TINJAUAN PUSTAKA
2.6. Pengaruh Persepsi tentang Status Sosial Ekonomi dan Lingkungan Petani terhadap Minat Pemuda Berusaha Tani Padi Petani terhadap Minat Pemuda Berusaha Tani Padi
2.6.1. Pengaruh Persepsi tentang Status Sosial terhadap Minat Berusaha Tani Berusaha Tani
Status sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok masyarakat sehubungan dengan oranglain dalam arti lingkungan pergaulannya,
21 prestisenya dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya (Maniku, et al., 2014: 2).
Selama dalam suatu masyarakat ada suatu yang dihargai, dapat dipastikan akan timbul suatu sistem berlapis-lapis dalam masyarakat berdasarkan kedudukan setiap individu. Heriyanto (2008: 8) mendefinisikan status sosial sebagai status yang dimiliki setiap individu dalam masyarakat yang biasa disebut sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok masyarakatnya.
Soekanto dalam Priyono (1990: 9) menerangkan bahwa status sosial memiliki arti yang lebih luas, yaitu sebagai tempat seseorang secara umum dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya dan hak-hak serta kewajibannya. Status sosial tidak semata-mata kumpulan status (kedudukan) orang dalam kelompok yang berbeda, akan tetapi status sosial tersebut mempengaruhi orang tadi dalam kelompok-kelompok sosial yang berbeda. Arvianti, et al. (2015: 187) mengungkapkan bahwa status sosial dalam masyarakat berpengaruh terhadap minat untuk bertani. Jika status sosial dalam bertani meningkat maka minat masyarakat untuk bertani juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya.
2.6.2. Pengaruh Persepsi tentang Pendapatan terhadap Minat Berusaha Tani Pendapatan usaha tani merupakan selisih biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diperoleh (Tjakrawiralaksana, 1983: 112). Besarnya pendapatan yang diterima merupakan balas jasa untuk tenaga kerja, modal kerja keluarga yang dipakai dan pengelolaan yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Bentuk dan jumlah pendapatan memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan memberikan kepuasan petani agar dapat melanjutkan
22 kegiatannya. Pendapatan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan kewajiban-kewajiban. Dengan demikian pendapatan yang diterima petani akan dialokasikan pada berbagai kebutuhan.
Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa uang maupun barang. berwirausaha dapat memberikan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keinginan untuk memperoleh pendapatan itulah yang dapat menimbulkan minatnya untuk berwirausaha (Hantoro dalam Suhartini, 2011: 45). Besarnya pendapatan yang akan diperoleh dari suatu kegiatan usaha tani tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti luas lahan, tingkat produksi, identitas pengusaha, pertanaman, dan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Suyanto dalam Panurat (2014: 8) menyatakan pendapatan adalah jumlah dana yang diperoleh dari pemanfaatan faktor produksi yang dimiliki, yang dapat mempengaruhi minat seseorang.
Selama ini, banyak anggapan bahwa mengolah lahan atau sumber daya lain dinilai belum menjadi kegiatan produktif dan tidak akan banyak menghasilkan banyak uang. Ekspektasi atau harapan untuk mendapatkan pendapatan (penghasilan) yang lebih baik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi apakah seseorang berminat untuk berprofesi sebagai seorang petani. Jika seseorang berharap untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dengan menjadi petani, maka seseorang akan cenderung untuk berminat menjadi petani (Muksin dalam Meilina, 2015: 12). Sedangkan menurut Holden, et al. (2004: 371) pendapatan dari nonpertanian dapat membantu petani menjadi sejahtera dan membuat petani memiliki semangat untuk mengelola lahannya secara berkelanjutan.
23 2.6.3. Pengaruh Persepsi tentang Sumber Daya Lahan terhadap Minat
Berusaha Tani
Sumber daya merupakan segala sesuatu, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang digunakan untuk mencapai hasil (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008: 1353). Sedangkan lahan merupakan bagian dari bentang alam (landscape) yang mencakup pengertian lingkungan fisik termasuk iklim, topografi/relief, tanah, hidrologi dan bahkan keadaan vegetasi alami yang semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan (FAO dalam Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, 2014: 2). Sumber daya lahan
merupakan hal yang meliputi fisik dari bentang alam dengan potensi yang ada dan digunakan untuk mencapai hasil tertentu.
Banyak pemuda berpendapat bahwa sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, maka hal tersebut dapat memotivasi kelompok pemuda untuk menjadikan pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber penghasilan.
Ketersediaan sumber daya alam dalam hal ini lahan pertanian dapat mempengaruhi seseorang untuk menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian (Muksin, 2007: 27). Pemuda berlahan mempunyai persepsi dan harapan yang lebih baik terhadap usaha pertanian. Setidaknya pemilik lahan membuka kemungkinan untuk berusaha tani sebagai mata pencaharian yang bisa dilengkapi dengan penghasilan dari pekerjaan lain seperti berburuh, menarik ojeg, berdagang dan lain-lain (Tarigan, 2014: 17). Lahan merupakan faktor penting bagi petani karena tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan produksi namun juga sebagai sumber penghidupan. Lahan merupakan faktor yang terkait erat dengan produksi, ekonomi dan kesejahteraan petani. Wiyono (2015: 27) mengatakan bahwa kepemilikan lahan
24 lebih dari 1 hektar dan milik sendiri akan mendorong anak petani untuk menjadi petani. Sedangkan petani yang memiliki lahan kurang dari satu hektar tidak mendorong anak petani untuk menjadi petani.
2.6.4. Pengaruh Persepsi tentang Bantuan terhadap Minat Berusaha Tani Bantuan Pemerintah dalam Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian APBN-P 2015 merupakan bantuan berupa traktor roda dua, pompa air, rice transplanter, dan traktor roda empat yang diterima oleh kelompok tani. Handayanti (2016: 93) mengatakan bahwa bantuan langsung pupuk, subsidi pupuk, bantuan langsung benih dan subsidi benih mempunyai pengaruh nyata terhadap minat bertani padi sawah.
Bantuan merupakan jenis bantuan yang dibutuhkan petani padi seperti faktor produksi yang meliputi pupuk dan benih serta kebutuhan teknologi dalam hal ini alat mesin pertanian seperti traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter dan pompa air yang akan menghasilkan dan menaikan produksi. Menurut Soekartawi dalam Panurat (2014: 8), bantuan yang diperoleh petani seperti faktor produksi maupun teknologi yang dapat menghasilkan atau menaikan produksi akan menambah minat petani semakin tinggi dan mendorong para petani untuk bekerja pada sektor pertanian padi sawah. Hasil penelitian Panurat (2014: 8) juga menunjukan bahwa bantuan memberikan kontribusi positif terhadap minat petani sehingga dengan adanya bantuan minat petani semakin meningkat. Bantuan pemerintah yang diberikan untuk petani diduga memiliki peran dalam menarik minat pemuda untuk berusaha tani padi.
25 2.6.5. Pengaruh Persepsi tentang Lingkungan Keluarga terhadap Minat
Berusaha Tani
Sumarwan (2011: 278) menyatakan bahwa keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih yang terkait oleh perkawinan, darah (keturunan: anak atau cucu), dan adopsi. Kelompok orang tersebut biasanya tinggal bersama dalam satu rumah. Namun, bisa saja bahwa semua anggota keluarga tersebut tidak tinggal di dalam satu rumah. Keluarga juda dapat diartikan sebagai unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan (Sugeng dalam Suleman, 2013: 4).
Lingkungan keluarga adalah kelompok terkecil dalam masyarakat dan merupakan lingkungan pertama yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku anak. Di lingkungan keluarga anak mendapat perhatian, kasih sayang, dorongan, bimbingan dan keteladanan oleh orangtua untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya demi perkembangan dimasa mendatang (Setiawan, 2015:
22). Lingkungan keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga yang lain. Keluarga merupakan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, disinilah yang memberikan pengaruh awal terhadap terbentuknya kepribadian.
26 Menurut Suhartini (2011: 46) minat, khususnya dalam berwirausaha akan terbentuk apabila keluarga memberikan pengaruh positif terhadap minat tersebut, karena sikap dan aktifitas sesama anggota keluarga saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Orangtua yang berwirausaha dalam bidang tertentu dapat menimbulkan minat anaknya untuk berwirausaha dalam hal yang sama pula. Setiawan (2016: 23) mengatakan bahwa lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan dan pemilihan pekerjaan seorang anak dan minat anak akan terbentuk apabila keluarga memberikan dukungan positif terhadap minatnya. Demikian pula dengan minat