BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.7 Pembahasan Hasil Penelitian
5.7.3 Pengaruh Rationalization (Rasionalisasi)
Dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel rationalization / rasionalisasi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari nilai apha sebesar 0,05 sehingga secara parsial variabel berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
Digunakan untuk melihat sejauh mana rasionalisasi berperan terhadap tindak kecurangan / fraud, karena alasan dari pada rasionalisasi adalah pembenaran yang dilakukan pelaku fraud tersebut. penelitian Ruankaew (2016) menunjukkan Rasionalisasi adalah hal yang tidak terpisahkan terhadap pemicu terjadinya fraud yang tidak terpisahkan dari pada tekanan dan kesempatan. Hasil penelitian Al-Hakim (2017) juga menyatakan bahwa adapun faktor yang paling dominan penyebab terjadinya fraud menurut pengakuan pelaku ialah rasionalisasi yang berupa kurangnya pemahaman terhadap peraturan.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Mulyadi & Anwar (2017) dimana Secara simultan rasionalisasi berpengaruh fraud dan begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Mufakkir & Listiadi (2016) dalam penelitiannya berkaitan dengan perilaku kecurangan akademik rasionalisasi berpengaruh positif signifikan.
5.7.4 Pengaruh Capability (Kemampuan) terhadap Fraud
Dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel capability / kemampuan adalah 0,003 yaitu lebih kecil dari nilai alpha 0,05 sehingga secara parsial variabel capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
Merupakan salah satu elemen penting penyebab terjadiny fraud sebagaimana temuan Wolfe dan Hermanson (2004) sebagai pengembangan dari pada teori Cressey Triangle Fraud sehingga Capability / kemampuan ini juga ditetapkan sebagai variabel untuk melihat sejauh mana capability berpengaruh terhadap Fraud pengadaan barang dan jasa. Kemampuan menjadi hal penting yang saling berkaitan dari pada elemen yang ada dalam penyempurnaan prilaku kecurangan yang terjadi. Penelitian Purwanto, Mulyadi & Anwar (2017) juga menunjukan bahwa capability / kemampuan berpengaruh terhadap fraud pengadaan barang dan jasa.
5.7.5 Pengaruh Greed (Keserakahan) terhadap Fraud
Dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel greed / keserakahan menunjukkan nilai signifikansi 0,172 atau lebih besar dari nilai alpha 0,05 sehingga secara parsial variabel greed berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Fraud pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
Dasarnya ketika seseorang melakukan korupsi disebabkan pada dasarnya manusia itu serakah dan tidak pernah merasa puas. Koruptor adalah orang yang tidak puas pada keadaan dirinya. Selalu merasa tidak puas diri atas apa yang sudah dimiliki karena melihat orang lain memiliki lebih dari yang dimiliki oleh pelaku. Greed atau keserakahan sebagai faktor yang pertama disebutkan sebagai penyebab terjadinya fraud. Faktor keserakahan cenderung membuat seseorang buta akan tindakannya, menghalalkan segala cara untuk dapat memenuhi hasrat materialnya Dewani & Chariri (2015) Hasil dari penelitian Dewi (2017) menyatakan salah satu faktor terjadinya korupasi atas dana bantuan politik karena adanya keserakahan yang berhubungan dengan uang dan jabatan. Dan penelitian lain Isgiyata, Indayani & Budiyoni (2018) Greed tidak berpengaruh secara positif terhadap perilaku kecurangan/fraud pada pengadaan barang/jasa pemerintah. Sejalan dengan pada perusahaan farmasi di sumatera utara greed / keserakahan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap fraud. Hasil penelitian
ini tidak sejalan dengan Teori GONE dari Bologne (1993) yang menyebutkan bahwa Greed merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perilaku fraud.
5.7.6 Pengaruh Exposure (Pengungkapan) terhadap Fraud
Dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel exposure / pengungkapan menunjukkan nilai signifikansi 0,062 atau lebih besar dari nilai alpha 0,05 sehingga secara parsial variabel exposure berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Fraud pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
Kasus yang sudah terungkap seharusnya tidak hanya diungkap tetapi didalami lebih luas yaitu dari sisi penegakan hukum/ law enforcement secara konsisten. Seorang koruptor harus dihukum sesuai kesalahnnya sehingga memberikan efek jera bagi yang lain. Tidak boleh ada tindakan main-main oleh penegak hukum terutama Hakim yang memimpin jalannya sidang karena selama ini diketahui ada beberapa oknum penegak hukum yang masih bisa disuap yang menandakan bahwa proses hukum dapat dipermainkan sehingga menimbulkan deterrence effect yang minim. Hukuman yang rendah (exposes) adalah hal yang berkaitan dengan tindakan atau konsekuensi yang dihadapi oleh pelaku kecurangan apabila pelaku diketemukan melakukan kecurangan (Dewani & Chariri, 2015). Hukuman yang rendah (exposes) belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain. Semakin rendah tingkat hukuman maka semakin tinggi pula potensi seseorang untuk melakukan tindakan fraud.
Hasil penelitian dari Isgiyata, Indayani & Budiyoni (2018) menunjukkan variabel Exposeru /pengungkapan berpengaruh secara positif terhadap perilaku fraud pada pengadaan barang/jasa pemerintah.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pressure / tekanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap fraud atau kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
2. Opportunity / Kesempatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud / kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
3. Rationalization / Rasionalisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud / Kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
4. Capability / Kemampuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud / Kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
5. Greed / keserakahan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap fraud / kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
6. Exposure / Pengungkapan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Fraud / Kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Sumatera Utara.
Namun diketahui bahwa pada penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pada penelitian ini yang menjadi sampel perusahaan hanya memakai 3 perusahaan farmasi BUMN di Sumatera Utara dimana yang menjadi respondennya dalam penelitian ini berjumlah 61 orang dari 3 perusahaan yang disebutkan diatas.
2. Variabel Greed / Keserakahan tidak dapat dibuktikan sebagai faktor yang mempengaruhi terjadinya fraud / kecurangan dalam penelitian ini, kemungkinan masih
terdapat banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap fraud / kecurangan.
3. Pada penelitian ini variabel pressure / tekanan, opportunity / kesempatan, / rasionalisasi, capability / kemampuan, greed / keserakahan dan exposure / pengungkapan dalam menjelaskan terjadinya Fraud / kecurangan digambarkan hanya mampu menjelaskan Fraud yang terjadi pada perusahaan farmasi disumatera utara sebesar 73,8% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya diluar penelitian ini.
6.2 Saran
Berdasarkan pada kesimpulan dan keterbatasan penelitian, maka Peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu lebih meningkatkan kesejahteraan karyawan dimana pemberian insentif atau bonus atas kinerja yang diberikan secara berkala agar fraud / kecurangan yang disebabkan tekanan finansial dapat diatasi.selain itu juga peningkatan sistem ataupun prosedur yang menjadi peluang untuk memicu tindakan fraud / kecurangan itu dapat terjadi.
2. Peneliti selanjutnya diharapkan menambah jumlah variabel independen lainnya seperti, Personal Ethics , Idealisme Pemimpin dan penggunakan teknologi guna meminimalisir terjadinya Fraud / kecurangan.
3. Peneliti selanjutnya dapat menambah sampel perusahaan yang lebih banyak dan bervariasi sebagai khazanah keilmuan untuk penelitian pada bidang ini.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullahi, Mansor, Nuhu (2015), Fraud Triangle Theory and Fraud Diamond Theory : Understanding the Convergent and Divergent for Future Research
Ajzen, Icek. 2005. Attitudes, Personality, and Behavior. Edisi Kedua. England: Open University Press.
Ajzen, Icek dan Fishbein, Martin. 2005. The Influence of Attitudes on Behavior. Prentice-Hall, Englewood-Cliffs. New Jersey.
Al Hakim (2017), Persepsi Auditor dan Pelaku Terhadap Faktor Penyebab Fraud (Kasus di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta)
Albrecht, et al. 2011. Asset Misappropriation Research White Paper for the Institute for Fraud Prevention
Arifianti, Santoso, Handajani (2015) Perspektif Triangle Fraud Theory Dalam Pengadaan Barang/Jasa Di Pemerintah Provinsi Ntb
Arikunto, Suharimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bologna, G. Jack., Robert J.Lindquist and Joseph T. Wells. (1993). Investigation Audit. 4th Edition, New Jersey: Prentice-Hall
Cressey, D. R. (1953). Other People’s Money. Montclair, NJ: Patterson Smith, pp.1300 Dorminey , Fleming, Kranacher & Riley (2012), The Evolution of Fraud Theory
Dadang. 2017. “Indeks Persepsi Korupsi 2016, Indonesia Hanya Naik 1 Poin”. 25 Januari 2017. Diakses pada 29 Desember 2018.
http://news.okezone.com/read/2017/01/25/337/1600848/indeks-persepsi-korupsi-2016-indonesia-hanya-naik-1-poin
Darwin Purba. 2015. Menuju Indonesia Baru. Jakarta: Guepedia
Dellaportas (2012), Conversations with inmate accountans : Motivation, Opportunity and the Fraud Triangle
Dewani, R. A., & Chariri, A. (2015). Money laundering dan keterlibatan wanita (Artis):
Tantangan baru bagi auditor investigasi. Diponegoro Journal of Accounting, 4(3), 1-6.
Hamdani, Rizki. 2015. Korupsi di Indonesia: Alasan, Tujuan, Pandangan, dan Klasifikasi.
Yogyakarta: Tesis Program Magister Akuntansi, Universitas Islam Indonesia.
Hafiz, Muhammad Shareza. 2017. Analisis Pemanfaatan Jabatan Perpetrator Dalam Melakukan Korupsi (Studi Atas Persepsi Akademisi Dan Praktisi Di Provinsi Sumatera Utara). Yogyakarta: Tesis Program Magister Akuntansi, Universitas Gadjah Mada.
Hanapi (2017), Analisis Fraud Pada Pengadaan Barang dan Jasa (Studi Kasus Kabupaten Buol)
Indonesian Corruption Watch. 2017. “Sektor Pelayanan Publik Paling Rawan Dikorupsi”
Diakses pada tanggal 26 Desember 2018.
https://antikorupsi.org/id/news/sektor-pelayanan-publik-paling-rawan-dikorupsi Indonesian Corruption Watch. 2018. “Outlook Korupsi Politik 2018” Diakses pada tanggal 27
Desmeber 2018.
https://antikorupsi.org/sites/default/files/outlook_korupsi_politik_2018_110118.pdf Isgiyata, Indayani, Budioni, 2018. Studi Tentang Teori Gone dan Pengaruhnya Terhadap Fraud
Dengan Idealisme Pimpinan Sebagai Variabel Moderasi: Studi Pada Pengadaan Barang/Jasa di Pemerintahan. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis.Vol. 5(1), pp 31 -42 . Jogiyanto, H.M.,(2011),Metodologi Penelitian Bisnis., Edisi Keempat., BPFE, Yogyakarta:
66-70.
Kassem and Higson. 2012. The New Fraud Triangle Model. Journal of Emerging Trends in Economics and Management Sciences (JETEMS) 3(3): 191-195 © Scholarlink Research Institute Journals, 2012 (ISSN: 2141-7024). British University. UK
Kassem & Higson (2012), The New Fraud Triangle Model,
Komisi Pemberantasan Korupsi. 2017 . “Laporan Tahunan 2017” Diakses pada tanggal 26 Desember 2018.
https://www.kpk.go.id/nuweb/images/Laporan%20Tahunan%20KPK%202017.pdf Mufakkir & Listiadi (2016) , Pengaruh Faktor Yang Terdapat Dalam Dimensi Fraud
Triangle Terhadap Perilaku Kecurangan
Manossoh (2016), Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Fraud Pada Pemerintah Di Provinsi Sulawesi Utara
Merdeka.com. 2018. “Kejaksaan setor uang pengganti korupsi alkes di Sumut Rp 4,2 M ke kas Negara” Diakses tanggal 05 Desember 2018.
https://www.merdeka.com/peristiwa/kejaksaan-setor-uang-pengganti-korupsi-alkes-di-sumut-rp-42-m-ke-kas-negara.html
Nurharjanti (2017), Faktor-faktor yang berhubungan dengan fraud pengadaan Barang/Jasa di Lembaga Publik
Okezone.com. 2018. “Kejati Sumut Tahan Tersangka Korupsi Alkes Senilai Rp1,2 Miliar”
Diakses tanggal 05 Desember 2018.
https://news.okezone.com/read/2018/03/10/340/1870668/kejati-sumut-tahan-tersangka-korupsi-alkes-senilai-rp1-2-miliar.
Purwanto, Mulyadi & Anwar (2017), Kajian Konsep Diamond Fraud Theory Dalam Menunjang Efektivitas Pengadaan Barang/Jasa Di Pemerintah Kota Bogor
Prabowo (2014), To be corrupt or not to be Corrupt : Understanding the behavioral side of corruption in Indonesia
Ristianingsih (2017), Telaah Konsep Fraud Diamond Theory Dalam Mendeteksi Perilaku Fraud Di Perguruan Tinggi
Ruankaew (2016), Beyond the Fraud Diamond
Schultz, D. P. & Schultz, S. E. (2005). Theories of personality. (edisi ke 8). California:
Thomson Wadsworth
Sopotan, Tinangon, dan Lambey (2017), Analisis Resiko Kecurangan terhadap Sistem Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Di FKTP Pemerintah Kota Bitung
Sorunke, Abayomi (2016), Personal Ethics and Fraudster Motivation : The Missing Link in Fraud Triangle and Fraud Diamond Theories
Sugiyono, (2009), Metode Penelitian Kuantitatif, Alfabeta, Bandung: 12-17.
Sugiyono, (2014), Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung: 25-30.
Tribunmedan.com. 2018. “Mau Ditangkap Tersangka Korupsi Alat Kesehatan Sembunyi Di-Dalam Lemari” Diakses tanggal 06 Desember 2018.
http://medan.tribunnews.com/2017/11/29/mau-ditangkap-tersangka-korupsi-alat-kesehatan-sembunyi-di-dalam-lemari.
Widyasari (2016), Analisis kegagalan Implementasi E-Procurement Dalam Pencegahan Fraud Wolfe, David T.; Hermanson, Dana R. 2004. The Fraud Diamond: Considering the Four
Elements of Fraud. CPA Journal; Dec2004, Vol. 74 Issue 12, p38.
Zahara, 2016. Pengaruh Tekanan, Kesempatan Dan Rasionalisasi Terhadap Tindakan Kecurangan (Fraud). (Survei pada Narapidana Tipikor di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Pekanbaru).
Zulaikha dan Hadiprajitno, B, Th, P. 2016. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi P r o c u r e m e n t Fraud: Sebuah Kajian Dari Perspektif Persepsian Auditor Eksternal(FactorsAffectingProcurement Fraud: A Study From The Perceived Perspective Of ExternalAuditor). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia.Vol. 13, No. 2, hal 194 -22046.
Lampiran 1 : Review Jurnal Terdahulu
Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1. Mufakkir dimensi fraud triangle
yaitu tekanan akademik siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 10 Surabaya.
Terdapat pengaruh positif signifikan antara tekanan akademik &
Rasionalisasi
Menyontek terhadap perilaku kecurangan akademik siswa kelas XI Akuntansi di SMK akademik siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 10 Surabaya.
Hal ini berarti kesempatan yang dimiliki siswa tidak mempengaruhi perilaku kecurangan akademik terjadi pada kelas XI di SMK Negeri 10
Fraud
menurun tingkat
3. Hasil penelitian diperoleh
3. Manossoh
Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat sejumlah faktor penyebab terjadinya fraud, diantaranya adalah karena adanya tekanan, adanya kesempatan, serta alasan pembenaran.
Dari faktor ini, dapat dengan mudah terjadi dikarenakan kondisi dari sistem dan perilaku
orang yang
Rasionalisasi pelaku fraud meyakini atau atas aktivitasnya yang mengandung fraud.
2. Faktor rasionalisasi menjadi penyebab
Penyebab
Dalam penelitian ini menemukan bahwa Kualitas Panitia,
dengan fraud pengadaan barang dan jasa pada penelitian di Pengadaan barang/ jasa dipengaruhi
karakteristik pokja
ULP/ pejabat
pengadaan dan sistem pengendalian intern ( Adanya Peluang)
pengadaan dan sistem pengendalian intern
dalam proses
pengadaan barang/ jasa dengan meningkatkan integritas dan kompetensi pokja ULP/
pejabat pengadaan dan menjalankan SPI secara
Fraud Di
Tekanan / Pressure dari lingkungan pekerjaan dapat menimbulkan
resiko kecurangan Personal Ethics adalah variabel baru untuk mempermudah dalam menyingkap terjadinya fraud yang telah dikembangkan dari teori Fraud Triangle dan Fraud Diamond untuk lebih dalam melihat penyebab terjadinya fraud.
Dan memberikan solusi atas pencarian ilmiah dalam mengungkap terpisahkan dari pada fraud yang terjadi menjadi model yang komperhensip bagi auditor internal untuk menilai resiko
tindakan curang yang dilakukan oleh pelanggar yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Salah satu motif dominan,
para pelaku
dalam penelitian ini dipengaruhi oleh strain yang secara luas diklasifikasikan ke dalam keuangan (kegagalan bisnis dan investasi serta secara sadar atau tidak sadar menilai semua manfaat dan biaya yang akan ditanggungnya
pertimbangan dan Fraud Theory, Fraud Models, Fraud Detection
Motivasi, Peluang, dan Personal Integritas terjadinya fraud dan menjadikan elemen tersebut untuk menjadi penilai resiko bagi seseorang tidak dapat melakukan fraud tanpa memiliki kemampuan untuk menutupi tindakan fraud tersebut.
18. Dorminey sebagai kerangka kerja untuk mengidentifikasi
White-collar Crime karakteristik sebagai
penipuan. Serta Kolusi menjadi hal yang paling sulit di awasi dan menjadi elemen yang menimbulkan kerugian terbesar yang terjadi dalam kasus
20 Hafiz lemahnya system yang ada, serta rasionalisasi
bahwa Negara
memiliki hutang budi kepada perpetrator
Fraud; fraud triangle theory; local government
Hasil dari penelitian tersebuat adalah variable penelitian ini berpengaruh terhadap perilaku kecurangan Akademik.
LAMPIRAN 2 : JAWABAN RESPONDEN & Data Olahan SPSS
40 5 4 4 5
OPPORTUNITY / KESEMPATAN RESP/Q 1 2 3 4
19 5 4 5 4
61 4 4 4 3
RATIONALIZATION / RASIONALISASI RESP/Q 1 2 3 4
38 5 5 3 5 CAPABILITY / KEMAMPUAN
RESP/Q 1 2 3 4
17 4 4 4 4
59 4 4 4 4 60 3 3 3 3 61 4 4 4 4 GREED / KESERAKAHAN
RESP/Q 1 2 3 4
38 4 3 3 3
EXPOSURE / PENGUNGKAPAN RESP/Q 1 2 3 4
17 4 4 4 4
59 4 5 4 3 60 3 5 3 5 61 4 3 4 3 FRAUD / KECURANGAN RESP/Q 1 2 3 4
38 5 5 5 2 39 5 1 1 2 40 3 3 3 4 41 3 3 3 3 42 4 3 4 4 43 3 3 4 4 44 3 3 4 4 45 4 3 2 4 46 3 3 2 3 47 4 3 2 4 48 4 3 3 3 49 3 3 3 3 50 4 5 4 4 51 3 3 4 4 52 3 2 4 4 53 3 2 3 3 54 3 4 4 3 55 5 4 4 5 56 4 3 3 4 57 5 2 4 5 58 5 3 3 3 59 2 3 4 4 60 2 3 3 3 61 3 3 3 4
UJI VALIDITAS
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
OPPORTUNITY (X2)
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
RATIONALIZATION (X3)
RATIONALIZATION Pearson Correlation ,731** ,818** ,639** ,580** 1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000
N 61 61 61 61 61
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
CAPABILITY (X4)
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
GREED (X5)
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
EXPOSURE (X6)
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
FRAUD (Y)
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
UJI RELIABILITAS
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,742 4
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,634 4
RATIONALIZATION
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,645 4
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,850 4
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,748 4
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,669 4
FRAUD
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,728 4
RATIONALIZATION 4,2910 ,44530 61
CAPABILITY 3,5246 ,59109 61
Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered
Variables
a. Dependent Variable: FRAUD b. All requested variables entered.
Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), EXPOSURE, GREED, PRESSURE, CAPABILITY, OPPORTUNITY, RATIONALIZATION
b. Dependent Variable: FRAUD
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 3,533 7 ,589 1,399 ,032b
Residual 22,721 54 ,421
Total 26,254 61
a. Dependent Variable: FRAUD
b. Predictors: (Constant), EXPOSURE, GREED, PRESSURE, CAPABILITY, OPPORTUNITY, RATIONALIZATION
a. Dependent Variable: FRAUD
Collinearity Diagnosticsa
a. Dependent Variable: FRAUD
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 61
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation ,61537803
Most Extreme Differences Absolute ,058
Positive ,058
Negative -,128
Test Statistic ,128
Asymp. Sig. (2-tailed) ,314c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Medan, 2019
Perihal : Mohon Bantuan Pengisian Kuesioner
Yang Terhormat Bapak/Ibu Di Tempat
Dengan Hormat,
Besama ini saya sampaikan bahwa saya bermaksud mengadakan penelitian pada Perusahaan Farmasi yang ada di Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka penulisan Tesis sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian studi pada program Magister Ilmu Akuntansi di Universitas Sumatera Utara , dengan judul penelitian “Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Fraud / Kecurangan pada Perusahaan Farmasi di Provinsi Sumatera Utara”.
Sehubungan dengan maksud di atas, saya sangat mengharapkan bantuan Bapak/Ibu untuk bersedia mengisi instrumen penelitian ini sesuai dengan keadaan dan pengalaman yang dimiliki. Instrumen ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak seorangpun dapat menelusuri sumber informasinya. Oleh karena itu Bapak/Ibu diharapkan dapat memberikan jawaban yang sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan sesungguhnya, dan jawaban tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi Bapak/Ibu.
Bantuan dan partisipasi Bapak/Ibu merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi terselenggaranya penelitian ilmiah ini. Dan untuk itu semua saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Ahmad Riski Albar
KUESIONER PENELITIAN
I. Pengantar
Bersama ini saya sampaikan daftar pertanyaan kepada Bapak/Ibu dengan permohonan agar berkenan kiranya meluangkan waktu untuk mengisinya. Pertanyaan dalam daftar ini berkenaan dengan tanggapan Anda terhadap faktor tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, keserakahan, dan pengungkapan terhadap faktor kecurangan. Dalam pengisian jawaban atas pernyataan dibawah ini tidak ada jawaban yang benar dan salah. Saya bermohon sekali agar Bapak/Ibu dapat mengisi seluruh pernyataan yang tersedia. Sebab, jika ada salah satu pernyataan tidak dijawab, maka kuesioner ini tidak dapat digunakan dan di proses lebih lanjut. Jawaban yang Bapak/Ibu berikan semata-mata hanya untuk kepentingan akademis.
Atas kesediaan Bapak/Ibu memberikan jawaban, saya ucapkan terima kasih.
II. Identitas Responden
Mohon isi data di bawah ini, sesuai dengan identitas diri Anda.
Jenis Kelamin : L / P
Usia : ... tahun
Tingkat Pendidikan : SMA, SMK, STM / D3 / S1 / S2 / S3 Masa Kerja : ... tahun
III. Petunjuk Pengisian
1. Dibawah ini terdapat 38 pernyataan. Anda diminta untuk mencontreng ( ) pada jawaban yang tersedia pada tiap item sesuai dengan jawaban yang paling mewakili.
2. Pilihan jawaban terdiri dari 5 jawaban dengan keterangan seperti di bawah ini : STS : Apabila jawaban Anda adalah “Sangat Tidak Setuju”
TS : Apabila jawaban Anda adalah “Tidak Setuju”
KS : Apabila jawaban Anda adalah “Kurang Setuju”
S : Apabila jawaban Anda adalah “Setuju”
SS : Apabila jawaban Anda adalah “Sangat Setuju”
Contoh :
NO. PERNYATAAN STS TS KS S SS
1 (Contoh pernyataan...)
III. Kuesioner 1. Tekanan (Pressure)
2. Kesempatan (Opportunity)
NO. PERNYATAAN STS TS KS S SS
1 Jika Beban kerja yang ditugaskan pada karyawan jumlahnya terlalu banyak kurang sebanding dengan penghasilan yang diterima akan berakibat perbuatan curang.
2 Keadaan keuangan yang disebabkan oleh pengeluaran yang besar pada diri seseorang akibat hutang dan perilaku buruk seperti judi dapat menyebabkan seseorang melakukan tindakan penyimpangan ditempat pekerjaannya.
3 Target pekerjaan seperti pencapaian penjualan dan penagihan atas piutang membuat seseorang mencari siasat untuk mencapainya dengan cara yang tidak sesuai dengan Aturan perusahan 4 Gaya hidup yang berlebihan
menjadikan atau foya-foya mebuat keuangan seseorang menjadi serba kurang.
NO. PERNYATAAN STS TS KS S SS
1 Tidak adanya rotasi pada bagian fungsi tertentu membuat seseorang lebih leluasa dalam menguasai sistem dan kontrol perusahaan.
3. Rasionalisasi (Rationalization)
2 Perusahaan tidak membatasi akses informasi keuangan maupun non keuangan di tempat kerja.
3 Pengendalian internal dan kontrol pemeriksaan lemah diperusahaan tempat saya bekerja
4 Terdapat tumpang tindih job deskripsi pada bagian dalam perusahaan dimana hanya 1 orang yang melakukan pekerjaan dengan beberapa fungsi
NO. PERNYATAAN STS TS KS S SS
1 Mendapatkan keuntungan finansial dengan memanfaatkan celah aturan perusahaan merupakan hal yang lumrah di tempat saya bekerja.
2 Karyawan telah memberikan andil dan sumbangsih yang besar pada tempat bekerja merasa berhak atas sesuatu yang illegal dalam perusahaan
3 Dalam keadaan tertentu, tidak menjadi masalah apabila meminjam uang / barang perusahaan dan kemudian segera dikembalikan.
4 Dana yang bukan merupakan hak saya, yang telah saya ambil dari instansi saya bekerja, saya gunakan untuk tujuan kebaikan.
4. Kemampuan (Capability)
5. Keserakahan (Greed)
NO. PERNYATAAN STS TS KS S SS
1 Mampu mengontrol stress dengan baik apabila ada sesuatu masalah yang sifatnya pelanggaran dengan baik
1 Mampu mengontrol stress dengan baik apabila ada sesuatu masalah yang sifatnya pelanggaran dengan baik