan persentase 37%, responden dengan rentang usia 19-22 tahun sebanyak 12 orang dengan persentase 22%, responden dengan rentang usia 23-26 tahun sebanyak 14 orang dengan persentase 26%, dan responden dengan rentang usia 27-30 tahun sebanyak 8 orang dengan persentase 15%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang menyatakan terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden laki-laki yaitu sebanyak 49 orang dengan persentase 91%, dan responden perempuan 5 orang dengan persentase 9%.

Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan akhir yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan pendidikan terakhir SD/sederajat sebanyak 10 orang dengan persentase 18%, responden dengan pendidikan terakhir SMP/sederajat sebanyak 26 orang dengan persentase 48%, responden dengan pendidikan terakhir SMA/sederajat sebanyak 16 orang dengan persentase 30%, dan responden dengan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi sebanyak 2 orang dengan persentase 4%. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden yang telah menikah sebanyak 15 orang dengan persentase 28% dan responden yang belum menikah sebanyak 39 orang dengan persentase 72%. Karakteristik responden berdasarkan kepemilikan lahan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat pemuda untuk berusaha tani padi adalah responden dengan kepemilikan lahan < 0,5 Ha sebanyak 32 orang dengan persentase 59%, responden dengan kepemilikan

92 lahan 0,5-1,0 Ha sebanyak 19 orang dengan persentase 35%, dan responden dengan kepemilikan lahan > 1,0 Ha sebanyak 3 orang dengan persentase 6%.

5.4.6. Pengaruh Persepsi tentang Lingkungan Masyarakat (X6) terhadap